"Jangan khawatir, dukun itu tidak akan bisa membunuh ku di tempat ini. Meskipun ragaku hancur tapi Sukma ku akan selalu hidup untuk melindungi mu istriku,"
Ucapan terakhir Barra membuat tangis Gita semakin membuncah. Baru kali ini ia benar-benar merasakan kesedihan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Dadanya terasa begitu sesak hingga ia terus memukul-mukul dadanya ketika melihat Barra benar-benar menghilang dari pandangannya.
Sayup-sayup terdengar suara seseorang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Suaranya terdengar begitu merdu hingga mampu menembus relung kalbu Gita yang terasa hampa.
Gadis itu seketika mengusap air matanya dan segera beranjak dari duduknya.
Sesosok bayangan putih kemudian membimbingnya meninggalkan tempat itu.
Saat ia membuka matanya, gadis itu begitu terkejut karena mendapati dirinya di kelilingi oleh orang-orang yang menggunakan pakaian serba putih.
"Dimana aku, kenapa di sini ramai sekali," ucap Gita memperhatikan satu persatu wajah-wajah orang-orang disekelilingnya.
Terlihat banyak jamaah putri yang terus membacakan Alquran mengelilinginya.
Dari begitu banyak wanita disana, ia tak menemukan Suryati ibunya. Melihat Gita yang tampak kebingungan membuat seorang wanita bergegas menghampirinya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah sadar juga," ucap seorang wanita tersenyum simpul menatapnya
"Aku ada dimana?" tanya Gita kebingungan
"Kamu ada di pondok pesantren putri Kyai syodiq nak," ucap Suryati membawakan segelas air putih untuknya
"Ibu?" ucap Gita langsung memeluk erat wanita itu dan menangis tersedu-sedu
"Jangan sedih sayang, sekarang kamu aman disini," jawab Suryati mengusap lembut kepala
Ia kemudian menyuruhnya meminum segelas air putih yang dibawanya untuk menenangkan dirinya.
"Minumlah, aku yakin kamu pasti kehausan setelah berjuang cukup lama melawan santet itu," ucap Suryati menatapnya sendu
"Kenapa aku bisa berada di sini?" tanya Gita lagi
"Ceritanya panjang nak, nanti saja ibu ceritakan, soalnya kalau diceritakan di sini gak cukup waktunya," jawab Suryati
Tak lama Kyai Sodiq datang bersama seorang pemuda tampan yang mendampinginya.
"Alhamdulillah akhirnya Gita sudah sadar juga," ucap lelaki itu tersenyum senang
Gita segera mencium punggung tangan Lelaki itu.
"Gimana sekarang rasanya Git, apa sudah enakan apa masih sesak?" tanya lelaki itu menatapnya
"Masih sesak Kyai, tapi sekarang sudah mendingan sih gak terlalu sesak lagi," jawab Gita menatap lelaki yang bersama Kyai Sodiq
"Syukurlah kalau begitu," jawab lelaki itu
"Sebaiknya malam ini kamu menginap saja di sini, aku khawatir para lelembut itu masih mengincar mu," ujar Kyai Sodiq
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan, hingga para makhluk astral itu mencoba membunuh ku?" tanya Gita penasaran
"Apa kau tidak ingat dengan apa yang sudah kamu lakukan terhadap Erwin?" sahut Suryati berusaha memberitahu Gita atas apa yang sudah menimpanya.
"Jadi Erwin yang sudah melakukan semua ini padaku, dan dia juga yang sudah membunuh Barra ku," ucap Gita kembali terisak saat mengingat kematian Barra didepannya
"Barra, siapa dia, bukankah nama almarhum suamimu itu Gagah ya, memangnya sejak kapan dia ganti nama?" tanya Suryati membuat Zacky tersenyum mendengarnya
"Maksudnya bukan Dia Sur, tapi pria lain yang bernama Barra," jawab Kyai Sodiq
"Apa dia pacarmu?, kenapa kamu gak kasih tahu ibu," tutur Suryati
"Bukan, dia hanya temanku," jawab Gita berusaha menyembunyikan identitas Barra
"Kasian sekali dia, harus mati muda. Erwin benar-benar jahat sampai tega membunuh semua lelaki yang dekat dengan Gita, kalau begini terus kapan Gita bisa menikah," keluar Suryati
"Sudahlah Sur jangan sedih, aku yakin sebentar lagi jodoh Gita akan segera datang," jawab Kyai Sodiq
"Beneran Kyai?" tanya Suryati sumringah
"Tentu saja, memangnya sejak kapan aku berbohong padamu,"
"Entahlah, nanti aku ingat-ingat dulu," jawab Suryati terkekeh melihat ekspresi wajah Kyai Sodiq saat mendengar jawabannya
"Sebaiknya kamu segera ikut Nyai, agar bisa beristirahat dengan tenang malam ini," Kyai Sodiq kemudian meminta istrinya mengantar Gita ke kamarnya
"Baik Kyai," Gita kemudian mengikuti Nyai Halimah menuju ke sebuah asrama yang tidak jauh dari rumahnya.
Malam itu Gita tak bisa memejamkan matanya, bayang-bayang wajah Barra membuatnya terus menerus terngiang dalam benaknya hingga membuatnya kembali menitikkan air mata.
Malam itu ia terus menangis hingga pagi hari sampai matanya terlihat bengkak.
Seorang santri yang sekamar dengannya kemudian menceritakan kejadian itu kepada Kyai Sodiq.
Lelaki itu terlihat menganggukkan kepalanya saat mendengar cerita dari seorang santriwati tersebut.
Ia kemudian menemui seorang santri putra dan mengajaknya berbicara empat mata.
Setelah cukup lama keduanya berbincang Pemuda itu kemudian mengangguk setuju dan segera mengikuti Kyai Sodiq ke ruangan khusus.
Tak lama seorang santriwati mengantar Gita masuk ke ruangan dimana Kyai Sodiq dan seorang santrinya menunggunya.
"Silakan masuk Git," ujar sang Kyai kemudian mempersilakannya duduk
Gita menatap sosok pemuda yang duduk disebelahnya. Ia masih ingat jelas bagaimana ia berusaha menolak lelaki itu saat menawarkan diri untuk menjadi guru ngajinya.
"Ada apa Kyai??" tanya Gita terlihat penasaran
"Apa kamu masih memikirkan lelaki itu?" tanya Kyai Sodiq seolah tahu jika Gita tengah memikirkan Barra.
Gita mengangguk pelan meskipun sedikit ragu.
"Sebenarnya ada yang ingi saya perkenalkan denganmu," ucap Kyai Sodiq menoleh kearah Zacky.
Gita kembali menatap sosok Zacky yang kemudian berdiri disamping Kyai Sodiq.
"Namanya Zacky, kebetulan dia masih keponakan ku. Kamu sudah mengenalnya bukan?" tanya Kyai Sodiq membuat Gita seketika mengangguk
"Alasanku menjadikan dia sebagai guru ngaji mu karena aku ingin kalian bisa saling mengenal dan dekat. Itulah kenapa aku tetap memaksanya menjadi guru ngaji mu, meskipun kau pernah menolaknya. Kebetulan juga dia sedang mencari seorang calon istri yang mau diajak ta'aruf dengannya. Jadi kalau kamu tidak keberatan aku ingin memperkenalkan kalian agar bisa lebih dekat. Kali aja kalian ada kecocokan dan semoga saja berjodoh," ucap Kyai Sodiq menatap Gita
"Sebenarnya aku sudah meminta Zacky untuk selalu menjaga mu, karena aku tahu ada kekuatan jahat yang selalu mengintai mu. Kalau kamu ingin tahu lelaki yang sudah menyelamatkan kamu saat kau terkena santet di kosan kamu itu adalah dia. Aku sengaja menyuruhnya menyusul mu ke Jakarta, saat kamu melarikan diei dari pernikahan mu dengan Erwin," terang Kyai Sodiq
"Tidak ada maksud apapun aku menceritakan semua ini padamu. Seperti sebuah lagu aku hanya ingin kau tahu betapa seriusnya Zacky padamu, tapi tetap saja keputusan ada di tangan mu. Baik Zacky ataupun aku tidak bisa memaksa dirimu untuk menerima tawaran ini, semuanya up to girl, jadi silakan putuskan kamu mau menerima tawaran ini atau tidak?" imbuh Kyai Sodiq
Gita tampak begitu terkejut mendengar penawaran Kyai Sodiq. Antara Bahagia namun juga sedih begitulah yang dirasakan Gita hingga ia hanya termangu tanpa bisa memberikan keputusan atas penawaran sang Kyai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Esti Restianti
kisah nya sama banget kaya kisah Ros,tapi untuk kali ini apa Barra akan benar" musnah,ataukah dia harus merelakan istrinya lagi menjadi istri orang lain seperti yang sudah"?
2022-12-26
1
Lubna Aysha
klo jadi ama ust zaki, babang bara bs gerah mulu nih di bacain alquran saben hari 😅 ceritanya mirip sm versi bara n rose
2022-12-09
0
masih nyimak
2022-11-29
0