Chapter 16

Melihat Gita yang terkulai lemas membuat Barra segera mengobatinya. Ia menggunakan segenap kemampuannya untuk menyembuhkan gadis itu. Akan tetapi meskipun Ia sudah menggunakan segenap kekuatannya, namun tetap saja Gadis itu tak kunjung membuka matanya.

Barra yang putus asa melihat kondisi Gita yang tak kunjung membaik kemudian membawa gadis itu menuju ke kerajaan Jin tempatnya tinggal. Ia berharap bisa menyembuhkan Gita di sana, seperti yang dulu ia lakukan pada Ros.

Tanpa berpikir panjang ia segera membawa Gita menuju ke alam gaib.

"Semoga kamu bisa cepat pulih di sana," ucap Barra

Setibanya di kerajaan Jin, bukannya mendapatkan pengobatan untuk Gita, ia malah mendapatkan murka dari ayahnya.

Sang Raja Jin begitu marah kepadanya saat mengetahui jika putranya tersebut sudah membunuh seorang manusia, hanya demi melindungi wanita itu.

"Kau tahu kan jika kita tidak boleh ikut campur dalam urusan manusia apalagi membunuh mereka. Tapi kamu sudah melanggar hukum itu. Kau tahu apa hukumnya jika kau menyakiti manusia?" tanya Sang Raja 

Barra mengangguk paham.

"Aku tahu Romo, tapi aku membunuhnya bukan karena sengaja atau karena balas dendam. Aku membunuh orang itu karena berusaha melindungi diriku dan juga istriku, apa aku tetap  disalahkan meskipun aku membunuhnya demi melindungi diriku dan keluargaku?" tanya Barra

"Tetap saja apapun alasannya, tindakan mu tidak bisa dibenarkan. Alam gaib tentu saja akan tetap menghukum mu karena dianggap sudah menyalahi kodrat alam gaib," jawab sang Raja

"Tapi Romo, bisakah kau membantuku menyembuhkan istriku lebih dulu, sebelum menghukum ku. Aku tak bisa melihatnya terus kesakitan seperti ini. Aku janji akan menerima hukuman apapun yang kau berikan asalkan kau mau menyelamatkan istriku lebih dulu," jawab Barra

Ia kemudian meletakkan tubuh Gita, dan ia segera bersimpuh di depan kaki ayahnya.

"Apa yang kau lakukan!" hardik Sang Raja Jin

"Aku mohon padamu Romo, selamatkan istriku. Aku janji akan melakukan apapun jika kau bersedia untuk menyelamatkannya," ucap Barra

Melihat ketulusan putranya membuat lelaki itu luluh.

"Kamu masih belum berubah juga, kenapa kamu selalu mengorbankan hidup mu hanya demi seorang manusia. Datanglah ke tempat ki Suryo, minta ia menyembuhkan wanita itu, aku yakin ia bisa menyembuhkannya," jawab sang raja Iblis

"Terimakasih Romo, kalau begitu aku pamit," jawab Barra

"Tapi tetap saja kau harus menjalani Hukuman mu setelah mengobati istrimu," 

"Tentu saja Romo, aku akan menjalani hukuman apapun yang akan kau berikan padaku, tapi setelah istriku sembuh," jawab Barra kemudian bergegas pergi menuju kediaman Ki Suryo.

Setibanya di sana, Barra segera membaringkan Gita diatas tikar pandan yang sudah disediakan oleh Ki Suryo.

"Kenapa kamu baru membawanya ke sini?" tanya Ki Suryo

"Maaf Aki, aku tidak tahu kalau Aki bisa menyembuhkannya. Aku terlalu khawatir hingga tak berpikir panjang, bahkan aku berusaha mengobati Gita sendiri, tapi ternyata santet ini bukan santet biasa!" jawab Barra

"Tidak semua santet bisa disembuhkan dengan mudah, ada beberapa jenis santet yang memang di rancang untuk menyiksa si korban sampai meninggal. Jenis santet ini biasanya sulit sekali diobati dan hanya bisa diobati oleh orang-orang tertentu yang memiliki kekuatan tertentu juga," terang Ki Suryo

"Lalu bagaimana dengan Gita, apa kamu bisa menyembuhkannya?" tanya Barra lagi

Ki Suryo kemudian segera memeriksa kondisi Gita.

Ia merasakan tubuh wanita itu begitu panas hingga membuatnya langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan daun pisang.

"Sebaiknya kau memandikan dia di sendang biru setelah aku memberikan tenaga dalam ku padanya," ucap Ki Suryo

"Baik Aki," jawab Barra 

Lelaki itu segera menjauh saat Ki Suryo hendak menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengobati Gita.

Saat Ki Suryo sedang mengobati Gita, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan serangan bola-bola api yang berdatangan ke kediaman Ki Suryo.

"Siapa lagi yang mencoba mengganggu kami!" pekik Barra segera menghalau bola-bola api tersebut.

Ia segera memasang badan untuk melindungi Ki Suryo yang masih menyalurkan tenaga dalamnya.

Namun banyaknya bola-bola api itu membuatnya kewalahan.

"Sebaiknya kau segera pergi dari tempat ini, dan bawa Gita ke Sendang biru. Sepertinya ada yang sengaja ingin mencelakai Gita. Biar aku yang akan menghadapi dukun itu," ucap Ki Suryo mengakhiri ritualnya

"Baik Aki," jawab Barra kemudian segera menggendong Gita dan membawanya pergi dari tempat itu.

Sementara itu Erwin terlihat begitu kewalahan saat menghadapi serangan balik dari Ki Suryo. Ia tidak menyangka jika lelaki tua itu begitu sakti hingga mampu menepis semua serangannya.

Ia kemudian meminta Ki Buyut untuk mengakhiri serangannya, apalagi saat melihat Barra dan Gita sudah tidak ada di tempat itu.

"Sepertinya kamu benar, makhluk itu tidak ada di rumah dukun itu lagi, tapi sebagai seorang dukun senior aku merasa harga diriku terinjak-injak karena dikalahkan oleh seorang juru kunci rendahan seperti dia," sahut Ki Buyut

"Lalu apa yang akan Aki lakukan??" tanya Erwin

"Aku harus membunuhnya," jawab Ki Buyut

"Terserah Aki saja, tapi aku tidak mau ikut campur dalam urusan ini karena aku tidak memiliki dendam dengan dukun itu," ujar Erwin

Pemuda itu kemudian segera menyingkir saat melihat Ki Buyut langsung bersemedi.

"Kenapa ia malah mencari gara-gara dengan dukun itu bukannya membunuh Gita dan Gondoruwo itu!"

Erwin terlihat gelisah dan terus mondar-mandir saat menunggu Ki Buyut yang tak kunjung kembali dari semedinya.

"Cepatlah kembali Aki, aku tidak bisa menunggu terlalu lama di sini?" ucap Erwin gelisah

Sementara itu Merlin yang mendapati tubuh Gita terkulai tak berdaya di lantai segera meminta bantuan kepada tetangganya untuk menolongnya.

Saat ia hendak membawa Gita ke rumah sakit seorang pemuda melarangnya.

"Sebaiknya jangan bawa ia ke rumah sakit, karena dia tidak sakit," ucap lelaki itu

"Lalu apa yang harus aku lakukan jika tidak membawanya ke rumah sakit, lihatlah wajahnya yang begitu pucat dan tubuhnya yang begitu panas, aki yakin dia pasti sedang sakit,"

"Dia terkena santet, bukan sakit!" seru lelaki itu kemudian menggendong tubuh Gita dan membawanya masuk kembali ke kosannya.

"Bagaimana kau tahu, apa kamu seorang dukun??" tanya Merlin lagi

"Anggap saja begitu. Sebaiknya kamu segera hubungi orang tua Gita dan beritahukan tentang keadaannya, katakan juga padanya untuk segera datang ke Jakarta bersama Kyai Sodiq," jawab lelaki itu

"Bagaimana kamu bisa mengenal Kyai Sodiq, sebenarnya kamu siapa?" tanya Merlin begitu penasaran dengan sosok pemuda yang tiba-tiba muncul bak seorang pahlawan itu

"Apa itu penting sekarang?" tanya lelaki itu membuat Merlin menggelengkan kepalanya

Ia kemudian segera menghubungi Suryati dan memberitahukan kepadanya tentang keadaan Gita.

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜

⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜

mungkin ustad itu

2022-11-27

0

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

siapa pemuda yg datang tiba2 itu.. apa mngkin bara yg menyamar jd manusia

2022-11-15

1

ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄ʰᶦᵃᵗ

ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄ʰᶦᵃᵗ

Merlin g usah tau lah 😁
skrg selamatkan dlu Gita baru nanti cerita.

2022-11-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!