chapter 15

Tampaknya kematian Ki Anom membawa trauma sendiri bagi Erwin. Lelaki itu kini terlihat sering menyendiri dan kadang tertawa sendiri seperti orang Gila.

Melihat kondisi putranya yang memprihatinkan, membuat Ruminah kembali memanggil paranormal langganannya.

Tidak lama seorang lelaki tua memasuki kamar Erwin yang begitu gelap. Lelaki itu kemudian menyalakan lampu untuk menerangi kamar itu.

Saat lampu menyala membuat Erwin langsung bersembunyi di bawah kolong meja.

"Apa yang sebenarnya terjadi dengan putraku, Aki?" tanya Ibu Erwin

"Sepertinya puta ibu mengalami guncangan batin yang hebat, apa ia sebelumnya pernah mengecewakan seseorang atau dikecewakan oleh seseorang?" tanya sang dukun.

Wanita itu langsung mengangguk. Ia kemudian menceritakan tentang pernikahan Erwin yang batal karena Gita memilih meninggalkannya di hari pernikahan mereka. Ia juga memberitahukan kepada sang dukun apa yang sudah dilakukan Erwin kepada Gita.

Sang dukun kini mulai memahami apa yang di rasakan oleh Erwin.

"Sopo salah seleh, sepertinya putramu sedang menerima karma atas apa yang sudah ia lakukan pada gadis itu?" ujar sang Dukun

"Maksud Aki, Gita yang melakukan semua ini padanya?" tanya Rum

"Bukan dia, tapi sesosok makhluk gaib yang begitu menyayanginya," jawab sang dukun

"Makhluk gaib," ujar Rum begitu terkejut

"Lalu bagaimana dengan putraku, apa dia akan mati?. Aki, tolong selamatkan putraku. Aku mohon selamatkan dia bagaimana caranya, dan aku akan membayar berapapun jumlah yang Aki minta," imbuh Ruminah

"Aku akan berusaha semampuku," Sang Dukun

Ia kemudian meminta Ibu Erwin untuk menunggu di luar, tentu saja agar ia bisa mengobati Erwin dengan mudah.

Saat sang ibu sudah pergi, dukun itu segera memulai ritualnya. Ia kemudian menghampiri Erwin yang masih bersembunyi di bawah kolong meja. Saat ia hendak menyemburkan air kewajahnya Erwnin segera merebut gelas itu dan menyiramkan air di gelas itu ke wajah sang dukun.

*Byuuur!!

Melihat sebuah keris tergeletak di samping sesaji membuat Erwin segera mengambil keris tersebut dan mengarahkannya kepada sang dukun.

"Kau tidak perlu mengobati ku karena aku tidak sakit. Sebagai seorang dukun bagaimana kamu tidak tahu keadaan ku." ujar Erwin menyeringai

"Sebaiknya kau segera pergi dari tempat ini sebelum aku membunuhmu," imbuhnya

"Justru karena aku tahu apa yang sedang kamu alami makanya aku ingin membantumu," jawab sang dukun

"Kalau kamu ingin membantuku, beritahu aku dimana aku bisa menemui Ki Buyut Warno," ujar Erwin

"Untuk apa kau ingin menemui  lelaki itu?" tanya dukun itu dengan wajah menyeringai

"Katakan saja, dan jangan banyak tanya!" hardik Erwin berusaha menggertaknya.

Namun siapa sangka lelaki itu justru terkekeh menertawakannya.

"Dasar bocah kunyuk beraninya kau menghardik ku!. Apa kamu sudah bosan hidup!" maki lelaki itu membuat Erwin geram dan langsung menyerangnya dengan keris di tangannya

Lelaki itu terus menghindari serangan Erwin tanpa membalasnya.

Namun melihat Erwin yang semakin membabi buta menyerangnya dan mencoba untuk membunuhnya membuat lelaki itu terpaksa menggunakan kekuatannya untuk melindungi dirinya.

Ia kemudian menggerakkan beberapa jarum santet dan langsung mengarahkannya kepada Erwin untuk melumpuhkannya.

Seketika Erwin membelakak saat puluhan jarum menusuk seluruh tubuhnya. Semakin ia bergerak atau berusaha untuk melepaskan jarum -jarum itu, maka jarum-jarum makin dalam menusuk hingga ke tulang-belulangnya.

"Arrghhh!!" Erwin mengerang kesakitan

"Tolong lepaskan jarum-jarum ini dari tubuh ku!" serunya menghampiri Ki Buyut

"Sebaiknya kau urungkan saja niatmu untuk menyakiti wanita itu. Karena bagaimanapun juga kau tidak akan pernah menang melawan makhluk itu. Sudah untung dia tidak menyuruh makhkuk itu untuk membunuhmu jadi bersyukurlah," ucap lelaki itu dengan santainya

Ia bahkan masih sempat menyeruput secangkir kopi dari baki sesaji saat Erwin kembali menyerangnya.

"Percuma saja kau melawanku!" ucap lelaki itu menepis serangan Erwin hingga ia jatuh tersungkur ke lantai

"Lelaki lemah seperti dirimu tidak akan bisa melukai seorang Ki Buyut Warno," ujar lelaki itu membuat Erwin terkejut

"Jadi kau adalah Ki Buyut Warno yang selama ini aku cari," ucap Erwin begitu bahagia

Seketika senyumnya mengembang saat mengetahui jika orang yang di carinya ada di hadapannya.

"Tolong bantu aku, Aki," ucap Erwin segera bersimpuh di kaki lelaki itu

"Jika kedatangan mu untuk memintaku membunuh wanita itu maka aku tidak mau. Aku paling anti melakukan santet atau apapun yang bisa membunuh seseorang karena itu melanggar prinsip ku," jawab lelaki itu

"Aku datang ke sini karena membawa pesan dari Ki Anom," sahut Erwin

"Ki Anom??. Bagaimana kamu bisa mengenalnya??" tanya Ki Buyut

Erwin kemudian menceritakan semuanya kepada Ki Buyut Warno, termasuk kematian Ki Anom dan juga pesannya untuk mencari Ki Buyut Warno.

"Katakanlah apa pesannya," ucapKi Buyut

Erwin kemudian menceritakan pesan Ki Anom secara detail kepada Ki Buyut termasuk bagaimana lelaki itu meregang nyawa.

Sejenak Ki buyut terdiam setelah mendengar ucapan Erwin.

"Jadi ia tewas oleh makhluk itu??" tanyanya mengerutkan keningnya

"Benar aki, jadi sudah seharusnya kau harus membalaskan dendam kepada Gita kerena secara tidak langsung dia sudah membuatnya tewas," jawab Erwin

"Tapi semuanya tak semudah yang kau bayangkan anak muda, makhluk itu terlalu kuat untuk dikalahkan karena ia bukan makhluk gaib biasa," ujar Ki Buyut

"Aku yakin kau pasti punya cara untuk mengalahkannya, buktinya Ki Anom menyuruhku untuk menenemui mu. Aku yakin dia tidak akan mengatakan seperti itu jika ia tidak yakin Aki bisa mengalahkan makhluk itu?" jawab Erwin

"Sebenarnya ada satu cara untuk menghabisi makhluk gaib yang selalu melindungi gadis itu, namun cara ini sangat beresiko tinggi. Karena aku bisa saja tewas saat menghadapinya," terang ki Buyut

"Aku akan membayar berapapun yang kau minta, jadi aku mohon bantulah aku Aki," ucap Erwin memohon kepada lelaki itu

Ki Buyut kembali terdiam, ia mencoba memikirkan tawaran Erwin.

Tidak berapa lama lelaki itu kemudian menyanggupi permintaan Erwin hingga membuat pemuda itu begitu senang saat mendengarnya.

"Aku bersedia membantumu, tapi ada syaratnya?" tanya lelaki itu

"Apapun syaratnya, aku pasti akan menyanggupinya. Jadi katakanlah apa syaratnya??" jawab Erwin

"Aku ingin kau yang menjadi media untuk melawan makhluk itu," jawab Ki Buyut

"Maksudnya apa Aki, aku tak mengerti?" tanya Erwin

"Kau yang  akan melawan  makhluk itu dengan bantuan ju, jadi bisa saja kamu yang akan mati saat aku kalah dari makhluk itu. Jadi bagaimana?" tanya Ki Buyut

Meskipun Erwin tidak yakin dengan keputusannya namun ia langsung menyanggupi permintaan lelaki itu demi untuk membalaskan dendamnya kepada Gita.

"Baiklah Aki aku bersedia, aku akan melakukan apapun demi membalas sakit hatiku kepada Gita,," jawab Erwin begitu percaya diri

Terpopuler

Comments

Sebenarnya aku penasaran satu hal .. apa masih ada di jaman sekarang teluh atau semacamnya?????

2022-11-29

1

⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜

⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜

typo putra

2022-11-27

0

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

kalau dendam balas berbalas ngga akan ada habisnya dong win.. gita berbuat bgitu karna balas dendam sm kamu,tp km mau balas dendam lagi sm gita. dendam ini akarnya dr kamu.. kamu yang berbuat salah dr awal.

2022-11-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!