Chapter 3

Suasana berubah mencekam saat makhluk itu mulai mengejar Gagah. Pemuda itu berusaha mengusir makhluk itu dengan segenap kemampuannya.

Ia tahu saat ini ia sedang berhadapan dengan sosok makhluk gaib yang selama ini telah menggagalkan pernikahan Gita.

"Mas, Gagah ada apa, sadar Mas, ini aku Gita!" seru gadis itu berusaha menyadarkan Gagah yang melihatnya dalam wujud makhluk dari dunia lain

Gita tidak tahu kenapa suaminya tiba-tiba bersikap aneh dan terus berusaha menyerangnya. Ia mencoba menyadarkan lelaki itu dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an sebisanya namun tetap saja suaminya tak berhenti menyerangnya.

Ia kemudian segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamarnya untuk meminta bantuan.

Namun saat kembali ia menemukan suaminya sudah tak bernyawa di kamarnya. 

Tentu saja ia langsung berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya saat melihat suaminya tewas mengenaskan. Bagaimana tidak, di hari yang seharusnya ia bisa menikmati kebahagiaan sebagai pengantin baru justru ia dihadapkan pada kenyataan memilukan yaitu kehilangan suami yang dicintainya.

Setelah kejadian itu Gita mengalami depresiasi, bahkan kali ini lebih parah dari sebelumnya. Berkali-kali ia berusaha bunuh diri hingga keluarganya berkali-kali membawanya ke psikiater. Seorang Psikolog menyarankan kepada Suryati untuk merawat Gita di rumah sakit jiwa. Ia berasumsi jika Gita mengalami gangguan mental pasca kehilangan suaminya hingga harus mendapatkan pengobatan serius di rumah sakit jiwa.

Namun Suryati menolaknya, wanita itu  tidak mau putrinya di cap sebagai orang gila hingga memilih menitipkan putri semata wayangnya ke pondok pesantren tempat ia dulu diobati.

Wanita itu begitu sedih saat melihat kondisi putrinya yang semakin memilukan pasca kematian suaminya.

"Sebenarnya apa yang terjadi pada putriku Pak Kyai, apa mahluk gaib itu masih mengganggunya?" tanya Suryati

Lelaki itu langsung mengangguk mengiyakan pertanyaan Suryati.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" 

"Insya Allah kami akan membantu semampu kami untuk mengembalikan kondisi putrimu. Dan saya harap ibu juga membantu doa agar putri anda bisa segera pulih seperti semula," jawab sang Kyai

"Baik," 

"Dan satu lagi, jangan pernah memaksa dia untuk menikah dulu setelah ia pulih, biarkan saja semuanya mengalir seperti air. Aku yakin jika memang saatnya sudah tiba, Gita pasti akan bertemu dengan Jodohnya, jadi jangan khawatir lagi, karena jika saat itu tiba maka tidak ada seorangpun atau makhluk gaib apapun yang bisa menghalanginya pernikahannya," terang Sang Kyai

"Baik Kyai, kalau begitu saya pamit dulu, assalamualaikum," ucap Suryati meninggalkan putri semata wayangnya di pondok

Setelah dirawat di pondok pesantren satu Minggu kemudian Gita pun akhirnya kembali pulih seperti sedia kala.

Meskipun ia terlihat lebih pendiam saat keluar dari pondok pesantren itu, namun wanita itu sudah dapat menjalankan aktivitasnya seperti sedia kala.

Namun saat ia teringat dengan almarhum suaminya maka ia pun akan kembali bersedih dan terus menyalahkan dirinya.

Seperti hari itu, tiba-tiba Gita merasa sedih saat melihat teman-temannya menikmati liburan mereka bersama dengan keluarganya.

Gita langsung menangis tersedu-sedu saat teringat suaminya, tentu saja melihat temannya bersedih Merlin langsung menghampirinya dan berusaha menghiburnya.

"Sudahlah Git, jangan ditangisi lagi, ikhlaskan suamimu agar ia tenang di alam sana," ucap Merlin sahabat Gita

"Kenapa Tuhan begitu tak adil padaku, ia bahkan tak mengizinkan aku menikmati malam pertamaku dengan suamiku, kenapa ia harus memanggilnya saat kami baru memulai kisah cinta kami," jawabnya terisak

"Mungkin Tuhan punya rencana lain, aku yakin kau akan segera mendapatkan penggantinya tidak lama lagi," sahut Merlin

"Jangan bohong mana ada lelaki yang akan menikahiku setelah kejadian ini, aku tidak percaya, kecuali jika dia seorang demit baru aku percaya," ucap Gita kemudian tertawa terbahak-bahak

"Hush, jangan sembarangan bicara di sini," ucap Merlin segera menutup mulut sahabatnya

"Kenapa, jangan bilang jika hantu juga tak mau menikahiku karena kutukan itu, ah yang benar saja, bagaimana mungkin nasibku semalang itu," ucap Gita kemudian tertawa lalu menangis tersedu-sedu lagi hingga membuat semua orang memperhatikannya

Melihat sahabatnya yang labil hari itu membuat Merlin segera mengajaknya pergi dari tempat itu. 

"Tunggu disini dulu ya, aku akan beli minum dulu buat kamu," ucap Merlih meninggalkan Gita 

Siang itu begitu terik hingga membuat Gita kemudian memilih duduk bersandar dibawah pohon besar.

"Andai saja ada yang bisa menolong ku terbebas dari kutukan laknat itu maka tidak peduli siapapun dia, entah manusia atau lelembut sekalipun maka aku akan bersedia menjadi istrinya," ucap Gita dengan suara lirih

Seorang lelaki tua tiba-tiba menghampirinya dan memperingatkannya agar tidak duduk dibawah pohon itu.

"Nduk, Aku lihat auramu sangat buruk hari, sebaiknya kamu jangan berteduh di sini saat tengah hari, karena bisa membangkitkan aura negatif yang ada dalam dirimu," ucap lelaki itu

"Terima Kasih Aki atas perhatiannya, tapi aku sama sekali tak peduli karena aku yakin setan pun tidak akan berani menggangguku, dengan kutukan yang sudah ada dalam diriku," jawab Gita acuh

"Baiklah kalau begitu, aku sudah berusaha mengingatkan dirimu, jadi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu denganmu suatu hari nanti," ucap lelaki itu kemudian meninggalkannya

"Aku baru sadar jika ada yang peduli denganku, jangan-jangan dia bukan manusia lagi," ucap Gita tersenyum menatap kepergian lelaki tua itu.

Ia kemudian berdiri dan menatap lekat pohon besar itu.

"Jika benar pohon ini ada penunggunya maka aku benar-benar penasaran dengan penghuni pohon ini. Aku penasaran apa kau bisa menyembuhkanku dari kutukan yang membuat hidupku menderita, atau kau juga sama penakutnya dengan mereka yang tiba-tiba membatalkan pernikahannya denganku, hahahaha!" ucap Gita menertawakan pohon itu

Merlin segera menarik sahabatnya itu menjauh dari pohon angker itu.

"Astaghfirullah Gita, kamu ini apa-apaan sih, sebaiknya kau minum air ini lalu kita pulang," seru Merlin begitu ketakutan

Gita segera membuka botol air mineral itu dan kemudian mengikuti Merlin pergi meninggalkan tempat itu.

"Gak usah takut Mer, gak ada demit yang berani mendekatiku, karena sudah ada jin yang selalu menjagaku hingga semua lelaki tak mau menikahi aku," sahut Guta

"Hush, jangan sembarang kalau ngomong!" pekik Merlin

*********

Langit sudah terlihat gelap, Gita segera turun dari busway dan berlari menuju kosannya. Hari itu ia memang pulang telat karena harus mampir ke bank untuk mengambil uang gaji karyawan.

Entah kenapa ia merasa jika ada seseorang yang berusaha membuntutinya saat ia turun dari bus.

Ia sengaja menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang mengikutinya. Namun anehnya tidak ada seorangpun di belakangnya. Ia kembali melangkahkan kakinya menuju ke kosannya. Kali ini ia sengaja mempercepat langkahnya saat mendengar suara derap langkah kaki mengikutinya.

Setibanya di kosannya ia langsung mengunci pintu kamarnya.

"Semoga saja yang mengikuti ku bukan begal, karena bagaimanapun juga begal lebih menakutkan daripada Hantu," celoteh Gita

Ia segera mengeluarkan amplop coklat berisi uang gaji karyawan yang baru saja diambilnya dari bank dari dalam tasnya dan menyimpannya di almari.

"Pasti gara-gara ini aku jadi diikuti oleh penjahat, ah beruntung aku masih selamat," gadis itu kemudian masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya

Entah kenapa ia merasakan tiba-tiba suasana kamar mandi mendadak berubah jadi dingin. Gadis itu segera mengakhiri mandinya dan berlari menuju kamar tidurnya. setelah berganti pakaian ia buru-buru naik ke atas ranjangnya dan menutupi semua tubuhnya.

Tiba-tiba ia terkejut saat seseorang menyingkap selimutnya. Seketika matanya melotot saat melihat sosok lelaki tampan duduk di bibir ranjangnya.

Tubuhnya semakin bergetar hebat saat lelaki itu kemudian membaringkan tubuhnya di sisinya.

"Jangan khawatir seperti permintaan mu, malam ini aku akan melindungi mu," ucap lelaki itu kemudian memeluknya erat

 

Terpopuler

Comments

Esti Restianti

Esti Restianti

nah lho,ucapannya di bayar kontan tuh

2022-12-25

0

Anisha Andriyana Bahri

Anisha Andriyana Bahri

aduuhh thor jdi ingat bara yg nikah sm rose hehee..

2022-12-20

0

hii... masih nyimak thooorr

2022-11-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!