Chapter 2

Malam itu Edwin langsung mengubur sebuah jimat di samping rumah Gita. Ia berharap pernikahan Gita akan gagal sama seperti pernikahannya dengan Dennis.

Pagi harinya tepat sebelum akad nikah diadakan, utusan dari Lurah desa Banjarsari datang untuk menyampaikan pembatalan pernikahan.

"Kenapa mereka membatalkan pernikahan ini, kenapa begitu mendadak, sebenarnya ada apa ini Ki, apa kami membuat kesalahan atau ada apa tolong jelaskan padaku!" ucap Suryati mencoba meminta klarifikasi

"Masalah itu saya kurang paham Bu Sur, hanya Mas Aryo yang bisa menjawabnya, karena beliaulah yang bersikeras membatalkan pernikahan ini," 

"Ya Allah cobaan apa lagi ini!" seru Suryati terisak

Tentu saja hal itu membuat gempar warga satu kampung. Gita yang baru saja sembuh dari patah hati harus merasakan kepahitan yang sama. Karena begitu terpukul dan malu dengan pembatalan pernikahannya Gita memutuskan untuk mengurung diri di kamarnya. Ia bahkan tidak mau bertemu siapapun selama satu minggu.

Berita gagalnya pernikahan Gita membuat Edwin bahagia, setidaknya luka di hatinya sedikit terobati saat melihat kesedihan di wajah Gita.

Sekarang kau tahu bagaimana rasanya dikecewakan bukan??

Kini wajah cantik Gita berubah menjadi pucat pasi seperti mayat hidup. Ia bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena menolak makan dan minum hingga membuat tubuhnya langsung drop.

Orang tua Gita mencoba mengembalikan kondisi putrinya agar kembali seperti semula dengan mendatangkan psikiater, ustadz bahkan dukun.

Usahanya membuahkan hasil saat seorang Ustadz berhasil membuat gadis itu memiliki semangat hidup lagi.

Gita kemudian memutuskan  merantau ke Jakarta untuk melupakan masa lalunya. Wanita itu berusaha melanjutkan hidupnya dengan menjauh dari kampung halamannya

"Alhamdulillah, terimakasih Pak Ustadz, berkat bantuan doa-doa anda putri kami mulai membaik sekarang," ucap Suryati menemui seorang Ustadz di sebuah Masjid

"Sama-sama, jangan sungkan kalau butuh bantuan silahkan hubungi saya," jawab Sang Ustadz

"Baik, terimakasih," jawab Suryati kemudian meninggalkan halaman Masjid

Hari berganti hari, Gita akhirnya kembali menjalani kehidupannya seperti dulu lagi. Karena kegagalannya membuat gadis itu akhirnya lebih memilih menjauh dari laki-laki. Sepertinya rasa trauma membuat gadis itu lebih menikmati kesendiriannya.

Ia mulai menjaga jarak dengan lawan jenisnya dan paling anti jika diajak berbicara tentang masalah pernikahan.

Namun usianya yang terus bertambah membuat kedua orang tuanya khawatir karena Gita tak kunjung mendapatkan pasangan hidup. Mereka berusaha menjodohkannya dengan seorang pemuda karena takut putrinya akan menjadi perawan tua.

Gita yang penurut selalu mengiyakan permintaan kedua orang tuanya meskipun ia tahu jika pernikahannya pasti gagal. Meskipun begitu ia tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya sehingga selalu terlihat menurut saat mereka memintanya untuk pulang dan bertemu dengan seorang pria. 

Gita selalu menuruti permintaan orang tuanya meskipun ia sendiri sudah lelah dengan semua yang ia alami. Meskipun demikian ia tak mau membuat orang tuanya bersedih dengan menolak kemauannya.

Ajaib semua pria yang awalnya sangat menyukai Gita dan setuju untuk menikahinya tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk melamar gadis itu saat berkunjung ke kediaman orang tuanya di desa Banjarsari.

Bukan hanya sekali, namun kejadian itu terus berulang,  hingga kedua orang tua Gita menyimpulkan jika putrinya terkena guna-guna.

Atas saran dari kerabatnya Suryati membawa Gita untuk bertemu dengan seorang paranormal. 

"Sepertinya ada yang sengaja memagari jodohmu dan ingin membuatmu menjadi perawan tua, ia sepertinya sangat dendam padamu hingga tak mau seorang pria pun mendekati dirimu. Jadi dengan kata lain kau tidak akan bisa menikah dengan siapapun kecuali dengan si pengirim guna-guna," ucap seorang paranormal saat memeriksa kondisi Gita

"Lalu apa yang harus kami lakukan untuk membebaskan Gita dari guna-guna itu?" tanya Suryati ibu Gita

"Teluh yang dipasang cukup kuat, dan sudah mengakar. Cobalah untuk menikahkan Gita di desa lain, jangan bawa lelaki itu ke desa Banjarsari karena ia pasti akan mengurungkan niatnya jika menginjakkan kakinya di desa itu," jawab sang dukun

"Baik Aki, kami akan mencobanya," jawab Suryati

Setelah kejadian itu, Suryati kembali mengatur perjodohan putrinya dengan putra sahabat dekatnya. Mereka sengaja memilih Jakarta sebagai tempat pernikahan Gita dan calon suaminya.

Pagi harinya Suryati segera bergegas mengunjungi putrinya di Jakarta.

Setibanya di kosan Gita, Suryati menyampaikan maksud kedatangannya ke Jakarta.

"Seperti yang disarankan oleh Aki Sarta, ibu sudah menjodohkan kamu dengan putra teman sekolah Ibu. Kami bersepakat untuk memperkenalkan kalian dan sekaligus mengadakan pernikahan kalian di sini, jika kalian memang cocok satu sama lain. Semoga saja kali ini pernikahan mu tidak gagal seperti sebelumnya," ucap Suryati penuh harap

"Iya Ibu, aamiin," jawab Gita mengamini ucapan ibunya

Pagi harinya Gita sengaja ijin dari tempat kerjanya untuk bertemu dengan pria yang akan dijodohkan dengannya.

Ia ditemani ibunya mendatangi sebuah restoran masakan khas Jawa.

Seorang lelaki menatapnya tajam saat ia memasuki restoran tersebut.

"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di sini Yat," sapa seorang wanita paruh baya dengan gaya khas wanita jawa

"Iya Sil, Alhamdulillah meskipun macet akhirnya kita bisa ketemu juga," sahut Suryati

Gita kemudian menyalami wanita itu dengan santun.

"Kamu pasti Gita kan?" tanya wanita itu tersenyum menatapnya

"Iya, saya Gita," 

"Wah ayu tenan anak gadismu Ti, gak salah aku milih dia jadi istrinya Gagah," ucap Silvia begitu senang saat melihat sosok gita yang santun dan cantik.

Tidak lama seorang pemuda bergabung dengan mereka.

"Nah ini dia putra sulungku, namanya Gagah Satrio, kebetulan Gagah ini bekerja di sebuah perusahaan Farmasi di Jakarta, dan masih jomblo," ucap Silvia memperkenalkan putranya

"Ganteng ya kaya namanya," jawab Suryati

Wanita itu kemudian menyuruh Gita untuk memperkenalkan dirinya.

Setelah keduanya berkenalan, kedua orang tua mereka pun memberikan kesempatan kepada keduanya untuk mengenal lebih lanjut.

"Saya sudah mendengar semua tentang dirimu dari ibuku," ucap Gagah memulai obrolan mereka 

"Lalu, apa kau juga akan mundur seperti yang lainnya," sahut Gita sinis

"Tentu saja tidak, justru semakin tertarik untuk menikahimu," 

"Kenapa, apa kau kasihan padaku, atau penasaran??" 

"Tidak keduanya?" jawab lelaki itu

"Terus apa?" tanya Gita lagi

"Pertama karena aku menyukaimu, kedua karena aku ingin menolongmu membebaskan diri dari mahluk gaib yang membuat hidupmu menderita selama ini," jawab Gagah membuat Gita terpana mendengarnya.

Bagaimana tidak, selama ini tidak ada seorangpun pria yang mau menikahinya apalagi peduli dengannya. Itulah yang membuatnya begitu menyukai pemuda itu pada pandangan pertama. Dan ini adalah kali pertama Gita benar-benar jatuh hati kepada pria yang dijodohkan oleh ibunya.

Hari demi hari hubungan keduanya semakin dekat, hingga Gagah pun akhirnya memberanikan diri melamar Gita.

Pernikahan mereka pun segera ditentukan, tak butuh waktu lama keduanya akhirnya melangsungkan pernikahan di Jakarta.

Seperti yang diramalkan oleh  Ki Sarta, pernikahan keduanya berjalan lancar.

Malam itu adalah malam yang paling bahagia bagi Gita, bagaimanapun juga ia benar-benar bersyukur karena bisa terlepas dari kutukan yang selama ini membuatnya menderita.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas pernikahan putrinya, Suryati pun mengadakan pengajian untuk mendoakan kebahagiaan putrinya yang akan menjalani bulan madu.

Gita dan Gagah berencana menjalani bulan madu mereka di pulau Dewata Bali.

Sore itu mereka berangkat ke Bali menggunakan pesawat terbang.

Setibanya di Bali mereka langsung menuju ke sebuah hotel yang tidak jauh dari Pantai Sanur.

Jika malam sebelumnya keduanya gagal melakukan malam pertama mereka karena kelelahan, maka malam itu keduanya sepakat untuk melakukan malam pertama mereka yang sempat tertunda.

Malam itu Gita tampak begitu cantik dan menggoda dengan menggunakan lingerie seksi berwarna merah.

Melihat Istrinya yang begitu menggoda membuat Gagah langsung menggendongnya dan membaringkannya ke atas ranjang.

Ia yang sudah tak tahan menahan hasratnya segera melucuti pakaiannya dan mencumbu istrinya. 

Tiba-tiba Gagah berhenti mencumbu istrinya saat ia merasakan sesuatu yang berbeda darinya.

Ia mencium aroma wangi yang begitu menyengat dan membuat bulu kuduknya seketika berdiri.

Hasratnya yang menggebu-gebu tiba-tiba menghilang saat melihat sosok Gita yang cantik berubah mengerikan. Ia langsung melompat dari ranjangnya dan menjauhi wanita itu.

"Siapa kau sebenarnya, pergi dari sini!" seru Gagah begitu ketakutan saat melihat sosok istrinya berubah menjadi mahluk mengerikan.

Terpopuler

Comments

waaiitt??

2022-11-28

0

⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜

⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜

mungkin gara3 guna2 itu jadi pandangan suaminya kaya ngeliat gita seperti mahluk mengerikan🤔

2022-11-27

0

Mommy Zahra

Mommy Zahra

next up

2022-11-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!