"Semoga saja ia tidak tahu kalau aku sudah menikah dengan Barra hanya untuk membalaskan dendam," ucap Gita kemudian membuka pintu ruangan di depannya yang ia kira sebuah surau
*Krieett!!
Seorang pemuda terlihat kaget dan segera menutup tubuhnya saat melihat Gita memasuki kamarnya.
"Astaghfirullah!" serunya membuat Gita tak kalah terkejutnya saat mendapati dirinya berada di kamar seorang santri
"Astaghfirullah maaf, salah kamar," ucap Gita segera bergegas keluar
Karena malu gadis itu langsung berlari menjauh dari asrama putra.
"Astaghfirullah, apa yang aku lakukan sampai terdampar di asrama putra," ucap Gita menyadari kebodohannya
"Sudahlah, jangan terlalu bersedih lagipula kamu juga tak melihat apa-apa di sana bukan," ucap Barra menghampiri gadis itu
"Kenapa kamu ada di sini, bagaimana kalau Kyai Sodiq melihat mu, dia pasti akan mengirim mu ke Neraka," ucap Gita begitu ketakutan
"Mana bisa Kyai Sodiq mengirim ku ke Neraka yang benar saja. Lagipula aku kesini karena khawatir denganmu. Aku takut kau tergoda dengan lelaki yang sudah membuat mu menjadi janda," jawab Barra
"Mana mungkin aku akan tertarik dengannya, kau tahu kan alasanku mendekatinya. Lagipula mana mungkin aku jatuh hati dengan lelaki yang sudah menghancurkan hidupku, itu takkan pernah terjadi," jawab Gita
"Jangan terlalu naif, kau mungkin tidak akan jatuh hati dengannya tapi bagaimana kalau ia menggunakan ilmu hitam untuk menjeratmu. Jangan terlalu percaya diri nona manis, semuanya bisa saja terjadi," jawab Barra membuat Gita seketika merinding Mendengarnya
Pada saat Gita baru saja membuka mulutnya untuk menjawab ucapan Barra, tiba-tiba makhluk itu seketika menghilang dari hadapannya.
"Kemana dia, Kenapa cepat sekali dia menghilang!"
"Siapa yang hilang!" seru Kyai Sodiq membuat Gita langsung terbata-bata dibuatnya
"I..i..itu nyamuk!" sahut gadis itu
"Oh nyamuk, aku kira kamu kehilangan sesuatu di sini,"
"Tidak Kyai,"
"Kalau begitu ikutlah denganku, aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang,"
Gita langsung mengikuti Kyai Sodiq menuju ke kediamannya.
Saat tiba di sana, Gita melihat ibunya sudah tidak ada di tempat itu.
"Kemana Ibuku?" tanya gadis itu
"Kebetulan dia sudah pulang karena mau mempersiapkan acara santunan anak yatim," jawab Kyai Sodiq
"Haish, kenapa dia masih saja melakukan acara seperti itu agar aku bisa mendapatkan jodoh, ibu...ibu sampai kapan kau akan melakukan semuanya untukku," keluh Gita
"Menurut ku tidak ada salahnya jika ibumu membuat acara seperti itu, meskipun sampai sekarang kamu masih menjomblo setidaknya dia sudah melakukan amalan yang sangat mulia dengan menyantuni anak-anak yatim. Meskipun kau tidak mendapatkan jodoh setidaknya itu akan memperlancar rizky keluarga kalian," jawab Kyai Sodiq
"Iya Kyai, aku hanya tak habis pikir saja, Kenapa ibu begitu peduli denganku,"
"Tentu saja karena kau adalah putri satu-satunya. Makanya kalau kau ingin membahagiakan ibumu segeralah membuka hati untuk orang lain dan lupakan dendam mu!" sahut Kyai Sodiq seakan menegur Gita secara tidak langsung
Kenapa ia bisa tahu kalau aku sedang berusaha membalas dendam kepada Erwin, apa dia bisa membaca pikiran ku??
"Tapi Kyai, bukannya saya tidak mau membuka hati untuk orang lain tapi karena memang tak ada yang mau denganku," jawab Gita mencoba membela diri
"Bukan tidak ada yang mau denganmu Git, itu karena ada yang menghalangi mereka mendekati mu," jawab Kyai Sodiq membuat Gita seketika terdiam
Wanita itu memang berjanji untuk tidak membuka hati untuk pria lain saat dendamnya belum terbalaskan.
Tidak lama seorang santi tampan memasuki kediaman Kyai Sodiq.
"Assalamualaikum Kyai," sapanya kemudian mencium punggung tangan Kyai Sodiq
"Waalaikum salam, silakan duduk," jawab Kyai Sodiq mempersilakan lelaki itu duduk di hadapannya
Kyai Sodiq kemudian memperkenalkan lelaki itu kepada Gita.
"Mulai hari ini Zacky akan menjadi guru ngaji mu, dia akan mengajarimu ngaji sekaligus menghilangkan semua ilmu hitam yang membuat mu susah mendapatkan jodoh," tutur Kyai Sodiq
"Tapi Kyai,"
"Tidak ada kata tapi-tapian, sebaiknya kamu menurut saja atau kau akan menjadi perawan tua untuk selamanya!" seru Kyai Sodiq membuat Gita tak punya pilihan lain selain menerima tawaran darinya.
Sepulangnya dari pondok pesantren, Erwin sudah menunggunya di depan rumahnya.
"Maaf ya, kamu pasti udah lama nunggu," kata Gita
"Gak kok, baru satu jam," jawab Erwin menyunggingkan senyumnya
"Yaudah kalau gitu kita langsung jalan saja," jawab Gita
"Ok,"
Erwin kemudian menyalakan sepeda motornya dan meminta wanita itu untuk duduk di belakangnya.
Ia kemudian melesatkan motornya menuju ke kediaman Ki Anom.
Setibanya di sana Erwin segera meminta Gita untuk turun dan memasuki rumah sang dukun bersamanya.
Seorang pemuda tampan menghampiri mereka, dan menatap nanar kearah Gita membuat wanita itu ketakutan dibuatnya.
"Maaf, apa kami bisa bertemu dengan Ki Anom??" tanya Erwin
"Kebetulan Guruku sedang tidak ada di rumah karena suatu urusan. Jadi kalau kalian ada masalah katakan saja padaku biar aku yang membantu menyelesaikannya," jawab pemuda itu kemudian segera duduk di ruang tamu
Erwin kemudian mempersilakan Gita untuk memberitahu masalahnya kepada lelaki itu.
"Aku...aku...." ucap Gita terbata-bata
"Tidak usah dilanjutkan, aku sudah tahu apa yang kau inginkan," jawab lelaki itu membuat Keduanya tercengang Mendengarnya
"Siapkan saja kembang telon dan sesaji lengkap di kamarmu nanti malam," jawab lelaki itu
"Terus apalagi aki?" tanya Gita
"Jangan lupa kopi dan camilan buat aku," jawab lelaki itu membuat Gita langsung tertawa mendengarnya
"Baik Aki, ada lagi?"
"Sementara itu dulu, nanti kalau ada tambahan lagi biar aku kirim lewat Wa aja,"
"Tapi kan Aki belum tahu nomor aku," jawab Gita
"Yaudah kalau gitu kasihlah,"
Gita segera memberikan nomor telponnya kepada Lelaki itu.
"Yasudah kalian boleh pulang, kecuali kalau mau nginep silakan," jawab lelaki itu
"Kalau begitu kami pamit Aki," jawab Gita kemudian meninggalkan tempat itu bersama Erwin
Erwin kemudian mengantar Gita pulang ke rumahnya.
"Thanks Ya Win sudah mau membantuku hari ini, aku harap kamu gak kapok kalau aku mintain tolong lagi," ucap Gita setibanya di rumah
"Tentu saja tidak, kalau kamu butuh apa-apa tinggal bilang saja, aku pasti akan dengan senang hati membantumu,"
"Makasih ya Win, kamu memang benar-benar temanku yang paling baik," jawab Gita kemudian berpamitan masuk ke rumahnya
Hari itu Erwin benar-benar merasa bahagia setelah bertemu Gita. Sikap ramah gita membuatnya berpikir jika wanita itu mulai membuka hati untuknya.
Sejak hari itu Erwin makin getol berkunjung ke rumah Gita. Ia bahkan tak sungkan untuk mengajak gadis itu jalan keluar.
Gita merespon baik keinginan Erwin sehingga membuat pemuda itu benar-benar merasa kali ini cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
Hingga suatu ketika Erwin memberanikan diri untuk menyampaikan perasaannya kepada Gita.
"Sebenarnya sudah lama aku suka sama kamu Git, dan kamu juga pasti sudah tahu bagaimana perasaan ku padamu. Kalau kau ingin tahu kenapa selama ini aku tidak mau menikah dan memilih melajang, itu karena aku masih mencintaimu dan aku tak mau menikah dengan wanita lain selain dirimu. Meskipun aku tahu sangat berisiko jika menikah denganmu bahkan mungkin aku bisa kehilangan nyawa ku seperti almarhum suamimu aku rela demi dirimu. Jadi bagaimana Git, apa kau mau menjadi istriku?" tanya Erwin membuat Gita ternganga mendengarnya
"Tapi kau tahu kan bagaimana nasib orang yang mencoba menikahimu, aku tak mau kau celaka hanya karena menikah denganku," jawab Gita
"Aku tidak peduli, asalkan aku bisa menikahimu apapun akan aku lakukan meskipun aku harua kehilangan nyawa ku," jawab Erwin
"Baiklah kalau begitu, tapi jangan menyesal jika terjadi sesuatu padamu setelah menikah denganku," jawab Gita
"Jadi gimana Git, kamu mau jadi istriku??" tanya Erwin lagi
Gita langsung mengangguk setuju, "Ya aku mau!" sahut agita
Bukan main bahagianya Erwin hari itu. bagaimana tidak penantiannya selama bertahun-tahun akhirnya terbayar juga. Usahanya tak sia-sia hingga ia akhirnya bisa meluluhkan hati Gita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Nabil Az Zahra
apa di crita kli ini barra akan bnr" end thor?kasian lah klo iya,mna tiap nikah jdi duda mulu,kpn bhgyanya si bra?
2023-01-31
0
Esti Restianti
aku curiga yang jadi dukun tadi itu Barra
2022-12-25
0
⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜
wah bahagianya yang mau mampos🤣🤣
2022-11-27
0