Tiba-tiba ia terkejut saat seseorang menyingkap selimutnya. Seketika matanya melotot saat melihat sosok lelaki tampan duduk di bibir ranjangnya.
Tubuhnya semakin bergetar hebat saat lelaki itu kemudian membaringkan tubuhnya di sisinya.
"Jangan khawatir seperti permintaanmu, malam ini aku akan melindungi mu," ucap lelaki itu kemudian memeluknya erat
Gita mencoba melepaskan diri dari lelaki itu namun semakin kuat ia mendorong lelaki itu maka tubuhnya semakin lemah.
"Siapa kau, kenapa tubuhku seketika terasa lemas saat melawan mu," ucap Gita
"Itu karena makhluk halus yang ada di tubuhmu," jawab lelaki itu membuat Gita membelakakan matanya
"Bagaimana kau tahu?"
Lelaki itu tersenyum simpul kemudian segera melepaskan pelukannya. Ia kemudian duduk di bibir ranjang sembari menatap nanar ke arah Gita.
Semakin lama tatapan mata lelaki itu semakin menyeramkan, kini hampir semua bola matanya berubah memerah dengan otot-otot wajahnya yang terlihat jelas seperti hendak keluar dari wajahnya.
Gita mulai menggigil kedinginan, wajahnya seketika berubah pucat pasi. Rasa takutnya semakin membuncah saat tubuhnya tiba-tiba melayang terbang.
Ingin rasanya ia berteriak meminta pertolongan, namun entah kenapa suaranya tak mampu keluar meskipun ia sudah mencoba menjerit sekuat-kuatnya.
Tiba-tiba lelaki itu menarik tubuhnya hingga kini Gita berdiri di hadapannya.
Gita semakin membelalakan matanya saat pemuda itu mencoba mencekiknya. Aneh rasanya kenapa ia tidak merasa sakit sedikitpun padahal lelaki itu mencekik lehernya dengan menggunakan kuku-kukunya yang tajam.
"Jangan pernah mencoba melawanku jika kau belum cukup umur anak muda!" seru lelaki itu kemudian mengambil sesuatu dalam tubuh Gita dan melemparnya keluar.
"Arrrrgghhh!!!"
Sesosok makhluk hitam dengan ukuran tubuh yang sangat besar mengerang kesakitan di hadapan Gita.
Wanita itu benar-benar ketakutan dan langsung berteriak histeris saat melihat makhluk gaib itu.
Lelaki itu kemudian menjentikkan jarinya dan dalam sekejap makhluk itu langsung menghilang menjadi kepulan asap hitam.
Aneh rasanya Gita justru merasa seluruh tubuhnya terasa panas saat makhluk itu menghilang.
Wanita itu segera berlari ke kamar mandi dan berendam ke dalam bak mandi untuk menghilangkan rasa panasnya.
Ia tak menghiraukan keberadaan lelaki itu.
"Apa kau sudah merasa dingin?" tanya lelaki itu kemudian mendekati Gita
Gita menggelengkan kepalanya, pertanda ia masih merasakan panas di sekujur tubuhnya.
"Apa kau mau aku mendinginkan tubuhmu?" tanya lelaki itu mendekatkan wajahnya, hingga Gita bisa merasakan hembusan nafasnya.
Bak sihir, lagi-lagi Gita langsung mengangguk mengiyakan permintaan lelaki itu.
Pria itu kemudian masuk ke dalam Bathtub dan duduk dihadapan Gita.
Ia kemudian membuka tangannya,"Mendekatlah, maka aku akan memadamkan bara api dalam tubuhmu,"
Gadis itu terlihat ragu saat mendengar permintaan lelaki itu,
Ia berpikir jangan-jangan pria itu hanya ingin memanfaatkan ketakutannya untuk mengambil keuntungan darinya.
Saat ia berusaha untuk bangun tiba-tiba saja kakinya kram dan tak bisa digerakkan.
Ia sudah berusaha keras untuk menggerakkan kakinya, namun tetap saja tidak bisa.
Tanpa banyak bicara lelaki itu langsung menariknya dan memeluk erat Gita. Ajaib tiba-tiba rasa panas itu seketika hilang dari tubuhnya.
"Bagaimana??" tanya lelaki itu tersenyum menatap Gita
"Sekarang tubuhku sudah tidak panas lagi, yang ada aku kedinginan sekarang," ucap Gita kemudian segera melompat keluar dari bathtub
"Sekarang teluh itu sudah tidak ada lagi di tubuhmu, begitupun jin yang membuatmu dijauhi oleh laki-laki,"
"Jadi makhluk mengerikan tadi adalah Jin yang selama ini membuat pernikahan ku selalu gagal??" tanya Gita
"That's right baby,"
"Tapi bagaimana kau bisa mengalahkan mereka dan mengeluarkannya dari dalam tubuhku??"
"Itu sih kecil, bagi seorang pangeran Genderuwo seperti ku bukan hal yang sulit untuk melawan cecunguk seperti mereka,"
"Syukurlah jadi sekarang aku bisa menikah dengan orang yang aku cintai," ucap Gita begitu senang
"Tidak semudah itu sayang, tidak ada yang gratis di dunia ini," jawab lelaki itu
"Maksudmu??"
"Kau tahu kan pepatah jawa yang mengatakan ono rego ono rupa ( Barang bagus pasti harganya mahal) bukan?" tanya lelaki itu
"Terus, kamu minta bayaran berapa?" tantang Gita
"Tentu saja makhluk seperti ku tidak butuh uang, justru aku bisa mendatangkan banyak uang untukmu,"
"Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Gita dengan nada kesal
"Jadilah istriku maka aku akan melindungi mu," jawab lelaki itu
"Yang benar saja, mana mungkin aku akan menikah dengan hantu seperti dirimu," sahut Gita
"Tapi bukankah kau sendiri yang bilang, jika akan menikahi siapapun yang bisa membebaskan mu dari kutukan yang membuatmu melajang di usiamu yang sudah terbilang tua. Kau bahkan tidak peduli jika itu hantu sekalipun, aku hanya menagih janjimu saja, toh aku datang ke sini karena permintaanmu itu."
"Tidak mungkin bagaimana mungkin aku menikah dengan sesosok hantu, bagaimana dengan orang tuaku. Kau sama dengan dukun itu karena membuat ku menjadi perawan tua," jawab Gita
"Tentu saja kami berbeda, Seorang Barra pangeran Genderuwo tidak akan pernah menyakiti seorang wanita apalagi membuatnya menjadi perawan tua. Justru aku menikahimu agar bisa melindungimu," sahut Barra
"Mana mungkin kau akan melindungimu, mana ada makhluk gaib yang akan melindungi manusia yang ada mereka akan menjerumuskannya ke dalam lumpur dosa,"
"Astoge, sungguh terlalu. Ya sudah terserah kau sajalah aku juga bukan tipe orang yang suka memaksa karena ada yang bilang cinta itu tidak bisa dipaksakan, kalau kata si Gilang sih tak kenal maka tak Gampar. Karena kamu belum mengenalku jadi kamu belum tahu bagaimana romantisnya diriku. Ingat aku hanya akan datang jika ada seseorang yang menginginkan kedatanganku jadi mustahil aku datang padamu jika kau tak memintaku datang," ucap Barra kemudian menghilang dari hadapan Gita.
Malam itu benar-benar malam yang menakutkan bagi Gita hingga ia meminta Merlin untuk menemaninya.
*Sementara itu di Kediaman keluarga Gita di desa Banjarsari, dikejutkan dengan adanya ledakan keras di samping rumah Suryati.
Karena kerasnya bunyi dentuman itu hingga membuat semua orang langsung berbondong-bondong datang untuk melihat apa yang meledak disana.
"Enek opo yuk, kok iso umahmu njebluk?" tanya seorang tetangga Suryati
( Ada apa Mbak, kok bisa rumahku meledak? )
"Mbuh, aku yo ora ngerti, gak enek udan gak enek Gluduk kok rasane omahku koyo di samber gledek," jawab Suryati
( Tidak tahu, aku juga tidak tahu kenapa gak ada hujan, gak ada petir, kok rumahku seperti disambar halilintar, )
Seseorang kemudian memberanikan diri melihat gundukan tanah yang tiba-tiba terbelah di samping kediaman Suryati.
"Wah iki santet yu!" seru seorang lelaki mengambil sebuah kantong kecil berwarna putih berisikan benda-benda klenik.
( Wah santet ini mbak! )
"Wah apa benar ini santet?" ucap Suryati mengernyitkan keningnya
"Bener Yu, aku pernah melihat benda seperti ini saat tetanggaku terkena santet," tegas tetangga Suryati
"Tapi siapa yang mengirimkan santet ini, dan siapa yang akan di santet?"
"Mungkin ini berhubungan dengan kematian suami dek Gita yang tak wajar Yu, aku pikir dia meninggal karena guna-guna atau santet. Nah mungkin ini santetnya," jawab pria itu
"Kalau begitu aku akan menanyakan sendiri kepada Kyai Sodiq
*******
Sementara itu berita tentang ledakan di samping rumah Suryati di dengar juga oleh Edwin. Malam itu ia langsung memeriksa tempat itu dan memastikan teluh yang dipasangnya masih aman.
Lelaki itu begitu terkejut saat melihat jimat yang ditanamnya sudah menghilang dari tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
gek novi irayanthi
jin gaul ...
2023-03-09
0
FERA Z
akhirnya ketemu lagi cerita Ttg barra...baru mampir thor
2023-01-12
0
Esti Restianti
kerinduan ku selama ini terobati juga,yang di tunggu" selain orang"nya juga kata" yang khas dari mereka hihi
2022-12-25
0