Chapter 19

Tidak ada maksud apapun aku menceritakan semua ini padamu. Seperti sebuah lagu aku hanya ingin kau tahu betapa seriusnya Zacky padamu, tapi tetap saja keputusan ada di tangan mu. Baik Zacky ataupun aku tidak bisa memaksa dirimu untuk menerima tawaran ini, semuanya up to girl, jadi silakan putuskan kamu mau menerima tawaran ini atau tidak?" imbuh Kyai

Sodiq

Sejenak gadis itu terdiam memikirkan tawaran sang Kyai, entah ia harus senang atau sedih mendengarnya. Meskipun sebenarnya ia sangat ingin menikah seperti wanita lain seumurannya yang rata-rata sudah memiliki anak. Tapi tetap saja hatinya masih merasa sedih kehilangan Barra. Bagaimana ia tega menerima tawaran dari Pak Kyai Sodiq untuk menikah dengan keponakannya sedangkan ia baru saja kehilangan suaminya.

Meskipun ia hanya seorang suami gaib tetap saja Gita merasa sudah memiliki ikatan dengannya. Apalagi selama ini Barra lah yang selalu melindunginya.

"Maaf pak Kyai sepertinya aku belum siap," jawab Gita  begitu mantap

Kyai sodiq tersenyum tipis meskipun ia sedikit kecewa dengan keputusan Gita.

"Baiklah, aku juga tidak bisa memaksamu, tapi jika suatu saat kau berubah pikiran silahkan temui aku di pondok pesantren ini," jawab Kyai Sodiq

Pagi harinya  Gita sudah diijinkan untuk pulang. Suryati yang mendengar kepulangan putrinya begitu bahagia meskipun ia kecewa saat tahu jika putrinya menolak dijodohkan dengan keponakan sang Kyai.

Suryati yang penasaran, pelan-pelan menanyakan alasan Gita menolak dijodohkan dengan keponakan Sang Kyai.

Meskipun ia tahu jika putrinya masih trauma menikah pasca kematian suaminya, tapi tetap saja ia tak rela jika Gita menyia-nyiakan tawaran emas dari Kyai Sodiq.

Wanita itu tampak begitu hati-hati ketika menyinggung tentang tawaran dari Pemilik Pondok Pesantren terbesar di kampungnya itu. Ia takut Gita akan marah, apa lagi jika mengingat bagaimana ia menggagalkan pernikahannya dengan Erwin.

"Aku hanya belum siap aja Bu, aku tidak mau mengecewakannya, seperti aku mengecewakan Erwin. Lagipula pernikahan itu kan harus di dasari oleh cinta agar bisa bahagia, jadi aku perlu menumbuhkan benih-benih cinta dulu baru bisa menikahinya," jawab Gita 

"Jangan lupa kasih pupuk biar cepat tumbuh," goda Suryati membuat Gita tersenyum mendengarnya

"Ada-ada aja sih Bu, memangnya apa pupuknya?" tanya Gita

"Pupuknya ya sering jalan bareng, hang out bareng, nonton bareng, pokoknya sering-sering aja ketemuan atau ngobrol lah," jawab Suryati

"Tapi dia kan ustadz jadi gak mungkin dong hang out bareng aku atau nonton bioskop, yang ada nanti Gita malah di ajak dengerin tausiyah,"

"Bener juga sih wkwkwk, yaudahlah yang penting jalani aja dulu, kalau masalah jodoh mah urusan belakangan,"

"Doakan saja ya Bu, tapi untuk saat ini Gita belum bisa," jawab Gita

"Baiklah kalau itu keputusan mu, ibu tidak mau memaksa. Oh ya untuk masalah Erwin ibu sudah mengembalikan semua barang-barang yang ia kasih saat lamaran dan juga semua seserahannya sudah Ibu kembalikan. Aku juga sudah mengembalikan uang pernikahan yang dikasih olehnya, jadi kamu jangan khawatir ya," ujar Suryati

"Maaf ya Bu, kalau aku sudah merepotkan Ibu. Karena aku juga Ibu jadi menanggung malu atas kegagalan pernikahan ku," jawab Gita

"Tidak apa Nduk, lagipula kalau ibu jadi kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama. Orang jahat seperti Erwin memang harus di kasih pelajaran agar dia tahu bagaimana sakitnya ditinggalkan pas lagi sayang-sayange, ibu jadi makin benci sama si Erwin, apalagi saat Kyai Sodiq bilang kalau dia juga yang sudah menyantet kamu hingga koma seminggu, " jawab Suryati

"Sebaiknya kita lupakan saja masalah Erwin, aku juga sudah tak ingin berurusan lagi dengannya. Kata Kyai aku harus memaafkannya, agar hidupku bisa lebih baik,"

"Syukurlah kalau kamu sudah tak memendam dendam lagi padanya, kalau gitu ibu tinggal dulu ya, mau nge DJ dulu," ucap Suryati

"Nge DJ, dimana?"

"Dibelakang lah, biasakan kalau cucian udah numpuk berarti tugas nge DJ dimulai," jawab Suryati membuat Gita tertawa mendengarnya

"Astaghfirullah, ternyata Nge DJ itu nyuci, kirain apaan,"

"Iyes, itu adalah salah satu bahasa gaul biar terlihat lebih elegan," jawab Suryati kemudian masuk ke dapur.

Sore itu teman-teman Gita terlihat mengunjunginya. Mereka sengaja datang untuk menghibur gadis itu.

"Wah gak nyangka ya kalau Erwin akan sejahat itu sama kamu Git, tapi heran ya meskipun begitu banyak juga orang-orang mendukung dia dan menyalahkan kamu, bikin aku geregetan aja!" celetuk Merlin

"Wajar saja karena mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan," jawab Gita dengan santai

"Tapi memang dimana-mana netizen itu suka ngeselin sih, bukannya yang dibela yang bener malah yang salah suka di bela-bela!" saut yang lainnya

"Terus rencana kamu gimana Git, apa kamu mau laporin dia ke polisi atau gimana?" tanya Merlin

"Tentu saja masalah seperti ini tidak bisa dilaporkan kepada polisi, sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Apalagi saat Kyai Sodiq bilang aku harus memaafkannya," jawab Gita seketika luruh

"Terus kamu memaafkannya gitu?" tegas Merlin

"Mau gimana lagi, lagi pula yang namanya dendam tidak akan pernah ada habisnya. Bukankah lebih baik memaafkan daripada membalas dendam," jawab Gita

"Iya sih, tapi tetap saja aku gak rela, harusnya lelaki itu seperti itu diberi azab agar kapok," jawab Merlin

"Setidaknya dia sudah mendapatkan sanksi sosial, kurasa itu sudah cukup," jawab Gita

Saat keduanya sedang asyik berbincang tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Erwin.

Merlin langsung memasang wajah bengis saat Erwin menatap Erwin yang berdiri didepan pintu rumah Gita.

"Assalamualaikum," ucap lelaki itu sembari mengetuk pintu

"Waalaikum salam, pucuk dicinta si dukun durjana berani muncul juga!" pekik Merlin berkacak pinggang menghadang kedatangan Erwin

Suryati yang mendengar ada tamu laki-laki yang datang membuatnya begitu sumringah. Ia segera keluar untuk melihat siapa pria yang datang ke rumahnya. Ia sempat berpikir jika Zacky yang datang untuk menemui putrinya, namun saat melihat Erwin yang datang wanita itu langsung mengucapkan sumpah serapah kepada pemuda itu dan membanting pintu rumahnya.

Melihat wajah Erwin yang terlihat gusar saat Suryati mengusirnya membuat Gita langsung keluar dari ruang tamu dan membuka pintu rumahnya.

Wanita itu kemudian menghampiri Erwin, "Ada keperluan apa kamu datang ke sini?" tanya Gita

"Aku hanya ingin meminta maaf padamu Git, aku sadar aku salah untuk itulah aku bersedia menerima hukuman apapun darimu agar kau memaafkan aku," ucap pria itu tampak bersungguh-sungguh 

"Aku sudah memaafkan mu, sebaliknya aku juga minta maaf jika aku sudah menyakiti mu selama ini," jawab Gita membuat Merlin dan Suryati begitu tercengang Mendengarnya.

Terpopuler

Comments

Esti Restianti

Esti Restianti

tulus ga tuh minta maafnya,apa cuma kedok aja

2022-12-26

0

Lubna Aysha

Lubna Aysha

hwaiting babang zaki 💪

2022-12-09

0

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

Erwin beneran ngga tuh minta maafnya.. apa cm pura2 aja

2022-11-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!