Chapter 7

Melihat kedatangan Barra makhluk itu langsung menghilang dari tempat itu.

Barra segera melemparkan jubahnya untuk menutupi tubuh Gita.

Saat ia hendak pergi meninggalkannya, tiba-tiba Gita menghentikan langkahnya

"Aku bersedia menjadi istrimu!" seru Gita membuat Barra seketika menoleh kearahnya

"Kenapa kau berubah fikiran?" tanya Barra

"Sekarang aku sadar, jika yang kamu ucapkan itu benar, tidak ada alasan lagi untuk menolak tawaran darimu. Lagipula aku juga penasaran siapa orangnya yang sudah tega membuat hidupku menjadi menderita seperti ini," ucap Gita mengepalkan tangannya

Ia kemudian mengajukan perjanjian kepada lelaki itu.

"Aku mau menikah denganmu dengan syarat kau harus membantuku membalas dendam kepada orang yang sudah membuatku  menderita seperti ini. Kau juga harus selalu melindungi ku seperti janjimu," tukas Gita

"Ok deal," sahut Barra langsung menyalami wanita itu.

Entah kenapa tiba-tiba saja Gita terbangun dan mendapati dirinya sudah kembali di kosannya.

Ia melihat banyak orang mengerumuninya sambil membaca doa-doa dan ayat suci.

"Alhamdulillah kamu sudah sadar Nduk?" ucap Suryati segera memeluk erat putrinya

"Memangnya aku kenapa Bu, kenapa ibu juga ada di sini?" tanya Gita

"Kamu itu sudah tiga hari gak bangun-bangun, beruntung Kyai Sodiq mau datang ke sini dan membawamu kembali dari negeri Jin." terang Suryati

"Negeri Jin??" Gita terlihat membelakakan matanya

"Kata Kyai kamu di bawa Jin penunggu Villa, saat kamu berlibur di sana, makanya kamu gak bangun-bangun, tapi Alhamdulillah sekarang kamu sudah kembali lagi Nduk," 

Seorang lelaki tua kemudian menghampiri Gita dan mengajaknya berbicara.

"Sebaiknya mulai sekarang kamu harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar tidak ada makhluk gaib yang mendekatimu lagi, karena hanya itulah salah satu cara untuk membentengi diri kita agar tidak diganggu oleh makhluk gaib yang ingin menyesatkan kita," ucap sang Kyai

"Baik Kyai," jawab Gita lirih

"Karena Gita sudah sadar maka saya juga pamit pulang," imbuh Kyai Sodiq berpamitan

Suryati kemudian memberitahukan kepada Gita jika ia sudah membayar seorang ustadz untuk menjadi guru spiritual bagi Putrinya.

"Tidak perlu repot-repot ibu, lagipula aku tidak bodoh banget kok dalam ilmu agama, aku juga bisa baca Qur'an meskipun gak bagus suaranya, insya Allah sholat juga gak bolong-bolong," jawab Gita

"Tetap saja kau butuh seorang guru spiritual yang akan membimbing mu dalam belajar ilmu agama. Toh meskipun kamu rajin sholat pinter ngaji tetap saja kan kamu di ganggu setan, jadi jangan tolak permintaan ibu," desak Suryati

"Tapi aku tak suka Bu, aku bisa belajar sendiri via Google ataupun you tube kan, jadi jangan khawatir jaman sudah canggih aku bisa memanfaatkan teknologi untuk belajar ilmu agama," jawab Gita

"Belajar ilmu agama itu harus kepada ahlinya tidak bisa sembarangan, karena itu bisa menyebabkan salah tafsir dan sesat," Tiba-tiba Ustadz yang sedari tadi diam mulai membuka suaranya

"Iya ustadz saya tahu, tapi tetap saja saya belum siap untuk belajar dengan anda jadi jangan paksa saya. Aku pasti akan menghubungi anda jika suatu saat sudah siap untuk belajar," jawab Gita

"Baiklah kalau begitu aku tidak bisa memaksamu, karena percuma saja mengisi air dalam gelas yang tertutup, semuanya akan sia-sia karena air tidak akan masuk melainkan tumpah semua," jawab Sang Ustadz

"Syukurlah kalau anda mengerti," jawab Gita 

Suryati tak habis pikir kenapa putrinya yang dulu santun kini berubah menjadi dingin. Ia kemudian mengantar ustadz itu pulang hingga kedepan pintu.

"Maafkan putri saya ustdz, maafkan jika ia sudah membuat mu kecewa," 

"Tidak apa bu, saya mengerti kenapa dia seperti itu," jawab sang ustadz

"Alhamdulillah terima kasih banyak ustadz," 

Suryati kemudian menghampiri gita dan menasihati gadis itu.

"Kamu gak boleh gitu nduk sama ustadz zacky, bagaimanapun juga ia sangat baik dan ibu sengaja memintanya untuk menjadi guru spiritual mu karena dia adalah ustadz yang ramah dan baik hati. Dan asal kau tahu ustadz Zacky itu masih sepupunya Kyai Sodiq," terang Suryati

"Tetap saja bu, aku belum bisa untuk sekarang, tapi aku Juga pasti membutuhkannya suatu hari nanti," jawab Gita

"Sekarang aku lelah bu, aku harus istirahat," imbuh Gita

"Baiklah nduk, istirahatlah," ujar Suryati kemudian meninggalkan Gita di kamarnya

Setelah Suryati pergi, Barra tiba-tiba muncul tepat disamping Gita yang sudah merebahkan tubuhnya.

"Kenapa kau menolaknya?" tanya lelaki itu membuat Gita terkejut

"Astaga kenapa kau selalu mengagetkan aku, tidak bisakah kau datang baik-baik tanpa mengagetkan aku, dasar hantu!" gerutu Gita

"Namanya juga hantu seperti selogannga datang tak dijemput pulang gak diantar makanya suka ngagetin. Karena kalau ngangenin itu bukan hantu tapi husbu (yang pecinta anime pasti tahu eaaa)," sahut Barra.

"Dih Garing!" cibir Gita

"Asiklah kalau garing daripada berminyak jerawatan we!" sahut Barra

"Bodo!" sahut Gita dengan wajah juteknya

"Btw kenapa lo menolak tawaran ibumu untuk belajar agama," tanya Barra lagi

"Tentu saja karena dirimu, kalau aku dekat dengan ustadz itu aku yakin kau juga tidak bisa mendekatiku bukan, karena Zacky pasti akan mengusir mu dari hidupku, apa kau mengerti sekarang!" seru Gita

"Cie cie yang takut kehilangan," goda Barra

"Bukan aku takut kehilangan dirimu tapi sekarang aku belum bisa melepaskan diri darimu sebelum aku tahu siapa orang yang sudah membuat ku menjadi perawan tua seperti dan dan belum membalas dendam kepadanya," jawab Gita

"Oklah kalau gitu, apapun alasanmu aku tahu suatu saat kau pasti akan segera bucin denganku, lagian aku ini jin muslim jadi tidak takut dengan ustadz, jadi jangan menunjukkan sikap dingin kepada ibumu karena itu hanya membuatnya semakin yakin jika kamu berubah karena ulah makhluk halus. Padahal kan aku tidak begitu," sahut Barra langsung memeluk erat wanita itu 

Ia kemudian menciumi tengkuk leher istrinya membuat Gita langsung melepaskan diri darinya dan mendorong tubuh lelaki itu hingga jatuh dari tempat tidur.

"Aww, sungguh teganya dirimu!" seru Barra meringis kesakitan

"Maaf aku belum siap melakukannya, aku baru siap melakukan tugasku sebagai istri mu setelah aku berhasil membalas dendam kepada orang yang sudah membuatku seperti ini," tolak Gita

"Ya ampun, gagal deh malam pertamaku, padahal aku dah minum telor bebek agar bisa lembur malam ini, eh malah di tolak, nasib…nasib!. Kenapa nasibku seperti judul novel dicampakkan di malam pertama, " pekik Barra

"Baru kali ini aku ditolak istriku sendiri, padahal dua istriku sebelumnya tidak ada yang dingin seperti dirimu. Kali ini tugasku begitu berat karena harus membimbing istri dingin sepertimu menjadi istri Soleha," imbuh Barra 

Terpopuler

Comments

Titin Kartini

Titin Kartini

eitdahhh bbang tamvan bara gak pernah berubah 😂😂😂👍🏻👍🏻👍🏻

2023-10-16

0

🥀princes_novel❤️🥀

🥀princes_novel❤️🥀

🤣🤣🤣🤣dasar bara bucin ada2 aja tingkah a jdi rindu dg 3sekawan kocak itu🤭🤭🤭

2023-08-07

0

Tini Sutini

Tini Sutini

akhir nya bisa baca lg cerita babang barra.ga bosen deh kalau cerita nya tentang babang barra mah.

2023-04-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!