Barra menyusuri sebuah jalan setapak menuju ke istana Jin. Ia terpaksa melalui jalan itu karena merupakan jalan terdekat menuju gerbang istana Jin.
Saat ia hendak memasuki sebuah hutan, tiba-tiba puluhan anj*ng hutan menghadang langkahnya.
"Ah sial, ternyata dukun itu mengirim pasukannya untuk menjegal ku," Barra kemudian menjentikkan jarinya untuk menghalau binatang - binatang tersebut.
Namun sialnya tiba-tiba kekuatan Barra menghilang hingga membuat pria itu begitu kesal dan mengutuk keputusan ayahnya yang langsung mengambil kekuatannya.
"Kenapa kau ambil kekuatan ku sekarang Romo, bukankah kau bilang baru akan mengambil kekuatanku jika aku sudah menyembuhkan Gita!" serunya begitu geram
"Kalau begini sama saja kau ingin membunuhku dan juga istri ku!" imbuhnya
Tiba-tiba binatang-binatang itu langsung menyerangnya, membuat Barra segera menghindari bintang-binatang itu. Ia kemudian mengambil sebuah ranting untuk menghalau binatang jadi-jadian itu.
Saat ia berusaha melawan binatang-binatang itu tiba-tiba sebuah kilatan cahaya melesat menghantam punggungnya hingga ia jatuh tersungkur dan tubuh Gita terlepas dari gendongannya.
Saat melihat seekor Anj*ng hutan akan menyerang Gita, Barra segera melesat melindungi gadis itu hingga tubuhnya terkoyak terkena serangan binatang buas itu.
Gita perlahan membuka matanya ia begitu terkejut saat melihat Barra dikeroyok oleh puluhan bintang buas hanya demi melindunginya.
"Kenapa kau tak melawannya?" ucap Gita
Barra hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaannya.
Tentu saja melihat Barra dikeroyok binatang buas membuatnya langsung melepaskan diri dari dekapan lelaki itu.
"Jangan pergi Git, berbahaya!" seru Barra saat melihat Gita berusaha melepaskan diri darinya.
Gita berhasil melepaskan diri dari Barra dan kemudian berlari meninggalkannya.
Melihat Gita berlari meninggalkan Barra membuat anj*ng-anj*ng hutan itu langsung mengejarnya.
"Kenapa kamu begitu keras kepala Gita," Barra segera bangun berlari mengejar Gita
"Awas saja kalau kalian berani menyentuhnya, aku tidak akan mengampuni kalian semua!" pekik Barra
Ia kemudian melompat dan menarik
binatang buas yang hendak menyerang Gita.
Ia segera melemparkan binatang itu hingga jauh menghantam pepohonan.
Seketika binatang-binatang itu bergerak mundur saat melihat sosok Barra yang berubah menyeramkan. Seluruh wajahnya mulai memerah dan tubuhnya membesar ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna hitam, Giginya yang tajam menjulur keluar.
Saat melihat binatang itu mulai ketakutan Barra langsung mencengkram satu persatu dari mereka dan memakannya.
Gita yang melihat sosok Barra yang berubah menakutkan seketika pingsan dan tergeletak di semak-semak.
Barra segera membopong tubuh wanita itu dan membawanya pergi menyusuri hutan belantara.
Saat pintu gerbang kerajaan Jin terbuka Barra segera berlari memasuki pintu gerbang yang hanya terbuka sekali dalam setahun itu.
Tubuhnya terasa lemas setelah melewati pintu gerbang itu. Bagi makhluk biasa yang tak memiliki kekuatan supranatural, melewati pintu gerbang kerajaan Jin sama seperti mendaki gunung selama tiga bulan sehingga begitu menguras tenaga mereka. Bahkan manusia biasa banyak yang mati saat melewati gerbang tersebut.
Angin berhembus semilir membuat dedaunan kering berguguran dari pohonnya.
Sebuah daun jatuh tepat mengenai wajah Barra hingga membuat lelaki itu membuka matanya.
Ia kemudian mencari keberadaan Gita, dan memeriksa keadaannya.
"Syukurlah kau masih hidup," ucap Barra kemudian mencoba mengangkat tubuh gadis itu
Namun karena ia kehilangan kekuatannya saat melewati gerbang istana Jin, ia tak mampu menggendong tubuh wanita itu, ia kemudian meletakkan tubuh Gita keatas pelepah pisang dan menariknya hingga ke sendang biru.
Setibanya di sana ia langsung menurunkan tubuh Gita kedalam sendang.
Ia akhirnya bernafas lega saat melihat Gita mulai mengapung dari dasar sendang.
"Syukurlah kamu selamat," ucap Barra kemudian tubuhnya jatuh terkulai lemas ke tanah.
Tiba-tiba sebuah cahaya putih melesat kearah Barra.
Gita yang sudah mulai sadar segera memperingatkan Barra jika ada sesuatu yang hendak menyerangnya.
"Barra awas!" seru Gita
Namun Barra yang tak sadarkan diri tak mendengar teriakan Gita hingga membuat wanita itu segera keluar dari Sendang untuk menyelamatkannya.
Ia berlari secepat-cepatnya dan memeluk tubuh lelaki itu yang masih berwujud Gondoruwo.
*Jraasshhh!!
Tiba-tiba sebuah perisai muncul dan menghalangi cahaya itu mengenai tubuhnya.
"Syukurlah, kita masih aman," ucap Gita merasa lega
Saat perisai gaib itu mulai menghilang kembali sebuah kilatan cahaya melesat menuju ke arahnya.
Merasa Bahaya masih mengintainya membuat Gita berusaha memindahkan tubuh Barra dari tempat itu agar tidak terkena serangan itu.
Ia berusaha sekuat tenaga menarik tubuh Barra yang begitu besar.
"Arrghhh!!!" seru gadis itu berusaha menarik lengan Barra agar berpindah dari tempat itu.
Namun sekuat apapun tenaganya ia tak mampu memindahkan Barra dari tempat itu. Jangankan berpindah bahkan bergeser saja tidak.
Gita yang sudah putus asa hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban untuk mereka.
"Ya Allah tolong selamatkan kami!" seru Gita sambil terus berusaha menarik tubuh pria itu.
Barra tiba-tiba terbangun, dan ia benar-benar tak menyangka jika Gita berusaha menyelamatkannya meskipun ia sudah berubah menjadi makhluk yang mengerikan.
"Ternyata tidak sia-sia aku menikahimu, cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Aku yakin lambat laun kamu juga akan mencintaiku," ucapnya dalam hati
Seketika lelaki itu langsung menarik Gita dan mendekapnya erat tepat saat cahaya putih itu hendak menyerangnya.
*Jrassh!!!!
Gita merasa seketika tubuhnya terasa begitu panas. Meskipun ia tidak terkena langsung namun ia bahkan bisa merasakan hawa panas itu yang mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.
"Barra!" serunya saat melihat lelaki itu tak berkutik pasca tersambar kilatan cahaya itu.
"Apa kamu baik-baik saja," Perlahan Gita mencoba melepaskan diri dari pelukannya.
Gita begitu terkejut saat melihat tubuh lelaki itu menghilang sedikit demi sedikit
Seketika air matanya tumpah saat melihat wajah Barra yang masih sempat tersenyum padanya meskipun maut sudah menjemputnya.
"Tidak...jangan pergi Barra, kamu tidak boleh mati sebelum membalaskan dendam ku kepada Erwin!" seru Gita menggenggam erat jemari tangannya
Meskipun ia tidak menyukai Barra yang selama ini selalu mengikutinya, namun tetap saja melihat kematian lelaki yang baru saja menjadi suaminya itu membuatnya semakin sedih.
Apalagi saat tahu Barra tewas demi untuk menyelamatkan nyawanya.
"Jangan pergi Barra, kalau kamu pergi siapa yang akan melindungi ku!" ucap Gita sambil terisak
"Jangan khawatir, dukun itu tidak akan bisa membunuh ku di tempat ini. Meskipun ragaku hancur tapi Sukma ku akan selalu hidup untuk melindungi mu istriku," jawab Barra sembari mengusap air mata Gita
Ucapan terakhir Barra membuat tangis Gita semakin membuncah. Baru kali ini ia benar-benar merasakan kesedihan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ketulusan hati Barra mampu memporak-porandakan hati Gita hingga ia larut dalam kesedihan yang mendalam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Esti Restianti
di novel ini apa sukma Gilang dan Rangga akan ada juga,kangen banget sama mereka
2022-12-26
0
baca bab ini .. tegang next
2022-11-29
0
⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜
hooh keras kepala banget gita bikin gemes
2022-11-27
0