Setelah mengetahui semuanya Gita kemudian memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.
Suryati begitu bahagia saat mendengar putri semata wayangnya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Bagiamana pun juga ia memang lebih senang jika Gita tinggal bersamanya dari pada merantau jauh ke Jakarta.
Kabar kembalinya Gita ke kampung halamannya terdengar juga oleh Erwin .
Lelaki yang masih menyimpan rasa dengan Gita itu, langsung berkunjung ke rumahnya untuk bertemu dengan gadis itu.
Gita begitu senang saat Erwin langsung merespon kepulangannya. Ia sengaja merias wajahnya secantik mungkin untuk menemui lelaki itu.
Ia berharap lelaki itu masih menyimpan perasaan untuknya hingga membuatnya lebih mudah untuk membalaskan dendamnya.
"Halo win, apa kabar?" sapa Gita membuat lelaki itu tercengang melihatnya.
Bagaimana tidak, Gita terlihat begitu cantik siang itu.
Hingga membuat lelaki itu berkali-kali menelan salivanya saat melihat wajah ayu Gita dari dekat.
Pesona Gita selalu membuat hatinya luluh, meskipun ia begitu membencinya karena Gita sudah menolak lamarannya dua kali tetap saja Erwin tak bisa menghapus rasa cintanya kepada wanita itu.
"Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri gimana?" jawab Erwin
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat, aku juga sangat sehat."
"Syukurlah kalau kamu sehat, karena beberapa hari lalu aku dengar kamu sempat koma dan itu membuat ku sedikit khawatir. Aku takut kau sengaja bunuh diri seperti waktu itu," jawab Erwin membuat Gita langsung mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan pemuda itu
Bagaimana mungkin kau mengkhawatirkan aku, jika kau sendiri yang berusaha membunuh ku, dasar brengsek!!
"Sabar sayang, sabar, ingat orang sabar pantatnya lebar!" Btw kamu mau minum apa?" tanya Gita basa-basi
"Apa aja Git," jawab Erwin
Gita kemudian masuk ke dalam ke dapur untuk membuatkan secangkir kopi untuknya
Tak lama gita kembali sambil membawa secangkir kopi panas untuk Erwin.
"Silakan diminum," ucapnya lirih
"makasih Git," jawab Erwin kemudian menyeruput kopi buatan Gita
"Oh ya, alu dengar sekarang kamu jadi carik, apa itu benar?" tanya Gita mencoba mencairkan suasana
"Alhamdulillah Git,"
"Wah sekarang kamu sudah jadi orang sukses ya, selamat kalau gitu,"
"Terimakasih, tapi sebenarnya aku ini belum sukses kok Git, lah wong istri saja aku belum punya gimana bisa dibilang sukses," jawab Erwin
"Emangnya sukses menurut kamu itu gimana?" tanya Gita lagi
"Sukses itu ya kalau aku sudah nikah terus punya anak baru sukses, lah tapi kenyataannya sampai sekarang aku belum menikah juga," jawab Erwin
"Kamu sih terlalu pilih-pilih jadi sulit mendapatkan calon istri. Coba saja kalau standarnya di turunin dikit aja, pasti banyak wanita yang mau jadi istri kamu," sahut Gita
Erwin sedikit terkejut mendengar ucapan Gita.
"Sebenarnya aku bukan tipe pemilih kok Git, standar ku juga gak terlalu tinggi. Hanya saja memang wanita yang aku cintai itu gak pernah mau menerima aku alias selalu menolak lamaran ku jadi aku jones deh," jawab Erwin dengan wajah kecewa
"Wah sombong banget tuh cewek, berani-beraninya menolak cowok baik kaya kamu," sahut Gita
"Bukannya sombong Git, mungkin juga ia punya alasan kuat hingga terus menolak aku," jawab Erwin
"Lalu kamu sendiri kenapa belum menikah lagi?" imbuh Erwin
Seketika Gita tercengang mendengar ucapan Erwin.
"Oh itu karena gak ada yang mau nikahi aku, kau tahu kan sekalinya ada yang menikahi aku dia malah mati," jawab Gita berpura-pura sedih
"Sabar ya Git, mungkin belum jodoh kali. Aku doakan mudah-mudahan kamu segera ketemu sama jodohmu," jawab Erwin
"Aamiin,"
"Oh ya Win aku penasaran sama cewek yang berkali-kali nolak kamu, Memangnya siapa sih cewek yang kamu sukai hingga membuat seorang Erwin betah melajang sampai sekarang??" tanya Gita membuat Erwin terkejut mendengarnya
Itu…." Erwin terlihat gugup saat hendak menyebutkan nama Gita
"Ya sudah kalau kamu gak mau kasih tahu juga, aku ngerti kok pasti itu berat kan," jawab Gita
"Syukurlah kalau kamu ngerti Git, ngomong-ngomong kenapa kamu memutuskan untuk kembali tinggal di kampung Git. Bukannya kata orang kamu itu hanya bisa nikah jika tidak kembali ke sini ya?" Erwin mencoba mengalihkan pembicaraan
"Benar, tapi setelah kejadian yang menimpa almarhum suami aku, aku baru sadar kalau mungkin jodoh aku memang ada di desa ini. Itulah alasannya kenapa aku kembali lagi ke Banjarsari," terang Gita
"Jadi kamu lagi cari jodoh nih ceritanya?" tanya Erwin sumringah
"Ya anggap aja gitu," jawab Gita tersenyum simpul menatap Erwin
" Ngomong-ngomong, aku dengar ada yang bilang kalau kamu itu kena guna-guna apa itu benar?" tanya Erwin lagi
Gita tersenyum kecut mendengar ucapan pemuda itu. Rasanya ingin sekali menghajarnya saat mendengar ia berpura-pura tidak tahu padahal Erwin sendiri yang mengirim guna-guna itu padanya.
"Iya tapi aku juga bingung gimana nyembuhinnya, padahal aku sama ibu sudah mendatangi orang pintar juga kyai, tapi aku masih saja belum bisa mendapatkan jodoh," jawab Gita
"Sabar ya Git, semoga sebentar lagi kamu akan menemukan jodoh kamu," jawab Erwin
"Aamiin,"
"Kalau kamu tidak keberatan aku bisa mempertemukan mu dengan seorang paranormal sakti yang bisa menyembuhkan penyakit mu itu. Kebetulan aku punya kenalan seorang paranormal yang sangat sakti, aku yakin dia pasti bisa menghilangkan guna-guna dalam dirimu agar kamu bisa mendapatkan jodoh," ucap Erwin
"Benarkah, kalau begitu kapan aku bisa bertemu dengannya," tantang Gita
"Kalau begitu besok pagi aku akan menjemputmu setelah pulang kerja," jawab Erwin
"Baiklah, aku akan menunggumu," jawab Gita
********
Pagi itu Suryati sengaja mengajak Gita mengunjungi pondok pesantren. Wanita itu sengaja membawa banyak makanan sebagai ucapan terima kasih karena Kyai Sodiq lagi-lagi sudah menyelamatkan putri kesayangannya.
Setibanya di pondok pesantren Kyai Sodiq langsung mengajak mereka ke rumahnya.
"Harusnya kamu gak usah repot-repot sampai membawakan banyak makanan segala," ucap Istri Kyai Sodiq kemudian membawa makanan itu masuk kedalam
"Bagaimana keadaan mu, apa kau masih merasa ada seseorang yang mengikuti mu?" tanya Kyai Sodiq
"Alhamdulillah aku sangat sehat Kyai, dan sekarang aku juga merasa lebih nyaman karena ada seseorang yang melindungi ku," jawab Gita
"Seseorang!" seru Suryati begitu terkejut mendengarnya
"Apa maksudmu kau sudah memiliki seorang kekasih?" tanya Suryati lagi
"Ah bukan begitu, maksudnya karena Kyai Sodiq sudah menyelamatkan aku," jawab Gita segera mengoreksi perkataannya
"Astaghfirullah aku kira kamu beneran punya seorang kekasih padahal aku sudah sangat senang," ujar Suryati seketika kecewa Mendengarnya
"Putrimu ternyata punya selera humor yang tinggi, jadi jangan salahkan dia," jawab Kyai Sodiq terus memperhatikan Gita
Merasa tak nyaman saat Kyai Sodiq terus memperhatikannya membuat wanita itu kemudian meminta izin untuk mencari udara segar.
"Maaf Kyai apa boleh saya izin keluar sebentar,"
"Tentu saja, kamu pasti merasa panas karena berada di lingkungan yang tak seharusnya," jawab Kyai Sodiq
"Memangnya seharusnya dia berada dimana Kyai?" tanya Suryati
"Tentu saja di rumahnya, memangnya dimana lagi," jawab Kyai Sodiq
Sementara itu Gita terus berjalan meninggalkan kediaman Kyai sodiq tanpa memperhatikan jika ia telah memasuki asrama laki-laki.
Apa dia tahu jika aku sudah menikah dengan Barra??
Ia terlihat cemas hingga tanpa sadar memasuki sebuah kamar seorang santri putra.
"Astaghfirullah," ucap seorang santri langsung menutupi tubuhnya saat melihat Gita memasuki kamarnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Esti Restianti
saking ngelamunnya sampai kaya gitu banget sih Git🤦♀️
2022-12-25
0
nyimak
2022-11-28
0
⏤͟͟͞R Kᵝ⃟ᴸ❣️𝐙⃝🦜
astaga ternyata aku komen pake akun lain🙈
2022-11-27
0