part 20. Saling Diam

Aku tidak sengaja melihat pria yang sangat rapi yang berdiri di pinggir jalan, seperti kenal tapi siapa?

"Kayaknya orang itu tidak asing, tapi siapa?

Semakin dekat motor ku dengan laki-laki yang berdiri di pinggir jalan itu, sambil menenteng kotak bekal.

Kini aku melewati laki-laki tak asing bagiku itu, dengan penasaran nya ku lihat sekilas ke belakang.

Aku tidak salah lihat kan, itu benaran dia?

Tapi kenapa dia berdiri di pinggir jalan gitu, seperti menunggu angkot saja!

Aku lihat lagi di spion motorku, apa itu benar-benar dia yang ku lihat, ternyata benar itu dia!

"Pak adzriel ngapain di pinggir jalan ya?

Aku memberhentikan motorku agak jauh dari nya, lalu ku belokkan lagi motor ku ke tempat nya.

Aku berhenti tepat di depan nya, ia melihat ku dengan ekspresi wajah dingin nan jutek itu.

"Pak adzriel ngapain? tanya ku

"Bukan urusan kamu! ujar nya

"Emang bukan urusan saya, tapi saya pengen tau, bapak butuh bantuan saya? ujar ku

Dia tidak bergeming sama sekali, arah mata nya memperhatikan angkot yang baru saja lewat, lalu ia mengepalkan tangannya.

"Bapak nungguin angkot ya? tanya ku sedikit meledek nya

"Saya bilang bukan urusan kamu! ujar nya ngegas

Aku menahan tawa melihat wajah marah nya itu, jadi ia pengen naik angkot tapi aku ada di sini, jadi ia sangat gengsi naik angkot di hadapan ku.

"Naik angkot ya naik aja pak, ngapain juga gengsi! ujar ku

Dia mengertakan gigi nya lalu mengepal tangan nya kuat-kuat, tawaku langsung menyembur begitu saja.

"Ha-ha-ha... gengsi jangan di perturut pak, nanti bisa mati ke gengsian! ujar ku

Dia mendelik ke arah ku aku berhenti tertawa, tapi tawa ku masih bisa terdengar.

"Udah, bapak bareng saya aja! tawar ku

"Nggak! ujar nya

"Tadi itu angkot terakhir lho pak, jadi mau sampai malam pun bapak nungguin angkot, nggak bakalan lewat lagi! ujar ku

Aku tersenyum kecil, itu bukan angkot terakhir yang aku maksud, masih banyak lagi angkot yang akan lewat, tapi aku ingin mengajak pak adzriel bicara berdua.

Kalau langsung bicara ke intinya bisa-bisa pak adzriel tidak mau ikut dengan ku, lebih baik kerjain dia dulu.

"Saya bisa pulang sendiri!

"Makasih atas tawaran nya!

"Bey!

Lalu ia berjalan dan meninggalkan ku, ku hidupkan mesin motor ku dan ku kejarlah dia.

"Yakin nih pak! ujar ku

Dia masih saja jalan tanpa berhenti, ku ikutilah ia dari belakang dengan membawa motor pelan-pelan kayak siput!

"Yakin! ujar ku

"Saya tidak butuh tumpangan! ujar nya

Aku memajukan bibir ku seperti meledek nya, ya kali kamu sanggup jalan sampai rumah pak! ujar ku dalam hati

"Yakin nggak butuh tumpangan? tanya ku

"Iya! ujar nya

"Oke! ujar ku

Lalu aku melajukan motor ku lebih cepat dan meninggalkan nya, susah banget untuk di bujuk.

"Kepala batu! umpat ku

...

Bisa-bisa nya dia bisa ada di daerah kekuasaan ku, ini semua gara-gara dia, coba saja aku tidak pernah mengenal nya, mungkin aku tidak akan naik angkot, dan coba saja mama tidak kenal sama dia, mungkin aku tidak akan sengsara kayak gini.

Ini semua gara-gara chika itu, kenapa sih hidup aku jadi berubah kayak gini, gara-gara dia muncul di tengah-tengah kehidupan ku bersama mama ku.

Dan...!

Kenapa aku bisa ketemu Chika di sini sih?, kalau tidak ada dia tadi, sudah pasti aku naik angkot yang lewat tadi.

Kan gengsi naik angkot di lihat oleh nya!

Untung saja dia pergi dari sini, jadi nya ku bisa leluasa untuk naik angkot nya!

Btw yang dia bilang tadi apa benar?, kalau angkot yang lewat tadi angkot terakhir?

"Mana mungkin, palingan dia juga bohong!

Aku masih menelusuri trotoar itu sambil melihat kebelakang, tapi angkot belum juga muncul-muncul.

"Apa bener ya, kalau angkot tadi yang terakhir?

Bisa mampus aku kalau jalan kaki ke rumah, jarak rumah sama kantor aja nggak tanggung-tanggung.

"Hey pak, ketemu lagi kita! ujar chika mengangetkan ku.

Astaga, kok dia masih ada di sini?, bukan nya dia sudah pergi tadi?

"Chika...! ujar ku geram

"Yuk pak naik! ujar nya memukul jok belakang motor nya menyuruh aku naik.

"Pemaksaan! ujar ku

"Saya pemaksa gini, karena saya mau bicara sama bapak! ujar nya

Aku mengerutkan keningku, tinggal ngomong apa susah nya, ini enggak malah mencegat aku untuk tidak naik angkot!

Sebenarnya dia mau ngomong apa?, penting banget kayak nya!

"Ngomong apa? tanya ku ketus

"Ya, naik dulu pak, nanti saya ngomong! ujar nya tersenyum, lagi-lagi senyum nya itu buat hati aku dag dig dug.

Aah aku tepis pikiran ku itu dan jantung ini, tolong jangan dag dig dug dong!

Detak jantung ku terlalu kencang, kayak penyakit jantung ku dulu, kalau dia dengar bisa malu aku.

"Bapak ngapain bengong? ujar nya membuat aku terkejut

"Apa sih, saya mau pulang dan tidak mau bicara! ujar ku jalan lagi

"Ini penting lho pak! ujar nya

"Kalau penting, bisa tidak kamu ngomong nya sekarang saja! ujar ku

Ini malah bertele-tele, ngomong tinggal ngomong aja, malah maksa orang untuk ikut nya!

"Nggak enak ngomong di pinggir jalan gini pak! ujar nya maksa

Gregetan aku sama dia, untung cewek kalau cowok udah aku tendang dia dari tadi, mau tidak mau aku ikut dengan nya, aku juga pengen tau bicara penting apa yang akan dia kata kan.

"Oke, kalau maksa! ujar ku

Ia tersenyum lagi, aku mendekati motor nya, aku belum naik ke atas motor nya, mana cocok cewek boceng cowok, kan nggak enak di lihat sama orang!

"Minggir! titah ku

Dia langsung turun dan mempersilahkan ku untuk membawa motor nya.

"Bapak bisa bawa motor? tanya nya

"Remehin? ujar ku, lalu menaiki motor itu, ia boceng di belakang ku, sedikit nerfes karena baru kali ini aku boncengin cewek naik motor.

Kini aku melajukan motor itu, btw kotak bekal aku tadi di pegang oleh nya, aku bawa motor sambil tersenyum sendiri.

Aku menepikan motor di tempat taman yang hampir dekat dengan rumah ku.

"Lah kok di sini pak? tanya nya

"Terus kemana? tanya ku

"Kafe! ujar nya

"Siapa yang salah?, ya, kamu lah, ngapain nggak rekues tempat sebelum saya bawa motor ini! ujar ku

"Hmm...okelah, okelah! ujar nya

Kini kami berdua duduk di salah satu bangku taman, ia melirik aku sekilas, aku hanya diam saja. Saling diam nih ceritanya?

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!