Percuma saja aku nangis-nangis di hadapan nya, sedangkan dia sendiri tidak mempercayai ku.
Tapi kenapa hati aku sakit saat pak adzriel mengabaikan aku seperti ini, sudahlah mungkin emang ini jalan yang terbaik.
Aku bersumpah bukan aku yang mengambil map berisi berkas penting itu, siapa yang tega memfitnah ku?
Aku masih terisak-isak di hadapan pak adzriel, ia tidak mau menatap ataupun bicara dengan ku.
"Bukan saya yang ambil pak, saya juga tidak tau bagaimana bisa map penting itu berada dalam tas saya! ujar ku
Dia melihatku dengan sinis, hati aku sakit saat dia tidak memperdulikan ucapan ku.
"Aku bersumpah jika aku yang mengambil map itu, aku tidak akan mendapatkan pekerjaan lain! sumpah ku
Sambil terisak-isak aku terus saja ngomong kalau bukan aku yang ambil.
"Aku tidak pernah mengambil barang yang bukan milikku!
"Jika sumpah ku berlaku maka bapak bisa menghukum aku! ujar ku
"Dan satu lagi pak, saya ingin bapak mencari pelaku yang sebenarnya, saya tidak pernah mengambil nya, mulut dan hati saya tidak pernah berbohong!
"Yang di atas maha tahu! ujar ku
Kini aku pergi meninggalkan ruangan itu, kehadiran ku di sini tidak ada gunanya lagi, aku benar-benar di pecat di kantor ini.
Aku membereskan barang ku yang berada di atas meja, foto keluarga ku yang aku letakkan di atas meja juga aku masukkan ke dalam kardus.
"Hiks...hiks...mama, papa, chika tidak pernah mencuri! tangis ku
"Chika bersumpah ma pa!
"Hiks...hiks...hiks...papa mama chika tidak bisa mempertahankan pekerjaan chika ini, mungkin kalian akan kecewa dengan chika!
Aku terus saja terisak-isak saat memasukkan barang ku ke dalam kardus, kini pak Alex mengahmpiri ku.
"Ini surat pemecatan kamu! ujar nya dengan sikap cuek
"Pak Alex saya tidak salah pak! ujar ku
"Maaf Chika saya tidak bisa membantu kamu, saya juga tidak yakin kalau kamu yang mencuri berkas itu! ujar pak Alex
Aku tersenyum lega ternyata masih ada orang yang percaya dengan ku.
"Saya pamit pak! ujar ku meninggalkan meja kerjaku
Kira-kira beberapa langkah aku berjalan aku melirik ke belakang, aku menatap meja kerja ku dan pak Alex yang juga melihatku dengan tatapan iba.
Aku mengangguk sebagai pertanda pamit, kini aku buru-buru menuju lift, di dalam lift aku terisak-isak.
"Hiks...hiks...hiks...ya Allah cobaan apa lagi ini?
"Kenapa hamba di tuduh dan di fitnah seperti ini, hamba mohon ya Allah jika bukan hamba yang mengambil map itu, hamba pengen orang yang memfitnah hamba cepat di tangkap!
Kini aku sudah sampai di lantai bawah semua orang menatap aku dengan tatapan cemooh dan mencaci
"Huuu... akhirnya si munafik minggat juga dari sini!
"Cielah munafik tidak tau malu!
"Huuuuu....munafik!
"Munafik!
Mereka semua meneriaki ku dengan julukan munafik, Riska mengahmpiri ku ia memelukku.
"Gue percaya bukan lo pelakunya! ujar Riska
"Ris, lo masih percaya sama gue kan? tanya ku
"Gue percaya banget seratus persen gue percaya, gue akan bantu lo mencari pelaku sebenarnya, bisa-bisa nya si pelaku itu memasukkan map penting itu ke dalam tas lo!
"Gue sebagai sahabat lo pasti akan menumpas habis si pelaku sebenarnya! ujar Riska
Aku tersenyum kecil aku sangat beruntung memiliki teman seperti Riska ini, aku kembali menangis lagi.
"Hiks...hiks... makasih ris lo masih percaya sama gue! ujar ku
Dia mengangguk seraya memeluk ku, "udah jangan nangis lagi ya! ujar nya menenangkan ku.
"Oi culun jangan belain munafik!
"Entahlah ngapain itu si culun belain si munafik!
Mereka semua menyoraki Riska yang lagi ngobrol dengan ku, tapi Riska tidak menghiraukan ucapan mereka.
"Kalian tega, selama ini dia selalu membantu kita, sekarang kalian malah menghina nya, dimana letak harga diri kalian?
"Selama pak adzriel tidak ada, Chika lah yang selalu membantu kita, kalian sudah lupa saja dengan kebaikan nya? ujar Riska
Ya, selama pak adzriel tidak ke kantor aku di utus sendiri oleh pak adzriel dan pak Alex untuk menangani perusahaan ini, aku tidak sendiri saja, melainkan para manajer dan yang lainnya juga ikut mengawasi ku.
"Sudahlah ris aku ikhlas dengan ini kok! ujar ku
"Aku pamit dulu, jaga diri kamu baik-baik dan jangan sampai kamu bernasib sama dengan ku! ujar ku
Aku melangkah menuju luar gedung pencakar langit ini, impian ku sudah pupus karena aku tidak bisa berkerja di perusahaan besar ini lagi.
"Selama tinggal rumah kedua ku!
Lalu aku pergi ke parkiran motor untuk mengambil motor ku.
...
Duduk menyender sambil memangku tangan di dadaku, aku masih tidak percaya apa yang di lakukan Chika terhadap ku.
Kenapa dia tega denganku, selama ini aku telah mempercayai nya, tapi dia malah menghancurkan kepercayaan ku terhadap nya.
"Besok buka lowongan untuk mencari sekretaris baru! ujar ku pada Alex
"Baik! ujar nya
"Lo percaya kalau Chika yang mengambil map berisi data perusahaan kita? tanya Alex
"Buktinya telah ada, jelas-jelas map itu berada dalam tas nya! ujar ku
"Tapi Chika itu tidak berbohong el! ujar Alex
"Dari mana kamu tau kalau dia tidak berbohong? aku balik bertanya
"Aku lihat sendiri dari matanya, dia benar-benar tidak berbohong! ujar Alex
"Sudahlah gue nggak mau bahas itu lagi, bukti telah terpampang jelas, jangan membela si munafik! ujar ku
Aku bangkit dari duduk ku lalu pindah ke kursi kerja ku.
"Balik sana! ujar ku
"Santai bro jangan marah-marah, ingat jantung bro! ujar Alex tertawa kecil
Selama belum menemukan sekretaris baru, mungkin pekerjaan ku banyak terbengkalai.
"Kenapa ada wanita munafik seperti dia?
Aku kembali berkerja seperti biasanya sudah lama tidak ke kantor ku, mungkin sudah satu bulan aku cuti karena aku harus istirahat total pasca operasi jantung kemaren.
Untung saja Alex bisa membantu pekerjaan ku, jadinya sekarang ini aku hanya perlu mengulang kembali berkas yang akan diantar oleh Chika.
Huuu...kenapa aku masih mengingat Chika, padahal dia sudah aku pecat!
Kenapa tiba-tiba saja aku keingat dengan nya?
"Ayo, dong adzriel ngapain juga ingat gadis munafik itu!
Tapi tadi yang dia bilang itu apakah benar, atau dia mau menghindar dari apa yang ia buat?
"*Dan satu lagi pak, saya ingin bapak mencari pelaku yang sebenarnya, saya tidak pernah mengambil nya, mulut dan hati saya tidak pernah berbohong!
"Yang di atas maha tahu*!
Kenapa juga aku bisa ingat dengan ucapan dia tadi?
"Kenapa aku harus repot-repot mencari pelaku sebenarnya, sedangkan dia sendiri yang mengambil map itu!
Tapi yang ia ucapkan tadi seakan-akan tidak berbohong, kenapa aku jadi bimbang seperti ini?
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Jumi Saddah
semangat thor,,sma kok xnk baca juga masih sekolah,,,🤭
2022-11-19
0