part 15. Bimbang

Percuma saja aku nangis-nangis di hadapan nya, sedangkan dia sendiri tidak mempercayai ku.

Tapi kenapa hati aku sakit saat pak adzriel mengabaikan aku seperti ini, sudahlah mungkin emang ini jalan yang terbaik.

Aku bersumpah bukan aku yang mengambil map berisi berkas penting itu, siapa yang tega memfitnah ku?

Aku masih terisak-isak di hadapan pak adzriel, ia tidak mau menatap ataupun bicara dengan ku.

"Bukan saya yang ambil pak, saya juga tidak tau bagaimana bisa map penting itu berada dalam tas saya! ujar ku

Dia melihatku dengan sinis, hati aku sakit saat dia tidak memperdulikan ucapan ku.

"Aku bersumpah jika aku yang mengambil map itu, aku tidak akan mendapatkan pekerjaan lain! sumpah ku

Sambil terisak-isak aku terus saja ngomong kalau bukan aku yang ambil.

"Aku tidak pernah mengambil barang yang bukan milikku!

"Jika sumpah ku berlaku maka bapak bisa menghukum aku! ujar ku

"Dan satu lagi pak, saya ingin bapak mencari pelaku yang sebenarnya, saya tidak pernah mengambil nya, mulut dan hati saya tidak pernah berbohong!

"Yang di atas maha tahu! ujar ku

Kini aku pergi meninggalkan ruangan itu, kehadiran ku di sini tidak ada gunanya lagi, aku benar-benar di pecat di kantor ini.

Aku membereskan barang ku yang berada di atas meja, foto keluarga ku yang aku letakkan di atas meja juga aku masukkan ke dalam kardus.

"Hiks...hiks...mama, papa, chika tidak pernah mencuri! tangis ku

"Chika bersumpah ma pa!

"Hiks...hiks...hiks...papa mama chika tidak bisa mempertahankan pekerjaan chika ini, mungkin kalian akan kecewa dengan chika!

Aku terus saja terisak-isak saat memasukkan barang ku ke dalam kardus, kini pak Alex mengahmpiri ku.

"Ini surat pemecatan kamu! ujar nya dengan sikap cuek

"Pak Alex saya tidak salah pak! ujar ku

"Maaf Chika saya tidak bisa membantu kamu, saya juga tidak yakin kalau kamu yang mencuri berkas itu! ujar pak Alex

Aku tersenyum lega ternyata masih ada orang yang percaya dengan ku.

"Saya pamit pak! ujar ku meninggalkan meja kerjaku

Kira-kira beberapa langkah aku berjalan aku melirik ke belakang, aku menatap meja kerja ku dan pak Alex yang juga melihatku dengan tatapan iba.

Aku mengangguk sebagai pertanda pamit, kini aku buru-buru menuju lift, di dalam lift aku terisak-isak.

"Hiks...hiks...hiks...ya Allah cobaan apa lagi ini?

"Kenapa hamba di tuduh dan di fitnah seperti ini, hamba mohon ya Allah jika bukan hamba yang mengambil map itu, hamba pengen orang yang memfitnah hamba cepat di tangkap!

Kini aku sudah sampai di lantai bawah semua orang menatap aku dengan tatapan cemooh dan mencaci

"Huuu... akhirnya si munafik minggat juga dari sini!

"Cielah munafik tidak tau malu!

"Huuuuu....munafik!

"Munafik!

Mereka semua meneriaki ku dengan julukan munafik, Riska mengahmpiri ku ia memelukku.

"Gue percaya bukan lo pelakunya! ujar Riska

"Ris, lo masih percaya sama gue kan? tanya ku

"Gue percaya banget seratus persen gue percaya, gue akan bantu lo mencari pelaku sebenarnya, bisa-bisa nya si pelaku itu memasukkan map penting itu ke dalam tas lo!

"Gue sebagai sahabat lo pasti akan menumpas habis si pelaku sebenarnya! ujar Riska

Aku tersenyum kecil aku sangat beruntung memiliki teman seperti Riska ini, aku kembali menangis lagi.

"Hiks...hiks... makasih ris lo masih percaya sama gue! ujar ku

Dia mengangguk seraya memeluk ku, "udah jangan nangis lagi ya! ujar nya menenangkan ku.

"Oi culun jangan belain munafik!

"Entahlah ngapain itu si culun belain si munafik!

Mereka semua menyoraki Riska yang lagi ngobrol dengan ku, tapi Riska tidak menghiraukan ucapan mereka.

"Kalian tega, selama ini dia selalu membantu kita, sekarang kalian malah menghina nya, dimana letak harga diri kalian?

"Selama pak adzriel tidak ada, Chika lah yang selalu membantu kita, kalian sudah lupa saja dengan kebaikan nya? ujar Riska

Ya, selama pak adzriel tidak ke kantor aku di utus sendiri oleh pak adzriel dan pak Alex untuk menangani perusahaan ini, aku tidak sendiri saja, melainkan para manajer dan yang lainnya juga ikut mengawasi ku.

"Sudahlah ris aku ikhlas dengan ini kok! ujar ku

"Aku pamit dulu, jaga diri kamu baik-baik dan jangan sampai kamu bernasib sama dengan ku! ujar ku

Aku melangkah menuju luar gedung pencakar langit ini, impian ku sudah pupus karena aku tidak bisa berkerja di perusahaan besar ini lagi.

"Selama tinggal rumah kedua ku!

Lalu aku pergi ke parkiran motor untuk mengambil motor ku.

...

Duduk menyender sambil memangku tangan di dadaku, aku masih tidak percaya apa yang di lakukan Chika terhadap ku.

Kenapa dia tega denganku, selama ini aku telah mempercayai nya, tapi dia malah menghancurkan kepercayaan ku terhadap nya.

"Besok buka lowongan untuk mencari sekretaris baru! ujar ku pada Alex

"Baik! ujar nya

"Lo percaya kalau Chika yang mengambil map berisi data perusahaan kita? tanya Alex

"Buktinya telah ada, jelas-jelas map itu berada dalam tas nya! ujar ku

"Tapi Chika itu tidak berbohong el! ujar Alex

"Dari mana kamu tau kalau dia tidak berbohong? aku balik bertanya

"Aku lihat sendiri dari matanya, dia benar-benar tidak berbohong! ujar Alex

"Sudahlah gue nggak mau bahas itu lagi, bukti telah terpampang jelas, jangan membela si munafik! ujar ku

Aku bangkit dari duduk ku lalu pindah ke kursi kerja ku.

"Balik sana! ujar ku

"Santai bro jangan marah-marah, ingat jantung bro! ujar Alex tertawa kecil

Selama belum menemukan sekretaris baru, mungkin pekerjaan ku banyak terbengkalai.

"Kenapa ada wanita munafik seperti dia?

Aku kembali berkerja seperti biasanya sudah lama tidak ke kantor ku, mungkin sudah satu bulan aku cuti karena aku harus istirahat total pasca operasi jantung kemaren.

Untung saja Alex bisa membantu pekerjaan ku, jadinya sekarang ini aku hanya perlu mengulang kembali berkas yang akan diantar oleh Chika.

Huuu...kenapa aku masih mengingat Chika, padahal dia sudah aku pecat!

Kenapa tiba-tiba saja aku keingat dengan nya?

"Ayo, dong adzriel ngapain juga ingat gadis munafik itu!

Tapi tadi yang dia bilang itu apakah benar, atau dia mau menghindar dari apa yang ia buat?

"*Dan satu lagi pak, saya ingin bapak mencari pelaku yang sebenarnya, saya tidak pernah mengambil nya, mulut dan hati saya tidak pernah berbohong!

"Yang di atas maha tahu*!

Kenapa juga aku bisa ingat dengan ucapan dia tadi?

"Kenapa aku harus repot-repot mencari pelaku sebenarnya, sedangkan dia sendiri yang mengambil map itu!

Tapi yang ia ucapkan tadi seakan-akan tidak berbohong, kenapa aku jadi bimbang seperti ini?

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Terpopuler

Comments

Jumi Saddah

Jumi Saddah

semangat thor,,sma kok xnk baca juga masih sekolah,,,🤭

2022-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!