part 8. Merasa Bersalah

Aku sangat panik, ambulans yang membawa adzriel berbunyi di sepanjang jalan.

"Adzriel lo harus bertahan sebentar lagi kita sampai di rumah sakit! gumamku

Wiiuu..wiiuu..wiiuu...

El sadar el gue cemas sama lo, kenapa penyakit jantung lo kumat lagi? gue takut el lo harus bangun!.

Kami sampai di rumah sakit adzriel langsung di bawa ke ruang UGD, aku sungguh sangat takut dengan keadaan el sekarang ini.

"El, jangan tinggalin gue el! gumamku mondar mandir di depan pintu UGD

Tante Saras harus tau dengan keadaan adzriel saat ini, tapi gue juga takut kalau Tante Saras panik dan khawatir!

"Aaah...gue harus apa? ujar ku memukul dinding.

Aku masih mondar-mandir di depan pintu UGD itu, aku harus apa? harus apa?

"El gue nggak tau harus apa el! lirihku

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, aku harus beri tahu tante Saras, biar bagaimanapun tante Saras harus tau, kalau aku tutupi tetap tidak bisa!

"Iya aku harus beri tahu tante Saras!

Aku merongoh saku ku untuk menelpon tante Saras, tidak lama tante Saras mengangkat telepon dari aku.

"Hallo tante...! ujar ku dengan suara gemetaran

"Iya lex ada apa?

Aku benar-benar tidak sanggup beri tahu tante Saras, tubuhku rasanya lemas, entah kenapa lidah ini kelu tidak dapat bicara.

"Lex? ada apa lex?

"Tante sekarang lagi sama siapa? tanya ku

"Ini tante lagi sama bik edah!

Syukurlah tante Saras bersama art nya kalau terjadi apa-apa sama tante Saras art nya bisa membantu nya.

"Tante bisa ke rumah sakit xx nggak? ujar ku

"Lex apa maksud kamu? ke rumah sakit? lex, adzriel baik-baik saja kan!

"Tante pokok nya ke sini saja! ujar ku

Tante Saras langsung mematikan panggilan telepon dari aku.

"Hallo tante...tante Saras...!

Semoga saja tante Saras baik-baik saja, aku mendekati ruangan UGD itu lagi, dokter yang menangani adzriel belum juga keluar.

"Kenapa sangat lama?

Aku tidak bisa diam aku terus saja mondar-mandir di depan pintu ruangan itu, El gue takut lo kenapa-napa!

"Ya Allah selamatkan sahabat hamba!

Tidak lama setelah itu dokter keluarga dari ruangan UGD itu, "dok ada apa dengan teman saya?

"Apa penyakit jantung nya begitu parah? tanya ku

Dokter tersebut menghela nafas panjang, "jantung pasien sudah sangat kronis kita harus bertindak cepat! ujar dokter itu

Aku mengerutkan keningku tidak percaya yang di bilang oleh dokter tadi.

"Apa maksud nya dok? tindakan apa yang harus kita lakukan? tanya ku

"Kita harus melakukan transplantasi jantung! ujar dokter tersebut

"Tapi kami belum mempunyai donor nya dok! ujar ku

"Pasien atas nama adzriel ini sudah lama mencari pendonor jantung, jadi pendonor nya sudah kami dapat kan, kita harus segera melakukan operasi! ujar dokter tersebut

Aku mengangguk, "lakukanlah dok, saya akan menandatangani surat izin operasi jantung untuk teman saya! ujar ku

"Baik! kami akan langsung membawa pasien ke ruangan operasi! ujar dokter tersebut

...

Kini aku bersama tante Saras lagi menunggu di luar ruangan operasi, sudah setengah jam dokter bersama yang lain melakukan operasi jantung itu.

"Hiks...hiks...el kamu harus sembuh nak!

Aku merangkul pundak tante Saras, aku juga ikut sedih.

Adzriel sudah lama mengalami gagal jantung ini, ia sering bolak-balik keluar rumah sakit untuk memeriksa kesehatan nya.

Tapi sekarang ini penyakit jantung nya sudah sangat parah, beruntung saja ada pendonor jantung untuk adzriel.

Tiga jam sudah berlalu akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi itu.

"Keluarga adzriel? panggil dokter itu

Aku membimbing tante Saras ke tempat dokter itu.

"Syukur alhamdulilah akhirnya operasi nya berjalan dengan lancar, kini kita hanya menunggu pasien sadar! ujar dokter itu

"Alhamdulillah ya Allah! ujar tante Saras

Aku ikut senang mendengar kabar ini, akhirnya adzriel bisa lancar operasi nya, aku tau adzriel orang nya sangat kuat.

"Kami akan pindahkan pasien ke ruang rawat inap! ujar dokter tersebut

Kini kami beriringan dengan perawat lainnya mendorong brankar adzriel ke ruang rawat inap.

Tante Saras dari tadi menangis saat melihat putra satu-satunya itu sedang terbaring lemas.

Aku terus saja merangkul pundak Tante Saras untuk memberi ketenangan bagi nya.

"Kami permisi dulu, nanti kalau ada apa-apa panggil saja kami kembali! ujar salah satu perawat itu.

Tante Saras mendekati brankar adzriel, lalu tante Saras memegangi tangan adzriel.

"Cepat sembuh ya nak, mama akan selalu di samping kamu! ujar nya sambil menghapus sisa-sisa air matanya.

Tenggorokan ku rasanya tercekik karena menahan air mata, dari tadi aku sebenarnya ingin menangis juga, tapi apa lah daya ku.

Masa seorang jantan aku harus menangis di depan umum juga, mana mungkin!

"Lex kalau kamu capek lebih baik pulang dan istirahat dulu! ujar tante Saras.

Aku mengangguk kecil, "baik tante aku balik dulu, nanti malam aku balik lagi ke sini! ujar ku.

...

Bagaimana ya kabar pak el dari tadi pak Alex dari tadi belum balik juga ke kantor, apa semuanya baik-baik saja?

"Apa benar pak el itu mempunyai riwayat penyakit jantung?

"Hayo kakak lagi mikirin apa? ujar Hanum yang tiba-tiba muncul di belakang aku.

Aku mengelus dadaku sambil memicingkan mataku untuk meredakan emosi ini.

"Bisa tidak nggak bikin kakak kaget! ujar ku geram

"Habisan dari tadi kakak pulang kerja melamun melulu, emang kakak ada masalah lagi? tanya Hanum

Aku tersenyum kecil sambil menyentil jidatnya, "bocah tengil seperti kamu itu tidak tau apa-apa soal masalah orang dewasa! ujar ku

Ia mengelus-ngelus jidatnya yang aku sentil dengan segala kekuatan ku, aish lebay banget aku!

"Kata siapa aku tidak tau, pasti kakak di bully lagi ya kan? ujar Hanum

"Hajar aja mereka yang membully kakak itu, kalau aku jadi kakak sudah pasti mereka babak belur karena aku tonjok pipi mereka! ujar Hanum

Aku geleng-geleng kepala, mentang-mentang dia pandai bela diri semua masalah akan di selesaikan dengan cara memukul orang.

"Simpan saja bela diri kamu itu untuk hal yang berguna, jangan salah gunakan bela diri kamu itu! ujar ku

"Semua masalah tidak bisa di selesaikan dengan cara bela diri! ujar ku

"Kakak mah kalau di bilangin suka nggak mau, lebih asik lagi sama kak nisa! ujar Hanum lalu ia pergi dari kamar ku.

"Pak el apa kabar ya? dari tadi aku kepikiran mulu sama bos besar itu!

Aku merasa bersalah tadinya karena aku tidak bisa membantu nya dalam keadaan genting seperti tadi.

Malahan aku bilang kalau dia lagi bercanda, semoga saja beliau baik-baik saja!.

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!