part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!

Aku menunggu pak el di luar ruangan, sebelum dia keluar aku memainkan hp ku, aku berniat menelepon azura sahabat ku.

Ternyata dia lebih dulu menelepon aku, ini namanya pucuk di cinta ulam pun tiba.

"Assalamualaikum azura!

"Wa'alaikumussalam Chika

"Ciee...yang udah kerja di tempat perusahaan besar!

Aku tersenyum saja saat ku mendengar ucapan azura, ia selalu membuat aku nyaman saat curhat dengan nya.

"Iya lah kerja lho, ini impian gue pengen kerja di perusahaan besar, eh impian gue benar-benar terwujud!

"Iya yah, gue aja masih belum dapet-dapet kerja dari kemaren, susah banget!

"Gimana lo lamar kerja di tempat gue aja?

Aku memberikan saran untuk sahabatku yang satu ini, aku tau cari kerja zaman sekarang sangatlah susah.

Kita harus perbanyak sabar dan ikhtiar supaya surat lamaran pekerjaan kita di terima.

"Tapi gue nggak mau kerja di perusahaan gitu!

Aku tau azura sangat anti sekali yang namanya perusahaan, ia tidak mau bergabung di dunia perkantoran karena keluarga nya sudah bergelut juga dengan perkantoran.

Jadinya sahabatku itu mau kerja jauh dari kata kantoran.

"Eh tapi gue pengen jadi pramugari gitu, kayaknya seru deh, bisa keliling-keliling dunia gitu!

"Hmm...kalau lo mau ya nggak papa juga!

Sahabatku itu sangat berminat sekali dengan bekerja di maskapai penerbangan, yaa...dari pertama aku kenal dengan nya dia sering bercerita tentang pekerjaan pramugari.

"Iya...ini gue lagi kepikiran untuk masuk sekolah penerbangan!

"Kalau kamu berminat ya...apa salahnya mencoba, siapa tau cita-cita kamu bisa tercapai!

"Aamiin...

Kami memutuskan panggilan telepon itu, aku tersenyum kecil saja saat banyak bercerita dengan sahabatku itu.

Aku melirik jam yang melingkar sempurna di pergelangan tangan ku.

"Pak el lama sekali? sudah satu jam aku menunggu nya!

Ya, aku sudah satu jam menunggu dia tapi dia belum kunjung keluar dari ruangan nya itu.

"Apa aku menghampirinya lagi?

Pantat ini rasanya kebas juga duduk lama-lama, aku bangkit dari dudukku hendak pergi ke ruangan pak el.

Cklekk

Dia membuka pintu ruangan nya, aku berhenti sesaat, dia menatap aku dengan tatapan dingin nya.

"Kenapa kamu masih di sini? tanya nya

Aku mengerutkan keningku, bukanya dia suruh aku menunggu nya? untuk pulang bareng!

"Bapak lupa? aku balik bertanya

Dia melenggang pergi dari hadapan ku, tanpa menjawab pertanyaan ku ia malah main pergi begitu saja.

Apakah semua bos seperti itu? tidak menghargai anak buah nya juga!

Tapi ya mau gimana lagi, kita ini cuma bawahannya saja, perbanyak sabar saja ya Chika!

Aku mengambil tas dan hp ku, buru-buru aku mengikuti nya.

Di lorong dekat ruangan pak el ini sangat sepi sekali, aku bergegas mengejar pak el yang sudah masuk ke dalam lift.

"Pak tunggu!

Beruntung saja pintu lift itu belum tertutup, aku bisa menyelip masuk ke lift itu.

"Bapak tega meninggalkan saya, saya takut sendiri pak! ngedumel ku

Dia hanya diam bagaikan patung saja saat aku ajak dia bicara!

Di dalam lift ini aku berdiri agak belakangan dari pak el, ia dari tadi diam berdiri tegak saja, sungguh patung banget bos aku ini!

Kami sama-sama keluar dari lift itu, karyawan kantor masih banyak di ruang bawah ini, kenapa staf kantor ini melihat aku dengan tatapan tidak suka?

Seorang wanita cantik memperhatikan aku dari atas sampai bawah, aku jadi canggung di lihat panjang seperti itu.

"Baru sehari kerja di sini, tapi sudah berani mendekati pak adzriel!

Aku mendengar staf kantor itu lagi membisikkan aku bersama temannya.

"Palingan besok dia akan di tendang dari sini!

"Jadi cewek kok ganjen, dasar j*l*ng!

Aku mengelus dadaku, kok karyawan sini pada tidak suka dengan aku?

Apa lagi ucapannya tadi menyebut diri aku sebagai wanita j*l*ng!

Sabar Chika sabar!

"Baru hari pertama kerja sudah di bully! huff...Chika kamu harus sabar menghadapi mulut karyawan yang tidak baik itu! gumamku

Aku melanjutkan jalanku menuju parkiran motor, pak el tadi sudah duluan berangkat.

...

Seharian ini aku sangat capek dengan pekerjaan ku, aku terduduk lemas di jok belakang mobil.

"Tuan adzriel mau pulang atau mau kemana dulu?

Capek gini aku paling suka langsung pulang saja, untuk mengistirahatkan tubuh ku.

"Langsung pulang aja mang! jawabku

Mang Ujang supir pribadiku melajukan mobil ke arah rumah ku, sesampainya di rumah aku langsung di sambut oleh art rumah ku

Art rumahku sudah berjejer di depan pintu utama, mereka membungkuk badannya saat aku memasuki rumah.

Tas kerja dan juga jas aku sudah di ambil oleh art rumah ku.

"Sore mama! sapa ku saat mama lagi duduk di sofa.

"Sore juga..! jawab mama

Mama selalu menunggu aku pulang kerja, omong-omong papa aku sudah tidak ada lagi saat aku sudah memasuki dunia perkantoran.

Papa aku meninggal dunia karena kecelakaan beruntun yang terjadi lima tahun silam lalu, berarti kami sudah lima tahun di tinggalkan oleh papa.

Mengingat papa aku jadi sangat sedih, papa orang yang sangat aku sayang telah tiada dan meninggalkan kami selama-lamanya.

"Sini dulu el! ujar mama menepuk sofa di sebelahnya

Aku menghampiri mama dan duduk di samping mama.

"Besok temani mama ke makam papa kamu ya, mama mau ziarah! ujar mama

Aku mengangguk sebagai jawabannya, setiap akhir bulan mama pasti akan menyempatkan dirinya ziarah ke makam papa.

"Mama kangen papa kamu el! ujar mama dengan mata yang sudah berembun

"El juga ma! ujarku

Setiap mau ke makam papa, mama pasti akan mengucapkan kata-kata rindu itu, hati aku sangat teriris saat mama mengucapkan kata-kata rindu itu.

"Mama jangan nangis! ujar ku menghapus air mata mama yang mengalir di pipinya.

"Mama sangat merindukan papa kamu el! ujar mama

Aku tidak tau harus melakukan apa-apa lagi, selain membawa mama ke dalam dekapanku.

"El tidak ingin melihat mama nangis lagi, papa sudah tenang di alam sana ma! ujarku menenangkan mama

Air mata mama terus saja berderai, aku tambah mendekap tubuh mama dengan erat.

Sudah lama kami berpelukan aku menghapus sisa-sisa air mata mama.

"El ke kamar dulu ya ma! ujarku

Mama mengangguk seraya tersenyum, aku menaiki anak tangga satu persatu, badan aku sangat capek sekali.

Sampai di kamar aku langsung membanting tubuh ku ke atas kasur, teringat lagi dengan mendiang papa, aku juga sangat merindukan papa.

Papa selalu mensupport aku di saat aku lelah seperti ini, tapi support itu sudah tidak ada lagi.

"El rindu papa! gumamku melihat foto papa saat memeluk aku pas waktu aku sarjana dulu.

...

bersambung...

...----------------...

Ya guys ya mari dung baca cerita receh aku 🥺🥺🥺

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Terpopuler

Comments

Nur Adam

Nur Adam

lnjut

2022-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!