1 minggu kemudian...
Sudah satu minggu ini aku bolak-balik ke rumah pak adzriel, karena pekerjaan kantoran sangat membutuhkan tanda tangan nya.
Pagi ini aku sudah di suruh oleh pak Alex untuk ke rumah pak adzriel, karena pak Alex ada meeting maka nya aku yang di utus untuk ke rumah pak adzriel.
"Kenapa harus saya sih pak? tanyaku ingin membantah
"Karena kamu sekretaris pak adzriel, makanya kamulah yang saya utus! ujar pak Alex
"Tapi pak...! ujarku memelas
"Chik, ini demi perusahaan kita bersama! ujar pak Alex
Lalu ia pergi dari hadapan ku, aku ingin nangis rasa nya, aku tidak ingin kembali ke rumah pak adzriel lagi, karena apa?
"Karena aku sering di marahi oleh pak adzriel, dia juga sering memukul kepalaku dengan pulpen!
Huuu... huuu...aku pengen berhenti saja jadi sekretaris nya!
"Kamu tidak kenapa-napa? tanya teman sekantor ku
"Tidak apa-apa! ujarku kembali bersikap biasa dan profesional
Aku ke rumah pak adzriel menggunakan motorku, belum sampai di sana tanganku sudah berkeringat dingin.
"Yok bisa yok!
Sampai di halaman rumah pak adzriel aku memarkirkan motor ku, kaki ini melangkah dengan gemetaran menuju pintu rumah nya
"Assalamualaikum! sahut ku
"Wa'alaikumussalam! sahut seseorang dari dalam rumah besar bak istana ini
"Eh, mbak Chika silahkan masuk mbak! ucap art rumah ini
Aku di bawa masuk dan di persilahkan duduk di sofa ruang tamu oleh art ini, sudah sering aku ke sini tapi aku masih saja gemetaran.
"Hadapi chika, ini tantangan bagi kamu!
Pak adzriel datang bersamaan dengan art rumah yang mengantarkan minuman untuk ku, aku berdiri untuk memberi hormat kepada bapak adzriel ini.
"Mana laporan yang harus saya tanda tangani? ia langsung meminta laporan ke aku sementara aku tidak di persilahkan duduk dulu.
"Saya berdiri aja ni pak? ucapku
"Ngapain kamu berdiri, saya datang kamu malah berdiri kayak orang mau pamitan aja! ucap nya dengan jutek
Sabar Chika sabar ini ujian untuk kamu!
"Sudahlah pak, saya nggak punya banyak waktu! ujarku sok sibuk
"Ya, mana laporan nya? ujar nya
Aku mengeluarkan laporan yang pak Alex berikan padaku tadi, lalu aku memberikan nya ke pak adzriel.
Dia membaca laporan itu dulu sebelum ia tanda tangan.
5 menit kemudian...
Teh yang di buatkan oleh art tadi sudah habis aku minum tapi bos tengil ini belum selesai juga membaca laporan nya!
"Lama ya! gumamku sambil melirik ke sana sini.
Dia tidak tersinggung dengan ucapan ku, dengan kesal nya aku ikut duduk di sebelah nya ingin melihat apa yang ia baca, kok selama itu!
"Bapak ngerjain saya? ujarku
Kalian tau, laporan ini hanya beberapa paragraf saja, masa iya selama ini membacanya!
"Plakk!
Ia memukul kepalaku dengan pulpen, aku menggenggam tangan ku karena kesal plus jengkel abis!
"Bisa diam dulu! ucap nya sangat dingin
"Lama lagi pak? tanya ku
"Huuf... chika saya lagi mempelajari ini dulu, jadi kamu D I A M! ucap nya menekan kata diam
Mata elangnya itu membuat aku takut dan ucapan nya itu bikin aku keringat dingin.
Sambil menunggu ia selesai membaca laporan itu, aku berdiri sambil melihat-lihat isi rumah ini, aku pergi ke arah sisi kanan rumah ini, ternyata di sebelah kanan rumah ini ada gym pak adzriel.
"Ternyata dia suka olahraga!
Selesai lihat-lihat aku kembali lagi ke tempat pak adzriel, takutnya ia mencari ku.
Putar balik dan...
Dukk
"Aawss... sakit! hidung ku kejedot sesuatu yang keras tapi sedikit lunak.
"Bukanya kerja malah keluyuran! ujar nya
Astaga, berarti hidungku kejedot sama dada six pack pak adzriel!
"Bapak punya gym? tanya ku untuk menetralkan jantung ku supaya tidak ingat lagi dengan kejadian barusan
"Kerja, buka nanya yang lain! ujar nya
"Haha...iya kerja! ujar ku dengan tertawa di buat-buat
Dia heran dengan ku karena sikap aku berubah menjadi konyol, astaga aku kenapa ya?
Aku jalan mendahului dia aku tidak ingin melihat dia lagi, sudah cukup malu aku hari ini!
"Laporan nya sudah bapak tanda tangani? tanya ku
"Belum! ujar nya
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku sambil mengepal tanganku, aku sangat kesal dengan nya, dari tadi dia ngapain aja?
Mama papa aku ingin nangis, huuu....huuuaa...mama papa aku ingin berhenti kerja!
"Bapak adzriel yang terhormat kenapa belum ditanda tangan? tanya ku dengan lembut, aslinya ingin memaki nya
"Kamu saja tidak ada di samping saya! ujar nya
Kenapa harus aku, aku menunjuk diriku sendiri tanpa di lihat oleh nya, karena aku membelakangi nya.
"Maksud saya, kamu harus lihat kalau saya sendiri yang menanda tangani ini! ujar nya
Aku tersenyum kecil ciee...kayaknya dia ada sesuatu deh sama aku! hahahai...asikk pak jutek mulai ada rasa.
Eeh...tapi kamu jangan GR dulu chika!, dasar chika! hehehe...!
"Buruan pak, saya nggak banyak waktu! aku mendesak nya agar aku bisa pergi dari sini
"Saya tidak bisa kalau di desak! ujar nya
"Oke, santai saja, mari kita saksikan bapak adzriel menandatangani laporan ini! ujar ku seperti MC saja.
Btw sudah cocok belum aku jadi MC?
Sudahlah jangan bahas yang lain dulu, mari kita lanjutkan melihat bapak jutek tanda tangan.
Srek
bunyi pena yang ia coret kan di atas kertas itu.
"Sudah pak? tanya ku
"Sudah! jawab nya
Lalu aku mengambil map berwarna kuning yang berisi laporan itu dari hadapan nya, ku masukan kembali map itu ke dalam tas ku.
"Terima kasih atas waktu nya bapak adzriel! ujar ku dengan suara lembut
Dia tersenyum samar bahkan senyumnya itu tidak bisa di lihat secara langsung.
"Saya yang berterima kasih pada kamu, kamu rela ke sini demi meminta tanda tangan, coba karyawan lain di suruh ke sini, pasti mereka tidak mau!
"Kamu karyawan yang mau datang ke rumah saya, saya salut dengan kamu! ujar nya
Aku hanya terpaksa pak boro-boro aku mau ke sini lagi, kalau nggak di paksa nggak akan saya mau ke sini.
"Haha...makasih pak, saya permisi dulu! ujar ku dengan tertawa kecil
Kadang gue heran sama dia, kadang dia baik kadang dia jutek, dan kadang dia lembutnya minta ampun!
"Kunci motor gue mana?
Aku mencari kunci motorku di dalam tas dan di saku baju ku, tapi tidak ketemu juga.
"Apa jangan-jangan tertinggal di dalam!
Apa boleh buat aku harus balik ke dalam terus ambil kunci sialan itu, pakai tinggal segala kunci sialan itu!
"Kenapa balik lagi? tanya nya yang masih duduk di sana
"Kunci sialan tertinggal pak! ujar ku
"Ehh...maksud saya kunci motor saya pak! ujar ku
Dia mengangguk lalu melemparkan kunci motor itu padaku.
Baru saja dia bersikap baik padaku tapi ini malah tengil lagi, dasar bos sialan kamu pak!
....
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments