part 10. Bos Besar Aneh!

Aku makan di suapi oleh mama sama hal yang di lakukan oleh mama dulu, waktu kecil aku sering di suapi oleh mama dan sekarang hal itu terulang lagi.

Mama memperlihatkan wajah senyuman dan bahagia nya ke aku, aku juga ikut merasa senang melihat mama yang bahagia.

"Mama keinget sama kamu waktu kecil dulu, dulu kamu susah banget makan! ujar mama

"Nama nya juga anak kecil tan! ujar Alex

"Iya juga! ujar mama

"Emang aku susah makan ya ma? tanya ku

"Iya susah banget! ujar mama

Aku melanjutkan makan sambil di tertawa kan oleh Alex, "huuu... adzriel kembali ke masa kecilnya! ledek Alex

"Iri aja lo sama gue! ujar ku

"Nggak iri tapi menertawakan lo udah gede masih di suapin sama mama! ledek Alex

Aku hanya diam saja dan mengabaikan nya, kapan lagi kan di suapin sama mama!

Tok...tok...tok...

Sedang enak-enak makan sambil di suapin mama eh ada orang yang ketuk pintu, kira-kira siapa ya?

"Biar gue buka! ujar Alex

Alex membuka pintu itu aku tidak melihat siapa yang datang, karena masih tertutup oleh pintu.

"Saya mau melihat pak el apa boleh pak?

Aku mendengar samar-samar suara wanita, siapa yang membesuk aku?

"Boleh! ujar Alex yang aku dengar

Aku melanjutkan makan yang di suapi oleh mama.

"Assalamualaikum pak el, tante! ujar sekretaris ku.

"Wa'alaikumussalam! jawab mama

Chika Anastasya ternyata dia yang membesuk aku, lalu ia menyalami punggung tangan mama.

"Hai tante nama aku Chika Anastasya, aku sekretaris pak adzriel! ujar nya dengan sopan

"Hai juga, saya mama nya adzriel! ujar mama

Tatapan mama sangat berbeda melihat Chika, firasat aku tidak enak saja jadinya, akan kah mama memarahi Chika atau tidak suka dengan kehadiran sekretaris aku ini?

"El ini pacar kamu? tanya mama

Aku menggelengkan kepalaku, tapi mama tidak percaya dengan aku.

"Pacar nya el, kamu ke sini dulu! ujar mama memanggil chika

Dia melihat ke belakang lalu dia kelihatan heran, karena mama memanggil dia dengan sebutan pacar aku.

"Pak Alex mama pak el manggil siapa?

"Nggak tau, tapi tante Saras melihat kamu!

"Tapi saya kan bukan pacar pak el!

"Wahh harapan bagus tuh, siapa tau kalian cocok!

"Pak Alex apan sih? jangan ngaco pak!

"Hey pacarnya el saya manggil kamu lho! ujar mama

Chika mengahmpiri mama otomatis dia akan berdekatan dengan ku, mama mengambil tangan nya, ia mengerutkan keningnya.

"Kalian berdua ngobrol dulu ya tante sama Alex keluar dulu! ujar mama sangat sumringah.

Aku baru lihat mama se sumringah ini, biasanya ada cewek yang dekati aku wajah mama menunjukkan wajah masam dan tidak suka nya.

Tapi kenapa kali ini mama sangat sumringah dan bahagia?

"Kalian berdua ngobrol lah sepuasnya, kamu pasti sudah lama merindukan pacar kamu kan!

"Jadi mama akan beri waktu kalian untuk ngobrol dan melepaskan rasa rindu kalian! ujar mama sangat antusias

Lalu mereka berdua pergi keluar kini aku dan Chika yang berada di kamar inap aku ini, aku melihat nya sekilas.

Ekspresi wajahnya seperti ketakutan dan canggung.

Hening.

"Kamu kesini ada apa? ujar ku

"Bapak baik-baik saja? ujar nya

Ucapan kami saling beradu lalu kami sama-sama diam, seperti nya dia sangat gugup.

"Kamu duluan! ujar ku

"Bapak duluan! ujar nya

Ucapan kami saling beradu lagi, lalu ia menghela nafas nya.

Hening.

Kami saling diam-diaman lagi, ia masih berdiri menundukkan kepalanya.

"Kalau kamu seperti itu terus yang ada saya bisa puyeng liat kamu! ujar ku

Dia melihat aku lalu meletakkan barang bawaan nya di atas nakas.

"Maaf kalau saya menganggu kesenangan bapak, saya kesini hanya melihat kondisi bapak saja!

"Kalau gitu saya permisi pak, maaf sekali lagi kalau saya menganggu bapak! ujar nya

Lalu ia hendak pergi dari sini, "gimana keadaan kantor selama saya tidak hadir? tanya ku

"Seperti biasa pak tidak ada yang berubah! jawab nya

"Oh! ujar ku singkat

...

Pak adzriel nyebelin banget sih, udah hampir mati gitu tapi sikapnya masih tetap sama cuek, dingin, jutek lagi.

Aku hanya melihat pak adzriel yang kesusahan mengambil air minum di atas nakas.

Kalau susah begitu minta tolong kek, ini nggak sok-sokan bisa ngambil sendiri.

"Kalau susah apa salahnya sih pak adzriel minta bantuan saya! ujar ku membantu mengambil air minum untuk nya.

"Udah tau saya kesusahan tapi kamu tidak mau membantu saya! ujar nya

Lah ini apa maksud nya coba? sudah di bantuin malah bilang nggak di bantuin, gimana sih?

"Bapak sendiri dari awal nggak mau minta bantuan saya!

"Ya...jadinya saya punya inisiatif sendiri untuk membantu bapak! ujar ku

"Kamu salah-in saya? tanya nya

Menurut kamu apa pak? gelar iya bos besar tapi tetap saja o'on gitu!

"Bos besar nggak tau minta terima kasih ya! ujar ku

"Saya nggak butuh bantuan kamu! ujar nya

Lama-lama dengan pak bos ini bikin mumet kepala aku!, kenapa ada ya bos nyebelin kayak dia?

Nyesel aku ke sini!, yang ada aku kena ngedumel dari dia melulu, udah sekarat gitu masih aja suka salah-in orang!.

"Terserah mu lah pak, saya juga mumet dengan bapak!

"Plin-plan! ujar ku

Kami saling diam-diaman pak adzriel menatap aku dengan dingin nya, tapi tatapan dingin nya itu sudah biasa bagi ku.

"Apa? tanya ku membesarkan bola mataku ke dia.

"Gadis kecil kamu lihat saja ya! ujar nya membuat aku merinding.

Astagfirullah jangan sampai dia berubah menjadi om-om hidung belang, om-om hidung belang kan sering mengucapkan itu.

"Hey bapak adzriel sudah gila ya? ujar ku menjauhi dia.

Dia turun dari brankar dan mendekati aku, aku mundur sedikit demi sedikit untuk menghindari nya.

Aku sudah tersudut di dinding ia masih mendekati aku.

"Apa tadi kamu bilang? tanya nya

"Ulangi! ujar nya sekali lagi memukul dinding

Aku gemetaran karena takut baru sekali ini ada pria yang berani bicara secara dekat-dekat dengan ku.

"Minggir pak! ujar ku

"Ulangi dulu! ujar nya

"Saya tidak ngomong apa-apa pak, saya juga tidak menyinggung bapak! ujar ku

Dia senyum smirk kepada ku lalu sekali lagi ia memukul dinding, kaki ku sudah gemetaran di buatnya.

"Oooh, kamu tidak ingat kah? tanya nya

Aku menggeleng

"Mari saya ingatkan lagi!

"Lihat saya! saya ngomong tapi tidak di lihat, itu paling tidak saya suka!

Dengan perasaan campur aduk aku memberanikan menatap wajah pak adzriel, di lihat secara dekat dia ganteng juga, apa lagi kulitnya putih mulus.

"Maksud kamu bilang saya gila itu apa? tanya nya

"Saya tidak tau pak, tapi mulut ini! ujar ku menunjuk mulut ku.

Dia memukul dinding sambil menutup matanya, "kamu sengaja menggoda saya? tanya nya

Apa yang dia bilang? menggoda dia? oh tidak ya pak adzriel yang terhormat, andai kata cuma kamu laki-laki yang ada di dunia ini, mungkin aku tidak akan mau menggoda kamu pak.

Mungkin aku akan berpikir panjang terlebih dahulu, lebih baik aku jomblo seumur hidup dari pada aku bersama kamu!

No no no aku tidak mau!

"Saya bukan menggoda bapak, tapi saya hanya beri tahu bapak saja! ujar ku

Emang menunjuk mulut ke cowok itu apa kita menggoda dia?

Nggak kan?

Ya sudah, ya nggak lah masa iya, nggak mungkin kan ya guys ya!

Dia kembali ke brankar nya lalu ia berbaring lagi, aneh banget bos besar ini?

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!