Aku makan di suapi oleh mama sama hal yang di lakukan oleh mama dulu, waktu kecil aku sering di suapi oleh mama dan sekarang hal itu terulang lagi.
Mama memperlihatkan wajah senyuman dan bahagia nya ke aku, aku juga ikut merasa senang melihat mama yang bahagia.
"Mama keinget sama kamu waktu kecil dulu, dulu kamu susah banget makan! ujar mama
"Nama nya juga anak kecil tan! ujar Alex
"Iya juga! ujar mama
"Emang aku susah makan ya ma? tanya ku
"Iya susah banget! ujar mama
Aku melanjutkan makan sambil di tertawa kan oleh Alex, "huuu... adzriel kembali ke masa kecilnya! ledek Alex
"Iri aja lo sama gue! ujar ku
"Nggak iri tapi menertawakan lo udah gede masih di suapin sama mama! ledek Alex
Aku hanya diam saja dan mengabaikan nya, kapan lagi kan di suapin sama mama!
Tok...tok...tok...
Sedang enak-enak makan sambil di suapin mama eh ada orang yang ketuk pintu, kira-kira siapa ya?
"Biar gue buka! ujar Alex
Alex membuka pintu itu aku tidak melihat siapa yang datang, karena masih tertutup oleh pintu.
"Saya mau melihat pak el apa boleh pak?
Aku mendengar samar-samar suara wanita, siapa yang membesuk aku?
"Boleh! ujar Alex yang aku dengar
Aku melanjutkan makan yang di suapi oleh mama.
"Assalamualaikum pak el, tante! ujar sekretaris ku.
"Wa'alaikumussalam! jawab mama
Chika Anastasya ternyata dia yang membesuk aku, lalu ia menyalami punggung tangan mama.
"Hai tante nama aku Chika Anastasya, aku sekretaris pak adzriel! ujar nya dengan sopan
"Hai juga, saya mama nya adzriel! ujar mama
Tatapan mama sangat berbeda melihat Chika, firasat aku tidak enak saja jadinya, akan kah mama memarahi Chika atau tidak suka dengan kehadiran sekretaris aku ini?
"El ini pacar kamu? tanya mama
Aku menggelengkan kepalaku, tapi mama tidak percaya dengan aku.
"Pacar nya el, kamu ke sini dulu! ujar mama memanggil chika
Dia melihat ke belakang lalu dia kelihatan heran, karena mama memanggil dia dengan sebutan pacar aku.
"Pak Alex mama pak el manggil siapa?
"Nggak tau, tapi tante Saras melihat kamu!
"Tapi saya kan bukan pacar pak el!
"Wahh harapan bagus tuh, siapa tau kalian cocok!
"Pak Alex apan sih? jangan ngaco pak!
"Hey pacarnya el saya manggil kamu lho! ujar mama
Chika mengahmpiri mama otomatis dia akan berdekatan dengan ku, mama mengambil tangan nya, ia mengerutkan keningnya.
"Kalian berdua ngobrol dulu ya tante sama Alex keluar dulu! ujar mama sangat sumringah.
Aku baru lihat mama se sumringah ini, biasanya ada cewek yang dekati aku wajah mama menunjukkan wajah masam dan tidak suka nya.
Tapi kenapa kali ini mama sangat sumringah dan bahagia?
"Kalian berdua ngobrol lah sepuasnya, kamu pasti sudah lama merindukan pacar kamu kan!
"Jadi mama akan beri waktu kalian untuk ngobrol dan melepaskan rasa rindu kalian! ujar mama sangat antusias
Lalu mereka berdua pergi keluar kini aku dan Chika yang berada di kamar inap aku ini, aku melihat nya sekilas.
Ekspresi wajahnya seperti ketakutan dan canggung.
Hening.
"Kamu kesini ada apa? ujar ku
"Bapak baik-baik saja? ujar nya
Ucapan kami saling beradu lalu kami sama-sama diam, seperti nya dia sangat gugup.
"Kamu duluan! ujar ku
"Bapak duluan! ujar nya
Ucapan kami saling beradu lagi, lalu ia menghela nafas nya.
Hening.
Kami saling diam-diaman lagi, ia masih berdiri menundukkan kepalanya.
"Kalau kamu seperti itu terus yang ada saya bisa puyeng liat kamu! ujar ku
Dia melihat aku lalu meletakkan barang bawaan nya di atas nakas.
"Maaf kalau saya menganggu kesenangan bapak, saya kesini hanya melihat kondisi bapak saja!
"Kalau gitu saya permisi pak, maaf sekali lagi kalau saya menganggu bapak! ujar nya
Lalu ia hendak pergi dari sini, "gimana keadaan kantor selama saya tidak hadir? tanya ku
"Seperti biasa pak tidak ada yang berubah! jawab nya
"Oh! ujar ku singkat
...
Pak adzriel nyebelin banget sih, udah hampir mati gitu tapi sikapnya masih tetap sama cuek, dingin, jutek lagi.
Aku hanya melihat pak adzriel yang kesusahan mengambil air minum di atas nakas.
Kalau susah begitu minta tolong kek, ini nggak sok-sokan bisa ngambil sendiri.
"Kalau susah apa salahnya sih pak adzriel minta bantuan saya! ujar ku membantu mengambil air minum untuk nya.
"Udah tau saya kesusahan tapi kamu tidak mau membantu saya! ujar nya
Lah ini apa maksud nya coba? sudah di bantuin malah bilang nggak di bantuin, gimana sih?
"Bapak sendiri dari awal nggak mau minta bantuan saya!
"Ya...jadinya saya punya inisiatif sendiri untuk membantu bapak! ujar ku
"Kamu salah-in saya? tanya nya
Menurut kamu apa pak? gelar iya bos besar tapi tetap saja o'on gitu!
"Bos besar nggak tau minta terima kasih ya! ujar ku
"Saya nggak butuh bantuan kamu! ujar nya
Lama-lama dengan pak bos ini bikin mumet kepala aku!, kenapa ada ya bos nyebelin kayak dia?
Nyesel aku ke sini!, yang ada aku kena ngedumel dari dia melulu, udah sekarat gitu masih aja suka salah-in orang!.
"Terserah mu lah pak, saya juga mumet dengan bapak!
"Plin-plan! ujar ku
Kami saling diam-diaman pak adzriel menatap aku dengan dingin nya, tapi tatapan dingin nya itu sudah biasa bagi ku.
"Apa? tanya ku membesarkan bola mataku ke dia.
"Gadis kecil kamu lihat saja ya! ujar nya membuat aku merinding.
Astagfirullah jangan sampai dia berubah menjadi om-om hidung belang, om-om hidung belang kan sering mengucapkan itu.
"Hey bapak adzriel sudah gila ya? ujar ku menjauhi dia.
Dia turun dari brankar dan mendekati aku, aku mundur sedikit demi sedikit untuk menghindari nya.
Aku sudah tersudut di dinding ia masih mendekati aku.
"Apa tadi kamu bilang? tanya nya
"Ulangi! ujar nya sekali lagi memukul dinding
Aku gemetaran karena takut baru sekali ini ada pria yang berani bicara secara dekat-dekat dengan ku.
"Minggir pak! ujar ku
"Ulangi dulu! ujar nya
"Saya tidak ngomong apa-apa pak, saya juga tidak menyinggung bapak! ujar ku
Dia senyum smirk kepada ku lalu sekali lagi ia memukul dinding, kaki ku sudah gemetaran di buatnya.
"Oooh, kamu tidak ingat kah? tanya nya
Aku menggeleng
"Mari saya ingatkan lagi!
"Lihat saya! saya ngomong tapi tidak di lihat, itu paling tidak saya suka!
Dengan perasaan campur aduk aku memberanikan menatap wajah pak adzriel, di lihat secara dekat dia ganteng juga, apa lagi kulitnya putih mulus.
"Maksud kamu bilang saya gila itu apa? tanya nya
"Saya tidak tau pak, tapi mulut ini! ujar ku menunjuk mulut ku.
Dia memukul dinding sambil menutup matanya, "kamu sengaja menggoda saya? tanya nya
Apa yang dia bilang? menggoda dia? oh tidak ya pak adzriel yang terhormat, andai kata cuma kamu laki-laki yang ada di dunia ini, mungkin aku tidak akan mau menggoda kamu pak.
Mungkin aku akan berpikir panjang terlebih dahulu, lebih baik aku jomblo seumur hidup dari pada aku bersama kamu!
No no no aku tidak mau!
"Saya bukan menggoda bapak, tapi saya hanya beri tahu bapak saja! ujar ku
Emang menunjuk mulut ke cowok itu apa kita menggoda dia?
Nggak kan?
Ya sudah, ya nggak lah masa iya, nggak mungkin kan ya guys ya!
Dia kembali ke brankar nya lalu ia berbaring lagi, aneh banget bos besar ini?
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments