Jam tujuh pagi aku sudah sampai di kantor, aku pengen tau keadaan pak el dari pak Alex, tapi sayangnya pak Alex juga belum datang.
Biasanya dia akan datang cepat dari aku, tapi hari ini dia belum datang.
"Pagi Chika! ujar Riska
Selama kerja di kantor ini aku hanya mempunyai teman baik yaitu Riska, dia yang selalu menemani aku saat jam istirahat.
Kami sudah termasuk teman dekat alias bestie.
"Tumben lo datangnya cepat? tanya Riska
"Menanamkan sifat disiplin saja! ujar ku
Apa Riska tau dengan keadaan pak el saat ini, coba saja aku tanya sama dia siapa tau dia tau dari staf yang lain.
"Eeeh lo kan sekretaris pak el, apa lo nggak membesuk pak el di rumah sakit, pak el abis operasi jantung lho! ujar Riska
Belum aku tanya tapi Riska malah memberi tau duluan.
Benar dugaan ku kalau pak adzriel mempunyai riwayat penyakit jantung, dan sudah sangat parah.
Aku jadi sangat-sangat merasa bersalah kemaren itu tidak menolong nya.
"Huss gue ngomong lo malah melamun! ujar Riska menepuk pundak ku.
Aku tersenyum kecil, "nanti kalau ada waktu! ujar ku
Kalau sekarang aku pergi ke rumah sakit tidak masalah, tapi pagi ini aku harus menggantikan pak el untuk meeting, aku juga di dampingi oleh pak Alex.
Tapi sampai sekarang pak Alex belum juga kunjung tiba.
"Lo cari siapa sih dari tadi celingak-celinguk? tanya Riska
"Gue cari pak Alex pagi ini kita ada meeting dengan klien penting! ujar ku
Riska mengetuk-ngetuk dagunya seperti nya dia lagi mencari ide.
"Telepon aja! ujar Riska
Yang di bilang Riska itu ada benarnya, tapi masalah nya aku tidak mempunyai nomor hp pak Alex maupun pak el!
"Jangan bilang nomor telepon pak Alex nggak ada sama lo! ujar Riska
Aku cengengesan sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.
"Gue lupa mintak nomor telepon nya ris! ujar ku
"Iiihhh... sekretaris macam apa lo, masa nomor telepon dari salah satu bos lo nggak lo simpan! ujar Riska gregetan
Lalu Riska mengambil hp yang aku pegang dari tadi, "eeeh kamu mau apa? ujar ku
"Gue pecahin ponsel lo, ya gue mau nyalin nomor telepon pak Alex lah ke hp lo! ujar Riska
Aku mengelus dadaku untung saja tidak sungguhan Riska mau mecahin hp aku!
"Telepon sekarang! titah Riska sudah menelepon pak Alex di hp aku.
"Tersambung tapi tidak di angkat ris! ujar ku
"Coba aja dulu, palingan dia lagi sibuk di rumah sakit! ujar Riska
Aku menautkan kedua alisku, lagi sibuk di rumah sakit?, kenapa pak Alex harus repot-repot mengurus pak el?
Apa hubungan mereka sangat baik?
"Mereka konco erat, bagaikan saudara! ujar Riska
Pantas saja pak Alex selama ini tidak pernah takut sama pak adzriel, ternyata mereka begitu dekat!
"Ooh begitu! ujar ku
Telepon ku tak di angkat oleh pak Alex, mungkin saja dia lagi sibuk sama pak adzriel!.
"Gue duluan ya, kerjaan gue masih banyak menumpuk, se gunung! ujar Riska
Dia pergi dari tempat ku sambil melambai-lambaikan tangannya, seperti bocah yang mau pamitan aja!
Dering...dering...dering...
Hp aku berbunyi ternyata pak Alex tadi yang menelepon aku.
"Selamat pagi pak, ini saya Chika! ujar ku
"Iya Chika ada apa? apa ada masalah di kantor?
"Bukan pak, saya hanya memberi tahu kalau sekarang kita ada meeting dengan klien yang waktu itu! ujar ku
Hening.
Pak Alex tidak bersuara aku pun juga diam, aku juga bingung mau bicara apa lagi.
"Oh iya maaf Chika saya lupa kasih tau kamu, kalau meeting hari ini kita undur dulu, saya sekarang belum bisa ke kantor, karena pak adzriel masih membutuhkan saya!
Aku sebenarnya pengen membesuk pak adzriel, tapi aku juga takut kalau kehadiran aku tidak di terima gimana?
Nanti mama atau papa pak adzriel tidak mengizinkan aku melihat gimana?
"Kamu masih di sana?
"Masih pak! ujar ku
"Kalau kamu mau ke sini tidak masalah juga!
Aku tersenyum kecil, hmm...nanti sepulang dari sini aku mau melihat pak adzriel.
"Emang boleh pak? tanya ku
"Siapa yang melarang kamu?
Aku cengengesan.
"Hehe... baiklah pak! ujar ku
Panggilan telepon di putus oleh pak Alex, kini aku melakukan pekerjaan ku.
...
Sore pun tiba aku masih melanjutkan pekerjaan ku, tanpa ada pak el aku merasa tidak seru aja berkerja, kami sering berseteru saat bekerja.
Aku sebagai sekretaris nya kok bisa mengatur-atur bos aku sendiri ya?
Entahlah aku juga tidak tau, entah keberanian dari mana aku dapat sehingga aku bersitegang melulu dengan bos aku.
Tapi sekarang dia lagi terbaring lemas di rumah sakit, ternyata orang kaya bisa sakit juga ya!
Aku tidak menyangka bahwa pak adzriel mempunyai penyakit yang sangat parah, beruntung dia bisa di selamatkan dan untungnya ada pendonor untuk nya.
Orang yang mendonorkan jantungnya untuk pak adzriel pasti sangat baik, aku do'akan untuk orang yang mendonorkan jantungnya itu ke pak adzriel semoga Husnul khatimah!
Akhirnya aku selesai juga mengerjakan pekerjaan ku, hari ini aku pulang lebih awal karena pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak.
Dan aku juga bisa membesuk pak adzriel hari ini.
...
Tadi malam aku sudah sadar dari operasi yang aku jalani, aku masih lemas rasanya jantung aku masih sedikit sakit, tapi sakit nya tidak sesakit dulu.
Aku sangat bersyukur akhirnya ada orang yang sangat baik, ia rela memberikan jantung nya untuk aku.
"Gimana el apa kamu masih merasakan sakit? tanya mama
Aku memaksakan senyum lalu menggeleng sebagai jawaban nya, sedikit sakit itu yang aku rasakan, kalau aku beri tau mama takut nya mama khawatir.
"El baik-baik saja ma! ujar ku dengan suara lemas.
Alex ternyata masih menemani aku, aku kira dia ke kantor ternyata dia masih di sini!
"Lex! panggil ku
Alex menghampiri aku, "iya el! ujar nya
"Bagaimana dengan kantor? tanya ku
"Gue heran sama lo sakit gini tapi lo masih aja mikirin kantor dan kerjaan!
"Lo nggak usah pikirin kantor dulu, untuk sekarang ini lo harus mikirin kesehatan lo, jangan khawatir dengan kantor! ujar nya
Aku tidak bisa meninggalkan tanggung jawab aku begitu saja, perusahaan itu adalah peninggalan papa satu-satunya, jadi aku tidak ingin melepas tanggung jawab aku begitu saja.
"Iya yang di bilang Alex itu benar, kamu harus sembuh dulu baru memikirkan kantor! ujar mama
"Aku nggak bisa melepas tanggung jawab aku begitu saja ma! ujar ku
"Mama tau, tapi kamu harus sembuh dulu el, jangan keras kepala seperti almarhum papa kamu! ujar mama
Aku mengangguk dan diam saja, hmm... kira-kira yang menolong aku waktu aku terkena serangan jantung itu siapa ya?
Yang aku ingat aku terjatuh di lantai waktu itu, terus aku tidak tau apa-apa lagi, dan aku tau aku sudah sampai di rumah sakit ini saja!
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments