part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?

Jam tujuh pagi aku sudah sampai di kantor, aku pengen tau keadaan pak el dari pak Alex, tapi sayangnya pak Alex juga belum datang.

Biasanya dia akan datang cepat dari aku, tapi hari ini dia belum datang.

"Pagi Chika! ujar Riska

Selama kerja di kantor ini aku hanya mempunyai teman baik yaitu Riska, dia yang selalu menemani aku saat jam istirahat.

Kami sudah termasuk teman dekat alias bestie.

"Tumben lo datangnya cepat? tanya Riska

"Menanamkan sifat disiplin saja! ujar ku

Apa Riska tau dengan keadaan pak el saat ini, coba saja aku tanya sama dia siapa tau dia tau dari staf yang lain.

"Eeeh lo kan sekretaris pak el, apa lo nggak membesuk pak el di rumah sakit, pak el abis operasi jantung lho! ujar Riska

Belum aku tanya tapi Riska malah memberi tau duluan.

Benar dugaan ku kalau pak adzriel mempunyai riwayat penyakit jantung, dan sudah sangat parah.

Aku jadi sangat-sangat merasa bersalah kemaren itu tidak menolong nya.

"Huss gue ngomong lo malah melamun! ujar Riska menepuk pundak ku.

Aku tersenyum kecil, "nanti kalau ada waktu! ujar ku

Kalau sekarang aku pergi ke rumah sakit tidak masalah, tapi pagi ini aku harus menggantikan pak el untuk meeting, aku juga di dampingi oleh pak Alex.

Tapi sampai sekarang pak Alex belum juga kunjung tiba.

"Lo cari siapa sih dari tadi celingak-celinguk? tanya Riska

"Gue cari pak Alex pagi ini kita ada meeting dengan klien penting! ujar ku

Riska mengetuk-ngetuk dagunya seperti nya dia lagi mencari ide.

"Telepon aja! ujar Riska

Yang di bilang Riska itu ada benarnya, tapi masalah nya aku tidak mempunyai nomor hp pak Alex maupun pak el!

"Jangan bilang nomor telepon pak Alex nggak ada sama lo! ujar Riska

Aku cengengesan sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.

"Gue lupa mintak nomor telepon nya ris! ujar ku

"Iiihhh... sekretaris macam apa lo, masa nomor telepon dari salah satu bos lo nggak lo simpan! ujar Riska gregetan

Lalu Riska mengambil hp yang aku pegang dari tadi, "eeeh kamu mau apa? ujar ku

"Gue pecahin ponsel lo, ya gue mau nyalin nomor telepon pak Alex lah ke hp lo! ujar Riska

Aku mengelus dadaku untung saja tidak sungguhan Riska mau mecahin hp aku!

"Telepon sekarang! titah Riska sudah menelepon pak Alex di hp aku.

"Tersambung tapi tidak di angkat ris! ujar ku

"Coba aja dulu, palingan dia lagi sibuk di rumah sakit! ujar Riska

Aku menautkan kedua alisku, lagi sibuk di rumah sakit?, kenapa pak Alex harus repot-repot mengurus pak el?

Apa hubungan mereka sangat baik?

"Mereka konco erat, bagaikan saudara! ujar Riska

Pantas saja pak Alex selama ini tidak pernah takut sama pak adzriel, ternyata mereka begitu dekat!

"Ooh begitu! ujar ku

Telepon ku tak di angkat oleh pak Alex, mungkin saja dia lagi sibuk sama pak adzriel!.

"Gue duluan ya, kerjaan gue masih banyak menumpuk, se gunung! ujar Riska

Dia pergi dari tempat ku sambil melambai-lambaikan tangannya, seperti bocah yang mau pamitan aja!

Dering...dering...dering...

Hp aku berbunyi ternyata pak Alex tadi yang menelepon aku.

"Selamat pagi pak, ini saya Chika! ujar ku

"Iya Chika ada apa? apa ada masalah di kantor?

"Bukan pak, saya hanya memberi tahu kalau sekarang kita ada meeting dengan klien yang waktu itu! ujar ku

Hening.

Pak Alex tidak bersuara aku pun juga diam, aku juga bingung mau bicara apa lagi.

"Oh iya maaf Chika saya lupa kasih tau kamu, kalau meeting hari ini kita undur dulu, saya sekarang belum bisa ke kantor, karena pak adzriel masih membutuhkan saya!

Aku sebenarnya pengen membesuk pak adzriel, tapi aku juga takut kalau kehadiran aku tidak di terima gimana?

Nanti mama atau papa pak adzriel tidak mengizinkan aku melihat gimana?

"Kamu masih di sana?

"Masih pak! ujar ku

"Kalau kamu mau ke sini tidak masalah juga!

Aku tersenyum kecil, hmm...nanti sepulang dari sini aku mau melihat pak adzriel.

"Emang boleh pak? tanya ku

"Siapa yang melarang kamu?

Aku cengengesan.

"Hehe... baiklah pak! ujar ku

Panggilan telepon di putus oleh pak Alex, kini aku melakukan pekerjaan ku.

...

Sore pun tiba aku masih melanjutkan pekerjaan ku, tanpa ada pak el aku merasa tidak seru aja berkerja, kami sering berseteru saat bekerja.

Aku sebagai sekretaris nya kok bisa mengatur-atur bos aku sendiri ya?

Entahlah aku juga tidak tau, entah keberanian dari mana aku dapat sehingga aku bersitegang melulu dengan bos aku.

Tapi sekarang dia lagi terbaring lemas di rumah sakit, ternyata orang kaya bisa sakit juga ya!

Aku tidak menyangka bahwa pak adzriel mempunyai penyakit yang sangat parah, beruntung dia bisa di selamatkan dan untungnya ada pendonor untuk nya.

Orang yang mendonorkan jantungnya untuk pak adzriel pasti sangat baik, aku do'akan untuk orang yang mendonorkan jantungnya itu ke pak adzriel semoga Husnul khatimah!

Akhirnya aku selesai juga mengerjakan pekerjaan ku, hari ini aku pulang lebih awal karena pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak.

Dan aku juga bisa membesuk pak adzriel hari ini.

...

Tadi malam aku sudah sadar dari operasi yang aku jalani, aku masih lemas rasanya jantung aku masih sedikit sakit, tapi sakit nya tidak sesakit dulu.

Aku sangat bersyukur akhirnya ada orang yang sangat baik, ia rela memberikan jantung nya untuk aku.

"Gimana el apa kamu masih merasakan sakit? tanya mama

Aku memaksakan senyum lalu menggeleng sebagai jawaban nya, sedikit sakit itu yang aku rasakan, kalau aku beri tau mama takut nya mama khawatir.

"El baik-baik saja ma! ujar ku dengan suara lemas.

Alex ternyata masih menemani aku, aku kira dia ke kantor ternyata dia masih di sini!

"Lex! panggil ku

Alex menghampiri aku, "iya el! ujar nya

"Bagaimana dengan kantor? tanya ku

"Gue heran sama lo sakit gini tapi lo masih aja mikirin kantor dan kerjaan!

"Lo nggak usah pikirin kantor dulu, untuk sekarang ini lo harus mikirin kesehatan lo, jangan khawatir dengan kantor! ujar nya

Aku tidak bisa meninggalkan tanggung jawab aku begitu saja, perusahaan itu adalah peninggalan papa satu-satunya, jadi aku tidak ingin melepas tanggung jawab aku begitu saja.

"Iya yang di bilang Alex itu benar, kamu harus sembuh dulu baru memikirkan kantor! ujar mama

"Aku nggak bisa melepas tanggung jawab aku begitu saja ma! ujar ku

"Mama tau, tapi kamu harus sembuh dulu el, jangan keras kepala seperti almarhum papa kamu! ujar mama

Aku mengangguk dan diam saja, hmm... kira-kira yang menolong aku waktu aku terkena serangan jantung itu siapa ya?

Yang aku ingat aku terjatuh di lantai waktu itu, terus aku tidak tau apa-apa lagi, dan aku tau aku sudah sampai di rumah sakit ini saja!

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!