part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit

Sore ini aku sengaja pergi jalan-jalan untuk melepas penat, dari pagi hingga siang aku hanya mengurung diri dalam kamar, karena tidak tau harus melakukan apa-apa.

Pekerjaan yang selama ini yang ku nanti-nanti, telah lenyap begitu saja, di pecat dari perusahaan yang aku impikan, padahal pekerjaan itu dan di perusahaan itu lah yang aku ingin kan selama ini.

"Mau kemana sore-sore gini? tanya mama

"Cari angin ma! ujar ku lesu

"Nanti masuk angin lho! ujar mama

Aku tersenyum kecil saja, lalu menyalami punggung tangan mama.

"Jangan malam-malam pulang nya! ujar mama

Aku mengangguk kecil sebagai jawaban nya, kini ku ambil motor lalu ku mulai melajukan motor ku itu.

Cari angin sambil cari pekerjaan yang cocok untuk ku, tak mungkin kan jika aku menganggur aku tidak ingin menjadi beban di keluarga ku.

Biasanya kalau bingung gini aku pengen curhat ke azura, karena azura lah yang bisa memahami ku.

Ku belokan arah motor ku ke arah rumah azura, aku pengen bercerita banyak dengan sahabat ku itu.

Sampai di pagar rumah azura aku di sambut oleh satpam yang sudah kenal dengan ku.

"Wah... pasti neng cakep cari non azura! ujar satpam itu.

Aku tersenyum lalu mengangguk, satpam rumah azura ini sering memanggil ku dengan sebutan "neng cakep", biasa lah aku emang cakep, hehe...!

"Azura nya ada pak? tanya ku

"Ada, neng silahkan masuk saja! ujar satpam itu

Kini aku menekan bel rumah azura, maklum saja rumah nya ini sangat besar dan mewah, tidak sebanding dengan rumah ku.

Ting tong

Tidak lama seseorang membuka pintu, ternyata yang membuka pintu itu adalah azura sendiri.

"Aaaa... kapan terakhir kali kita ketemu? teriak nya langsung memeluk ku

"Hmm... sangat lama! ujar ku

Aku di bawa masuk oleh azura ke rumah nya ini, dia membawa ku langsung ke kamar nya.

"Kenapa lo yang buka pintu, biasanya bibi yang buka pintu? tanya ku

"Ck... emang kalau gue yang buka pintu nggak boleh apa?, tadi gue lihat lo dari balkon, makanya gue yang buka pintu! ujar nya

Aku mengangguk-angkuk saja, hari ini aku tidak ceria seperti biasa nya, banyak ngomong pun aku juga jarang saat ini, biasanya kalau bertemu dengan azura, aku pasti banyak ngoceh ke dia.

"Tumben lo nggak banyak ngoceh? tanya azura

Aku menggeleng saja, setelah sampai di sini aku jadi malas nak bercerita dengan azura.

"Chika...lo kenapa sih? tanya azura jadi bingung

"Ada masalah kah? tanya azura

Aku tersenyum kecil lalu mengangguk.

"Ceritakan keluh kesah lo, gue siap jadi pendengar lo! ujar azura

Aku menghembuskan nafas panjang, lalu mulai bercerita pada nya.

"Ura, aku di pecat dari pekerjaan ku! ujar ku

"Kok bisa? tanya nya

Aku menggeleng-nggelengkan kepalaku, kalau di ingat kembali saat aku di pecat aku merasa sangat sakit hati, dan sedih!

"Ura, aku tidak salah tapi kenapa aku yang kena salahkan, sampai-sampai aku di pecat dari pekerjaan ku itu! ujar ku

"Salah?, emang ada apa sih, gue nggak ngerti sama masalah lo, coba lo bilang dari a sampai z! ujar nya

"Jadi, gini!

BLA BLA BLA

"Begitulah lah ura, aku sendiri tidak mengerti, siapa yang sudah memfitnah ku! ujar ku

"Wah, jahat banget mereka! ujar nya

"Entahlah, aku juga tidak mengerti, semua orang tidak percaya sama aku, hanya sebagian saja yang percaya padaku! ujar ku

"Terus, bos lo gimana, dia percaya atau tidak? tanya azura

"Tidak! ujar ku

"Tapi, lo kan bisa mohon-mohon, dan menjelaskan ke dia, kalau bukan lo yang ambil berkas itu! ujar nya

Aku tersenyum lalu diam.

5 menit kemudian...

Aku kembali bicara!.

"Percuma saja, sudah nangis-nangis di depan nya, dan bersumpah juga kalau bukan aku yang ambil, tapi itu sia-sia saja, dia bahkan tidak menghiraukan ku! ujar ku

"Bahkan dia bersikap cuek, seakan aku ini benar-benar maling nya! ujar ku

Aku masih ingat wajah cuek nya itu, saat aku mohon-mohon agar dia percaya padaku, namun, itu sia-sia saja. Mengingat kembali membuat aku sakit hati.

"Kalau ada gue di sana, sudah pasti gue bantu lo!

"Dan lagi, kok bos lo gitu amat sih, kalau gue jadi dia, mungkin gue akan selidiki terlebih dahulu! ujar nya

Lagi-lagi ku hanya tersenyum menanggapi nya, mungkin aku terlalu berharap kalau dia akan mempercayai ku, aku siapa dia juga siapa, mana mungkin dia mempercayai ku.

Sedangkan aku hanya karyawan baru di sana!

"Sekarang lo nggak punya kerjaan lagi? tanya azura

"Nggak, gue tadi nya pengen cari kerja, tapi gue masih terpikir sama pekerjaan lama gue! ujar ku

"Apa lagi cari pekerjaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, susah ura, membutuhkan kesabaran! ujar ku

"Iya juga sih, gue aja sampai sekarang masih nganggur! ujar nya

"Eh, btw lo coba aja masuki surat lamaran lo di kantor papa gue, nanti gue bilang sama papa gue! ujar azura

Tidak ada salah nya juga kan kalau aku melamar pekerjaan di kantor papa nya azura, hitung-hitung bisa nambah modal untuk membuka toko kue mama supaya lebih besar lagi.

"Gimana lo mau kan? tanya azura

"Nanti gue coba! ujar ku dengan semangat.

Setelah lama aku di rumah azura kini aku pengen pulang.

"Gue balik dulu deh! ujar ku ingin pamit

"Nggak nginap dulu?"

"Kapan-kapan aja deh!"

"Gue tunggu lho!"

"Aman, gue balik dulu!"

Setelah dari rumah azura kini aku melanjutkan perjalanan ku menuju rumah.

Bismilah...semoga saja aku bisa mendapatkan pekerjaan lagi, dan tidak di pecat lagi!

Di atas motor senyumku tidak pernah pudar, karena sebentar lagi aku mendapat pekerjaan baru.

Bagaimana pak adzriel, aku bisa mendapatkan pekerjaan baru kan, jadi sumpahku berlaku, kalau bukan aku yang mengambil map berisi berkas itu.

Sebelum kembali ke rumah aku ingin membeli jajanan dulu, ya, walaupun jajanan itu letaknya tidak jauh dari kantor pak adzriel.

Aku sering jajan di sana sebelum pulang kerja, di dekat kantor pak adzriel itu sangat banyak pedagang kaki lima yang berjualan.

Aku lebih sering beli martabak manis dan gorengan!

Selesai membeli jajanan di pinggir jalan itu, kini aku melanjutkan perjalanan ku menuju rumah, sekilas ku lihat gedung pencakar langit itu.

Aku jadi ingin memasuki kantor itu lagi, tapi mana bisa, sedangkan aku tidak pegawai kantor itu lagi!

Kangen aku dengan suasana kantor itu!

...

bersambung...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

.

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!