Sebelum pulang ke rumah aku singgah sebentar di minimarket dekat rumahku.
Aku mau beli es krim untuk adik bungsu ku, dia paling sering menunggu aku pulang, ia pasti akan selalu menagih es krim kepada ku.
Sudah berapa bulan ini aku tidak memberikan nya es krim karena uang aku pas-pasan saja untuk kebutuhan aku juga.
Tapi sekarang aku mau-mau saja membeli kan dia es krim, sudah lama juga tidak membelikan nya.
"Hai mbak era! sapa ku saat memasuki minimarket itu, mbak era ini termasuk teman dekat ku juga, minimarket ini milik dia lho guys.
"Tumben lo mau singgah lagi ke minimarket gue? tanya nya
"Hehe...aku cengengesan
"Gue mau beli es krim lagi ra! ujar ku
"Ambil sana!
Aku mengambil es krim rasa cokelat dan rasa vanilla, kini aku membayar belanjaan ku itu.
"Gimana hari pertama lo kerja?
"Pasti enak kerja di kantor, apa lagi kantor itu sangat besar dan terkenal! ujar nya
Boro-boro enak kerja di sana, baru hari pertama kerja aja aku sudah di bully.
"Biasa aja, nggak ada enak-enak nya! jawabku
"Udah ah gue balik dulu, gerah pengen mandi! ujarku melenggang pergi.
Kini aku melanjutkan perjalanan ku menuju rumah, kira-kira beberapa meter lagi aku sampai rumah.
Sekarang aku sudah sampai di rumah ku yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil ini, rumah minimalis modern ini merupakan rumah yang ternyaman bagi aku dan keluarga ku.
"Assalamualaikum...!
Aku membuka pintu rumah, tumben adik bungsu ku tidak mengejar ku, biasanya dia mengejar ku saat mendengar suara ku.
"Wa'alaikumussalam...
Suara mama dari arah dapur, aku duduk di ruang keluarga, sambil menyenderkan kepalaku ke kepala sofa.
"Hanum...!
Aku memanggil Hanum untuk memberikan es krim yang ia tagih-tagih ke aku.
"Hanum kakak beliin kamu es krim...!
Tidak lama ia mengagetkan aku dari belakang, "doarrr....!
"Astagfirullah hanumm...bikin kakak kaget saja! ujar ku
Ia cengengesan lalu mengambil kantong kresek yang berisi es krim, "makasih kakak cantik aku, kakak Chika emang the best! ujar nya
Kalau sudah dapat kehendaknya pasti dia akan baik-baiki aku bak putri raja.
Sekarang aku pergi ke kamar untuk membersihkan diri ku, sebelum mandi aku mengambil handuk dan putar-putar cari sesuatu dulu, kini aku duduk di meja rias ku melihat wajah lelah ku.
"Hmm...baru sehari kerja sudah ada saja ujiannya!
Kok tega ya karyawan kantor tadi membully aku?, padahal aku tidak menganggu pak el, lagi pula aku tidak punya perasaan sedikit pun dengan bos tengil itu.
"Huff... ada-ada aja karyawan kantor bapak bos besar yang super gila dan tengil itu!
Sudah banyak mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikiran aku ini, kini aku pergi ke kamar mandi untuk mandi.
...
Sudah hampir magrib barulah aku membersihkan tubuhku yang sudah lengket ini karena keringat.
"Gadis aneh!
Eh tapi kok aku keingat dengan sekretaris baru aku itu ya?, habisan dianya berani aja sama aku, heran sama dia kenapa dia tidak takut sama aku sama sekali?
Selesai sholat magrib aku turun ke bawah untuk menemui mama dan makan malam sekalian.
"Mama!
"Eeh el, kamu sudah selesai sholat? tanya mama
Aku mengangguk sebagai jawabannya, kini kami sedang menyantap makanan yang telah di hidangkan.
"El kapan mama, kamu kenalkan sama wanita pilihan kamu? tanya mama
"Uhuk...uhuk..uhuk...
Aku terbatuk-batuk mendengar ucapan mama, mama sering menanyakan hal itu ke aku.
Mama tidak terlalu mengekang soal jodoh aku, semuanya mama sudah menyerahkan ke aku, tapi sampai sekarang belum ada yang cocok untuk menjadi pasangan aku!
"Hmm...!
Aku tidak bisa memberi jawaban nya ke mama, punya pacar saja aku belum!
"Nggak usah di jawab, mama sudah tau jawabannya! ujar mama
"Maaf ma, el belum bisa! ujar ku
"Tidak masalah nak, jodoh itu sudah ada yang atur, kita saja yang harus berusaha lagi! ujar mama
Aku mengangguk kecil seraya menyantap makan malam, aku memperhatikan wajah itu, wajah yang sudah mulai keriput di makan usia, aku kasihan dengan mama.
Mama pasti sangat kesepian di rumah, mungkin mama mempertanyakan hal itu karena mama pengen punya teman.
Aku hanya anak tunggal tidak punya saudara sekalipun, maka nya rumah sebesar ini terasa sunyi.
Semenjak papa telah tiada mama sering merasa kesepian, apa lagi aku sering tidak ada waktu dengan mama.
"Mama pasti kesepian? tanya ku
"that's, how mom is so lonely! ( begitulah, mama sangat kesepian!)
Aku harus apa? akankah aku secepatnya mencari pasangan hidup untuk bisa menemani kesepian mama ini?
"El akan berusaha lagi mama mencari pasangan yang cocok untuk el dan mama! ujar ku
Mama tertawa kecil sambil memegang tanganku, "haha!
...
Aku bersama keluarga ku lagi makan malam bersama, malam ini kak nisa tidak nginap lagi di sini, ia sudah pulang ke rumahnya dan suaminya.
"Gimana hari pertama kerja kamu? tanya papa
Aku berhenti menyuap makanan itu ke mulut ku, "Chika sedih pa ma, baru pertama Chika kerja tapi malah di bully! ujar ku
"Biarkan orang itu yang terpenting kamu tidak membuat masalah saja! ujar papa
"Tapi mulut karyawan di sana rempong banget pa ma! ujar ku
"Anggap saja omongan mereka itu angin lalu! ujar mama
"Huufff... iya mama papa, kalau kesabaran Chika sudah habis, ya mau gimana lagi, jangan salahkan Chika! ujar ku
Kesabaran itu ada batasan nya lho, kalau sabar aku sudah habis dan di uji sangat-sangat sudah pasti karyawan kantor tadi akan melihat siapa Chika sebenarnya!
Jangan bangunkan harimau yang sedang tidur, kalau tidak mau lihat mengamuknya harimau itu!
"Sumpal aja mulut mereka sama sepatu hak kakak itu! ujar Hanum
Ide dari Hanum bagus juga, tapi aku mana tega menyumpal mulut mereka!
"Eeeh, num jangan beri ide yang jelek! ujar mama
"Hehehe...abisan Hanum kesel dengernya ma! cengengesan Hanum
Hanum saja bilang kesal apa lagi aku!
Selesai makan malam aku duduk di sofa ruang tv untuk menonton film ikatan cinta, peran andin dalam sinetron itu sangat apik dalam berakting, apa lagi mas Al nya ganteng banget.
Kepengen punya pasangan hidup setia seperti itu, apa lagi bos besar!.
"Kapan ya aku bisa punya pasangan CEO seperti sinetron itu! gumamku sambil fokus menonton televisi.
Malam telah larut mata ini mulai mengantuk, hampir saja aku tidur di depan tv, dan beruntung nya tv yang menonton aku sedang molor sampai-sampai terlukis pulau di sofa ruang tv.
"Udah jam berapa sih?
Aku melirik jam yang tergantung di dinding, ternyata sudah jam 23.30 Wib.
"Pantesan tv yang menonton aku!
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments