part 4. Tv Yang Menonton Aku

Sebelum pulang ke rumah aku singgah sebentar di minimarket dekat rumahku.

Aku mau beli es krim untuk adik bungsu ku, dia paling sering menunggu aku pulang, ia pasti akan selalu menagih es krim kepada ku.

Sudah berapa bulan ini aku tidak memberikan nya es krim karena uang aku pas-pasan saja untuk kebutuhan aku juga.

Tapi sekarang aku mau-mau saja membeli kan dia es krim, sudah lama juga tidak membelikan nya.

"Hai mbak era! sapa ku saat memasuki minimarket itu, mbak era ini termasuk teman dekat ku juga, minimarket ini milik dia lho guys.

"Tumben lo mau singgah lagi ke minimarket gue? tanya nya

"Hehe...aku cengengesan

"Gue mau beli es krim lagi ra! ujar ku

"Ambil sana!

Aku mengambil es krim rasa cokelat dan rasa vanilla, kini aku membayar belanjaan ku itu.

"Gimana hari pertama lo kerja?

"Pasti enak kerja di kantor, apa lagi kantor itu sangat besar dan terkenal! ujar nya

Boro-boro enak kerja di sana, baru hari pertama kerja aja aku sudah di bully.

"Biasa aja, nggak ada enak-enak nya! jawabku

"Udah ah gue balik dulu, gerah pengen mandi! ujarku melenggang pergi.

Kini aku melanjutkan perjalanan ku menuju rumah, kira-kira beberapa meter lagi aku sampai rumah.

Sekarang aku sudah sampai di rumah ku yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil ini, rumah minimalis modern ini merupakan rumah yang ternyaman bagi aku dan keluarga ku.

"Assalamualaikum...!

Aku membuka pintu rumah, tumben adik bungsu ku tidak mengejar ku, biasanya dia mengejar ku saat mendengar suara ku.

"Wa'alaikumussalam...

Suara mama dari arah dapur, aku duduk di ruang keluarga, sambil menyenderkan kepalaku ke kepala sofa.

"Hanum...!

Aku memanggil Hanum untuk memberikan es krim yang ia tagih-tagih ke aku.

"Hanum kakak beliin kamu es krim...!

Tidak lama ia mengagetkan aku dari belakang, "doarrr....!

"Astagfirullah hanumm...bikin kakak kaget saja! ujar ku

Ia cengengesan lalu mengambil kantong kresek yang berisi es krim, "makasih kakak cantik aku, kakak Chika emang the best! ujar nya

Kalau sudah dapat kehendaknya pasti dia akan baik-baiki aku bak putri raja.

Sekarang aku pergi ke kamar untuk membersihkan diri ku, sebelum mandi aku mengambil handuk dan putar-putar cari sesuatu dulu, kini aku duduk di meja rias ku melihat wajah lelah ku.

"Hmm...baru sehari kerja sudah ada saja ujiannya!

Kok tega ya karyawan kantor tadi membully aku?, padahal aku tidak menganggu pak el, lagi pula aku tidak punya perasaan sedikit pun dengan bos tengil itu.

"Huff... ada-ada aja karyawan kantor bapak bos besar yang super gila dan tengil itu!

Sudah banyak mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikiran aku ini, kini aku pergi ke kamar mandi untuk mandi.

...

Sudah hampir magrib barulah aku membersihkan tubuhku yang sudah lengket ini karena keringat.

"Gadis aneh!

Eh tapi kok aku keingat dengan sekretaris baru aku itu ya?, habisan dianya berani aja sama aku, heran sama dia kenapa dia tidak takut sama aku sama sekali?

Selesai sholat magrib aku turun ke bawah untuk menemui mama dan makan malam sekalian.

"Mama!

"Eeh el, kamu sudah selesai sholat? tanya mama

Aku mengangguk sebagai jawabannya, kini kami sedang menyantap makanan yang telah di hidangkan.

"El kapan mama, kamu kenalkan sama wanita pilihan kamu? tanya mama

"Uhuk...uhuk..uhuk...

Aku terbatuk-batuk mendengar ucapan mama, mama sering menanyakan hal itu ke aku.

Mama tidak terlalu mengekang soal jodoh aku, semuanya mama sudah menyerahkan ke aku, tapi sampai sekarang belum ada yang cocok untuk menjadi pasangan aku!

"Hmm...!

Aku tidak bisa memberi jawaban nya ke mama, punya pacar saja aku belum!

"Nggak usah di jawab, mama sudah tau jawabannya! ujar mama

"Maaf ma, el belum bisa! ujar ku

"Tidak masalah nak, jodoh itu sudah ada yang atur, kita saja yang harus berusaha lagi! ujar mama

Aku mengangguk kecil seraya menyantap makan malam, aku memperhatikan wajah itu, wajah yang sudah mulai keriput di makan usia, aku kasihan dengan mama.

Mama pasti sangat kesepian di rumah, mungkin mama mempertanyakan hal itu karena mama pengen punya teman.

Aku hanya anak tunggal tidak punya saudara sekalipun, maka nya rumah sebesar ini terasa sunyi.

Semenjak papa telah tiada mama sering merasa kesepian, apa lagi aku sering tidak ada waktu dengan mama.

"Mama pasti kesepian? tanya ku

"that's, how mom is so lonely! ( begitulah, mama sangat kesepian!)

Aku harus apa? akankah aku secepatnya mencari pasangan hidup untuk bisa menemani kesepian mama ini?

"El akan berusaha lagi mama mencari pasangan yang cocok untuk el dan mama! ujar ku

Mama tertawa kecil sambil memegang tanganku, "haha!

...

Aku bersama keluarga ku lagi makan malam bersama, malam ini kak nisa tidak nginap lagi di sini, ia sudah pulang ke rumahnya dan suaminya.

"Gimana hari pertama kerja kamu? tanya papa

Aku berhenti menyuap makanan itu ke mulut ku, "Chika sedih pa ma, baru pertama Chika kerja tapi malah di bully! ujar ku

"Biarkan orang itu yang terpenting kamu tidak membuat masalah saja! ujar papa

"Tapi mulut karyawan di sana rempong banget pa ma! ujar ku

"Anggap saja omongan mereka itu angin lalu! ujar mama

"Huufff... iya mama papa, kalau kesabaran Chika sudah habis, ya mau gimana lagi, jangan salahkan Chika! ujar ku

Kesabaran itu ada batasan nya lho, kalau sabar aku sudah habis dan di uji sangat-sangat sudah pasti karyawan kantor tadi akan melihat siapa Chika sebenarnya!

Jangan bangunkan harimau yang sedang tidur, kalau tidak mau lihat mengamuknya harimau itu!

"Sumpal aja mulut mereka sama sepatu hak kakak itu! ujar Hanum

Ide dari Hanum bagus juga, tapi aku mana tega menyumpal mulut mereka!

"Eeeh, num jangan beri ide yang jelek! ujar mama

"Hehehe...abisan Hanum kesel dengernya ma! cengengesan Hanum

Hanum saja bilang kesal apa lagi aku!

Selesai makan malam aku duduk di sofa ruang tv untuk menonton film ikatan cinta, peran andin dalam sinetron itu sangat apik dalam berakting, apa lagi mas Al nya ganteng banget.

Kepengen punya pasangan hidup setia seperti itu, apa lagi bos besar!.

"Kapan ya aku bisa punya pasangan CEO seperti sinetron itu! gumamku sambil fokus menonton televisi.

Malam telah larut mata ini mulai mengantuk, hampir saja aku tidur di depan tv, dan beruntung nya tv yang menonton aku sedang molor sampai-sampai terlukis pulau di sofa ruang tv.

"Udah jam berapa sih?

Aku melirik jam yang tergantung di dinding, ternyata sudah jam 23.30 Wib.

"Pantesan tv yang menonton aku!

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!