part 16 Kok Mama Marah Sama Aku

Aku sampai di rumah jam 10.05 wib, mataku masih sembab saat menangis tadi, aku masuk ke dalam rumah dengan lesu.

"Assalamualaikum! sahut ku dari luar pintu

Tidak ada yang menjawab salam ku, aku membuka pintu rumah ternyata terkunci, mereka pada kemana?

"Mama! panggil ku

Tapi sangat di sayangkan satu pun tidak ada orang di rumah.

Aku meletakkan kardus yang berisi barang-barang ku di teras rumah, aku juga duduk di kursi teras, entah apa yang akan aku katakan ke mama juga papa kalau aku di pecat dari kerjaan ku!

Sudut mataku berair kembali teringat kembali bayangan tadi dimana semua orang menertawai ku dan mengejek ku sebagai wanita munafik.

Tak pernah ku bayangkan akan terjadi seperti ini, aku di hina oleh teman-teman kantor ku, rasanya aku ingin pergi menghilang dari bumi ini.

Aku tidak sanggup dengan cacian mereka tadi.

"Hiks...hiks...hiks...aku tidak salah kenapa aku yang di salahkan?

"Hiks...hiks...hiks...kenapa mereka tega memfitnah ku?

"Mama papa aku tidak salah!

Hati aku sangat sakit saat pak adzriel tidak mempercayai ku, entah kenapa hati aku sakit saat dia diam seperti itu, aku ingin dia percaya dengan ku.

"Pak adzriel saya akan buktikan jika saya tidak bersalah!

Melihat dia cuek sama aku tadi membuat hati aku sakit, kenapa juga aku harus memikirkan dia sedangkan dia tidak percaya lagi padaku.

"Lah kok kamu sudah pulang saja? tanya mama

Kulihat mama yang lagi menjinjing kantong belanjaan dan satu kilo telur yang juga di jinjing, aku bantu membawakan barang belanjaan mama.

Aku tidak menjawab pertanyaan mama tadi, nanti saja di dalam ku ceritakan dengan mama.

"Dan ini apa Chika? tanya mama melihat barang-barang ku yang ku letakkan di teras rumah

"Mama pasti capek! ujar ku

"Mama nanya lho? ujar mama

"Nanti Chika beritahu mama! ujar ku

Kini kami masuk ke dalam rumah, ku letakkan barang belanjaan mama ke dapur, lalu aku ambil barangku tadi.

"Chika, sini dulu sayang! ujar mama

Mama menepuk-nepuk sofa agar aku duduk di sebelah mama, kini aku duduk di sebelah mama.

Mama tersenyum lalu menggenggam tangan ku, seakan mama memberi ketenangan bagiku.

"Ada apa sebenarnya? tanya mama

Aku hanya cemberut saja lalu air mataku menitik lagi, mama mengelus-elus pipi ku, aku tidak dapat bicara.

"Hiks...hiks...hiks...mama...! tangis ku

"Hiks...hiks...hiks...!

Bukanya aku menjawab pertanyaan mama, aku malah menangis sejadi-jadinya di pelukan mama.

Mungkin kalian beranggapan kalau aku anak manja, memang aku sangat manja dengan mama, walaupun aku bukan anak bungsu tapi aku sangatlah manja dengan mama.

Sampai-sampai hanum iri padaku karena aku sering bermanja dengan mama.

"Hiks...hiks...hiks...!

"Hiks...hiks...hiks...!

"Hiks...hiks...hiks...!

Mama menggeleng-nggelengkan kepalanya karena aku nangis saja dari tadi tanpa berkata apa-apa.

"Beginilah kalau anak terlalu manja!

"Ada masalah sedikit malah nangis-nangis! ujar mama

"Hiksss...hiksss...hiksss...!

Aku tambah mengeraskan suara tangisan ku, ya, ampun kok aku malah menjadi-jadi gini sih!

Aku benar-benar tidak bisa bicara dengan mama, aku hanya bisa nangis saja.

"Udah jangan nangis lagi! ujar mama

"Mama mau masak dulu! ujar mama

Kelihatan dari wajah mama kalau dia kesal dengan ku, tapi aku juga tidak bisa bicara dengan apa yang terjadi dengan ku.

...

Malam harinya, aku, mama, dan papa lagi duduk bersama, sementara hanum lagi di dalam kamarnya.

Aku hanya menunduk saja tanpa berkata apa-apa.

"Kata mama, Chika tadi pulang kerja nangis-nangis, ada apa? tanya papa

"Iya, tadi mama bertanya tapi Chika tidak jawab, sebenarnya ada apa sayang? tanya mama

Aku tidak tega beri tahu mama kalau aku di pecat dari kerjaan ku, tapi aku juga tidak ingin berdusta ke mama dan juga papa.

"Masalah apa? tanya papa

"Chika..., kalau ada masalah jangan simpan sendiri! ujar mama

Aku menghela nafas panjang lalu memberanikan diri untuk melihat mereka dan membicarakan masalah ku pada mereka.

"Chika...Chika...ma, pa! ujar ku

"Iya, kenapa nak? tanya mama

"Chika dipecat! lirihku

"Apa, mama tidak dengar? ujar mama

"Papa denger nggak apa yang di bilang Chika? tanya mama

Papa menggeleng-nggelengkan kepalanya, aku sangat takut berkata sebenarnya.

"Huff...! ku tarik nafas dalam-dalam lalu ku buang secara perlahan.

"Chika di pecat! ujar ku dengan berkata cepat-cepat

"Di pecat? ujar mereka serempak

Aku mengangguk kecil sambil memainkan ujung bajuku.

"Di pecat bagaimana? tanya mama

"Ya, ma, di pecat! ujar ku

"Coba cerita ke mama, kenapa kamu bisa di pecat? tanya mama

"Papa juga kaget dengarnya, kok bisa kamu di pecat? tanya papa

Ku ceritakan lah kejadian pagi tadi yang menimpaku, aku menceritakan ke mama dan papa sambil nangis.

"Berkas apa itu, kenapa kamu bisa di pecat? pungkas papa

"Katanya berkas yang sangat penting, Chika juga tidak tau apa isi berkas itu! ujar ku

"Papa sama mama percayakan kalau Chika tidak mengambil berkas itu! ujar ku

"Mama percaya, mama tau betul karakter anak mama! ujar mama

"Siapalah yang tega memfitnah kamu? ujar papa

Aku menggelengkan kepalaku, kalau aku tau sudah pasti aku masih berkerja di sana!

"Chika, ikhlas saja ma, pa, mungkin Chika tidak berjodoh berkerja di perusahaan besar itu! ujar ku

"Yang sabar ya nak, ini ujian dari Allah! ujar papa

"Iya, pa! ujar ku

...

Sampai di rumah lalu aku langsung pergi ke kamar, aku mau bersih-bersih dan mandi dulu karena badan sudah terasa lengket.

Selesai mandi aku turun ke bawah untuk makan malam, mama sudah duduk di kursi meja makan.

"Malam mama! sapa ku

"Malam...! jawab mama

"Makan gih, mama udah siapin makanan kesukaan kamu! ujar mama

"Iya mama! ujar ku

Kami menyantap makanan yang tersedia di atas meja, selesai makan aku duduk di sofa sambil memainkan hpku.

"El, kamu nggak ngajak Chika ke sini lagi? tanya mama

"Ngapain ma, aku kan sudah pergi ke kantor, ngapain juga aku ajak dia ke sini, mama ada-ada aja deh! ujar ku

"Mama ke sepian, kalau ada chika mama kan bisa ngobrol dengan nya! ujar mama

"Sudahlah ma, jangan bahas dia lagi, dia penghianat ma! ujar ku

Mama melihat ku tidak percaya, mama mengerutkan keningnya.

"Penghianat apa nya? tanya mama

"Dia mencuri berkas data perusahaan kita ma, untung saja ketahuan kalau tidak bisa habis perusahaan kita ma! ujar ku

Seakan ucapan aku ini tidak di percaya oleh mamaku, mama hanya termenung lalu bersikap seperti biasa saja.

Kalau sudah menyangkut perusahaan mama pasti akan marah, tapi ini tidak sama sekali, ada apa dengan mama ini?

"Kamu cari bukti yang valid dulu, baru menyimpulkan kalau dia yang salah!

"Semenjak kapan anak mama menyimpulkan begitu cepat? tanya mama kesal

Lah lah kok mama begitu kesal? seharusnya mama mendukung keputusan ku dong!

"Kenapa mama malah membela munafik itu? tanya ku

"Auah, mama kecewa sama kamu adzriel! ujar mama

Lalu mama pergi meninggalkan ku di sofa ruang tamu sendirian, sebagai anak aku terheran-heran lho dengan sikap mama ini!

"Mama kenapa tidak suka kalau aku memecat Chika?, aku memecat nya karena ada sebab dan alasan nya lho!

"Kok mama malah marah sama aku?

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!