Kenapa sih semua orang belain Chika?, sedangkan aku nggak ada yang belain!
"Sebaiknya kita ikuti saja kemauan tante Saras, gue sih juga percaya kalau chika itu tidak bersalah! ujar Alex
"Nggak tau gue, gue pusing dengerin kalian, masa orang munafik di belain! ujar ku
"Gue belain yang benar dan gue percaya sama chika, selama ini dia orangnya baik, lo nya aja yang terlalu berlebihan menilainya begitu jelek! ujar Alex
Apa yang di bilang Alex itu benar?, kalau aku terlalu berlebihan menilainya begitu jelek, sebenarnya hati aku juga sedikit percaya dengan mereka.
Apa aku harus menuruti keinginan mereka, apa aku harus menyelidiki ulang?
"Malah melamun, gue nggak suruh lo melamun el! ujar Alex
"Apa kita harus mencari bukti yang valid? tanya ku
Alex malah garuk-garuk kepala saat aku bertanya padanya, ia mengepalkan tangannya, kelihatan geram saja!
"Dari tadi gue juga bilang gitu, lebih baik kita ikuti saja kemauan mama lo, gue yakin kalau chika itu nggak salah! ujar Alex
"Gue heran sama lo, kok lo sebegitu yakin nya kalau chika nggak salah!
"Apa jangan-jangan lo suka sama chika! ujar ku
Soalnya dari tadi itu Alex membela chika mulu, apa dia suka sama chika?
Tapi kok gue nggak suka gitu ya kalau Alex suka sama chika?
"Gue bukan suka, tapi hanya mengangumi nya saja, tapi kalau di pikir-pikir gue cocok nggak sama chika? dia bertanya padaku
Dia tidak cocok untuk lo, yang cocok sama dia itu gue, eh kok gue sih?
"Mana gue tau, kalau soal itu gue bukan ahlinya! ujarku jutek
"Soal pendapat cocok atau tidak nya lo nggak bisa, gimana sih! ujar nya
"Apa jangan-jangan lo suka sama dia? tanya Alex seakan menggoda ku, sudut bibirku terangkat ke atas membentuk senyuman, lalu aku kembali jutek lagi.
"Siapa juga yang suka sama dia! ujar ku
"Ngaku aja apa susah nya, itu aja lo senyum-senyum! ujar Alex
"Gue senyum karena gue keinget sesuatu! elak ku
"Alah mana ada seorang adzriel bisa senyum tanpa sebab! ujar Alex tambah mengungkit-ungkit nya.
Sudahlah, lebih baik aku kembali ke topik awal, nampaknya tidak ada yang beres selama aku tidak masuk kantor.
Kalau chika tidak mengambil berkas itu, terus siapa yang melakukan itu, seolah-olah dia yang jadi tersangka nya!
Selama ini yang aku lihat selama ia berkerja di sini, dia nampak baik-baik saja, teman kantor nya juga baik sama dia, tidak ada yang membully nya selama berkerja di sini!
"Oh iya, cctv yang mengarah ke ruangan ini udah lo periksa? tanya ku
"Sudah, tapi sangat di sayangkan cctv nya tiba-tiba rusak! ujar Alex
"Seperti nya ada yang sengaja merusak cctv itu! ujar ku
"Ck...! decak ku, bodoh sekali aku, kenapa aku tidak cek cctv yang tersembunyi di ruangan ku ini.
"Bey the way, lo udah cek cctv tersembunyi di ruangan lo ini! ujar Alex
Aku melihatnya sambil membuka layar laptop untuk melihat siapa saja yang keluar masuk dari ruangan ku ini.
...
"Ha-ha-ha...! tawa kami bertiga, akhirnya kami bisa menyingkir si kampungan itu dari kantor ini.
Dia pikir kami ini bisa di lawan, ya tidak lah, jangan harap bisa lolos dari kami, kalau sudah macam-macam.
Anak baru di sini tapi sudah macam-macam saja sama kami.
"Gue puas sama ide lo! ujar rena
"Ya, iyalah, siapa dulu risa! ujar ku
"Eh, eh, gue takut ketahuan nih! ujar resi
Aku mengangkat sebelah alisku, tidak akan ada yang tahu siapa yang meletakkan map itu ke dalam tas si kampungan itu, untung aku pintar telah merusak cctv itu!
"Lo kenapa senyum-senyum sendiri? tanya resi
"Ntah, aneh banget lo! timpal Rena
Aku tersenyum lebar karena rencana ku berhasil, ku lihat mereka yang sedang menatap aku dengan bingung.
"Sudah, kita lanjut kerja, jangan sampai kedenger omongan kita barusan oleh orang lain, kalau mereka tau kalau kita yang meletakkan map itu dalam tas si kampungan itu, kita bisa mampus!
"Bisa-bisa kita bakalan di pecat secara tidak hormat! ujar ku
Mereka berdua mengangguk, semua ini rencana ku, karena aku sangat benci dengan si kampungan itu!
...
Sebelum melihat layar laptop ku, hpku berdering terlebih dahulu, jadinya aku menutup kembali laptop ku.
Dring...dring...dring...
Aku mengangkat telepon dari klien ku, ternyata hari ini aku sudah ada janji di luar kantor dengan klien ini.
"Baik, baik pak saya segera ke sana! ujar ku
"Baik, akan saya tunggu!
Aku mematikan panggilan telepon itu, lalu membawa berkas yang sudah di siapkan tadi, aku ke sana tidak sendiri melainkan di temani oleh Alex.
"Dari siapa? tanya Alex
"Ini, dari klien kita waktu itu, waktu itu kita sempat tertunda meeting kita dengan nya, kini kita lanjutkan lagi! ujar ku
Kemaren dengan ada nya masalah chika, aku menghentikan semua kegiatan ku, baik di luar maupun di dalam kantor.
Sengaja saja kemaren aku menghentikan pekerjaan ku, karena kepalaku mendadak pusing gara-gara masalah waktu itu.
Sekarang aku melanjutkan pekerjaan ku seperti normal lagi, kini kami berdua pergi ke sebuah kafe yang di mana klien telah menunggu kami.
"Semua berkas yang di butuhkan sudah di bawakan?
"Tidak ada yang ketinggalan kan chika! ujar ku
"Bro, ini gue bukan chika! ujar Alex yang membuat aku kaget.
Aku mengepalkan tanganku, dari kemaren aku terus saja memanggil nama nya!
Nggak beres!
"Gue ingetin, kalau chika sudah lo pecat!
"Pe...ca...t...! ujar Alex dengan sengaja mengucapkan itu di telinga ku
"Gue lupa, setiap orang pasti ada lupa nya! ujar ku
Kini kami sudah sampai di kafe, kami berdua menuju ke tempat klien yang sudah menunggu kami tadi.
30 menit kemudian...
Akhirnya meeting kami selesai juga, kini kami hendak pergi ke kantor lagi.
"Senang berkerjasama dengan perusahaan anda! ujar klien itu
Aku tersenyum lalu menjabat tangan nya, "kami lebih senang jika perusahaan anda bisa berkerja sama dengan perusahaan kami, saya harap kerja sama kita ini bisa lebih lagi dari pada ini! ujar ku
"Baik, kami pamit dulu! ujar mereka
Kami pun mengangguk seraya mempersilahkan nya pergi.
...
Sore hari nya aku hendak pulang, namun aku lupa kalau semua fasilitas ku di cabut oleh mama, sekarang aku harus naik angkot sialan itu lagi!
"Mama, el capek kayak gini terus! gerutu ku
Malah Alex sudah duluan pulang lagi, sekarang aku harus naik angkot lagi, nasib ku sungguh buruk hari ini!
Kini aku menunggu lagi di pinggir jalan, menunggu angkot yang tak kunjung datang, sungguh menyebalkan!
"Aaah... menyebalkan! umpat ku
Sebuah mobil berhenti di hadapan ku, ternyata karyawan kantor yang berhenti di hadapan ku.
"Bapak ngapain di sini?
"Bapak tidak bawa mobil?
"Kalau tidak bawa mobil, mari sama kita aja pulang nya pak!
Wanita bertiga ini menawarkan ku untuk pulang bareng, mana mau aku pulang sama cewek semua, gengsi kali!, lebih baik aku pulang jalan kaki dari pada pulang bareng mereka.
"Terima kasih, kalian duluan saja! ujar ku
"Kita arahnya sama lho pak! ujar nya
"Makasih atas tawaran nya, tapi saja nunggu jemputan! ujar ku jutek
Padahal aku tidak lagi menunggu jemputan, lalu aku berjalan lebih jauh dari mereka.
"Lebih baik jalan kaki, dari pada pulang bareng cewek-cewek itu! gumamku
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments