part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki

Kenapa sih semua orang belain Chika?, sedangkan aku nggak ada yang belain!

"Sebaiknya kita ikuti saja kemauan tante Saras, gue sih juga percaya kalau chika itu tidak bersalah! ujar Alex

"Nggak tau gue, gue pusing dengerin kalian, masa orang munafik di belain! ujar ku

"Gue belain yang benar dan gue percaya sama chika, selama ini dia orangnya baik, lo nya aja yang terlalu berlebihan menilainya begitu jelek! ujar Alex

Apa yang di bilang Alex itu benar?, kalau aku terlalu berlebihan menilainya begitu jelek, sebenarnya hati aku juga sedikit percaya dengan mereka.

Apa aku harus menuruti keinginan mereka, apa aku harus menyelidiki ulang?

"Malah melamun, gue nggak suruh lo melamun el! ujar Alex

"Apa kita harus mencari bukti yang valid? tanya ku

Alex malah garuk-garuk kepala saat aku bertanya padanya, ia mengepalkan tangannya, kelihatan geram saja!

"Dari tadi gue juga bilang gitu, lebih baik kita ikuti saja kemauan mama lo, gue yakin kalau chika itu nggak salah! ujar Alex

"Gue heran sama lo, kok lo sebegitu yakin nya kalau chika nggak salah!

"Apa jangan-jangan lo suka sama chika! ujar ku

Soalnya dari tadi itu Alex membela chika mulu, apa dia suka sama chika?

Tapi kok gue nggak suka gitu ya kalau Alex suka sama chika?

"Gue bukan suka, tapi hanya mengangumi nya saja, tapi kalau di pikir-pikir gue cocok nggak sama chika? dia bertanya padaku

Dia tidak cocok untuk lo, yang cocok sama dia itu gue, eh kok gue sih?

"Mana gue tau, kalau soal itu gue bukan ahlinya! ujarku jutek

"Soal pendapat cocok atau tidak nya lo nggak bisa, gimana sih! ujar nya

"Apa jangan-jangan lo suka sama dia? tanya Alex seakan menggoda ku, sudut bibirku terangkat ke atas membentuk senyuman, lalu aku kembali jutek lagi.

"Siapa juga yang suka sama dia! ujar ku

"Ngaku aja apa susah nya, itu aja lo senyum-senyum! ujar Alex

"Gue senyum karena gue keinget sesuatu! elak ku

"Alah mana ada seorang adzriel bisa senyum tanpa sebab! ujar Alex tambah mengungkit-ungkit nya.

Sudahlah, lebih baik aku kembali ke topik awal, nampaknya tidak ada yang beres selama aku tidak masuk kantor.

Kalau chika tidak mengambil berkas itu, terus siapa yang melakukan itu, seolah-olah dia yang jadi tersangka nya!

Selama ini yang aku lihat selama ia berkerja di sini, dia nampak baik-baik saja, teman kantor nya juga baik sama dia, tidak ada yang membully nya selama berkerja di sini!

"Oh iya, cctv yang mengarah ke ruangan ini udah lo periksa? tanya ku

"Sudah, tapi sangat di sayangkan cctv nya tiba-tiba rusak! ujar Alex

"Seperti nya ada yang sengaja merusak cctv itu! ujar ku

"Ck...! decak ku, bodoh sekali aku, kenapa aku tidak cek cctv yang tersembunyi di ruangan ku ini.

"Bey the way, lo udah cek cctv tersembunyi di ruangan lo ini! ujar Alex

Aku melihatnya sambil membuka layar laptop untuk melihat siapa saja yang keluar masuk dari ruangan ku ini.

...

"Ha-ha-ha...! tawa kami bertiga, akhirnya kami bisa menyingkir si kampungan itu dari kantor ini.

Dia pikir kami ini bisa di lawan, ya tidak lah, jangan harap bisa lolos dari kami, kalau sudah macam-macam.

Anak baru di sini tapi sudah macam-macam saja sama kami.

"Gue puas sama ide lo! ujar rena

"Ya, iyalah, siapa dulu risa! ujar ku

"Eh, eh, gue takut ketahuan nih! ujar resi

Aku mengangkat sebelah alisku, tidak akan ada yang tahu siapa yang meletakkan map itu ke dalam tas si kampungan itu, untung aku pintar telah merusak cctv itu!

"Lo kenapa senyum-senyum sendiri? tanya resi

"Ntah, aneh banget lo! timpal Rena

Aku tersenyum lebar karena rencana ku berhasil, ku lihat mereka yang sedang menatap aku dengan bingung.

"Sudah, kita lanjut kerja, jangan sampai kedenger omongan kita barusan oleh orang lain, kalau mereka tau kalau kita yang meletakkan map itu dalam tas si kampungan itu, kita bisa mampus!

"Bisa-bisa kita bakalan di pecat secara tidak hormat! ujar ku

Mereka berdua mengangguk, semua ini rencana ku, karena aku sangat benci dengan si kampungan itu!

...

Sebelum melihat layar laptop ku, hpku berdering terlebih dahulu, jadinya aku menutup kembali laptop ku.

Dring...dring...dring...

Aku mengangkat telepon dari klien ku, ternyata hari ini aku sudah ada janji di luar kantor dengan klien ini.

"Baik, baik pak saya segera ke sana! ujar ku

"Baik, akan saya tunggu!

Aku mematikan panggilan telepon itu, lalu membawa berkas yang sudah di siapkan tadi, aku ke sana tidak sendiri melainkan di temani oleh Alex.

"Dari siapa? tanya Alex

"Ini, dari klien kita waktu itu, waktu itu kita sempat tertunda meeting kita dengan nya, kini kita lanjutkan lagi! ujar ku

Kemaren dengan ada nya masalah chika, aku menghentikan semua kegiatan ku, baik di luar maupun di dalam kantor.

Sengaja saja kemaren aku menghentikan pekerjaan ku, karena kepalaku mendadak pusing gara-gara masalah waktu itu.

Sekarang aku melanjutkan pekerjaan ku seperti normal lagi, kini kami berdua pergi ke sebuah kafe yang di mana klien telah menunggu kami.

"Semua berkas yang di butuhkan sudah di bawakan?

"Tidak ada yang ketinggalan kan chika! ujar ku

"Bro, ini gue bukan chika! ujar Alex yang membuat aku kaget.

Aku mengepalkan tanganku, dari kemaren aku terus saja memanggil nama nya!

Nggak beres!

"Gue ingetin, kalau chika sudah lo pecat!

"Pe...ca...t...! ujar Alex dengan sengaja mengucapkan itu di telinga ku

"Gue lupa, setiap orang pasti ada lupa nya! ujar ku

Kini kami sudah sampai di kafe, kami berdua menuju ke tempat klien yang sudah menunggu kami tadi.

30 menit kemudian...

Akhirnya meeting kami selesai juga, kini kami hendak pergi ke kantor lagi.

"Senang berkerjasama dengan perusahaan anda! ujar klien itu

Aku tersenyum lalu menjabat tangan nya, "kami lebih senang jika perusahaan anda bisa berkerja sama dengan perusahaan kami, saya harap kerja sama kita ini bisa lebih lagi dari pada ini! ujar ku

"Baik, kami pamit dulu! ujar mereka

Kami pun mengangguk seraya mempersilahkan nya pergi.

...

Sore hari nya aku hendak pulang, namun aku lupa kalau semua fasilitas ku di cabut oleh mama, sekarang aku harus naik angkot sialan itu lagi!

"Mama, el capek kayak gini terus! gerutu ku

Malah Alex sudah duluan pulang lagi, sekarang aku harus naik angkot lagi, nasib ku sungguh buruk hari ini!

Kini aku menunggu lagi di pinggir jalan, menunggu angkot yang tak kunjung datang, sungguh menyebalkan!

"Aaah... menyebalkan! umpat ku

Sebuah mobil berhenti di hadapan ku, ternyata karyawan kantor yang berhenti di hadapan ku.

"Bapak ngapain di sini?

"Bapak tidak bawa mobil?

"Kalau tidak bawa mobil, mari sama kita aja pulang nya pak!

Wanita bertiga ini menawarkan ku untuk pulang bareng, mana mau aku pulang sama cewek semua, gengsi kali!, lebih baik aku pulang jalan kaki dari pada pulang bareng mereka.

"Terima kasih, kalian duluan saja! ujar ku

"Kita arahnya sama lho pak! ujar nya

"Makasih atas tawaran nya, tapi saja nunggu jemputan! ujar ku jutek

Padahal aku tidak lagi menunggu jemputan, lalu aku berjalan lebih jauh dari mereka.

"Lebih baik jalan kaki, dari pada pulang bareng cewek-cewek itu! gumamku

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!