Mereka bertiga menatap aku penuh marah, mata mereka bertiga membola dengan sempurna.
"Apa lo bilang kita j*l*ng?
"Seharusnya lo yang ngaca, bukan kita!
"Mulut lo di sekolahin sama mak lo nggak sih!
Aku berpura-pura tidak dengar saja ucapan nya itu, jelas-jelas mereka duluan yang salah!
Brakkk
Salah satu dari mereka memukul meja, aku tidak menghiraukan nya, tangan nya juga yang sakit mukul meja, bukan tangan aku!
"Awas aja lo gue akan lakuin yang lebih dari ini sama lo!
Terserah mereka mau bilang apa, aku juga tidak takut sama mereka!.
"Yuk guys kita pergi dari sini!
Syuuh...syuuh...syuuh...pergi sana gue jijik liat kalian, kalian pikir gue mau di injak-injak sama makhluk tak kasat mata kayak kalian!
"Kalian pikir gue nggak bisa balas juga perbuatan yang semena-mena kalian tuh, bisa lah, Chika Anastasya kalian lawan!
Pesanan aku akhirnya sampai juga, kini aku menyantap makan siang ku itu, habis bertengkar emang enak langsung makan kayak gini, nikmat dan mengenyangkan perut!.
Usai makan aku kembali lagi ke tempat kerja ku, waktu istirahat pun juga sudah berakhir, aku memasuki lift untuk menuju ke lantai 25.
Aku masuk ke dalam lift pak el juga menyelinap langsung masuk ke dalam lift, dia berdiri di sebelah ku.
Sedikit canggung berada di samping nya, aku mundur beberapa langkah ke belakang.
Hening
Kami hanya diam tidak berbicara, life ini tiba-tiba rasanya dingin seperti dalam kulkas, mungkin kulkas dua pintu ini berada di sini.
Kok terasa lama ya life ini naiknya? perasaan kalau aku sendiri yang naik nggak lama!
"Kamu ikut dengan saya nanti! ujar nya jutek
Aku mengangguk kecil saja, jutek banget jadi bos!
"Jam berapa pak? emangnya kita mau kemana? tanya ku supaya mencairkan es batu di hadapan aku ini, sumpah dingin banget di sini.
"Jangan banyak tanya! ujar nya
Dih! bos kok gitu banget!
Pintu lift pun terbuka di lantai 25 aku bersama pak el keluar dari lift tersebut.
Kini aku duduk di tempat meja kerja ku, aku kembali mengerjakan tugas yang di berikan pak Alex tadi.
Hari ini tugas nya tidak terlalu sulit bagi aku, sebelum pak Alex memberi aku tugas ini, ia terlebih dahulu menjelaskan cara kerja nya ke aku, jadinya aku sudah mulai paham sekarang.
"Yes berhasil! senyumku mengembang
Tidak sia-sia aku memperhatikan pak Alex tadi mengajariku aku untuk menyelesaikan tugas yang ia beri.
Pak Alex sangat berbeda dengan pak adzriel, ia orang nya sangat baik dan ramah, berbeda sekali dengan si bos tengil nan jutek itu!
"Hmm... sekarang aku harus bertemu bos tengil itu untuk memberikan berkas ini!
Pak Alex tadi berpesan ke aku kalau sudah selesai tugas yang ia beri, nanti aku harus berikan ke pak adzriel, kata pak Alex sih untuk mengecek dan merevisi ulang.
"Harus siap kamu Chika di marahi sama bos jutek itu lagi, tebal kan saja iman mu untuk bertemu dengan bos gila itu! gumamku melangkah menuju ruangan nya.
Tok...tok...tok...
Ketukan pintu selama tiga kali namun si bos jutek itu tak menyuruh aku masuk!
"Lama banget sih!
Aku mengetuk pintu ruangan itu sekali lagi, tapi dia tak menyahut sama sekali.
"Tuli atau apa sih dia, udah sekeras ini aku gedor-gedor tapi dia nggak menyuruh aku masuk!
Tok...tok...tok...
Bener tuli nih bos tengil, kenapa ya gue dapat bos macam ni? umpatku
Lebih bagus nya aku buka pintu ruangan ini, kalau dia marah itu urusan nanti saja, tapi berkas ini harus sampai ke tangan nya.
Cklekk
Aku membuka pintu itu aku terkejut melihat pak el yang tergeletak di lantai.
"Astagfirullah pak el!
Aku buru-buru menghampiri pak adzriel, berkas yang aku bawa tadi aku letakkan saja di atas meja nya.
"Pak, bapak kenapa? ujar ku mengguncang tubuhnya, tapi ia tidak bangun-bangun.
Aku sangat panik, malahan di sini tidak ada siapapun lagi, aku harus bagaimana?
"Bapak jangan bikin saya panik gini dong, pak bangun pak, bapak jangan bercanda!
Aku terus mengguncang tubuhnya semakin aku guncang tubuhnya ia semakin tidak mau bangun, fix dia benar-benar pingsan.
Apa jangan-jangan dia mempunyai riwayat penyakit jantung? oh astaga aku harus minta bantuan sama pak Alex.
Aku berlari meninggalkan ruangan itu, aku mencari pak Alex di ruangan nya.
"Pak Alex...!
"Pak Alex...!
"Pak Alex...!
Aku berteriak-teriak memanggil pak Alex untung saja dia cepat menghampiri aku.
"Pak, pak el pak! ujarku ngos-ngosan
"Pak el kenapa Chik? tanya pak Alex
"Pingsan pak pingsan! ujar ku
Tanpa banyak kata-kata pak Alex langsung berlari sangat panik dan cemas menuju ruangan pak adzriel.
Astaga ada apa sebenarnya ini?, apa tebakan aku benar kalau pak adzriel mempunyai riwayat penyakit jantung!
Aku juga ikut ke ruangan itu kini pak Alex sedang memberi pertolongan pertama untuk pak el, pak Alex melonggarkan pakaian yang di gunakan oleh pak el.
Jadi benaran pak el sakit jantung!, aku merasa bersalah tidak menolong nya dan menyangka kalau dia bercanda.
"Chik tolong telepon ambulans sekarang! titah pak Alex, aku mengeluarkan hp ku lalu menelepon ambulans.
"Saya butuh ambulans sekarang!
"Alamat nya di jalan xx kantor Sanjaya group!
Aku kembali menghampiri mereka, kasihan juga aku liat bos jutek pingsan seperti ini!
"Pak el sakit apa pak? tanya ku, aku merasakan kaki pak el sudah dingin, pak Alex sangat cemas dengan keadaan pak el.
"Kamu jangan banyak tanya dulu Chik!
"Ambulans nya mana? ujar pak Alex
Tidak lama ambulans yang aku telepon tadi datang, kini pak el sedang di angkat oleh beberapa perawat laki-laki dan di bantu juga oleh karyawan yang lain.
Suasana di kantor ini sudah gaduh dengan kondisi pak el seperti itu, sementara aku sendiri tidak tau harus bagaimana.
Aku mengigit kuku ibu jari ku karena aku juga ikut cemas dengan keadaan pak el yang sudah tergeletak tidak berdaya aku temukan di ruangan nya.
"Semoga saja pak el baik-baik saja! gumamku melihat mobil ambulans sudah pergi membawa pak adzriel.
Tidak tega juga aku liat bos besar ku sakit seperti itu, huuff...pak adzriel aku harap kamu baik-baik saja, ya walaupun kamu sering bikin aku emosi!
Kini aku kembali ke tempat meja kerja ku, belum juga aku menaiki lift, mereka yang sering membully aku sudah menghadang jalan ku.
"Kamu kasih racun apa pak adzriel sampai-sampai dia pingsan?
"Eh perempuan kampungan kalau sampai terjadi sesuatu dengan bos kita, lo harus tanggung akibat nya!
"Kalian jangan asal bicara ya, aku tidak apa-apain pak el kok, kalau tidak ada aku sudah pasti bos kalian bakalan lewat! ujar ku lalu pergi dari sana.
"Berani nya lo bilang gitu ya! ujar salah satu dari temen mereka.
Ini yang wajahnya mirip ondel-ondel kok banyak b*c*t ya sama aku! dia mulu yang banyak ngoceh dan mulutnya paling pedas.
"Eh ondel-ondel gue nggak banyak waktu meladeni kalian, udah buncit kayak kodok masih aja mulutnya kayak comberan, kotor?
"Beraninya lo bilang bestie gue kayak gitu, awas lo ya, gue akan balas perbuatan lo! ujar salah satu teman mereka.
Aku tidak menghiraukan mereka aku masuk ke dalam lift!
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments