part 7. Mulutnya Kayak Comberan

Mereka bertiga menatap aku penuh marah, mata mereka bertiga membola dengan sempurna.

"Apa lo bilang kita j*l*ng?

"Seharusnya lo yang ngaca, bukan kita!

"Mulut lo di sekolahin sama mak lo nggak sih!

Aku berpura-pura tidak dengar saja ucapan nya itu, jelas-jelas mereka duluan yang salah!

Brakkk

Salah satu dari mereka memukul meja, aku tidak menghiraukan nya, tangan nya juga yang sakit mukul meja, bukan tangan aku!

"Awas aja lo gue akan lakuin yang lebih dari ini sama lo!

Terserah mereka mau bilang apa, aku juga tidak takut sama mereka!.

"Yuk guys kita pergi dari sini!

Syuuh...syuuh...syuuh...pergi sana gue jijik liat kalian, kalian pikir gue mau di injak-injak sama makhluk tak kasat mata kayak kalian!

"Kalian pikir gue nggak bisa balas juga perbuatan yang semena-mena kalian tuh, bisa lah, Chika Anastasya kalian lawan!

Pesanan aku akhirnya sampai juga, kini aku menyantap makan siang ku itu, habis bertengkar emang enak langsung makan kayak gini, nikmat dan mengenyangkan perut!.

Usai makan aku kembali lagi ke tempat kerja ku, waktu istirahat pun juga sudah berakhir, aku memasuki lift untuk menuju ke lantai 25.

Aku masuk ke dalam lift pak el juga menyelinap langsung masuk ke dalam lift, dia berdiri di sebelah ku.

Sedikit canggung berada di samping nya, aku mundur beberapa langkah ke belakang.

Hening

Kami hanya diam tidak berbicara, life ini tiba-tiba rasanya dingin seperti dalam kulkas, mungkin kulkas dua pintu ini berada di sini.

Kok terasa lama ya life ini naiknya? perasaan kalau aku sendiri yang naik nggak lama!

"Kamu ikut dengan saya nanti! ujar nya jutek

Aku mengangguk kecil saja, jutek banget jadi bos!

"Jam berapa pak? emangnya kita mau kemana? tanya ku supaya mencairkan es batu di hadapan aku ini, sumpah dingin banget di sini.

"Jangan banyak tanya! ujar nya

Dih! bos kok gitu banget!

Pintu lift pun terbuka di lantai 25 aku bersama pak el keluar dari lift tersebut.

Kini aku duduk di tempat meja kerja ku, aku kembali mengerjakan tugas yang di berikan pak Alex tadi.

Hari ini tugas nya tidak terlalu sulit bagi aku, sebelum pak Alex memberi aku tugas ini, ia terlebih dahulu menjelaskan cara kerja nya ke aku, jadinya aku sudah mulai paham sekarang.

"Yes berhasil! senyumku mengembang

Tidak sia-sia aku memperhatikan pak Alex tadi mengajariku aku untuk menyelesaikan tugas yang ia beri.

Pak Alex sangat berbeda dengan pak adzriel, ia orang nya sangat baik dan ramah, berbeda sekali dengan si bos tengil nan jutek itu!

"Hmm... sekarang aku harus bertemu bos tengil itu untuk memberikan berkas ini!

Pak Alex tadi berpesan ke aku kalau sudah selesai tugas yang ia beri, nanti aku harus berikan ke pak adzriel, kata pak Alex sih untuk mengecek dan merevisi ulang.

"Harus siap kamu Chika di marahi sama bos jutek itu lagi, tebal kan saja iman mu untuk bertemu dengan bos gila itu! gumamku melangkah menuju ruangan nya.

Tok...tok...tok...

Ketukan pintu selama tiga kali namun si bos jutek itu tak menyuruh aku masuk!

"Lama banget sih!

Aku mengetuk pintu ruangan itu sekali lagi, tapi dia tak menyahut sama sekali.

"Tuli atau apa sih dia, udah sekeras ini aku gedor-gedor tapi dia nggak menyuruh aku masuk!

Tok...tok...tok...

Bener tuli nih bos tengil, kenapa ya gue dapat bos macam ni? umpatku

Lebih bagus nya aku buka pintu ruangan ini, kalau dia marah itu urusan nanti saja, tapi berkas ini harus sampai ke tangan nya.

Cklekk

Aku membuka pintu itu aku terkejut melihat pak el yang tergeletak di lantai.

"Astagfirullah pak el!

Aku buru-buru menghampiri pak adzriel, berkas yang aku bawa tadi aku letakkan saja di atas meja nya.

"Pak, bapak kenapa? ujar ku mengguncang tubuhnya, tapi ia tidak bangun-bangun.

Aku sangat panik, malahan di sini tidak ada siapapun lagi, aku harus bagaimana?

"Bapak jangan bikin saya panik gini dong, pak bangun pak, bapak jangan bercanda!

Aku terus mengguncang tubuhnya semakin aku guncang tubuhnya ia semakin tidak mau bangun, fix dia benar-benar pingsan.

Apa jangan-jangan dia mempunyai riwayat penyakit jantung? oh astaga aku harus minta bantuan sama pak Alex.

Aku berlari meninggalkan ruangan itu, aku mencari pak Alex di ruangan nya.

"Pak Alex...!

"Pak Alex...!

"Pak Alex...!

Aku berteriak-teriak memanggil pak Alex untung saja dia cepat menghampiri aku.

"Pak, pak el pak! ujarku ngos-ngosan

"Pak el kenapa Chik? tanya pak Alex

"Pingsan pak pingsan! ujar ku

Tanpa banyak kata-kata pak Alex langsung berlari sangat panik dan cemas menuju ruangan pak adzriel.

Astaga ada apa sebenarnya ini?, apa tebakan aku benar kalau pak adzriel mempunyai riwayat penyakit jantung!

Aku juga ikut ke ruangan itu kini pak Alex sedang memberi pertolongan pertama untuk pak el, pak Alex melonggarkan pakaian yang di gunakan oleh pak el.

Jadi benaran pak el sakit jantung!, aku merasa bersalah tidak menolong nya dan menyangka kalau dia bercanda.

"Chik tolong telepon ambulans sekarang! titah pak Alex, aku mengeluarkan hp ku lalu menelepon ambulans.

"Saya butuh ambulans sekarang!

"Alamat nya di jalan xx kantor Sanjaya group!

Aku kembali menghampiri mereka, kasihan juga aku liat bos jutek pingsan seperti ini!

"Pak el sakit apa pak? tanya ku, aku merasakan kaki pak el sudah dingin, pak Alex sangat cemas dengan keadaan pak el.

"Kamu jangan banyak tanya dulu Chik!

"Ambulans nya mana? ujar pak Alex

Tidak lama ambulans yang aku telepon tadi datang, kini pak el sedang di angkat oleh beberapa perawat laki-laki dan di bantu juga oleh karyawan yang lain.

Suasana di kantor ini sudah gaduh dengan kondisi pak el seperti itu, sementara aku sendiri tidak tau harus bagaimana.

Aku mengigit kuku ibu jari ku karena aku juga ikut cemas dengan keadaan pak el yang sudah tergeletak tidak berdaya aku temukan di ruangan nya.

"Semoga saja pak el baik-baik saja! gumamku melihat mobil ambulans sudah pergi membawa pak adzriel.

Tidak tega juga aku liat bos besar ku sakit seperti itu, huuff...pak adzriel aku harap kamu baik-baik saja, ya walaupun kamu sering bikin aku emosi!

Kini aku kembali ke tempat meja kerja ku, belum juga aku menaiki lift, mereka yang sering membully aku sudah menghadang jalan ku.

"Kamu kasih racun apa pak adzriel sampai-sampai dia pingsan?

"Eh perempuan kampungan kalau sampai terjadi sesuatu dengan bos kita, lo harus tanggung akibat nya!

"Kalian jangan asal bicara ya, aku tidak apa-apain pak el kok, kalau tidak ada aku sudah pasti bos kalian bakalan lewat! ujar ku lalu pergi dari sana.

"Berani nya lo bilang gitu ya! ujar salah satu dari temen mereka.

Ini yang wajahnya mirip ondel-ondel kok banyak b*c*t ya sama aku! dia mulu yang banyak ngoceh dan mulutnya paling pedas.

"Eh ondel-ondel gue nggak banyak waktu meladeni kalian, udah buncit kayak kodok masih aja mulutnya kayak comberan, kotor?

"Beraninya lo bilang bestie gue kayak gitu, awas lo ya, gue akan balas perbuatan lo! ujar salah satu teman mereka.

Aku tidak menghiraukan mereka aku masuk ke dalam lift!

...

bersambung...

...----------------...

Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏

(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)

(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)

(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏

semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏

Episodes
1 part 1. Awal Pertemuan
2 part 2. Tatapan Mata Elangnya
3 part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4 part 4. Tv Yang Menonton Aku
5 part 5. Kena Sp 1
6 part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7 part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8 part 8. Merasa Bersalah
9 part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10 part 10. Bos Besar Aneh!
11 part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12 part 12. Hati-hati Di Jalan
13 part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14 part 14. Di Pecat
15 part 15. Bimbang
16 part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17 part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18 part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19 part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20 part 20. Saling Diam
21 part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22 part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23 part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24 part 24. Melepas Penat
25 part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26 part 26. POV Adzriel
27 part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28 part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29 part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30 part 30. POV Mama Saras
31 part 31. Buat Kue Bareng Camer
32 part 32. Sudah Lama Menyimpan
33 part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34 part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35 part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36 part 36. Bos Besar Ku
37 part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38 part 38. Ngumpul Bareng Teman
39 part 39. Bohong Itu Dosa
40 part 40. Menjauh Dulu
41 part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42 part 42. Cari Suami Saya
43 part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44 part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45 part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46 part 46. Gadis Jago Silat
47 Part 47. POV Alex & Hanum
48 part 48. Bikin Stroke Jantung
49 part 49. Alex Menyebalkan
50 part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51 part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52 part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53 part 53. Pernikahan ( Happy Ending)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
part 1. Awal Pertemuan
2
part 2. Tatapan Mata Elangnya
3
part 3. (POV Adzriel) El Rindu Papa!
4
part 4. Tv Yang Menonton Aku
5
part 5. Kena Sp 1
6
part 6. (POV Chika) Kesabaran Ku Benar-benar Diuji
7
part 7. Mulutnya Kayak Comberan
8
part 8. Merasa Bersalah
9
part 9. Kira-kira Siapa Yang Menolong Aku?
10
part 10. Bos Besar Aneh!
11
part 11. (POV Chika) Dasar Bos Sialan Kamu Pak
12
part 12. Hati-hati Di Jalan
13
part 13. Sikap Adzriel Sangat Berbeda
14
part 14. Di Pecat
15
part 15. Bimbang
16
part 16 Kok Mama Marah Sama Aku
17
part 17. Kenapa Semua Orang Belaian Chika
18
part 18. (POV Adzriel) Lebih Baik Jalan Kaki
19
part 19. Sekilas Ku Lihat Gedung Pencakar Langit
20
part 20. Saling Diam
21
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku
22
part 22. Dapat Teman Kok Gini Amat
23
part 23. Masalah Sudah Selesai, Minta Maaf Sulit
24
part 24. Melepas Penat
25
part 25. Bingung, Bingung, Bingung
26
part 26. POV Adzriel
27
part 27. Gimana Nggak Marah Coba
28
part 28. Anak Mileneal Bukan Anak Zaman Kuno!
29
part 29. Sampai Jumpa Kembali Pak Adzriel
30
part 30. POV Mama Saras
31
part 31. Buat Kue Bareng Camer
32
part 32. Sudah Lama Menyimpan
33
part 33. Presdir Ku Cinta Ku
34
part 34. Nasib Pacaran Sama Bos Besar
35
part 35. Panti Asuhan Mutiara Cinta
36
part 36. Bos Besar Ku
37
part 37. Pacaran Setelah Nikah Aja
38
part 38. Ngumpul Bareng Teman
39
part 39. Bohong Itu Dosa
40
part 40. Menjauh Dulu
41
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap
42
part 42. Cari Suami Saya
43
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar
44
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah
45
part 45. Bikin Kejang-kejang Lihat Senyum Nya
46
part 46. Gadis Jago Silat
47
Part 47. POV Alex & Hanum
48
part 48. Bikin Stroke Jantung
49
part 49. Alex Menyebalkan
50
part 50. Alex Dan Hanum Bertemu Lagi
51
part 51. Hanum Si Gadis Jago Silat Itu
52
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan
53
part 53. Pernikahan ( Happy Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!