Sungguh aneh mama ini, kenapa aku kena marah mama?, seharusnya mama marah sama Chika itu bukan sama aku.
Sebenarnya aku anak mama apa bukan sih?, anak orang di belain, jelas-jelas Chika itu penghianat!
"Besok kalau kamu tidak mencari bukti yang valid, mama akan tarik fasilitas yang mama berikan ke kamu! sorak mama dari pintu kamar nya
"Biar kamu ke kantor nya naik angkot saja! ujar mama
Aku memelototi mataku sambil menunjuk diri ini, kenapa aku yang salah?, sampai-sampai mama mau menarik fasilitas yang di berikan ke aku pada itu!
Aku tidak percaya dengan ucapan mama barusan, masa si munafik di bela sedangkan aku di marahi.
"Lah, mama gimana sih?, dia yang mengambil data perusahaan kita ma, aku lihat sendiri kok kalau Alex menemukan map itu di dalam tas nya, aku mana mungkin salah mengambil keputusan ma...! ujar ku
Lalu mama keluar dari kamar nya dan menghampiri ku, aku memasang wajah senang, akhirnya mama berubah pikiran, mungkin mama tidak jadi menarik fasilitas nya dari ku!
"Mama percaya kan, kalau dia itu munafik? tanya ku
"Kunci mobil, dompet, kunci motor, kartu ATM, mana? ujar mama merentangkan tangan nya
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku tidak percaya, jadi mama keluar kamar hanya meminta semua fasilitas ku!
"Buruan! bentak mama
"Ma...mama...gimana sih...! ujar ku dengan iba
"Mana?, buruan kasih ke mama! ujar mama
"Ma...itu kan fasilitas yang papa berikan ke aku bukan dari mama! ujar ku
Fasilitas yang aku punya sekarang ini merupakan pemberian papaku waktu itu, sampai sekarang semuanya masih ada di tangan ku.
"Mau almarhum papa kamu, mau mama yang beri fasilitas itu, intinya itu dari mama juga!
"Cepat kasih ke mama! ujar mama memaksa ku
"Iya, di kamar! ujar ku
Aku pergi ke kamar untuk mengambil yang di minta mama tadi, ternyata mama mengikuti ku dari belakang, aku memasang wajah cemberut.
Tapi tidak apa lah, Alex kan ada yang menjemput aku besok, supir mama juga ada, jadinya aku tidak perlu menghawatirkan nya!
"Besok, tidak ada yang menjemput kamu, supir pribadi mama khusus untuk mama saja, jadi kamu tidak boleh memakai mobil mama!
"Mama sudah bilang juga ke Alex, kalau kamu minta jemput mama bilang jangan menjemput kamu!
"Satu lagi, kamu besok ke kantor harus naik angkot, dan uang ongkos nya hanya pas pulang pergi saja!
"Tidak lebih tidak kurang, bekal juga mama siapkan dan kamu tidak juga jajan! ujar mama
Aku benar-benar stres dengan ucapan mama ini, masa aku harus naik angkot pulang pergi, terus bawa bekal juga lagi.
Kembali ke masa kanak-kanak ku dulu, semuanya mama yang atur aku hanya menjalankan nya saja!
"Awas kamu chika! gumamku
Ini gara-gara Chika itu!
"Jangan salah-in orang, kamu sendiri yang salah seharusnya kamu cari bukti yang valid, kalau terbukti chika tidak salah kamu harus pacaran sama nya! ujar mama
"Apaan sih ma kompensasi apa itu? ujar ku
"Canda! ujar mama tertawa renyah
"Kalau pacaran juga tidak apa sih! ujar mama
Setelah mengambil semua fasilitas ku kini mama balik ke kamar nya, aku terduduk lemas karena mama mengambil fasilitas ku.
...
Pagi harinya aku memang benar pergi ke kantor naik angkot, sambil jinjing bekal yang sudah di siapkan oleh mama.
"Hati-hati, ya, anak mama yang paling ganteng! ujar mama mengantar ku sampai gerbang rumah
Aku hanya tersenyum kecut kini aku harus jalan sampai depan gang rumah, karena di depan gang ini lah aku menunggu angkot yang lewat.
"Lama banget angkot yang lewat! gumamku, mana keringat udah membanjiri tubuhku lagi.
Sampai kantor pasti aku sudah bau keringat, mamaku ini ada-ada aja kelakuan nya, masa anak sendiri di suruh naik angkot.
"Tega bener mama sama aku!
15 menit kemudian...
Sudah lima belas menit aku menunggu angkutan umum ini, tapi belum juga yang lewat satupun.
"Beruntung nya pagi ini aku tidak ada meeting!
Nah setelah lama aku menunggu akhirnya dari ujung sana ku lihat ada angkot yang mau menuju ke sini.
"Huuff... syukurlah akhirnya yang di tunggu nyampe juga! senyumku sudah mengambang
Angkot pun sampai di depanku belum aku naik eh emak-emak sudah lebih dulu menerobos masuk, iiih nyebelin banget sih emak-emak ini.
"Bangku dua belas geser lagi!
"Ayok bang naik, nanti nggak dapat angkot lagi lho! ujar si supir
Udah penuh gini malah di suruh geser-geser lagi, kalau emak-emak ini tidak naik duluan sudah pasti aku dapat tempat duduk.
"Penuh gini mana muat bang! ujar ku
"Masih muat bang, buruan naik ini angkot terakhir lho! ujar nya
"Ibu-ibu tolong geser lagi ya, itu penumpang masih ada satu lagi! ujar si supir
Menjengkelkan sekali angkot ini, seumur hidup baru sekali ini aku naik angkot!
"Geser dong! ujarku jutek ke bapak-bapak
"Naik angkutan umum ya gini mas, penumpang membludak! ujar bapak-bapak itu.
Aku hanya cemberut saja aku di apit oleh ibu-ibu yang badan nya gemuk dan bapak-bapak juga!
Uuuh...nasib...nasib....!
Akhirnya aku sampai juga di depan kantor ku, dan pada akhirnya aku terlepas juga dari angkot bau itu.
"Aaah sial banget! gerutu ku
Aku memasuki kantor itu dengan hati sedikit panas.
"Pagi pak presdir!
"Nggak usah sapa! ujar ku marah
Satpam itu langsung tertunduk takut.
"Pagi pak!
"Nggak usah sapa! ujarku marah
Semua karyawan kantor jadi takut dan enggan menyapa ku.
"Bisa-bisa nya aku seperti ini, lihat saja kamu chika!
Aku masuk ke dalam ruangan ku sambil membanting pintu, ingin aku luapkan emosiku ke siapa pun itu!
"Hai bro! sapa Alex yang baru masuk ke ruangan ku
"Diam dasar pengecut! ujar ku
Masa sama mama aku aja dia takut sedangkan sama aku tidak, sementara aku yang mengaji dia, bukan mama.
"Yang gaji lo itu gue, seharusnya lo jemput gue, ini nggak malah dengerin ucapan mama! ujar ku
"Hehe...gue mana berani lawan orang tua, mama lo sudah gue anggap sebagai mama gue juga, jadi gue nggak mau melawan tante Saras! ujar nya
"Ini semua gara-gara chika! ujar ku
"Lah kok gara-gara chika? tanya nya
"Ya, mama tau kalau gue pecat chika, lalu mama marah-marah nggak jelas, kata mama Chika itu tidak salah, kata mama gue harus cari bukti yang valid! ujar ku
"Tukan gue bilang apa, tante Saras aja nggak yakin kalau chika yang salah, jadi, kita harus cari bukti yang sebenarnya! ujar Alex
Kenapa sih semua orang belain Chika?, sedangkan aku nggak ada yang belain!
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Jumi Saddah
ngamuk nya nda jelas,,seharus nya ya selidiki dlu,,emank pada dasar nya esmosi jdi tidak melihat akan kebenaran,,
2022-11-20
0