Kini aku masih di ruangan pak adzriel, ia menyuruh aku untuk duduk di sini sebentar, entahlah aku juga tidak tau kenapa dia nyuruh aku masih tetap di sini.
"Jadi saya cuma liatin bapak aja? tanya ku mulai jenuh, dari tadi duduk termenung saja, tanpa melakukan apapun.
Ia melihat aku sekilas, lalu ia melanjutkan mencoret-coret kertas putih itu dengan tinta pena.
Apa maksudnya coba mencoret-coret kertas itu?
"Bapak kurang kerjaan? tanya ku
Ia tergelak seakan mengejek, ngeri juga aku dekat-dekat dengan bos gila seperti ini.
"Bapak saya mulai kerja dari mana ya? tanyaku
Astaga dia benar-benar tidak menggubris ucapan ku, sabar Chika sabar...!
"Kamu tau kenapa saya mencoret-coret kertas ini? tanya dia
Mana saya tau, bikin jengkel aja sama bos somplak kayak gini, tampang oke kelakuan kayak bocah.
"Mana saya tau, kalau saya tau nggak mungkin saya nanya tadi kan! ucapku sedikit tersulut emosi
Dia tersenyum sinis, "baru ini saja kamu sudah berani marah dengan saya!
"Saya hanya menguji kesabaran kamu, ternyata sabar kamu masih di bawah rata-rata! ucap nya
Aku tertunduk karena malu, astagfirullah seharusnya aku tidak bicara keras sama bos aku.
"Maaf pak, saya jenuh!
"Dari tadi bapak kacangin saya aja, jelas-jelas kacang mahal pak! ucapku
Ia melihat aku dengan senyum samar, senyumnya itu hampir tidak terlihat, pelit banget sama senyum!
"Jenuh? berarti sama pekerjaan kamu nantinya akan jenuh juga! ujar nya
"Kalau soal pekerjaan insyaallah saya tidak akan jenuh pak, asalkan saya di beri arahan dan masukan yang baik! ucapku penuh keyakinan
Ia mengangguk kecil ia memberikan aku sebuah map berwarna merah, "pelajari dari sini dulu, nanti Alex akan mengajari kamu dengan teliti! ujar nya
Aku mengangguk sebagai jawabannya, kini aku hendak keluar, belum sempat aku membuka pintu, aku berbalik lagi.
"Maaf pak meja saya dimana ya? tanya ku
Ia melirik aku dengan tatapan dingin dan cuek khas bos besar kulkas, "depan ruangan saya ada meja yang kamu lalui tadi kan? ucapnya
"Iya! ucapku
"Jadi? dia balik bertanya dengan ku
Aku mengaruk-garuk kepada ku yang tertutupi oleh hijabku.
Dia menaikan sebelah alisnya melihat aku, bingung deh apa maksud nya.
"Nggak ngerti juga? ucapnya
Aku menggelengkan kepalaku, emang aku nggak ngerti sama ucapan nya itu, kode nya aja juga nggak jelas.
Dia menghela nafas berat, "itu meja kamu! ucapnya
Aku mengangguk kecil, bilang dong dari tadi, ini nggak pakai kode nggak jelas banget.
...
"Haha..! aku tertawa seakan mengejek gadis itu.
Bukanya dia orang aku liat di lampu merah tadi?
"Chika Anastasya! gumamku menyebut nama panjang nya
Kini aku melanjutkan pekerjaan ku, semoga saja dia menjadi sekretaris yang handal, tidak seperti sekretaris yang dulu, suka merepotkan orang.
"Alex keruangan ku sekarang! ucapku menggunakan telepon
Tidak lama Alex masuk ke ruangan ku, ia langsung duduk di hadapan ku.
"Ajarkan dia dengan baik, saya tidak mau mempunyai sekretaris abal-abal seperti kemaren! ucapku
"Siap el! ucap nya
"El lo serius nggak balik lagi ke Jerman? tanya Alex
Aku menggeleng, baru saja aku balik dari sana masa harus kembali lagi, lebih enak di sini, "lo ngusir gue? tanya ku
"Iya gue ngusir bos kulkas kayak lo, dari dulu lo nggak pernah berubah, bawaannya marah mulu sama orang, dingin lagi! ujar nya
Aku lebih suka cuek, dingin, dan suka marah, karena aku tidak mau di dekati sama cewek yang hanya mengincar harta keluarga aku saja.
Aku mau mencari pasangan hidup yang benar-benar tulus dengan aku.
"Lo kan tau alasannya! ucapku
"Iya gue tau, tapi nggak gitu juga kali! ucap Alex
Lebih baik bersikap cuek gini, "Al lebih baik kamu ajarin Chika sekarang! ucapku
"Oke, tapi gaji gue di naiki beberapa persen ya! ucap nya
"Heran sama lo, gaji melulu yang lo pikir, kerja dulu, gaji urusan belakangan! ucapku
Ia mengangkat tangannya seraya membentuk huruf ok.
...
Aku duduk di meja yang di bilang oleh pak adzriel tadi, di atas meja ini ada komputer, telepon kantor, dan beberapa map yang tersusun rapi di sini.
Sambil menunggu pak Alex tadi aku membaca beberapa map yang ada di sini, isinya tentang apa ini? aku tidak terlalu mengerti.
"Chik, hari ini saya akan mengajarkan kamu! ucap pak Alex
Apa Chik? dia menyebut aku dengan nama Chik, jelas-jelas nama aku Chika ini malah di bilang Chik, Chik
"Chika pak, bukan Chik! ucapku membenarkan ucapan nya.
"Chik apa salah nya sih, sama aja nggak ada beda nya tinggal huruf a nya aja di tambah! ucap nya
Terserah dia aja deh!
"Kamu sebagai sekretaris pak el kamu harus siapkan mental yang kuat!
"Dan paling utama siapkan fisik yang kuat, jangan suka sakit, dia lebih sering ngajak lembur sampai malam! ucap pak Alex
Aku mengangguk saja, kini pak Alex mengajarkan aku tentang jadi sekretaris pak el.
Sudah tiga jam pak Alex mengajarkan aku, kini aku sudah paham dengan kerja aku.
"Gimana kamu paham atau tidak? tanya pak Alex
"Saya paham pak! ucapku
Dia tersenyum lalu mengacungkan jempol nya, "cepat tanggap, bagus kamu sangat cocok jadi sekretaris pak el! ucapnya
Aku juga ikut tersenyum, mudah-mudahan apa yang di bilang sama pak Alex ini benaran deh, kalau aku sangat cocok jadi sekretaris pak el.
Pak Alex menatap aku seraya tersenyum, "kamu sudah punya pacar? tanya nya
Aku mengerutkan keningku, lah kenapa hal-hal pribadi yang di tanya pak alex?
Apa bekerja di sini harus di tanya hal pribadi kita?
"Kenapa bapak tanya itu? apa bekerja di sini harus menanyakan hal pribadi juga? tanya ku
"Bukan itu, maksud saya...tidak jadi! ucapnya mengaruk-garuk kepalanya.
Aku hanya tersenyum canggung saja, aneh banget sih?
...
Jam menunjukkan pukul setengah lima saja, aku membereskan map yang aku baca dan aku pelajari tadi.
"Hmm...apa sekarang jam pulang? gumamku
Aku berdiri dari duduk ku pinggang aku sangat capek duduk saja dari tadi, aku berjalan melihat apa karyawan pada pulang jam segini?
"Permisi mbak! ucapku menyapa salah seorang
Dia tersenyum, "iya apa ada kendala? tanya nya sangat ramah
"Apa sekarang jam pulang? tanya ku
"Iya sekarang jam pulang, apa kamu baru bekerja di sini? tanya nya lagi
Aku mengangguk, "di sini kita pulang jam setengah lima, tapi kalau karyawan baru seperti mbak saya juga kurang paham! ucapnya
"Coba mbak nya tanya ke bos saja, biasanya kalau sekretaris bos, yang menentukan pulang itu bos nya!
"Hati-hati ya nanya nya sama bos besar kita! ucapnya tersenyum lalu ia pergi
Heran sama orang-orang kantor ini, masa dari tadi bilang hati-hati mulu kalau mau nanya ke bos?
Sebenarnya bos kantor ini galak banget ya?
Atau psikopat berdarah dingin?
"Ya sudah lah lebih baik aku ke ruangan bos saja!
Aku menuju ruangan pak el, aku mengetuk pintu ruangan itu.
Tok..tok..tok...
Sebenarnya aku ragu sih nanya sama pak el, nanti yang di bilang sama karyawan kantor ini benar gimana?
"Masuk!
Aku masuk ke dalam ruangan itu, aku melihat pak el yang lagi fokus dengan layar laptop nya.
"Maaf pak saya menganggu bapak!
Ia tidak menggubris ucapan ku, "hmm...saya mau tanya apa saya boleh pulang? tanya ku sedikit memicingkan mataku, sebenarnya aku takut juga dengan pak el.
Mungkin di dunia ini aku yang paling gemetaran menghadapi pak el.
Tangan nya berhenti menarik-narik di keyboard laptop, tatapan nya teralih kepada ku, ia menaikan sebelah alisnya.
"Sudah mau pulang saja? tanya nya, mampu membuat aku gemetaran.
Tatapan mata elangnya itu membuat aku tertunduk, enggan aku melihat nya.
"Kita pulang bareng, sebentar lagi selesai! ucapnya
"Baik pak! ucapnya lalu aku buru-buru pergi ke luar.
Astagfirullah jantung aku rasanya mau copot gara-gara tatapan mata elangnya itu.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments