Pagi ini aku pergi ke kantor agak telat, karena tadi malam aku tidurnya agak lama.
Baru hari ke dua aku kerja udah telat saja, mudah-mudahan karyawan lain tidak membully aku!
"Anak baru masa sudah telat!
"Alah dia mah nanti akan di pecat juga!
"Cih...baru kerja sudah telat, emang kantor ini milik nenek moyang nya apa?
Baru saja aku melangkah memasuki kantor ini, aku sudah dapat caci maki dari karyawan lain.
Aku menatap mereka bertiga, dia lagi dia lagi, seperti nya mereka tidak suka dengan aku?
"Sabar Chika sabar...!
Aku mengelus dadaku untuk menenangkan hati yang mulai memanas ini!
Aku melangkah menuju lift untuk naik ke lantai paling atas, mereka masih ngoceh tidak jelas tentang aku.
"Lagak-lagak kamu itu tidak akan bisa mengalahkan kami!
"Alah dia mah cewek kampungan, sok jadi cewek kota kayak kita-kita!
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, biarlah mereka ngoceh nggak jelas tentang aku, toh mulut nya itu yang akan berbusa bukan mulut aku!
Sesampai nya aku di depan pintu ruangan pak el, tapi aku tidak melihat tanda-tanda dia berada di dalam sana!
"Pak el kemana?
"Ya sudah lah, lebih baik aku kerja saja ngapain mikirin bos tengil seperti dia!
Aku membuka laptopku aku memulai melakukan tugas admistrasi kesekretariatan, sedikit sulit kalau tidak ada pemandu dari yang sudah ahlinya.
"Aduhh kok aku masih susah ya untuk memahami nya!
Aku melihat-lihat pak Alex tapi dia juga tidak ada di sini, entah kemana mereka?
...
Kami tiba di TPU tempat papa di makam kan, aku melangkah memasuki TPU itu, aku membimbing mama.
Kelihatan dari raut wajah mama yang sangat sedih, setiap mama pergi ziarah ke makam papa pasti mama sangat sedih.
Kami sampai di samping makam papa, mama jongkok di samping makam papa.
"Assalamualaikum mas...!
"Aku datang lagi, sesuai janji kita dulu, siapa yang meninggal lebih dulu kita akan tetap bersama walaupun dunia kita telah berbeda, aku datang mas!
"Hiks...hiks...hiks...!
Mama menangis di makam papa, aku juga merasakan sedih yang sangat mendalam, air mata ku juga mengalir di pipiku.
"Ma, mama jangan berlarut-larut! ujar ku juga ikut jongkok dan merangkul pundak mama.
"Hiks...hiks...mas...aku merindukan kamu! tangis mama
Aku mengelus pundak mama untuk menenangkan mama, tak kuasa aku juga ikut mengeluarkan isak tangis ku.
"Hiks...hiks...papa el juga rindu dengan papa, papa sudah tenang di alam sana! tangis ku
Mama masih nangis sambil menaburkan bunga itu ke makam papa, aku juga menaburkan bunga itu ke makam papa.
El sangat merindukan papa, seandainya papa masih hidup mungkin hidup kami tidak akan seperti ini pa.
Harta berlimpah kedudukan tinggi itu tidak ada artinya bagi el pa, el hanya ada papa di sini, itu yang el inginkan bukan harta ini!
"Papa el sangat merindukan papa! lirihku menyeka air mataku.
Aku membawa mama untuk berdiri tapi mama menggeleng, karena mama masih mengelus batu nisan papa.
"Mas aku akan kembali lagi ke sini, aku janji mas!
Barulah mama berdiri mama masih melihat makam itu, air mata mama masih mengalir, aku membantu menghapus air mata mama.
"Kami pulang dulu mas! ujar mama
Aku merangkul pundak mama sambil berjalan, mama masih melihat makam papa ke belakang.
"Kita tidak boleh berlarut-larut ma, papa sudah tenang di sana! ujar ku
Mama mengangguk kecil, aku mengantar mama sampai mobil, aku langsung pergi ke kantor sementara mama di antara oleh Alex.
"Lex gue titip mama gue ke lo, pastiin mama gue sampai di rumah dengan selamat! ujar ku
Alex tersenyum sambil memberi hormat kepadaku, "siap bos besar! ujar Alex
"Mama jangan singgah kemana-mana ya! pesan ku
Mama hanya mengangguk kecil.
Kini Alex membawa mobil itu, aku melihat mobil itu sampai jauh dan di telan oleh tikungan, barulah aku masuk ke mobil dan melanjutkan ke arah kantor.
...
Mereka berdua pada kemana ya? padahal aku sangat membutuhkan bantuan pak Alex, tapi dia juga tidak ada di sini!
"Aku harus gimana?
Seseorang menemui aku, wanita cantik yang bernama Riska yang tertera di name tag nya itu.
"Hai karyawan baru ya? tanya nya
Aku mengangguk kecil seraya tersenyum, "hmm...nama mbak siapa? tanya ku, ya walaupun aku sudah lihat nama di name tag nya, tapi lebih sopan lagi aku bertanya.
"Apa mbak? kamu nggak salah manggil saya mbak! ujar nya menatap aku penuh tanya
Aku mengangguk kecil, "saya Riska, bay the way panggil Riska saja!
"Kayaknya umur kita masih sama lah ya! ujar nya
"Oke, Riska!
"Nama aku Chika Anastasya, panggil saja Chika! ujarku menjulurkan tanganku ke dia, lalu ia menjabat tangan ku.
Kini aku melanjutkan pekerjaan ku, ya aku coba saja siapa tau aku bisa!
"Gue lihat lo susah ngerjain pekerjaan lo! ujar nya melihat cara kerja ku
"Hmm... begitulah! ujar ku
Dia masih melihat aku sambil memangku tangannya ke dada, "pak el atau pak Alex nggak ngajarin lo? tanya nya
"Di ajarin sih, tapi aku masih belum paham banget! ujar ku
"Lo gue aja, biar nggak kaku amat! ujar nya
Kami banyak bercerita tentang karyawan kantor ini, ternyata bukan aku saja yang kena bully di kantor ini, Riska juga kena bully.
"Gue pikir cuma gue aja yang kena bully, ternyata lo juga! ujar ku
"Iya, 3r itu sih akan selalu menganggu kita, sampai kita keluar dari sini! ujar nya
Aku mengerutkan keningku, maksud dari 3r itu apa?
"3r itu apa maksud nya? tanya ku
"Risa, Resi, dan Rena! ujar nya
"Mereka bertiga terkenal dengan mulut pedasnya, apa lagi mereka suka fitnah orang! ujar nya
Sekarang aku baru tau, ternyata wanita yang selalu beriga itu sangat jahat, apa lagi kata Riska mereka suka fitnah orang juga!.
Kami Masih bicara pekerjaan ku jadi terbengkalai, kami berdua fokus dengan pembicaraan kami.
"Seperti ini cara kerja kalian?
Kami berdua terkejut dan langsung terdiam, karena pak el memarahi kami, Riska menyenggol lengan ku, aku juga menyenggol lengan nya.
"Bisa habis kita Chika! lirih Riska berbisik
"Kamu kembali kerja sana! ujar pak el menyuruh Riska pergi, kini Riska pergi dari sini, kini hanya aku dan pak el yang berada di sini.
Aku tidak bisa melihat wajah marah pak el, tamatlah riwayat ku kali ini.
"Ikut ke ruangan saya! titah pak el, ia berlalu pergi dan aku mengikuti nya dari belakang, sampainya kami dalam ruangan itu.
Lalu pak el membelakangi aku, "mana yang saya minta kemaren? tangih pak el, ya kemaren pak el menyuruh aku menyelesaikan tugas kesekretariatan.
"Maaf pak belum selesai! ujar ku menunduk ketakutan, memang pekerjaan nya sangat sulit bagi aku tanpa pemandu sama sekali.
Celepuk
Pak el sengaja menjatuhkan map ke lantai, seperti nya dia sangat marah dengan ku.
"Cara kerja kamu sangat jelek, bisa-bisa perusahaan saya akan hancur dengan adanya karyawan seperti kamu ini! ujar nya
Aku langsung mengangkat kepala ku, dia bilang cara kerja aku sangat jelek?, iya aku tau karyawan baru, tapi kok bos besar macam ini merendahkan pegawai nya?
"Bapak jangan merendahkan cara kerja saya, saya tau pak saya ini orang baru, saya juga pertama kali kerja sebagai sekretaris, tapi kok bisa-bisanya bapak bilang cara kerja saya jelek? ujar ku tidak mau terima
"Saya masih butuh bimbingan dari bapak juga! ujar ku
Dia tersenyum sinis lalu mendekati aku, "pegawai macam apa kamu? berani sekali kamu dengan saya? ujar nya
Aku kembali tertunduk takut, "saya bos di sini, jadi terserah saya mau bilang apa ke kamu, sekali lagi kamu berani sama saya, jangan harap kamu bisa bekerja di sini! ujar nya membuka pintu lalu menyuruh aku keluar.
Aku keluar dari ruangan itu, kami saling berselisih aku menatap dia, entah keberanian dari mana aku dapat sehingga aku menatap wajah marah nya itu.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!🙏
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya 🙏)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih ini🙏
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments