Setelah selesai penarikan uang di bank, saya dan Indah pun langsung pulang ke rumah.
Setelah kami sampai di rumah, bapak pun segera menelpon mereka, dan menyuruh mereka datang untuk mengambil uang mereka.
Tidak begitu lama mereka pun datang, ibu dan bapak pun segera menyambut mereka dan menyuruh mereka untuk masuk dan langsung duduk di kursi.
Setelah beberapa menit mereka istirahat, dan capek mereka sudah mulai hilang, saya segera mengeluarkan uang tersebut.
dan menyerahkan ke bapak, biar bapak sendiri yang menghitung dan membagikan ke mereka.
Bapak pun segera menghitung uang tersebut, dan memisahkannya menjadi 3 bagian.
Setelah selesai di bagi dan jumlahnya sudah rata, bapak segera menyerahkan ke mereka satu-persatu, yang masing-masing mereka mendapat 17 juta.
Mereka sangat gembira apalagi dengan kondisi sekarang ini, mereka tidak punya kerjaan dan hanya di sawah membantu bapak.
Bapak pun berpesan agar membuka usaha, atau membeli sesuatu yang bisa bermanfaat dan menunjang hidup mereka dan keluarga ke depannya.
Mereka pun berbincang-bincang, seperti sedang membahas uang tersebut di gunakan untuk apa selanjutnya.
Agar tidak asal-asalan dalam menggunakan uang tersebut, dan benar-benar bisa bermanfaat bagi hidup mereka ke depan.
Dan saya pun sedikit menguping pembicaraan mereka, ada yang berencana membuka konter pulsa, ada yang ingin membuka konter jual beli ponsel, dan ada jga yang ingin membuka warung campuran.
Bapak pun sangat bersyukur mendengar keinginan mereka untuk membuka usaha kecil-kecilan.
Karena jujur bagi kami orang desa, jika mendapat uang dengan jumlah seperti itu, kami sudah sangat bersyukur dan bahagia.
Bagi kami jumlah tersebut sudah sangat besar dan banyak, beda dengan orang di kota yang menganggap jumlah tersebut masih kecil dan sedikit.
Perputaran uang di desa dan di kota juga sangat berbeda, di kota orang mudah mendapatkan uang sedang di desa agak sulit.
Begitulah perbedaan di desa dan di kota, sehingga kita selalu melihat orang di kota itu rata-rata kaya.
Di desa jika mau panen pun harus menunggu berbulan-bulan, menjual makanan cepat saji pun tidak selancar di kota.
Jadi, jika ingin membuka usaha kita harus lihat usaha apa yang sulit di temui di desa kita, biar usaha kita bisa terus berjalan.
Setelah beberapa jam kemudian, mereka pun pamit pulang.
Saya dan Indah pun sebenarnya sudah ingin kembali ke kota karena ingin menyelesaikan studi kami.
Tapi kami masih rindu dengan wisata yang ada di sini, jadi kami masih tinggal sekitar 2 hari baru kami pulang ke kota lagi.
Selama 2 hari di kampung kami manfaatkan untuk berwisata, karena mungkin akan lama lagi baru kami bisa ke sini.
Karena setelah lulus kami akan fokus dulu dengan usaha yang kami jalankan selama ini.
Dan Indah juga akan fokus dengan usaha barunya itu, yang selama ini dia inginkan untuk membuka usaha butik sendiri.
Yang Alhamdulillah akhirnya keinginan Indah pun terkabul, walaupun belum terlalu banyak barang nya,
Tapi, ibu dan bapak nya berjanji jika sudah gajian, mereka akan melengkapi barang baru di butik tersebut.
Indah pun terlihat sangat bahagia, dan tidak berhenti mengucapkan terima kasih kepada saya dan keluarga,
Karena telah membantu sehingga butik tersebut bisa berdiri sesuai keinginan dari Indah.
Ya begitulah jika kita berpegang kepada prinsip kekeluargaan, saling membantu, dan saling menghargai,
Maka segala sesuatu yang kita kerjakan bersama -sama akan terasa mudah.
Begitulah prinsip keluarga kami yang selalu terjaga sampai saat ini, sehingga beban terasa ringan.
# Pulang ke kota di rumah Indah
Setelah 2 hari ini di kampung, sekarang sudah tiba saatnya untuk kembali ke kota lagi,
Saya dan Indah pun pamit kepada semua keluarga yang ada di sini.
Tidak lupa kami meminta doa agar kami bisa menyelesaikan studi terakhir kami ini, agar bisa lulus dan segera wisuda.
Mengingat perjuangan kami selama 4 tahun lebih ini, inilah masa yang sangat kami tunggu dan ini merupakan penentu kelulusan kami.
Makanya kami terfokus dulu ke sini agar menghasilkan hasil maksimal yang dapat menentukan arah hidup kami ke depannya.
Setelah selesai berpamitan, kami pun segera berangkat,
Di sela perjalanan kami singgah untuk membeli oleh-oleh khas desa kami, untuk di bagi ke karyawan dan juga buat paman dan bibi,
Dan juga buat kami sendiri, karena kami selalu rindu dengan makanan khas desa kami ini.
Sesampainya di rumah Indah, seperti biasa rumah dalam keadaan sepi, kami pun beristirahat sebentar kemudian kami pergi mengecek usaha masing-masing,
Saya pun di antara Indah ke tempat usaha saya yang baru, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat usaha Indah
Kami pun sibuk masing-masing di tempat usaha kami, sembari mengerjakan studi terakhir kami.
Untungnya ada karyawan yang membantu saya memudahkan kerjaan saya di kedai ini, saya hanya mengarahkan sedikit-sedikit dan membantu jika terlalu sibuk saja,
Makanya saya masih sempat untuk mengerjakan tugas studi ini,
Begitupun dengan Indah yang di bantu dengan 1 orang yang termasuk sepupu Indah dari ibunya,
setelah kedai saya tutup, saya pun di jemput oleh Indah sebenarnya saya menolak dan berkata bisa berjalan atau ojek,
Tetapi Indah kasihan kepada saya, jadi dia menyempatkan diri untuk menjemput saya.
"Hmmmm..." apa butik kamu sudah tutup, sehingga kamu bela-belain buat jemput saya?"
"Sudah Lis, makanya saya ke sini buat jemput kamu!"
"Lain kali tidak usah kamu jemput saya Ind, saya kan bisa pulang naik ojek atau apalah gitu!"
"Enggak ah Lis! selagi saya masih bisa buat jemput kamu ya kenapa tidak?"
"Bukan begitu Ind! kamu sudah antar saya ke sini dan pulang pun kamu jemput saya, saya sudah seperti majikan kamu".
"Ih kamu Lis! kok bilang seperti itu kita ini saudara jadi wajar saya perhatian sama kamu!"
"Ind! nanti jika uang saya sudah cukup, bantu saya buat cari sepeda motor ya! biar bekas asal bagus dan bisa saya pake kemana-mana, agar tidak menyusahkan kamu lagi!"
"Kamu itu sama sekali tidak merepotkan saya Lis, tapi jika kamu mau beli ya terserah kamu sih!"
"Iya takutnya ada keperluan mendesak, dan kamu tidak bisa antar saya, bagaimana dong?"
"Iya juga sih Lis! terkadang kan saya tiba-tiba harus datang ke kampus dan kamu tidak!"
"Itulah Ind, makanya saya berniat mau membeli, tapi yang surat-surat nya lengkap ya Ind!"
"Kamu tinggal bilang saja Lis, jika uang kamu sudah cukup, saya antar kamu ke tempat teman saya yang punya usaha jual beli motor gitu!"
"Ok Ind! kamu memang paling mengerti saya".
"Hmmm... Bisa aja loh Lis!"
Setelah beberapa menit kemudian kami pun sampai di rumah Indah, dan di situ terlihat sudah ada paman dan bibi.
"Assalamualaikum......" ucap kami sambil melangkah menuju ke dalam rumah karena pintu pun terbuka
"Waalaikum salam...... " ucap paman dan bibi
"Kami ke kamar dulu ya Bu, pak pengen bersih-bersih lalu ganti baju". ucap Indah
"Iya" ucap mereka
Setelah bersih-bersih dan berganti baju, saya dan Indah pun keluar menemui paman dan bibi.
"Maaf ya tadi ibu ada perlu jadi pergi keluar, pasti kalian datang cuma simpan barang lalu pergi lagi ke tempat usaha kan?" ucap bibi
"Kami sempat istirahat sebentar Bu, baru lanjut ke tempat usaha" ucap Indah
"Jadi ini yang di meja oleh-oleh buat kami kan?"
"Iya, Bu, tadi kami juga sudah bagi ke karyawan jadi ini untuk ibu dan bapak".
"Wa banyak banget sih, terima kasih ya anak-anak ibu!"
"Oh iya Bu! ibu tampah pakaian baru lagi ya di butik?"
"Iya, kebetulan kemarin, ada promo besar-besaran dan juga bonus bagi yang telaten selama ini di tempat kursus ibu,
jadi ibu masuk nominal gitu jadi dapat beberapa bonus pakaian,
ibu juga ada sedikit uang jadi bisa beli sedikit pakaian yang promo tersebut."
"Wah ibu hebat banget, itu baju-baju mahal loh Bu! saya senang banget di butik banyak pakaian-pakaian yang bermerek dan mahal".
"jadi bagaimana hasil hari ini di tempat usaha kalian?"
"Alhamdulillah baik kok Bu"
"Kamu Lis bagaimana?
"Alhamdulillah baik juga kok bi, Mala banyak pembeli yang bilang mereka bingung cari kedai saya,"
"Tapi kan kalian sudah pasang spanduk di tempat Indah kan, yang mengarahkan ke tempat yang baru?"
"Sudah sih bi, tapi mereka kurang memperhatikan katanya, dan mereka bisa tau karena di tanya sama orang yang sudah tahu tempat baru ini".
"Ya sudah kamu, harus banyak-banyak promosi dan menunjukkan lokasi yang sekarang biar para langganan kamu bisa tahu tempat itu!"
"Iya Bi, saya baru mulai lagi promosinya, karena selama di kampung saya tidak pernah promosi"
"Iya sudah, kalian harus tetap saling bantu, walaupun sudah punya kegiatan masing-masing!"
"Siap" ucap saya dan Indah
"oh iya Ind?, bagaimana menurut kamu cara kerja Vivi?"
Vivi ini adalah karyawan yang bekerja di butik Indah, dia merupakan sepupu Indah dari ibunya,
Dia juga tinggal di kota ini, tapi agak jauh rumahnya dari rumah Indah,
Dia hanya lulusan SMP, karena katanya dia dulu nikah mudah jadi tidak sempat lanjut ke SMA,
Dan sekarang dia sudah janda, karena suaminya sudah tidak ada, kata orang meninggal karena kecelakaan gitu,
Dia memilki 1 orang anak, jadi dia harus bekerja untuk menghidupi anaknya tersebut.
Dia orang nya baik yang seperti di ucapkan Indah, umurnya pun lebih tua sedikit dari kami.
"Baik kok Bu, dia rajin dan ramah sama pembeli"
"Iya kasihan dia, suaminya sudah meninggal akibat kecelakaan, dan dia punya 1 anak, makanya harus bekerja untuk menghidupi anaknya".
"Pantas dia terlihat sangat banyak beban pikiran, terkadang jika tidak ada pembeli di terlihat merenung".
"Mungkin dia masih kepikiran dengan suaminya Ind"
"Jadi, jika dia kerja anaknya siapa yang jaga Bu?"
"Katanya sih di titip di ibunya, kan ibunya juga tidak ada kegiatan lain selain di rumah saja."
"Bagus lah dia masih ada ibu, jadi bisa menitipkan anaknya biar dia bisa kerja."
"Makanya kamu harus memberi semangat buat dia dan sesekali ajak dia jalan-jalan ke mana gitu biar bisa sedikit lupa dengan masa lalunya!"
"Nanti Indah dan Lisa bawa dia jalan, biar sedikit Heppy, Iya kan Lis?"
"Siap Ind, nanti kita juga belanja buat anak nya, dan kalau bisa kita jalan-jalan ke rumahnya."
"Ok Lis, tapi nanti dulu setelah kita selesai wisuda, agar kuliah kita tidak terganggu! bagaimana Bu?"
"Ibu terserah kalian saja, dan kalau bisa kalian fokus dulu di studi terakhir ini biar bisa lulus!"
"Siap...." ucap kami
*********
# pengertian wisuda
Yudisium adalah pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang sudah diambil
Yudisium adalah istilah yang sering kita temui atau dengar di kalangan mahasiswa atau di sekitar perguruan tinggi.
Kata ini kerap muncul ketika seorang mahasiswa sudah mendekati kelulusan atau wisuda.
Yudisium adalah salah satu proses sebelum kelulusan atau wisuda yang mesti dilewati mahasiswa.
Keduanya, yudisium dan wisuda, menjadi proses akhir dalam rangkaian kegiatan akademik di perguruan tinggi.
Mahasiswa yang telah melaksanakan sidang skripsi dan menuntaskan segala macam revisi akan bertemu dengan yudisium sebelum melangsungkan prosesi wisuda.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yudisium adalah penentuan nilai (lulus) ujian sarjana lengkap (di perguruan tinggi).
Mahasiswa yang sudah melangsungkan ujian dan memeroleh nilai skripsi tidak serta merta lulus sebelum dinyatakan lulus yudisium oleh fakultas.
Mengutip Sistem Informasi Universitas Mulia, yudisium adalah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik,
termasuk penentuan predikat kelulusan cumlaude dan sebagainya.
Tahap terakhir sebelum wisuda ini memang menegangkan, Kamu bisa saja gugup dalam menghadapi momen tugas akhir hingga sidang.
Kamu di sini akan mempresentasikan hasil tugas akhir di hadapan 4 dosen dan bersiap menerima pertanyaan-pertanyaan menakjubkan.
Wisuda
Semua proses dan kerja kerasmu akan terbayar di sini. Momen wisuda yang dinantikan selama kurang lebih 4 tahun akan tiba.
Kamu akan bergelar sarjana dan mengenakan topi toga sebagai suatu kebanggaan atas diri sendiri dan orang tuamu pun akan bahagia.*
Dan ini lah yang kami tunggu-tunggu selama beberapa tahun mengikuti bangku kuliah.
Dan akhirnya masa penantian kami pun berakhir, saya pun segera menelpon keluarga di kampung untuk datang ke kota,
Untuk menghadiri undangan rapat terbuka, di momen wisuda saya tahun ini.
momen haru orang tua wisudawan saat menyaksikan langsung anaknya menuju podium menerima ijazah lalu rektor memindahkan tali toga dari kiri ke kanan,
Itulah yang di rasakan orang tua dan keluarga saya ketika di momen wisuda saya tersebut.
BERLANJUT.......
...MAAF MASIH BANYAK TYPO. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments