"hmmm kamu harus ingat ya Lis tetap jaga kesehatan, saya lihat kamu acuh tidak terlalu peduli dengan protokol kesehatan yang sudah di tetapkan, saya akan terus mengingat kan kamu tentang hal ini karena saya takut kamu kenapa-kenapa Lis".
"Makasih Ind sudah mengingatkan dan perhatian banget sama saya, saya bersyukur di kelilingi orang-orang baik seperti kamu, paman dan bibi".
"Ya sudah kita tidur yuk Lis! Agar besok kita bisa bangun dengan perasaan yang baik, dan otak juga fresh, apalagi dengan kondisi sekarang kita harus jaga imun biar tidak mudah terjangkit virus".
"Iya Ind saya juga sudah capek banget nih main ponsel buat promosi produk yang saya jual".
********
Tidak terasa azan Subuh pun mulai berkumandang, Saya merasa baru saja tertidur, eh tau-tau nya sudah subuh aja nih, apa karena saya terlalu capek? Jadi tidur saya lelap banget.
"Ind, Indah, bangun Ind sudah subuh ini kita shalat subuh dulu yuk!. Nanti lanjut tidurnya kalau sudah shalat kalau kamu masih ngantuk". Ucap ku sama Indah sambil melangkah ke kamar mandi
"Iya Lis, kamu shalat sendiri dulu ya soalnya saya lagi M ni biasa kalau anak cewek kamu paham kan".
"Saya paham kok Ind, ya sudah kamu lanjut tidur deh! saya mau shalat dulu ya".
"Jangan lupa doakan saya ya Lis! Ucap Indah sembari menggoda saya".
"Siap".......... Jawab ku sambil tersenyum
Selesai melaksanakan shalat subuh, saya pun kembali Ke tempat tidur, dengan maksud untuk melanjutkan tidur ku. Dalam hati terucap "tidur lagi ah hari ini kan lagi libur, bisa ku gunakan untuk istirahat yang cukup".
Tok.... Tok..... Tok....
Suara ketukan pintu yang tiba-tiba, membuat saya dan Indah kaget, dan terbangun dengan perasaan yang tidak karuan. Kami pun duduk terpaku tanpa kata dan saling memandang.
"Indah, Lisa sudah bangun kan? Kita sarapan dulu yuk! Ibu sudah buat makanannya nih".
"Iya bu, kami akan segera ke luar, ibu tunggu di meja makan saja!"
"Cuci muka dulu yuk Lis! Baru kita pergi sarapan ibu dan bapak pasti sudah menunggu tu".
"Ok Ind". Ucap ku sambil membasuh muka ku dengar air
# Di meja makan
"Iya Ind, Lis katanya kalian di liburkan ya?" Tanya ibunya Indah
"Ya bisa di bilang begitu bu, tapi libur atau tidak ya sama saja, kita tetap harus mengerjakan tugas, yang diberikan dosen secara online". Jelas Indah pada ibunya
"Tapi bukannya ini bagus ya? biar kalian di rumah saja agar tidak terjangkit virus".
"Iya sih Bu tapi pergerakan kita jadi terbatas", ucap Indah kesal
"Kita jalani saja dulu! semoga ini cepat berlalu, dan semua bisa kembali normal,"
"Amin. Bu, semoga cepat usai",
"Maaf paman, bibi saya mau minta izin sebentar mau keluar saya mau pergi ambil sisa gaji di laundry itu, karena waktu saya di pecat mereka belum kasih full gaji saya, dengan alasan penghasilan lagi kurang semoga hari ini sudah ada uangnya", ucap ku memecah pembicaraan Indah dan ibunya
"Iya Lis, hati-hati saja ya dan jangan lupa ikuti protokol kesehatannya ya! Ucap paman ayah Indah
"Siap paman".... Jawab ku sambil tersenyum manis
Setelah selesai sarapan saya dan Indah membereskan meja makan, dan mencuci peralatan yang digunakan makan tadi, bersih-bersihnya kami pun masuk ke kamar Indah.
"Ind, saya mandi dulu ya? habis ini saya mau langsung berangkat seperti yang tadi saya bilang".
"Oh ok Lis, semoga kamu dapat uang kamu ya".
Selesai mandi saya lansung berpakaian yang sopan dan tidak lupa menyemprotkan parfum ke pakaian yang saya kenakan.
"Saya berangkat ya Ind, Assalamualaikum". Ucap ku sambil mencari keberadaan paman dan bibi tapi saya tidak melihat mereka. Ah mungkin mereka di dalam kamar, ya sudah saya jalan aja deh kan tadi saya sudah izin.
"Iya waalaikum salam, hati-hati Lis! sambil menutup pintu rumahnya".
*********
Selesai urusan dengan yang punya laundry, dan mereka pun sudah melunasi gaji saya, saya pun langsung pulang ke rumah Indah, Tidak beberapa lama kemudian saya pun sampai di rumah itu.
Tok.... Tok... Tok...
"Assalamualaikum"... Ucap ku sambil mengetuk pintu.
"Waalaikum salam" jawab Indah. Sambil membuka pintu "kreet", suara pintu dibuka
"Maaf ya Ind jadi merepotkan kamu". Ucap ku sambil melangkah ke dalam rumah
"Apa sih Lis, kamu sama sekali tidak merepotkan kok, oh iya gimana Lis dapat uang nya?"
"Alhamdulillah Ind, saya dapat, mala kata mereka saya sudah di tunggu sejak kemarin"
"Alhamdulillah bagus deh kalau mereka amanah dengan hak orang"
"Iya syukur banget rasanya, saya bisa langsung bayar SPP buat bulan depan, mumpung saya ada uang, biar bulan depan saya tidak terlalu pusing, cari uang di mana buat bayar SPP". Dan kalau jualan online saya lancar, saya bisa nabung sedikit-sedikit buat uang SPP bulan selanjutnya kan.
"Tidak usah terlalu pusing soal biaya SPP, kan ada kami yang siap membantu kamu"
"Iya sih Ind, tapi masa iya saya harus berdiam diri dan mengharap bantuan kalian terus, kapan saya bisa mandiri jika saya di manja terus?"
"Jangan bilang gitu ah Lis! aku jadi tersinggung nih kan saya anak manja he he he", ucap Indah sambil tertawa
"Hmmm jangan tersinggung dong kan kamu bukan anak yang manja, tapi kalau kamu merasa tidak apa-apa sih, he he he Kamu yang bilang sendiri lo bahwa kamu manja" ucap ku sambil tertawa
"Uhhhh dasar kamu Lis, paling suka kamu kalau lihat saya marah" ucapnya sambil mencubit pipiku
"Soalnya, muka kamu lucu banget deh Ind kalau lagi marah"
"Sudah ah jangan pancing emosi ku, mandi sana lalu ganti baju! biar virus yang ikut dengan kamu hilang he he he"
"Ok, sepupu ku sayang"..... Ucap ku sambil mencubit balik pipinya
**********
# Gejala terjangkit virus
Seperti biasa jika suara azan Subuh telah berkumandang, saya dan Indah bangun untuk melaksanakan shalat. tapi baru mau beranjak dari tempat tidur saya merasa kok hari ini beda dengan hari-hari sebelumnya biasanya tubuh saya fresh setelah istirahat, tapi hari ini saya merasa tidak enak badan, kepala terasa pusing, badan mulai meriam, hidung tidak bisa mencium bau, tenggorokan terasa sakit disertai batuk-batuk kecil, badan terasa lemah dan dada terasa sesak. Dalam hati saya bertanya "apakah saya terjangkit virus Corona? Ah tidak mungkin saya kan sudah patuh mengikuti protokol kesehatan".
"Kamu kenapa Lis? Kok kamu terlihat lemah sekali? Kamu sakit ya Lis? Kamu istirahat aja dan kalau masih bisa melafalkan shalat kamu shalat sambil baring aja Lis!" Tegas Indah
"Saya masih kuat kok Ind buat Shalat berdiri" ucap ku sambil mengambil air wudhu
"Ya sudah, ayo kita shalat Lis!
Ajak Indah
Belum juga selesai shalat, sudah terdengar suara kayak ada benda jatuh keras sekali.
Gedebum....! Sontak saya buru-buru menyelesaikan shalat saya, dan segera saya menoleh ke arah Lisa, karena suara yang jatuh kayak dekat dengan saya, dan benar pas menoleh ke arah Lisa sontak saya terkejut ternyata yang jatuh itu Lisa dia pingsang.
"Ibu, bapak tolong,..... Tolong saya Bu, pak".... Teriak Indah meminta tolong pada orang tuanya
"Ada apa Ind? Kamu kenapa? Cepat buka pintu!" Suara ibu Indah yang sudah di depan pintu kamar Indah
"Cepat Bu pak tolong Lisa!, Dia pingsang pas kami sedang shalat" ucap Indah sambil membatu mengangkat tubuh saya ke tempat tidur
"Kita harus cepat bawa ke rumah sakit mah! Bapak takut kalau terlambat nanti bisa terjadi apa-apa pada Lisa" ucap paman bapak Indah
"Iya pak ayok! badannya juga sangat panas, dan dia terlihat sesak nafas, apa mungkin..... Ah sudah kita jalan sekarang pak!" Ucap bibi ibu Indah
# Sampai di rumah sakit
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan tibalah keluarga Indah di rumah sakit, yang membawa Lisa buat periksa.
" Suster...... Suster...... Tolong...... Tolong.....
"Ini anak kami sakit dan tiba-tiba pisang". Ucap bibi ibu Indah
"Baik, kalian tunggu di sini ya! biar kami periksa pasien dulu, sebagian tunggu di luar saja, cuma satu orang yang boleh ikut masuk". Ucap suster sambil mendorong tempat tidur yang di tempati Lisa masuk ke ruang IGD atau emergency departments (instalasi gawat darurat)
Setelah beberapa menit, Lisa di periksa dalam ruang IGD di temani ibu nya Indah, akhirnya ada 1 suster yang keluar di ikut ibu nya Indah di belakang nya menuju ruang admission dept (tempat pendaftaran pasien). Setelah dari tempat itu suster menjelaskan riwayat penyakit yang di derita Lisa.
"Maaf sebelumnya pak, bu!, Setelah beberapa langkah pemeriksaan yang kami lakukan, ternyata anak kalian terjangkit virus Corona, dan harus dirawat di ruang isolasi, yang tidak bisa di temui oleh siapa pun kecuali suster yang di tugaskan di ruang tersebut". Ucap suster yang memeriksa Lisa
"Tapi sus apa tidak bisa di bawah pulang, dan di rawat di rumah?" Tanya bibi ibu Indah
"Maaf tidak bisa Bu, karena kami takut jika berdekatan dengan kalian, maka kalian bisa juga terjangkit virus ini", jawab suster menjelaskan keluarga Indah
"Jadi bagaimana kami akan merawat dia, kalau kami tidak bisa bertemu dengannya?" Tanya paman
"Bapak dan ibu tenang saja kami akan merawat, dan menjaga anak kalian dengan baik di sini sampai dia sembuh, kalian masih bisa berkomunikasi dengan dia melalui ponsel". jawab suster nya lagi
"Baik suster kami berunding dulu tentang hal ini" ucap paman ku
"Iya pak kami tunggu keputusan kalian setelah 6 jam anak kalian di ruang IGD ini di rawat".
"Iya sus terima kasih"..... Ucap keluarga Indah serentak
Setelah beberapa menit suster tersebut pergi meninggalkan mereka, bibi ibu Indah, beliau langsung menelpon orang tua Lisa di kampung dan menjelaskan ke mereka keadaan Lisa saat ini . Tapi apa boleh buat biar mereka panik dan sedih, mereka tidak bisa datang untuk menjenguk Lisa, kan akses jalan di tutup, jadi kita tidak bisa pulang ke kampung ataupun ke kota.
*********
# Keadaan Lisa setelah di ruang isolasi
Setelah sekitar 3 hari dia di masukkan ke ruang isolasi, baru hari ini dia merasa agak baik sedikit dari sebelumnya, Lisa sudah bisa bermain ponsel untuk beberapa menit saya, tapi dia belum bisa terlalu banyak bicara, cuma air mata yang terus menerus terjatuh yang menandakan bahwa dia sangat sedih dan butuh dukungan dari keluarganya. Analisis suster.
"Apa mau saya telepon keluarga kamu biar bisa mengetahui keadaan kamu sekarang?" Ucap suster yang betugas berjaga hari ini di kamar Lisa
"I..i..iya, sus", ucap Lisa dengan nada terbata-bata
"Ok tunggu ya saya telepon dulu"! Ucap suster
"Assalamualaikum Bu, saya atas nama suster Dini dari rumah sakit XXXX tempat anak ibu di rawat".
"Waalaikum salam. Oh iya suster ada apa dengan anak saya?, Bagaimana keadaan dia sus?, Kapan kami bisa menemui dia?" Pertanyaan dari bibi ibunya Indah
"Alhamdulillah anak ibu sudah sadar, dia sudah bisa berbicara walaupun masih terbata-bata, tapi maaf kalian belum bisa untuk menemui dia dulu, sesuai prosedur yang telah tetapkan di rumah sakit ini Bu!"
"Jadi kami harus bagaimana sus? Kami sudah sangat rindu dengan dia".
"Tunggu ya Bu saya cuma bisa pertemukan ibu dengan dia lewat ponsel dulu aja ya, nanti kalau dia sudah benar-benar baik baru kalian bertemu secara langsung".
"Ya tidak apa-apa sus yang penting kami bisa melihat dia, bapak, Indah, Bu Halimah, pak Basri sini kumpul, ini ada telpon dari suster yang merawat Lisa!" Ucap bibi ibu nya Indah
"Ibu" jawab Indah, paman, ibu dan bapak serentak, sambil menuju ke dekat ibu
"Assalamualaikum Lis, ini kami, cepat sembuh ya, kamu harus kuat dan bertahan lawan terus penyakit ini biar kita secepatnya berkumpul lagi seperti dulu, kami semua sayang sama kamu" ucap ibu di barengi dengan orang yang ada di situ.
"***..sa".... Ucap Lisa tapi belum bisa menyelesaikan ucapannya itu, karena sesak di dada yang membuat dia sulit untuk bernafas, dan hanya air mata yang berjatuhan
"Sudah Lis jangan di paksa untuk berbicara, yang penting kami sudah melihat keadaan mu, terus kuat ya! Dan lawan terus penyakit ini, kamu pasti menang, kami akan terus mendoakan agar kamu cepat sembuh". Ucap ibu sambil menyeka air mata di pipinya
"Cuma anggukan yang di balaskan Lisa buat mereka"
"Sudah dulu ya Bu! Saya akhiri telepon nya sekarang biar pasien bisa Istirahat! Assalamualaikum". Kata suster
"Waalaikum salam, tolong jaga dan rawat dia dengan baik ya sus! Kami percayakan dia pada kalian!" Ucap ibu lagi sambil menutup teleponnya
"Sudah kamu istirahat dulu ya! Saya mau keluar dulu, tekan tombolnya jika kamu butuh sesuatu! Jangan menangis terus tetap optimis kamu pasti sembuh? Doa kami menyertaimu".
Beberapa menit kemudian datang seorang petugas lagi, yang bekerja sebagai petugas di bagian dapur, untuk membawakan makanan pada semua pasien, tak terkecuali juga makanan untuk Lisa.
"Jangan lupa di makan ya mba!, buat tambah kekuatan dalam melawan penyakitnya", ucap petugas dengan ramah sambil melangkah menuju ke luar setelah meletakkan makan di atas meja yang dekat dengan tempat tidur Lisa
"Terima kasih mba sudah baik dan peduli sama saya" , ucap ku dalam hati sambil mencoba tersenyum walaupun dalam keadaan seperti ini
Tok..... Tok..... Tok......
Permisi......
"Baru saja saya mau memulai makan, sudah ada lagi yang ketuk pintu, kali ini siapa lagi ya?" Tanyaku dalam hati sambil melihat ke arah pintu
BERLANJUT......
...MAAF MASIH BANYAK TYPO.. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments