"Iya Ind, semoga dengan menghilangnya virus ini, usaha kita bisa membaik terutama bisnis kuliner kita ini"
"Pokoknya Lis! kita harus cepat menata semuanya, kan perekonomian akan segera membaik, karena kita semua sudah tidak terkurung dan tertekan lagi".
"Semoga saja Ind,"
"Berarti kita sudah bisa ke kampus dong Lis?"
"Hmmm.... Mungkin bisa, tapi masih membutuhkan waktu Ind!"
"Wah, akhirnya kita bisa bepergian lagi, saya sudah tidak sabar untuk berlibur, belanja-belanja ( shopping ke mall ), dan bersantai di pinggir pantai sambil ngemil- ngemil bersama teman-teman" ucap Indah
"Saya juga Ind, sudah tidak sabar nih, pengen banget rasanya pulang ke kampung halaman"
"Rindu sama kampung atau rindu dengan dia Lis? Hmmm....!"
"Dia siapa sih Ind? jangan aneh-aneh deh kamu! Saya itu pengen fokus berbisnis dulu, belum mau mikirin hal-hal seperti itu!"
"Bukan aneh si Lis, tapi seperti nya dia memang suka sama kamu!"
"Hmmm..... Sudah ah Ind, jangan bahas dia terus, nanti kalau takdir untuk menikah sudah datang, maka jodoh pun akan datang juga, tanpa kita cari".
"Ya, sudah saya hanya memberi tahu kamu tentang perasaan dia, mau kamu terima atau tidak itu hak kamu Lis!"
"Perasaan itu gampang berubah-ubah Ind, kita tinggal jalani saja apa yang ada di hadapan kita ke arah yang lebih baik!"
"Oh iya Lis! Saya hampir lupa tadi pagi saya dapat pesan dari Linda!"
"Linda siapa Ind?"
"Linda, teman satu kampus kita, yang anak jurusan teknik informatika itu, masa kamu lupa Lis?"
"Linda, oh yang pernah kita tolong waktu terjatuh dari sepeda motor bukan sih Ind?"
"Betul banget Lis!"
"Kenapa dengan Linda Ind?"
"Begini, katanya adik dia mau ulang tahun, jadi dia mau pesan menu makanan dari kita, karena ingin mengundang teman-teman adiknya yang ada di sekitar rumah mereka".
"Kira-kira sekitar berapa porsi Ind?"
"Dia bilang kira-kira kurang lebih sekitar 20 orang gitu!"
"Ya sudah nanti kita buatkan dan kita lebihkan sekitar 23 porsi gitu!"
"Terserah kamu aja Lis!"
"Oh iya kapan acaranya Ind?"
"Katanya hari Minggu ini Lis!"
"ya sudah besok kita harus cepat belanja, kan sudah hari Sabtu!"
"Siap Lis! Semoga ini awal yang baik buat usaha kita ini, Amin...."
"Amin..... Memang nya dia tau jualan kita dari mana Ind?"
"Itu loh Lis, saya sengaja masukan promosi usaha kuliner ini ke semua grup-grup yang ada di kampus kita, dan Alhamdulillah mereka merespon dan meloloskan promosi kita".
"Jadi mereka melanjutkan promosi nya gitu?"
"Iya, makanya banyak yang lihat dan banyak yang like juga, dan salah satunya adalah Linda"
"Pintar banget sih kamu Ind! saya saja tidak ke pikiran sampai di situ loh!'
"Tapi, orang-orang di kampus jadi tau dong pekerjaan kita, apa kamu tidak malu Ind, sejarah kan kamu anak yang agak mampu tapi kok jualan seperti ini?"
"Ngapain saya harus malu Lis, kamu aja tidak malu kok saya harus malu, yang pasti nya kerjaan kita halal, yan kan Lis?"
"Iya Ind, yang pasti kita usaha yang halal ngapain harus malu!"
"Lagian mereka harus meniru kita Lis! masih muda begini tapi sudah mau mencoba untuk membangun sebuah usaha".
"Iya Ind, selagi bisa dan punya tekat yang kuat buat apa kita tunda dan mengulur-ulur waktu".
********
# Hari ulang tahun adik Linda
"Bagaimana anak-anak? apakah semua pesanan Linda sudah siap?" tanya bibi
"Sudah siap kok Bu, Iya kan Lis?"
"Sudah bi, Ind, semua sudah siap, saya juga sudah cek ulang lagi tadi untuk memastikan semua sudah benar-benar siap dan lengkap".
"Jadi kalian yang akan mengantar ke rumah nya atau bagaimana?" ucap bibi
"Dia yang akan jemput pakai mobil, dia juga menyuruh kami ikut ke rumah dia, agar acara tambah ramai,"
"Ya sudah kalau kalian mau pergi, pergi saja sekalian happy-happy, karena sudah lama tidak bebaskan?"
"Iya mau tidak mau harus ikut Bu, kan bayaran pesanannya nanti setelah acara selesai, katanya orang tua dia datang nanti sore".
"Oh , gitu ya kalian harus datang dong!"
Tok.... Tok.... Tok....
Setelah beberapa menit kemudian terdengar lah suara ketukan pintu, mungkin itu Linda.
"Iya", ucap Indah sambil membuka pintu
"Pagi Ind, jadi bagaimana dengan pesanan saya?" tanya Linda, maaf tidak memberi salam sesuai ajaran agama Islam karena dia itu Kristen.
"Pagi juga Lin, masuk dulu yuk!" ucap ku sambil mempersilahkan dia untuk masuk ke dalam rumah.
"Pesanan kamu sudah siap, saya sudah cek berulang-ulang kali biar tidak ada yang terlupakan." ucap Lisa
"Bagus kalau begitu, kalian sangat teliti dan telaten, pesanan saya selesai tepat waktu."
"Alhamdulillah Lin, kami memang memprioritaskan pesanan pelanggan dari pada urusan kami yang lain, agar bisa selesai tepat pada waktunya".
"Ya sudah kita berangkat ke rumah sekarang ya! Soalnya adik saya dan beberapa temannya sudah menunggu".
"Ok, Lin!"
"Kami pamit dulu ya Bu!" ucap Indah
"Iya, hati-hati!" ucap bibi
# pulang dari rumah Linda
Saya dan Indah benar-benar sangat lelah, jadi selesai mandi dan makan malam.
Kami bersantai dulu di ruang tamu rumah Indah ini, sambil asyik menonton dan bermain ponsel masing-masing.
Tanpa kami sadari bibi dan paman pun sudah duduk di dekat kami.
"Capek banget ya kalian?" ucap bibi
"Lumayan Bu!" ucap Indah
"Tapi semua lancar kan? bagaimana tanggapan mereka dengan makanan kalian?" tanya bibi lagi
"Alhamdulillah, Bu! lancar dan mereka semua suka banget sama makanan tersebut"
"Alhamdulillah, ini sebuah awal yang baik buat usaha kalian ini!"
"Iya Bu, malah ibunya Linda memberi kami pesangon yang lebih, kami sih sudah menolak tapi di paksa buat menerimanya!"
"Wah, bagus dong itu namanya rezeki yang tidak terduga"
"Katanya sebagai tanda terima kasih gitu"
"Ya sudah, kan kalian tidak minta tapi di kasih ya terima saja!"
"Semoga setiap hari ada terus yang pesan seperti ini"
"Oh, iya, kamu kenal ibu Cici, kan Ind?" ucap bibi
"Ibu Cici yang guru SD itu ya Bu?"
"Iya, beliau tadi telfon ibu katanya mau arisan, tapi tidak sempat membuat menu makanan, karena sesudah arisan langsung berangkat ke luar kota untuk mengantar anaknya yang kuliah di luar kota itu."
"Sibuk banget ya Bu?"
"Ya begitulah, kan suaminya juga kerja di luar kota jadi, beliau yang harus menghandle sendiri urusan rumah tangganya".
"Jadi, hari apa acara mereka?"
"Hari Selasa!"
"Tapi kan, semestinya masih bisa tu mempersiapkan segala sesuatunya kan besok baru hari Senin!"
"Iya, tadi juga ibu bilang begitu, tapi kata beliau besok ingin mengantar anaknya belanja keperluan kuliahnya, dan juga ada rapat pertemuan antar guru di tempat beliau mengajar."
"Pantas, beliau sangat sibuk, oh iya kira-kira berapa banyak jumlah makanan yang akan di pesan Bu?
"Katanya mereka cuma 25 orang yang tergabung dengan arisan tersebut, tapi kadang ada yang datang bawa anak, jadi harus siapkan yang lebih".
"Jadi, berapa porsi Bu?"
"katanya buat 35 porsi, sekalian kue dan buah-buahan, yang tadi sudah disampaikan kepada ibu, buah-buahan yang beliau ingin kan!"
"Ya, nanti kami usahakan selesai tepat waktu, tapi ini agak banyak loh apa kita mampu Lis?"
"Tidak usah pusing, mampu atau tidak, nanti ibu bantu kalian biar bisa selesai tepat waktu".
"Ok Bu," ucap saya dan Indah serentak
**********
# Hari Selasa tiba
Setelah selesai shalat subuh, saya dan Indah pun tidak buang-buang waktu,
kami segera berangkat ke pasar untuk membeli beberapa bahan-bahan yang kami rasa kurang dan habis untuk membuat pesanan Bu Cici.
Sekalian membeli buah-buahan segar yang dipesan oleh Bu Cici.
Setelah beberapa menit kami berbelanja, kami pun langsung pun karena merasa semua keperluan kami sudah terbeli.
Beberapa menit kemudian kami pun sudah sampai di rumah Indah.
Assalamualaikum..... ucap kami langsung masuk ke dalam rumah karena pintu tidak tertutup.
Kami pun segera menuju ke dapur untuk membantu bibi yang terlihat sudah sibuk membuat beberapa macam jenis kue.
"Eh kalian, sudah pulang? kok ibu tidak dengar kalian datang?" ucap bibi
"Tadi kami sudah beri salam, Bu! tapi tidak ada yang jawab, jadi kami langsung masuk kebetulan pintu juga terbuka"
"Mungkin bapak yang keluar dan lupa menutup pintu" ucap bibi
"Bisa jadi Bu, soalnya saya lihat kandang bebek bapak terbuka mungkin bapak, ke situ periksa telur bebeknya".
"Mungkin, eh belanjaannya sudah lengkap kan, buah-buahan yang ibu bilang sudah kebeli semua kan??"
"Sudah ni Bu tinggal di kemas aja ni!"
"Ya sudah, kalian mulai kerjakan menu makanan yang ibu Cici pesan, biar kue ibu saja yang selesaikan!"
"ok....."
"Kita harus cepat sedikit karena nanti siang sudah harus di antar ke rumah ibu Cici, semoga saja kita bisa selesai tepat waktu".
"Pasti bisa kok Bu!"
"Ingat, rasanya harus pas dan enak seperti yang kalian bikin waktu pesanan teman kalian, biar mereka pada suka, jadi lain kali mereka pesan lagi."
"Siap Bu, kami sudah hafal takaran-takaran bumbunya seperti yang ibu ajarkan waktu itu".
"Baik, jangan terlalu tegang agar hasilnya maksimal!"
"Baik Bu, nanti ibu cicipi dulu ya takutnya ada yang berlebih dan tidak pas!"
"Iya nanti ibu cicipi ".
Alhamdulillah....
Setelah kurang lebih 4 jam kami membuat makanan dan menata kue sambil mengemas buah-buahan.
Akhirnya selesai juga kita membuat pesanan dari Bu Cici, lumayan lama sih waktu kami untuk mempersiapkan semuanya.
Tapi kan pesanan ibu Cici juga banyak, jadi wajar lah jika hampir 4 jam kami mengerjakannya.
Dan alhamdulillah pesanan selesai agak cepat dari jam yang di tetapkan dari ibu Cici.
Itu pun di bantu sama bibi, andai tidak ada bibi kami pasti bingung, pasti kami kalang kabut karena di kejar waktu.
Dan mungkin pesanan tersebut tidak akan selesai tepat waktu.
Sebelum kami antarkan pesanan ke ibu Cici, kami pun istirahat sebentar berebahkan diri di ruang tamu.
Karena tubuh kami lelah dan lemas berjam-jam tidak istirahat karena mempersiapkan pesanan orang.
Semoga saja ibu Cici suka dan puas dengan hasilnya, biar bisa jadi langganan kami.
"Nanti saya bonceng ibu ya? dan kamu Lis pake motor sendiri ya!" ucap Indah
"Tapi Ind, saya tidak tahu rumah ibu Cici"
"Gampang nanti kamu ikuti saya terus dari belakang biar, tidak ke sasar!"
"Ya sudah, saya ikut kata kamu aja Ind."
Di tengah perbincangan saya dan Indah paman pun datang dan menawarkan diri untuk mengantar kami.
"Bagaimana kalau bapak antar kalian, kan dari pada di rumah saja!"
"Tapi, pak?" ucap Indah
"Barang yang kalian mau bawa kan lumayan banyak, jadi agak susah jika di bawa pake motor!"
"Iya sih pak banyak ini pesanan ibu Cici"
"Makanya bapak antar pake mobil biar kalian tidak repot-repot, dan pesanan pun aman sampai tujuan!"
"Ya sudah kalau bapak mau antar kami, siap-siap dulu sana baru kita berangkat!" ucap bibi
"Iya pak soalnya sudah hampir telat ni kita!"
"Tunggu ya bapak cuma ganti baju saja,"
Beberapa menit kemudian kami pun sampai di rumah ibu Cici.
Di situ sudah ada beberapa teman arisan ibu Cici, seperti nya mereka sudah menunggu kami dari tadi.
Paman pun segera turun dari mobil, kemudian membuka pintu bagasi mobil, untuk mengambil pesanan ibu Cici.
Saya, Indah, bibi, dan beberapa teman ibu Cici, langsung bergegas untuk membantu paman membawa pesanan ke dalam rumah ibu Cici.
Di dalam itu sudah ada ibu Cici yang mengarahkan kami untuk menyimpan pesanan itu di atas meja yang ada di ruang tamu tersebut.
...TUNGGU KELANJUTAN CERITANYA!!!...
...MAAF MASIH BANYAK TYPO. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN YA!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments