Setelah selesai kami menata pesanan di meja itu, kami pun pamit untuk pulang.
Dan sembari kami melangkah menuju ke mobil, saya lihat bibi masih bercerita dengan ibu Cici.
Mungkin berbicara soal harga dari semua pesanan yang kami buat tadi.
Tidak lama kemudian bibi dan ibu Cici pun mengakhiri percakapan mereka dan saya melihat bibi di beri sebuah amplop oh ibu Cici.
Kemudian bibi pun masuk ke dalam mobil, dengan wajah yang tersenyum manis.
"Sudah selesai Bu?" ucap paman
"Sudah pak ayok kita pulang sekarang!" ucap bibi
"Tidak ada yang tertinggal kan pesanan ibu Cici di mobil kita?"
"Coba saya lihat di bagasi dulu" ucap Indah
"Gimana Ind sudah tidak ada kan?"
"Tidak ada kok yang tertinggal, semua sudah kita bawa ke rumah ibu Cici" ucap Indah
"Ya sudah kita pulang!" ucap paman
"Ini uang nak!" ucap bibi sambil menyodorkan amplop tersebut ke saya dan Indah.
"Bibi, pegang dulu saja! Nanti bibi kasih jika sudah sampai di rumah!" ucap ku pada bibi
"Ya sudah bibi yang pegang dulu ya?"
"Eh Bu, kita singgah membeli bebek panggang yang di warung pojok itu dulu ya!" ucap paman
"Terserah bapak saja!" ucap bibi
"Iya, sudah lama kita tidak makan bebek panggang, karena adanya virus jadi kita tidak bisa kemana-mana" ucap paman
"Ibu juga sekalian mau beli daging sapi di depan!" ucap bibi
# Sampai di rumah makan bebek panggang
"Permisi pak Bu, mau pesan apa?" ucap salah satu karyawan di sini
"Kami mau pesan bebek panggang 4 porsi ya mas!" ucap paman
"Mau makan di sini atau di bungkus pak?"
"Di bungkus saja mas, tidak usah pake nasi ya!"
"Baik pak, mau rasa apa, pedas ekstra atau pedas manis?"
"Pedas manis saja mas, jangan lupa sambel mata nya di bungkus juga ya!"
"Baik pak silahkan kalian duduk dulu sambil menunggu pesannya!"
" Baik mas" ucap paman lagi
Setelah beberapa menit kemudian pesanan paman pun selesai.
kami pun segera masuk ke dalam mobil dan bersiap melanjutkan perjalanan pulang kami.
Namun, kami singgah lagi di tempat penjualan daging sapi, karena bibi ingin membeli daging.
Kebetulan stok daging sapi di rumah Indah habis, jadi bibi sekalian membelinya, kan jalan pulang searah dengan penjualan daging tersebut.
Bibi pun turun dari mobil dan menuju ke penjual daging, kami hanya menunggu di dalam mobil.
"Sudah pak, kita lanjut jalan lagi ya!" ucap bibi
"Indah, Lisa, kalian tidak mau beli apa-apa? tanya paman
"Tidak kok" ucap kami bersamaan
"Ya, sudah kita langsung ke rumah saja kalau sudah tidak ada keperluan yang lain!" ucap paman
# Di rumah Indah
Selesai makan bebek panggang yang tadi di beli sama paman, saya dan Indah pun masuk ke dalam kamar.
Untuk menghitung jumlah yang kami dapat Minggu ini, termasuk uang dari ibu Cici tadi.
Bibi tidak mau mengambil sedikit pun uang tersebut, beliau memberikan semua uang itu kepada kami.
Dengan alasan ini usaha kami jadi kami yang berhak dengan uang tersebut.
Bibi juga bilang kami sangat tahu perjuangan kalian selama ini, jadi kalian berhak menikmati hasil dari kerja keras kalian ini.
Terima kasih tidak henti saya ucapkan kepada bibi dan paman yang selalu ada untuk mendampingi kami.
Setelah kami hitung-hitung, hasil Minggu ini cukup lumayan buat kami.
*********
Beberapa bulan kemudian setelah begitu banyak rintangan yang harus kami hadapi, akhirnya apa yang kami inginkan sudah hampir tercapai.
Walaupun saat itu kami hampir putus asa dan hampir gulung tikar, sekarang ini usaha kami sudah mulai berjalan dengan lancar.
Sudah banyak yang menjadi langganan kami, bahkan kami pun mulai memperkerjakan 1 orang, untuk membantu kami dalam memenuhi beberapa pesanan orang.
Saya dan Indah pun merasa, pasti bisnis ini akan terus meningkat.
Begitupun dengan bisnis jualan online kami yang terus meningkat.
Mungkin ini semua balasan dari ketulusan kami berbagi makanan gratis setiap hari Jum'at.
Dan sampai di titik ini pun kami masih terus mengadakan Jum'at berkah tersebut.
Itu tidak bisa kami tinggal kan, karena itu pedoman kami dalam menjalankan usaha-usaha kami.
"oh iya Ind! saya mau bicara sama kamu soal pulang kampung."
"Maksudnya kamu mau pulang Lis?"
"Iya Ind, saya sudah sangat kangen dengan keluarga di sana terutama ibu dan bapak"
"Tapi Lis, usaha yang kita bangun sedang masa berkembang, apa kamu mau meninggalkan usaha ini begitu saja?
Apa kamu lupa betapa sulitnya waktu awal-awal membangunnya?
Jangan kamu kira saya akan mau mengurus sendiri, tanpa ada kamu, ini bisnis kita berdua jadi kita akan tetap bersama dalam menjalankan nya!" ucap Indah
"Aduh Ind, apa sih maksud kamu? kamu itu salah faham dengan maksud saya!"
"Salah faham gimana Lis? Kan kamu sendiri yang bilang mau pulang kampung!"
"Saya memang mau pulang Ind,! tapi tidak sampai tinggal di sana dan tidak pulang ke sini lagi!"
"Oh maksud kamu cuma untuk liburan gitu?"
"iya Ind, soalnya sudah hampir 3 tahun lebih saya tidak pulang!"
"Tidak masalah sih kalau kamu mau liburan dulu!"
"Serius Ind? kamu izinkan saya kan?"
"Iya saya izinkan, tapi dengan satu syarat Lis!"
"Apa syarat nya Ind?"
"Syarat nya, saya harus ikut dengan kamu! dan kita tidak boleh terlalu lama di sana, karena harus mengurus usaha kita yang ada di sini!"
"Iya deh, apa sih yang tidak saya turuti jika itu pemintaan dari kamu Ind"
"Ya sudah, nanti kita bicarakan sama ibu dan bapak!"
"Tapi kita harus cari karyawan lagi Ind! untuk menghandle semua usaha kita selama kita berada di kampung".
"Tapi, Lis! saya takut nanti mereka curang dalam menjalankan tugasnya"
"Tenang saja Ind, saya akan menyuruh mereka mencatat semua pemasukan dan pengeluaran sekecil apa pun itu, dan membandingkan hasilnya sebelum kita pergi, agar kita tahu jika ada kecurangan yang mereka lakukan"
"Kamu faham maksud saya kan Ind?" ucap ku pada Indah
"Saya faham kok Lis, semoga saja bisa berjalan sesuai yang kita harapkan walaupun, bukan kita yang turun tangan langsung".
"Semoga Ind! saya juga akan menghitung barang-barang yang ada, dan bahan-bahan yang kita sediakan harus sesuai, dan tidak habis sebelum kita pulang".
"Kira-kira kita cari berapa orang Lis?"
"mungkin sekitar 2 orang saja, jadi total karyawan kita 3 orang!"
"ya sudah Lis! nanti kita cari dan seleksi sama-sama ya!"
"Ok Ind, dan kalau kita sudah dapat orang nya, kita harus ajari baik-baik cara kerja kita!"
"Biar dia faham dengan struktur dan apa- apa yang harus dilakukan agar konsumen bisa puas dengan hasilnya".
"Dan faham dengan peraturan yang ada dalam usaha kita ini".
********
# Minta izin kepada bibi dan paman
Hari ini bertepatan dengan hari Minggu, hari di mana bibi dan paman tidak kemana-mana, dan tidak sibuk hanya di rumah saja.
Mereka memang selalu membuat hati Minggu sebagai hari berkumpul bersama keluarga.
Jadi, saya pun dan Indah, memberanikan diri untuk berbicara dengan mereka.
"Ibu, bapak! Kata Lisa dia mau pulang kampung, jadi dia mau minta izin sama kalian."
"Iya, sih kita sudah lama tidak pulang"
"Iya, bu, katanya lagi dia sudah sangat rindu dengan kedua orang tua dan kakak-kakak nya".
"kami tidak melarang Lisa pulang, tapi bagaimana dengan usaha kalian?"
"Apa jadinya jika tidak ada Lisa, yang selama ini sudah menjadi bagian paling penting yang menentukan nasib usaha kalian?"
"Iya sih Bu, tapi Lisa pulang tidak akan lama kok!"
"Jadi selama Lisa pulang usaha kalian akan di tutup?" ucap bibi
"Tidak Bu, kami akan mempekerjakan sekitar 3 orang"
"Tapi, kalian tidak takut jika mereka berlaku curang?"
"Lisa sudah mempunyai cara agar kami bisa tau kalau ada yang curang!"
"Ya, sudah kan masih ada kamu Ind! yang mengawasi mereka"
"Indah juga ingin ikut sama Lisa Bu!"
"Oh, jadi kalian akan pergi berdua?" ibu kira cuma Lisa?"
"Indah juga pengen liburan, soalnya sudah lama kita di rumah terus"
"Ya, sudah kalian pergi saja, nanti ibu yang membantu kalian untuk mengawasi kerja mereka!"
"baik Bu," ucap Indah
"Asal jangan terlalu lama ya!"
"Ok Bu, TDK lama kok paling cuma 1 Minggu!"
"Jadi kapan rencana kalian mau berangkat?"
"Kalau kami sudah dapat 2 orang yang saya tadi bilang Bu!"
"Memangnya kalian sudah sebar iklan, tentang pencarian karyawan yang akan bertugas menjalankan usaha kalian?"
"Sudah kok Bu! sudah ada beberapa yang kami seleksi"
"Memang kalian cari yang cewek atau cowok?"
"Kami sih lebih berfokus kepada cewek, soalnya kerjanya biar rapi, dan juga bersih, kalau cowok biasa kurang bersih!"
"Iya kalau cewek juga mudah di ajak kompromi!"
"Iya Bu, biar mereka bisa terus menjaga kebersihan dan kerapian di tempat usaha kita, jadi jika ada pembeli kesannya tetap bagus"
"Ya sudah kalian fokus dulu cari orang yang memang menurut kalian bisa di percaya!"
"Iya Bu, kalau sudah dapat dan menjelaskan semua kerjaan mereka, dan mereka sudah faham. Baru kami siap-siap untuk berangkat ke kampung"
"Semoga saja kalian dapat orang yang amanah, dan bisa di percaya, biar kalian dan ibu tidak ragu dan bisa tenang!"
"Semoga saja Bu!" ucap Indah
# Siap-siap buat pulang kampung
Setelah kami mendapat 2 orang sebagai karyawan di tempat usaha kami,
Kami pun lansung menjelaskan semua hal-hal, dan aturan-aturan yang berlaku di tempat usaha ini,
Dan kami pun memperhatikan cara kerja mereka, yang menurut kami lumayan baik.
Kami pun memutuskan untuk mempekerjakan mereka, jadi total karyawan kami ada 3 orang.
Yang masing-masing memiliki kerjaan yang berbeda-beda,
Kami juga mengajarkan tentang pentingnya kebersihan dan kerapian, agar terkesan baik di mata para pembeli.
Karena terkadang pembeli akan fokus ke tempat usaha kita, jika tempat kita jorok maka pembeli akan jijik untuk membeli di tempat kita.
Apalagi usaha kita makanan seperti ini, kebersihan hal yang paling utama yang harus kita perhatikan.
Contoh diri sendiri saja, jika kita ingin berbelanja namun tempat usahanya kita lihat kotor, maka kita akan ilfil dan merasa agak jijik,
Kesannya kita mungkin makanan yang di buat juga tidak memperhatikan kebersihannya, tempat jualnya saja tidak di peduli, mau kotor atau tidak.
jadi, jika kita para penjual apalagi penjual makanan siap saji, kita harus memperhatikan segala sesuatunya terutama tentang kebersihan.
Itulah yang membuat saya sangat menekankan, agar karyawan saya selalu memperhatikan, soal kebersihan dan kerapian di tempat usaha saya.
Hal itu juga yang membuat para pembeli suka dan akan selalu berbelanja di tempat kami.
Selain itu saya juga mengajarkan tentang pentingnya sikap saling menghargai, dan saling menolong di dalam mengerjakan sesuatu.
Agar kerjaan terasa ringan dan mudah, Jika ada yang minta bantuan dan kita lagi tidak sibuk, tolong di bantu sebisa kita.
Tujuannya agar kalian merasa sejajar, dan tidak ada yang berfikir dia dia atas dari pada yang lain.
Agar terjalin rasa kasih sayang, dan tidak semena-mena sesama pekerja, agar segala sesuatu bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Setelah semua karyawan saya faham, saya dan Indah pun bisa lega untuk meninggalkan mereka.
Kami pun bersiap-siap dan membereskan barang-barang yang ingin kami bawa ke kampung.
Setelah selesai beres-beres, kami pun langsung pamit sama bibi dan paman.
Untuk segera memulai perjalanan kami ke kampung.
Paman dan bibi pun mengizinkan kami, jadi kami langsung berangkat menggunakan sepeda motor milik Indah.
...MAAF JIKA MASIH BANYAK TYPO, JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN YA!!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments