"Jadi bagaimana keputusan kalian semua, dengan apa yang bapak bilang tadi? atau ada masukan dari kalian?" ucap bapak
"Terserah dari bapak! itukan tempat punya bapak jadi keputusan ada di tangan bapak!" ucap kak Hasbullah, kakak tertua saya.
"Kalau bapak sih setuju untuk menjualnya, dan bapak juga berniat membagikan kepada kalian uang tersebut buat modal usaha,
Bapak sedih melihat kalian dengan kondisi sekarang ini, yang belum punya kerjaan, setelah di berhentikan gara-gara adanya virus covid.
Bapak berharap kalian bisa mengolah uang kalian agar bisa menunjang keberlangsungan hidup kalian.
Kalau nanti sudah di bayar 100 juta, bapak mau membelikan tempat buat usaha Lisa yang baru di kota.
Dan lebihnya bapak bagikan kepada kalian apa kalian setuju?" ucap bapak
"Terserah bapak saja, kami ikut kata bapak lagian kami dapat 5 juta saja sudah senang apa lagi jika lebih dari pada itu!" ucap kak Hasbullah lagi
"Ya sudah, kalau kalian setuju besok kita lansung saja menemui yang akan membeli tempat tersebut!"
"Apa mereka saja yang ke sini pak! lagian kita tidak berani jika pergi, lalu bawa uang sebanyak itu".
"Apa kita kirim lewat bank saja, biar uang kita aman dan kita tidak takut nanti uangnya palsu!" ucap ku
"Betul tu kan sekarang banyak banget pengedar uang palsu, bukan curiga atau menuduh, tapi untuk jaga-jaga saja." ucap Indah
"Betul juga tu Lis, dari pada kita bawa banyak uang yang bisa mengundang perhatian orang, apalagi orang yang jahat kan bisa bahaya". ucap ibu
"Ya sudah, nanti kalau sudah ACC, kita suruh masukkan di bank saja uangnya!" ucap bapak
"kalau begitu kamu pulang dulu ya!" ucap kak Arif
"Ya, sudah! nanti besok bapak telepon kalian jika mereka sudah datang".
******
Seperti biasa setelah selesai shalat subuh, saya dan Indah membantu ibu di dapur untuk mempersiapkan sarapan.
Hari ini ibu memang membuat kue, tapi bukan untuk di jual keliling melainkan buat tamu dan kami sebentar.
Bapak juga alfa ke sawah hari ini demi menunggu kedatangan tamu tersebut.
Ya tamu yang sangat kami tunggu-tunggu, yang akan merubah hidup kami, ke arah yang lebih baik.
Setelah beberapa jam kami menunggu, akhirnya tamu itu pun tiba, dan beberapa menit kemudian kakak-kakak saya juga sudah tiba.
Kemudian mereka pun memulai pembicaraan mereka, sampai akhirnya pembicaraan pun berakhir dengan tanda tangan.
Kemudian bapak memberikan surat-surat dari tanah tersebut yang sekarang sudah jadi milik mereka.
Dan sekarang tiba saatnya yang kami tunggu-tunggu, yaitu pembayaran.
Bapak pun memanggil saya untuk bercerita dengan orang tersebut.
"Lis, ini bapaknya mau kirim uangnya, kamu ke sini dulu!"ucap bapak
"Oh iya pak" ucap ku
"Jadi uangnya di kirim ke ATM kamu nak?" tanya orang tersebut
"Iya pak," ucap ku sambil memberikan no rekening saya
"Ok sudah, coba cek dulu nak!" ucap orang itu lagi
"Iya pak ini SMS banking sudah masuk!"ucap ku
Setelah selesai mengirim uang, mereka pun pamit katanya masih ada tanah yang ingin mereka bayar.
Kemudian bapak pun menyuruh kami berkumpul, setelah kami semua ada di situ, bapak berkata sudah mendapatkan tempat baru buat usaha saya di kota.
Jadi beliau mengajak kami semua ke kota untuk melihat tempat tersebut.
Dan kalau cocok, bapak akan langsung membayar dan membangun buat tempat usaha saya.
Dan jika semuanya telah selesai, bapak akan mengadakan sebuah acara syukuran,
Karena tempatnya laku, dan sebentar lagi saya juga sudah mau lulus kuliah, dan juga saya bisa selamat dan sembuh dari virus covid dulu. di tambah lagi saya punya tempat usaha baru.
# pengertian syukuran
* Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata syukuran adalah ucapan syukur.
Arti lainnya dari syukuran adalah mengadakan selamatan untuk bersyukur kepada Tuhan (karena terhindar dari maut, sembuh dari penyakit, dan sebagainya.
Selamatan adalah upacara pembacaan doa untuk mengharapkan berkah dari Allah berupa keselamatan, kesejahteraan, ampunan atau rejeki yang melimpah.
Acara ini dilaksanakan untuk memenuhi hajat yang berhubungan dengan suatu kejadian atau peristiwa tertentu.
Selamatan adalah upacara doa bersama dengan seorang pemimpin atau modin yang kemudian diteruskan dengan makan-makan bersama,
sekadarnya dengan tujuan untuk mendapatkan keselamatan dan perlindungan dari Allah Yang maha Kuasa.*
Kami hanya mengangguk dan menuruti kata bapak.
Dan bapak pun berkata akan ke kota besok lusa, karena besok mau ke rumah pak RT, bicara soal jual beli sapi tersebut.
Jadi mereka menyuruh kami semua untuk bersiap-siap, agar bisa langsung berangkat besok lusa.
Bapak tidak mau menunda-nunda pekerjaan, karena takut nanti jadi lupa diri dan membelanjakan uang tersebut ke hal-hal yang tidak penting.
Saya dan Indah hanya bisa pasrah, karena kami pulang untuk berlibur, tetapi hanya sekitar 3 hari kami pun kembali lagi ke kota.
******
# Tiba di kota
Setelah beberapa jam, kami semua pun tiba di kota, tepatnya di rumah Indah.
Paman dan bibi pun antusias menyambut kedatangan kami, dan segera menyuruh kami masuk dan duduk.
Telah kami semua di dalam, bibi langsung mengambil minuman dan makanan ringan buat kami.
Di sini terlihat paman dan bapak lagi sibuk berbicara, dan terlihat sangat serius.
Setelah beberapa menit kami istirahat, paman pun mengajak kami ke tempat yang bapak bilang itu.
kami pun berangkat mengendarai 2 mobil, yang satu mobil paman dan yang satu lagi mobil yang di pinjam bapak di kampung.
Bapak tidak mau buang-buang waktu karena takut lama-lama meminjam mobil orang.
Ya walaupun yang punya mobil sepupu bapak, dan beliau punya 2 mobil jadi, beliau meminjamkan bapak 1 mobilnya.
Dan beliau juga berkata pake saja tidak usah terlalu terburu-buru buat mengembalikannya, karena beliau tau tujuan bapak ke kota.
Tapi bapak pun sangat takut jika lama-lama membawa mobil tersebut.
Takutnya nanti ada apa-apa dengan mobilnya, entah lecet atau apalah gitu kata bapak.
Bibi dan paman pun mengikuti perkataan bapak, karena mereka sudah di jelaskan oleh bapak di telpon kemarin.
Sesampainya kami di lokasi itu, kami menilai dan memperhatikan baik-baik tempatnya.
Karena kami mencari tempat yang strategis dan juga bagus buat di bangun usaha di situ.
Setelah beberapa menit bapak menilai dan berbicara dengan yang punya tanah,bapak pun setuju dan ingin segera membayarnya.
Tempat ini memang sangat bagus karena tempatnya strategis, depan jalan raya, tidak jauh dari situ juga ada mesjid dan sekolah SD.
Harganya pun tidak terlalu mahal, karena orang yang punya sangat butuh uang jadi, beliau terpaksa menjualnya dengan harga miring.
Bisa di bilang itu adalah rezeki saya, dan hal keberuntungan buat saya, dan saya merasa akhir-akhir ini Allah SWT sedang berpihak kepada saya.
Sehingga memudahkan semua apapun urusan keluarga saya.
Selesai bapak membayar, tanda tangan, dan mengambil semua surat-surat dari tanah tersebut.
Kami pun segera pulang menuju ke rumah Indah.
Sesampainya di rumah Indah, terlihat bapak berbicara dengan paman dan Kakak-kakak saya, mengenai pembangunan.
Ya, pembagunan tempat usaha saya yang baru, dan bapak juga berkata ingin membuat syukuran, jika semuanya telah selesai.
# Tempat usaha pun selesai
Setelah kurang lebih 1bulan mereka bekerja sama siang dan malam, dan istirahat mereka pun sangat kurang, akhirnya pembangunan pun selesai.
Kami pun segera memindahkan semua barang- barang dari tempat yang lama ke tempat yang baru tersebut.
Setelah kira-kira 3 hari semua barang dan peralatan pun sudah kami pindahkan, dan sudah kami tata dengan rapi di tempat baru itu.
Setelah tempat yang lama kosong, bapak pun menyuruh kakak-kakak saya untuk merenovasi tempat itu.
Karena tempat itu nantinya ingin di jadikan butik buat usaha Indah.
Setelah beberapa hari di renovasi, akhirnya tempat tersebut terlihat seperti baru dan indah.
Bapak pun memberi uang sekitar 5 juta kepada bibi, buat modal usaha butik Indah.
Setelah semua urusan di kota selesai sekitar 3 bulan lamanya, keluarga saya pun kembali ke kampung.
Bapak juga mengajak keluarga Indah ke kampung, karena bapak ingin membuat syukuran di rumah.
jadi 3 hari kemudian, setelah sampai di kampung, kami pun mengadakan syukuran dengan mengundang pak RT, pak RK, keluarga dekat bapak dan ibu, dan beberapa tetangga kami.
Acara pun berjalan dengan lancar, dan mereka semua mendoakan yang terbaik untuk keluarga kami.
dan besok nya keluarga Indah pun pulang ke kota. sementara saya dan Indah masih di sini.
Saya pun menunjukkan ke bapak sisa dari uang hasil beli tempat dan sapi itu.
"hmmmm... Ini pak sisa uang bapak!" ucap ku sambil memperlihatkan saldo yang ada di rekening saya
"Wah masih lumayan ini Lis" ucap bapak
"iya pak!"
"bapak fikir uangnya sisa sedikit, padahal masih lumayan!"
"Lumayan lah pak kan semua pengeluaran bapak hanya sekitar 77 juta!"
"Berarti bapak
hemat ya?"
"Bukan hemat pak tapi coba bapak ingat! berapa pengeluaran bapak, dan berapa total semua uang bapak!"
"Kalau di ingat-ingat, uang beli tanah 100, tambah hasil jual sapi 20, jadi totalnya 120 juta tapi total di buku rekening ada 130 juta, berarti yang 10 juta itu milik kamu Lis?".
"iya milik Lisa! tapi pengeluaran bapak cuma berapa?"
"yang bapak ingat!, bayar tempat 45, biaya pembangunan 20, buat Indah 5, sewa mobil walaupun dia menolak bapak tetap kasih 2 juta, dan sisanya buat acara syukuran dan yang lain-lain sekitar 5 juta gitu!"
"ya jadi totalnya sudah cukup kan, pengeluaran bapak semua 77 juta!"
"iya bapak tidak menyangka pengeluaran bapak cuma 77 juta, bapak kira sekitar 90 juta gitu"
"Jadi bagaimana dengan sisa uang bapak?"
"Bapak akan bagikan kepada kakak-kakak kamu Lis! berapa kira-kira bagian mereka masing-masing karena uang kayaknya sisa 40 lebih? tidak termasuk uang kamu ya Lis!"
"Kalau tidak di hitung dengan uang Lisa, sisa uang bapak sekitar 43 juta!"
"berarti kakak kamu kan 3 orang, maka mereka masing-masing dapat 14 juta, dan sisanya buat bapak dan ibu!"
"Begini saja pak! besok saya cairkan uangnya, dan kakak masing-masing dapat bagian 17 juta!"
"Tapi Lis itu kan sebagian uang kamu?"
"Tidak apa-apa pak! saya ikhlas kok lagian itu sebagai tanda terima kasih saya atas semua kebaikan kakak kepada saya, itupun tidak seberapa di banding pengorbanan mereka selama ini buat saya!"
"ya sudah, kalau itu keputusan kamu bapak nurut saja!"
"Iya pak !"
"Jadi, jika besok Lisa sudah cairkan uangnya, kalian bapak telepon buat datang ya!"
"Siap pak" ucap kakak-kakak saya serentak.
"kalau begitu kami pulang dulu soalnya sudah larut malam" ucap Kakak Arif
"Iya bapak juga mau langsung istirahat ini!"
"Assalamualaikum...." ucap kakak serentak
"Waalaikum salam....." ucap kami yang di rumah serentak
setelah kakak-kakak saya pulang , saya dan Indah pun langsung masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
Tidak terasa tidur kami terlalu lelap, mungkin karena kami sangat lelah, dan tau - tau sudah azan subuh saja.
Kami pun segera bangun dan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat subuh, setelah selesai saya menuju ke dapur tapi tidak melihat ibu di dapur.
Mungkin ibu terlalu lelah sehingga dia tidak sempat untuk memasak, jadi saya dan Indah pun membuat sarapan yang kami bisa saja.
Setelah selesai memasak, saya dan Indah pun kembali ke kamar sekedar untuk baring-baring sambil bermain ponsel.
Kami sengaja mencari kesibukan, sebelum memulai untuk sarapan, sembari menunggu bapak dan ibu bangun.
Setelah kami selesai sarapan , saya dan Indah pun menuju ke bank untuk menarik uang, yang saya janjikan kepada 3 kakak saya.
BERLANJUT........
...MAAF MASIH BANYAK TYPO. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments