PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 2. JALAN - JALAN

"Seperti biasa, setelah melaksanakan shalat subuh, sebelum ke dapur membantu ibu, sembari ku cek ponsel, benda ini yang selalu menemani saya, akhir-akhir ini semenjak lulus sekolah.

"Kok, jumlah kue hari ini terlihat banyak ya Bu? beda dari biasanya", tanya ku ke ibu, yang sibuk menyelesaikan kuenya.

"Ya, Lis, tadi ibu dapat telpon dari Bu Nani, hari ini lagi ada arisan dengan teman-teman nya, beliau tidak sempat buat, jadi pesan sama ibu". Ucap ibu menjelaskan ke saya.

"Gitu ya Bu, pantas pesanannya banyak. Sambil saya mangut- mangut kan kepala.

"Kamu mau ikut, antar pesanan? Ucap ibu sambil memandang ke arah ku".

"Sepertinya tidak, Bu, saya mau mencuci pakaian sebentar, soalnya cucian sudah banyak".

Saya memang sengaja setiap 3 hari baru mencuci pakaian kotor, ya pakaian saya, ibu, dan bapak. Sembari menghemat sabun cuci, dan air, kalau mencuci setiap hari kan, jatuhnya boros air dan sabun cuci menurut saya.

"Ibu langsung berangkat y Lis, di ikuti juga dengan suara bapak, iya, bapak juga, mau berangkat ke sawah". Assalamualaikum .Ucap mereka tidak lama setelah sarapan.

"waalaikum salam, Bu, pak, hati-hati ya, di jalan, ucap saya", sambil melambaikan tangan ke mereka.

"Ah, saya mau mencuci pakaian dulu ah, ucap ku". Sambil mengunci pintu dan menuju kamar mandi.

"Alhamdulillah, akhirnya kerjaan saya selesai, udah mencuci, dan bersih-bersih rumah. Oh iya kok ibu lama ya perginya?, Ucap saya sembari membuka ponsel".

Derrrrr......derrrr.......

Suara ponsel  kulihat di layar yang menelfon terpampang nama seorang sahabat dekat saya. Tidak tunggu lama saya pun segera mengangkat telfon tersebut.

Assalamualaikum.........

Suara yang ku dengar dari sahabat saya yang ada di seberang sana.

Waalaikum, salam.....Sis

Sambil saya dekatkan ke telinga ponsel itu. Iya, ada apa Sis?, Tanya saya.

Namanya Sisi dia sahabat baik saya di sekolah dulu , dan sampai sekarang kami masih sahabatan, walaupun kami sudah lulus sekolah. Kami tinggal satu kampung, namun rumahnya agak jauh sekitar 500 meter dari rumah saya.

"Iya, Lis, datang ya, sebentar sesudah shalat dhuhur, soalnya adik saya mau ulang tahun. Kamu harus datang, Awas ya kalau kamu tidak datang! Kamu tidak lagi sibuk kan?" Tanya Sisi.

"Insya Alloh, ya, Sis, saya tidak sibuk kok, cuma tinggal di rumah". Jawab saya.

"Ok, saya tunggu ya! ingat sesudah shalat dhuhur ya, Lis! Sudah ya, saya tunggu, assalamualaikum......" Ucapnya sembari mengingatkan saya.

Ok, waalaikum salam..... Sis! Ucap ku sambil tersenyum tipis.

Tok, Tok, Tok....."Terdengar suara pintu yang di ketuk seseorang" Assalamualaikum... Suara orang yang mengetuk tadi.

Waalaikum salam.... Ucap saya

Sambil menuju ke pintu. "Sepertinya suara ibu". Sambil ku buka pintu.

"Ibu kok lama Bu? tanya ku lagi sambil meraih barang-barang yang di bawa sama ibu".

"Iya, Lis, tadi ibu mampir ke pasar , pas pulang setelah mengantar pesanan". Jawab ibu sambil mengambil air minum di meja bersiap untuk minum.

Duduk dulu Bu! Sambil menyodorkan kursi ke ibu. "Oh, iya Bu, tadi teman saya Sisi telfon, katanya adik dia ulang tahun, saya di suruh datang sesudah shalat dhuhur sebentar". Bisa kan Bu? Tanya ku ke ibu.

"Terserah kamu Lis, kalau mau ke situ ya sudah", jawab ibu singkat.

Suasana di rumah Sisi.......

Selamat ulang tahun, kami ucapkan, selamat panjang umur sehat sentosa, selamat sejahtera dan bahagia..... Begitulah suara yang terdengar di rumah ini. Ya, saya sekarang sudah di rumah Sisi.

"Kita foto-foto yuk, Lis! Untuk mengabadikan momen ini". Ajak Sisi kepada saya.

"Ok, Sis, setelah ini saya pamit pulang ya! sudah sore ni, takut pulangnya nanti kemalaman". Ucap ku setelah berfoto.

"Iya, nih oleh-oleh buat ibu dan bapak mu". Ucapnya sambil menemani ku menuju keluar rumah. Hati-hati ya ucapnya lagi.

*******

Terima kasih ya kang. Ucap ku pada kang ojek, sambil melangkah menuju rumah. "Kok banyak orang, tanya ku dalam hati", sambil memandang ke dalam rumah.

Assalamualaikum...... Ucap ku memasuki rumah.

Waalaikum salam......ucap mereka serentak.

Rumah saya hari ini lagi ramai karena kakak-kakak saya, kak Siti, kak Hasbullah dan kak Arif beserta keluarganya pada datang. Entah ada pembahasaan apa sehingga mereka kompak kumpul di rumah.

"Sini duduk?, Sambil duduk di dekatnya. Ke intinya saja kakak mau bertanya kamu mau lanjut kuliah atau bagaimana?. Tadi bapak sudah jelaskan sih kata beliau tadi malam sudah menanyakan hal ini, dan katanya kamu tidak mau kuliah takut merepotkan kami soal biaya". Apa benar trus kamu mau ngapain selanjutnya? Itu pertanyaan dari kak Siti kakak ke dua saya.

"Iya kak, saya tidak mau kuliah soalnya kepikiran biayanya yang banyak, mana lagi pasti tugas-tugas yang diberikan banyak". "Saya rencana mau kerja aja dek kak! Ini lagi cari-cari kerjaan yang pas buat saya". Seraya memperlihatkan ponsel yang berisi lowongan kerja.

"Kalau mau kuliah tidak apa-apa kok nanti kami bantu soal biayanya sebisa kami". Ucap kak Arif, kakak ke tiga saya,

"Tidak, kak saya sudah memutuskan mau kerja saja semoga saya dapat kerjaan yang bagus dengan gaji yang lumayan. Ucap ku sambil tersenyum tipis.

"Apa sebaiknya kamu kuliah saja! kan di keluarga kita tidak ada yang bersekolah sampai kuliah? kami berharap kamu yang melanjutkan harapan kami. Kamu fikir-fikir dulu Lis". Kata kak Arif lagi, iya fikirkan lagi tambah kak Hasbullah.

"Dengan perasaan bingung. Ya, sudah kak, nanti saya fikir-fikir lagi, sebenarnya sih saya di tawari Indah kuliah, katanya kami bisa kuliah bareng dan  tinggal di rumahnya. Dia menyuruh saya menyediakan berkasnya saja soal urusan pendaftarannya, kan bapaknya punya teman dosen, nanti mereka minta tolong sama orang itu agar kami bisa lolos, dan di terima, ya kalau saya mau", kata Indah di telfon kemarin kak. Ucap ku menjelaskan sambil melirik kak Hasbullah, kak Siti, dan kak Arif.

Indah itu sepupu saya, dia anak dari paman Rusdi, adik kedua dari bapak, mereka memang merantau dan tinggal di kota. Paman bekerja sebagai manajer, di salah satu bank di kota itu, kalau tidak salah cabang bank BRI. Saya dan Indah memang seumuran dia anak kedua dari paman.

"Kuliah aja Lis!, itu sudah ada jalannya loh, Pasti paman mu akan bantu kalau kamu kekurangan biaya, kami juga akan bantu sebisa kami". Ucap ibu, sambil menatap saya.

"Saya fikir-fikir lagi, ya, Bu! Oh iya Lusa Indah mau datang, katanya dia mau liburan dan jalan-jalan di sini, sebelum dia memasuki bangku kuliah". Ucap ku kepada mereka.

"Iya sudah, nanti kalau Indah datang kamu temani dia ke tempat wisata yang baru itu, kan selama mereka tinggal di kota tambah banyak wisata baru yang belum Indah kunjungi".

"Siap, Bu, pasti dia puas jalan-jalan selama di sini he he he, ucap ku sambil tertawa.

"Kita makan malam dulu yuk!, Ajak ibu kepada kami semua yang ada di sini".

"Yuk, makan, selesai makan saya mau langsung pulang sudah agak malam ini, besok anak-anak mau sekolah jadi tidak bisa nginap". Kata kak Siti

"Yuk, di susul dengan suara kak Arif, kak Hasbullah dan yang lainnya", menuju ke meja makan.

********

Tok. Tok. Tok. Assalamualaikum..... Kata seseorang dengan di ikuti ketukan pintu.

Waalaikum salam......  Jawab ku, sambil melangkah ke arah pintu. "Eh Indah masuk Ind", ajak saya ke dia, sambil mengarahkannya ke tempat duduk.

"Iya terima kasih kebetulan saya capek banget nih", Sambil meletakkan barang yang dia bawah lalu bersiap untuk duduk.

"Nih, minum dulu! kamu pasti haus banget kan?, oh iya pasti ada oleh-oleh bua saya kan he he he. Goda ku ke dia sambil menyodorkan air minum dan cemilan yang ku ambil di dapur.

"Ada dong, nih ambil, saya itu tidak pernah lupa kesukaan kamu he he he, mana paman dan bibi? Tanyanya lagi.

"Bapak sudah ke sawah, kalau ibu lagi jualan kue, pasti sebentar lagi beliau pulang.

"Besok kita jalan-jalan ya Lis! Sengaja ku peka kendaraan ke sini bukan naik angkutan umum, biar kita bebas bepergian ke tempat wisata yang baru itu yang kamu bilang di telfon kemarin".

Indah memang nekat berkendara motor sendiri dari kota ke sini, padahal kan perjalanan dari kota ke sini, kalau  berkendara sendiri memakan waktu sekitar 3 jam lebih lah, kalau pake angkutan umum bisa sampai 4 jam lebih, kan muter-muter dulu bawak penumpang yang lain.

"Ok, deh, kapan pun kamu mau jalan saya siap mengantar, sekarang juga bisa kalau kamu mau".

"Besok aja deh Lis, saya masih capek banget ini, mau istirahat dulu, ngumpulin tenaga biar besok tenaga sudah full buat jalan-jalan.

"Ok, sini, kamu ganti baju dulu dan simpan barang-barang mu di kamar". Ajak ku sambil menariknya ke dalam kamar.

"Eh, Indah sudah datang ya? Ucap ibu yang tiba-tiba sudah ada di depan kamar, Kapan datangnya Ind? tanya ibu lagi".

"Ya, Bi, belum cukup lama, datangnya". Jawab Indah, sambil bingung menatap ibu, bibi sudah lama pulang atau baru kok kami tidak dengar kedatangan bibi?.

"Tadi, ibu, sudah ketuk pintu, ucap salam, tapi tidak ada balasan, pintu rumah juga terbuka jadi ibu langsung masuk".

"Iya, kami asik berbicara di kamar, sampai tidak dengar ibu datang. Kami di kamar ya Bu Indah mau istirahat dulu", jawab ku ke ibu.

"Jadi kapan rencana kalian mulai jalan-jalan?. Hati-hati ya kalau kalian kemana-mana, kan sekarang waktu libur, warga dan kendaraan bertambah banyak. Bisa-bisa terjadi macet, jadi harus hati-hati dan waspada di jalan". Ucap bapak pas selesai makan malam.

"Mungkin besok pak, kata Indah tadi mau jalan besok". Ucap ku sambil membereskan meja tempat kami makan tadi.

*******

Sudah siap Lis? tanya Indah yang menatap saya masih berdiri di cermin memperhatikan gaya busana saya.

Sudah kok Ind, mau berangkat sekarang?, jawab ku sambil melangkah ke luar dari kamar, menuju ibu yang sedang duduk di kursi menatap kami.

"Bi, kami berangkat dulu ya", ucap Indah sambil meraih tangan ibu dan mencium nya.

"Ya, hati-hati loh di jalan, usahakan cepat pulang jangan sampai pulang malam, sekarang banyak orang jahat". Kata ibu.

"Siap"..... Jawab kami serentak.

"Jagan lupa singgah shalat kalau jam shalat tiba". Ucap ibu lagi

Di jalan pun Indah tidak berhenti berbicara dan bertanya, mengenai kita mau ke mana, tempatnya jauh atau tidak, bagus atau tidak. Saya punya menjawab pertanyaan dia, sesuai yang ku tau dan yang ku lihat. Sana belok kanan yang ada tanda nama  kebun bunga ( flower garden ).

Preiit....... Preiit..... Preiiiiiit......

"Parkir di sini ya, neng", kata kang parkir di tempat wisata itu.

Ok, pak, helmnya di taruh di mana pak?, Apa di taruh di sini? atau ada tempat penitipan helm gitu! atau harus di bawah? Tanya Indah sama kang parkir.

"Di sana, neng, itu tempat penitipan helm". Kata kang parkir sambil menunjuk ke arah pos kecil yang ada di sebelah kanan kami.

Kami titip ya, mba!, Ucap ku ke mba-mba yang bertugas berjaga di situ. Sambil ku sodorkan helm yang kami bawa.

Iya, neng, tenang helmnya aman kok di sini. Kata mba sambil tersenyum tipis.

Sini, Ind, sambil ku tarik tangannya. Ayok masuk, sini ponsel mu biar saya foto-foto in kamu. Mau bergaya di mana? Tanya ku pada Indah yang masih terlihat diam terpatung.

Mungkin dia terpesona dengan tempat ini, wisata baru yang di dalamnya ada banyak macam-macam Bunga dan warnanya juga bermacam-macam, yang di tanam rapi berjejer sesuai warna bunga masing-masing, ada juga tempat bermain untuk anak-anak.

"Eh, iya Lis, tolong foto saya di situ ya! Yang bagus ya cara fotonya!. Ok, di sini". Katanya sambil bergaya di dekat bunga yang berwarna putih dan merah.

Nih, sudah, oh iya habis dari sini kita mau ke mana Ind?.

"Terserah Lis, di mana yang kamu mau ya kita ke situ".

Begitulah perjalanan kami hari ini,kami mendatangi beberapa tempat wisata yang ada di desa kami ini.

********

Lis, tidak terasa ya? Saya sudah satu pekan di sini, saya sudah puas berjalan-jalan ke tempat wisata yang ada di desa kita ini. Betul ya kata mu, banyak tempat wisata yang baru dan bagus benget  tempat ini rekomendet banget deh bagi orang yang ingin liburan. Kata Indah.

"Senang, kan, apa kata saya pasti kamu suka banget tempatnya".

"Jadi kalian sudah mendatangi semua tempat wisata yang ada?" Ucap ibu yang mendengarkan pembicaraan kami.

"Belum semua sih, bi, tapi hampir lah tinggal 2 atau 3 kayanya yang belum kami datangi". Jelas Indah

"Ya, sudah, kan liburan mu masih lama berarti masih banyak waktu buat mengunjungi tempat itu" ucap ibu.

"Masih lama si Bi, kalau belum ada panggilan, buat mengurus surat-surat, yang di butuhkan untuk mendaftar kuliah".

"Oh jadi kamu mau mendaftar kuliah Ind?" Tanya ibu sambil menatap Indah.

"Iya, Bi, saya juga sudah menawarkan ke Lisa kok, tapi dia bilang mau fikir-fikir dulu". Sembari menatap saya dan tersenyum.

"Hmmmm......" ucap ku sambil tersenyum tipis

Jujur perasaan di saat ini campur aduh antara pengen kuliah atau kerja

BERLANJUT.....

...MAAF MASIH BANYAK TYPO.. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!...

Episodes
1 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 1. LULUS SEKOLAH (SMA)
2 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 2. JALAN - JALAN
3 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 3. KULIAH SAMBIL KERJA
4 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 4. TERJANGKIT VIRUS COVID
5 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 5. SEMBUH DAN PULANG KE RUMAH INDAH
6 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 6. TIBA DI RUMAH INDAH
7 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 7. TAMBAH USAHA
8 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 8. MENJALANKAN BISNIS KULINER
9 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 9. VOICE INDAH
10 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 10. PASANG SURUT DALAM USAHA
11 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 11. HILANGNYA VIRUS COVID
12 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 12. USAHA YANG KEMBALI BERKEMBANG
13 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 13. PULANG KAMPUNG
14 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 14. TIBA DI KAMPUNG
15 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 15. SYUKURAN
16 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 16. LULUS KULIAH ( WISUDA )
17 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 17. FOKUS BERBISNIS
18 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 18. BICARA TENTANG PERJODOHAN
19 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 19. BAPAK SAKIT PARAH
20 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 20. SANGAT SEDIH DENGAN KEPERGIAN BAPAK
21 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 21. MEMBELI RUMAH BARU
22 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 22. PERNIKAHAN SAYA DENGAN IQBAL
23 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 23. KEMBALI KE KOTA DENGAN IBU
24 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 24. BELANJA KEPERLUAN RUMAH DI PASAR
25 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 25. DISKUSI MASALAH RUMAH BARU KAMI
26 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 26. SYUKURAN ATAU WALIMAH
27 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 27. GUNJINGAN BEBERAPA TETANGGA
28 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 28. MENAMBAH USAHA BARU
29 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 29. BELANJA KEPERLUAN BISNIS PERCETAKAN
30 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 30. MENGATUR BARANG DI USAHA PERCETAKAN
31 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 31. TELPON DARI INDAH
32 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 32. TIBA DI RUMAH SAKIT
33 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 33. MASIH DI RUMAH SAKIT
34 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 34. ALASAN PAMAN KELUAR KOTA
35 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 35. TIBA DI RUMAH
36 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 36. TELEPON DARI PAMAN
37 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 37. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 1
38 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 38. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 2
39 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 39. DI KANTOR KAK IQBAL
40 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 40. KAK IQBAL PULANG KERJA
41 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 41. HADIAH BUAT ISTRI TERCINTA
42 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 42. VOICE PENGGEMAR RAHASIA INDAH
43 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 43. DI RUMAH INDAH
44 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 44. MEMBERIKAN HADIAH TERSEBUT KE INDAH
45 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 45. KEPULANGAN PAMAN DARI LUAR KOTA
46 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 46. MAKAN MALAM DI RUMAH INDAH
47 BAB. 47. OBROLAN SANTAI
Episodes

Updated 47 Episodes

1
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 1. LULUS SEKOLAH (SMA)
2
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 2. JALAN - JALAN
3
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 3. KULIAH SAMBIL KERJA
4
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 4. TERJANGKIT VIRUS COVID
5
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 5. SEMBUH DAN PULANG KE RUMAH INDAH
6
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 6. TIBA DI RUMAH INDAH
7
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 7. TAMBAH USAHA
8
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 8. MENJALANKAN BISNIS KULINER
9
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 9. VOICE INDAH
10
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 10. PASANG SURUT DALAM USAHA
11
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 11. HILANGNYA VIRUS COVID
12
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 12. USAHA YANG KEMBALI BERKEMBANG
13
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 13. PULANG KAMPUNG
14
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 14. TIBA DI KAMPUNG
15
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 15. SYUKURAN
16
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 16. LULUS KULIAH ( WISUDA )
17
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 17. FOKUS BERBISNIS
18
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 18. BICARA TENTANG PERJODOHAN
19
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 19. BAPAK SAKIT PARAH
20
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 20. SANGAT SEDIH DENGAN KEPERGIAN BAPAK
21
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 21. MEMBELI RUMAH BARU
22
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 22. PERNIKAHAN SAYA DENGAN IQBAL
23
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 23. KEMBALI KE KOTA DENGAN IBU
24
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 24. BELANJA KEPERLUAN RUMAH DI PASAR
25
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 25. DISKUSI MASALAH RUMAH BARU KAMI
26
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 26. SYUKURAN ATAU WALIMAH
27
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 27. GUNJINGAN BEBERAPA TETANGGA
28
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 28. MENAMBAH USAHA BARU
29
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 29. BELANJA KEPERLUAN BISNIS PERCETAKAN
30
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 30. MENGATUR BARANG DI USAHA PERCETAKAN
31
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 31. TELPON DARI INDAH
32
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 32. TIBA DI RUMAH SAKIT
33
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 33. MASIH DI RUMAH SAKIT
34
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 34. ALASAN PAMAN KELUAR KOTA
35
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 35. TIBA DI RUMAH
36
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 36. TELEPON DARI PAMAN
37
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 37. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 1
38
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 38. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 2
39
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 39. DI KANTOR KAK IQBAL
40
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 40. KAK IQBAL PULANG KERJA
41
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 41. HADIAH BUAT ISTRI TERCINTA
42
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 42. VOICE PENGGEMAR RAHASIA INDAH
43
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 43. DI RUMAH INDAH
44
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 44. MEMBERIKAN HADIAH TERSEBUT KE INDAH
45
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 45. KEPULANGAN PAMAN DARI LUAR KOTA
46
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 46. MAKAN MALAM DI RUMAH INDAH
47
BAB. 47. OBROLAN SANTAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!