PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 10. PASANG SURUT DALAM USAHA

Untung ibu selalu ada di dekat kami dan selalu memberi semangat dan mengajari kami jika ada yang salah yang kami lakukan.

Jadi sesusah apapun yang kami hadapi, akan terasa ringan karena ada penyemangat dari ahli surga kami yaitu ibu.

********

Tidak terasa sudah 3 bulan lebih kami membuka bisnis kuliner ini,

Namu sudah ada beberapa kendala yang kami hadapi.

Dan yang saya lihat baru kali ini Lisa, terlihat murung dan tidak semangat, dia seakan banyak beban pikiran.

Saya sebenarnya mengerti apa yang yang menganggu fikirkan dia, tapi saya ragu untuk menanyakan hal ini pada dia.

Saya pun berbicara sama ibu dan menjelaskan yang terjadi, agar ibu bisa memberi nasehat buat dia, agar tidak terlalu larut dalam kesedihannya sekarang ini.

Saya menjelaskan kepada ibu tentang bisnis kuliner kami ini yang sudah berjalan 1 Minggu lebih, tapi baru beberapa pembeli modal awal pun belum tercapai.

Ibu pun mengerti maksud saya, dan berjanji akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara sama Lisa.

Saya lihat Lisa pun sama, dia seperti mau bercerita tapi mungkin dia bingung, bagaimana untuk memulai pembicaraan kami.

Saya tidak habis fikir Lisa yang selama ini kuat ternyata dia juga hampir rapuh menghadapi setuasi ini.

Apa lagi saya yang tidak kuat seperti Lisa, hanya bisa mengeluh, mengeluh, dan mengeluh.

Hanya bisa bertanya-tanya kenapa ini, ada apa ini, apa yang salah dan apa yang terjadi pada bisnis kami ini???.

Apa yang harus kami lakukan sekarang ini? itulah semua pertanyaan yang ada di otak saya.

Dan saya tidak tahu apa jawaban dari semua pertanyaan tersebut, nyaris saja hal tersebut membuat air mata saya terjatuh.

Tapi saya tidak mau terlihat lemah sekali di mata Lisa, sebisa mungkin saya tersenyum jika di hadapan Lisa.

Tiba-tiba di balik keheningan saya dan Lisa, terdengar suara dari seseorang yang sangat saya kenal, yaitu suara ibu

"Kenapa kalian murung dan sedih terus sih?" tanya ibu

"Ini loh Bu, masalah bisnis pasti ibu paham kan!" ucap ku pada ibu sambil mengarahkan pandangan ke Lisa

Terlihat Lisa yang segera mengubah bentuk wajahnya yang tadinya murung sekarang sudah ceria lagi.

"Oh masalah bisnis toh!"

"Iya Bu," ucap ku

Tiba-tiba Lisa bersuara yang terdengar melontarkan pertanyaan tentang jalan keluar dari masalah ini.

"Menurut bibi, kami harus bagaimana dalam menanggapi masalah bisnis kami ini? Apaka kami harus tutup saja bisnisnya atau bagaimana bi?" ucap Lisa

"Jangan tutup Lis,! kita pasti punya solusinya dan kita pasti bisa menghadapi masalah ini".

"Tapi Ind, kamu lihat sendiri kan bagaimana keadaan bisnis ini, pembeli cuma beberapa orang saja, dan selalu ada makanan yang terbuang karena tidak laku" ucap Lisa

"Jangan cepat ambil keputusan buat menutup dan menyudahi suatu usaha yang kita miliki!, kita harus ingat di waktu pertama kali kita berencana untuk memulai"

"Di saat itu kita berkata akan bersungguh-sungguh untuk menjalani usaha tersebut, walaupun nantinya akan banyak rintangan yang kita harus hadapi".

"Dan baru setengah jalan berjalan dan ada beberapa rintangan, dan kita sudah putus asa dan mau mengakhirinya, itu namanya kita tidak konsisten dengan ucapan kita".

"Jangan mau jadi pecundang dalam hal apapun itu." ucap ibu lagi

"Jadi bagaimana menurut ibu?"

"Dalam sebuah usaha pasti ada yang namanya rintangan, baik rintangan yang membuat kita senang atau pun rintangan yang merugikan kita".

# penjelasan pasang surut

Pasang surut dalam mengelola bisnis adalah hal yang biasa.

Bila menjalankan bisnis saat pasang adalah pekerjaan yang relatif mudah, mempertahankan bisnis saat surut membutuhkan langkah yang lebih rumit.

Tidak hanya butuh ketekunan dalam membangkitkan bisnis yang sedang lesu, namun juga perlu menjaga mental agar tidak patah semangat di tengah jalan.

Menjadi orang sukses mungkin adalah impian setiap orang.

Namun wujud nyata aksi yang dilakukan oleh setiap orang bisa saja berbeda-beda.

Merintis sebuah bisnis bisa menjadi salah satu jalan yang kita tempuh untuk mencapai kesuksesan itu.

Namun terkadang kita belum berani mencoba dan melangkah dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

Pasang dan surutnya semangat menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberlanjutan kita merintis bisnis.

Ketika semangat kita tinggi, kita bisa menghadapi berbagai rintangan dan menyusun strategi dalam menghadapinya.

Namun ketika semangat kita merintis bisnis melemah, kita bisa merasa stuck  hingga memilih untuk berhenti dan tidak melanjutkannya.

Memahami kesulitan membangun bisnis terutama bagi para pebisnis yang baru berkecimpung di dunia bisnis.

"kami memahami bahwa tak sedikit pelaku bisnis yang mengalami kegagalan terutama di masa-masa awal mereka merintis bisnisnya,"

Meskipun kegagalan bisnis tak terelakkan, kami ingin mendorong para pebisnis pemula untuk mencoba meminimalisir kegagalan tersebut.

Dengan mengkaji kembali kesalahan umum dalam berbisnis dan merancang strategi untuk mengantisipasinya,"

Dalam menjalankan bisnis, usaha untuk mencapai kesuksesan berbisnis memang bukanlah hal yang mudah.

Jam terbang dalam menjalani bisnis terkadang juga tidak dapat menjadi sebuah jaminan kesuksesan.

Para pebisnis dengan jam terbang tinggi sekalipun tidak bisa luput dari situasi pasang surut maupun risiko kegagalan berbisnis.

Belajar dari kesalahan para pebisnis lainnya adalah salah satu upaya efektif yang dapat dilakukan para pebisnis pemula agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam bisnis mereka.

Agar bisa mengidentifikasi masalah yang ada pada bisnismu, kamu perlu melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap model bisnis yang dibuat,

sumber daya yang dimiliki, kualitas produk yang dibuat, ataupun strategi promosi dan pemasaran yang dilaksanakan.

Perhatikan apa yang kurang dari setiap aspek tersebut lalu petakan permasalahan yang terjadi.

Pertimbangkan faktor apa yang paling mempengaruhi kelesuan bisnis selama ini.

Tak hanya itu, kamu juga perlu mengidentifikasi permasalahan eksternal yang mungkin saja mempengaruhi bisnis secara keseluruhan,

misalnya kondisi ekonomi nasional yang melemah, nilai tukar rupiah yang tinggi, kebijakan pemerintah yang merugikan industri, tren konsumsi masyarakat yang berubah, kemajuan teknologi, atau yang lainnya.

Lakukan evaluasi senetral mungkin atas bisnismu.

Bila kamu merasa tak mampu melakukannya, kamu dapat meminta pihak luar untuk melakukan evaluasi.

Penilaian pihak luar biasanya terjamin netralitasnya karena tidak ada emosi yang dilibatkan.

Hanya dengan melakukan evaluasi ini, kamu bisa mencarikan jalan keluar untuk permasalahan bisnismu.

"Dalam menjalankan usaha atau bisnis harus memiliki pedoman seperti berikut ini:

# Bekerja keras atau usaha yang kita lakukan tidak akan mengkhianati hasil #

Kamu harus bekerja keras untuk mewujudkannya.

Ingat, sesuatu yang 'besar', tak pernah datang dengan mudah melainkan dengan perjuangan dan pengorbanan. 

Tidak ada hal berharga yang datang dengan mudah. 

Terkadang juga membutuhkan waktu yang tak sebentar sehingga selain bekerja keras, kamu juga harus memiliki sifat sabar dan ulet.

Namun, kamu harus meyakini, semua kerja kerasmu, waktu yang kamu curahkan, keringat yang keluar, malam-malam tanpa tidur, itu semua akan terbayar.

Kamu akan mendapatkan hasil setimpal.

Bekerja keraslah, karena kerja keras pasti menghasilkan yang terbaik.

Sesulit apa pun suatu pekerjaan, jika dijalani secara gigih, sungguh-sungguh, dan pantang menyerah, hasilnya pasti memuaskan.

"Sekarang saya sudah faham Bi, apa permasalahan dalam bisnis kami ini" ucap Lisa

"Jadi, langkah apa yang ingin kamu ambil Lis, apa kamu mau tutup atau tetap lanjut??" tanya ibu pada Lisa

"Kami akan teruskan bisnis ini, Bi! dan saya akan mengatur kembali segalanya sesuai masukan bibi tadi!"

"Ya sudah, kalian harus kompak terus, usahakan tidak ada yang memiliki sifat egois antara kalian, agar kerja sama terus terjaga!" ucap ibu Indah

"Baik Bu! tapi kami sangat butuh bantuan dari ibu dan bapak!" ucap Indah

Setelah beberapa menit kemudian setelah memberi petunjuk dan nasehat, bibi pun pergi meninggalkan kami berdua.

"Kok bisa ya, bisnis kita seperti ini Lis?" ucap Indah

"Mungkin kita belum optimal dalam menjalankan usaha ini Ind, kan fikirkan terkadang fokus ke bisnis yang lama kita"

"Tapi, saya merasa kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik Lis?"

"Iya sih Ind, tapi kan tetap saja terkadang kita lupa dan lalai!"

"Maksudnya, Lupa dan lalai bagaimana Lis?"

"Misalnya, kita terlalu banyak fikirkan, karena tidak bisa membagi waktu dengan baik, di mana tugas kuliah yang harus segera di selesaikan, jualan online yang padat pesanan, dan masalah pribadi sendiri yang akan menguras pikiran".

"Hal-hal tersebut lah yang terkadang membuat kita lalai dalam bisnis kuliner kita ini" ucap ku pada Indah

"Iya jga sih Lis!"

"Iya, Ind, betul kata bibi, waktu kita ingin membuka usaha ini".

# kembali ke waktu yang telah berlalu

(((( "Hmmmm....." ucap Indah sekedar basa basi ke paman dan bibi

"Kenapa Ind? Kok kamu seperti terlihat sangat bingung? tanya bibi

"Gini, Bu, saya dan Lisa berencana untuk membuka bisnis baru! Kan bisnis jualan online Lisa sudah lancar, jadi dia mau membuka bisnis yang lain".

"Bisnis apa yang ingin kalian buka lagi?" tanya bibi

"Saya sih memberi Lisa saran, agar membuka bisnis kuliner, dan Lisa pun setuju, tapi Lisa bingung mencari lokasi, jadi saya bilang di sini saja kita buat kedai di depan rumah, jadi kami butuh persetujuan ibu dan bapak mengenai hal ini!" ucap Indah

"Apa kalian sudah fikirkan betul-betul semua ini? Apa bisnis ini tidak merepotkan kalian yang sudah menjalankan 1 bisnis?" tanya bibi

"Sudah Bu! Insya Allah kami bisa menjalankan usaha-usaha kami"....ucap Indah

"Bagaimana pak?" tanya bibi pada paman

"Bapak sih mendukung mereka Bu! Asal mereka bisa tekun dalam menjalankan usaha, agar tidak kandas di tengah jalan!" ucap paman .)))).

# kembali ke cerita sekarang

"Betul tu Lis, saat itu kita sangat yakin, dan sangat percaya diri bahwa kita bisa menjalankan usaha-usaha yang kita miliki."

"Begitulah Ind, kita terlalu angkuh dan sombong dengan diri kita, yang seakan bisa melakukan semua hal dengan mudah."

"karena melihat usaha kita yang sebelumnya lancar dan sukses, hal itulah yang membuat kita jadi tamak dan lupa diri". ucap ku pada Indah

"iya Lis, mungkin musibah ini adalah salah satu teguran dari Allah untuk kita, biar bisa mengawas diri, dan bisa mengambil hikmah dari hal-hal yang kita kerjakan".

"Betul Ind, kita di sadarkan agar tidak terlalu sombong dengan kemampuan diri yang kita miliki"

"Hmmmm.... saya fikir-fikir kita seakan lalai dalam hal urusan akhirat, dan tergiur untuk mengutamakan urusan dunia" ucap Indah

"Betul tuh Ind, semenjak kita sibuk seperti ini, kita seakan lupa dengan hal-hal kebaikan".

Hal-hal kebaikan yang kami maksud di sini itu adalah, sebelum kami membuka bisnis kuliner ini,

Dulu kami selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat panti asuhan yang ada di kota ini.

Sekedar untuk berbagi dan ikut melaksanakan shalat dan pengajian bersama yang menjadi rutinitas mereka,

apa lagi jika omset penjualan kami meningkat drastis,

kami selalu menyisihkan sebagian penghasilan yang kami dapat buat membeli makanan dan memberikan kepada mereka.

Tapi setelah kami memulai bisnis kuliner ini dan terfokus ke sini, kami pun lupa dengan hal-hal tersebut.

Mungkin inilah teguran buat kami karena terlalu fokus ke urusan dunia, dan lupa akan urusan akhirat.

Karena sebagian besar rezeki yang kita miliki itu ada hak orang lain seperti kajian berikut ini:

# Manusia diciptakan untuk mencari nafkah agar dapat bertahan hidup dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Namun, sebagai umat muslim jangan sampai melupakan keutamaan dalam ajaran agama Islam, yakni sedekah.

Sesungguhnya dalam setiap rezeki yang Anda dapatkan terdapat hak fakir miskin.

Jangan khawatir, hanya dua setengah persen dari harta yang kita miliki tersebut merupakan hak orang lain yang membutuhkan.

Umat muslim punya kewajiban untuk mengeluarkan hak tersebut melalui ibadah zakat.

Hal itu sesuai dengan seruan Allah SWT dalam firman-Nya:

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34).

Islam bukanlah agama yang mengajarkan tentang ibadah, zikir dan doa saja,

melainkan agama yang memperhatikan kepedulian, terhadap fakir miskin dan untuk kepentingan-kepentingan sosial.

Terdapat juga kewajiban setiap orang muslim, untuk membagikan sebagian dari harta kekayaan mereka kepada fakir miskin.

Mengeluarkan zakat hukumnya wajib, selain itu bersedekah juga merupakan perbuatan mustahab, yang berulang kali ditekankan oleh para nabi.

Berikut ini sebagian firman Allah SWT, Hadits Nabi SAW tentang zakat.

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).

“Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267).

“(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. .” (QS. At-Taubah: 35).

"Betul banget tu Lis, kita tidak boleh lupa dengan aturan-turan dari agama kita!"

"Iya Ind, itulah sebabnya mengapa kita mendapatkan teguran, jika kita lalai dengan kewajiban- kewajiban kita".

"Untung ya Lis, Allah menegur kita dengan melambatkan perjalanan hanya salah satu dari bisnis kita",

"Untung saja Allah tidak mematikan semua bisnis kita, cuma memperlambat salah satunya, Ind!"

"Iya Lis, jadi kita masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki semuanya".

...MAAF JIKA MASIH BANYAK TYPO DALAM CERITA SAYA INI. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN....

Episodes
1 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 1. LULUS SEKOLAH (SMA)
2 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 2. JALAN - JALAN
3 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 3. KULIAH SAMBIL KERJA
4 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 4. TERJANGKIT VIRUS COVID
5 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 5. SEMBUH DAN PULANG KE RUMAH INDAH
6 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 6. TIBA DI RUMAH INDAH
7 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 7. TAMBAH USAHA
8 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 8. MENJALANKAN BISNIS KULINER
9 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 9. VOICE INDAH
10 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 10. PASANG SURUT DALAM USAHA
11 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 11. HILANGNYA VIRUS COVID
12 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 12. USAHA YANG KEMBALI BERKEMBANG
13 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 13. PULANG KAMPUNG
14 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 14. TIBA DI KAMPUNG
15 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 15. SYUKURAN
16 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 16. LULUS KULIAH ( WISUDA )
17 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 17. FOKUS BERBISNIS
18 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 18. BICARA TENTANG PERJODOHAN
19 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 19. BAPAK SAKIT PARAH
20 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 20. SANGAT SEDIH DENGAN KEPERGIAN BAPAK
21 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 21. MEMBELI RUMAH BARU
22 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 22. PERNIKAHAN SAYA DENGAN IQBAL
23 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 23. KEMBALI KE KOTA DENGAN IBU
24 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 24. BELANJA KEPERLUAN RUMAH DI PASAR
25 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 25. DISKUSI MASALAH RUMAH BARU KAMI
26 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 26. SYUKURAN ATAU WALIMAH
27 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 27. GUNJINGAN BEBERAPA TETANGGA
28 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 28. MENAMBAH USAHA BARU
29 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 29. BELANJA KEPERLUAN BISNIS PERCETAKAN
30 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 30. MENGATUR BARANG DI USAHA PERCETAKAN
31 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 31. TELPON DARI INDAH
32 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 32. TIBA DI RUMAH SAKIT
33 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 33. MASIH DI RUMAH SAKIT
34 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 34. ALASAN PAMAN KELUAR KOTA
35 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 35. TIBA DI RUMAH
36 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 36. TELEPON DARI PAMAN
37 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 37. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 1
38 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 38. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 2
39 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 39. DI KANTOR KAK IQBAL
40 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 40. KAK IQBAL PULANG KERJA
41 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 41. HADIAH BUAT ISTRI TERCINTA
42 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 42. VOICE PENGGEMAR RAHASIA INDAH
43 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 43. DI RUMAH INDAH
44 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 44. MEMBERIKAN HADIAH TERSEBUT KE INDAH
45 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 45. KEPULANGAN PAMAN DARI LUAR KOTA
46 PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 46. MAKAN MALAM DI RUMAH INDAH
47 BAB. 47. OBROLAN SANTAI
Episodes

Updated 47 Episodes

1
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 1. LULUS SEKOLAH (SMA)
2
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 2. JALAN - JALAN
3
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 3. KULIAH SAMBIL KERJA
4
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 4. TERJANGKIT VIRUS COVID
5
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 5. SEMBUH DAN PULANG KE RUMAH INDAH
6
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 6. TIBA DI RUMAH INDAH
7
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 7. TAMBAH USAHA
8
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 8. MENJALANKAN BISNIS KULINER
9
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 9. VOICE INDAH
10
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 10. PASANG SURUT DALAM USAHA
11
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 11. HILANGNYA VIRUS COVID
12
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 12. USAHA YANG KEMBALI BERKEMBANG
13
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 13. PULANG KAMPUNG
14
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 14. TIBA DI KAMPUNG
15
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 15. SYUKURAN
16
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 16. LULUS KULIAH ( WISUDA )
17
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 17. FOKUS BERBISNIS
18
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 18. BICARA TENTANG PERJODOHAN
19
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 19. BAPAK SAKIT PARAH
20
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 20. SANGAT SEDIH DENGAN KEPERGIAN BAPAK
21
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 21. MEMBELI RUMAH BARU
22
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 22. PERNIKAHAN SAYA DENGAN IQBAL
23
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 23. KEMBALI KE KOTA DENGAN IBU
24
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 24. BELANJA KEPERLUAN RUMAH DI PASAR
25
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 25. DISKUSI MASALAH RUMAH BARU KAMI
26
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 26. SYUKURAN ATAU WALIMAH
27
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 27. GUNJINGAN BEBERAPA TETANGGA
28
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 28. MENAMBAH USAHA BARU
29
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 29. BELANJA KEPERLUAN BISNIS PERCETAKAN
30
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 30. MENGATUR BARANG DI USAHA PERCETAKAN
31
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 31. TELPON DARI INDAH
32
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 32. TIBA DI RUMAH SAKIT
33
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 33. MASIH DI RUMAH SAKIT
34
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 34. ALASAN PAMAN KELUAR KOTA
35
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 35. TIBA DI RUMAH
36
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 36. TELEPON DARI PAMAN
37
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 37. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 1
38
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 38. PENGGEMAR RAHASIA INDAH PART 2
39
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 39. DI KANTOR KAK IQBAL
40
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 40. KAK IQBAL PULANG KERJA
41
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 41. HADIAH BUAT ISTRI TERCINTA
42
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 42. VOICE PENGGEMAR RAHASIA INDAH
43
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 43. DI RUMAH INDAH
44
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 44. MEMBERIKAN HADIAH TERSEBUT KE INDAH
45
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 45. KEPULANGAN PAMAN DARI LUAR KOTA
46
PERJALANAN HIDUP GADIS DESA BAB. 46. MAKAN MALAM DI RUMAH INDAH
47
BAB. 47. OBROLAN SANTAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!