"Sudah dulu bincang-bincang nya nanti di lanjut di rumah lagi! Kita sekarang siap-siap baru pulang", ucap ibu
"Jadi ibu sudah bicara dengan suster? Apa katanya bu?" Tanya ku sama ibu penasaran
"Iya tadi kami sudah bicara di ruang tunggu, mereka bilang hasilnya negatif dan sudah benar-benar sembuh, jadi kamu sudah boleh pulang hari ini"
"Alhamdulillah, akhirnya saya benar-benar sembuh, dan sudah di izinkan pulang" ucap ku sambil tersenyum memeluk Indah
"Iya sudah kita beres-beres yuk! baru kita langsung pulang ke rumah" ucap Indah
"Oh iya kita pulang nya bagaimana Ind? apa kita mau naik motor bertiga?" Tanya ku pada Indah
"Tenang saja soal itu Lis, kan ada bapak! Ucap Indah
"Maksudnya Ind kamu mau telfon paman biar jemput kita? Tidak usah Ind biar kita pulang naik taksi saja, takut merepotkan paman"
"Siapa yang mau telfon kan mereka sudah menunggu di luar" ucap Indah
"Oh jadi paman sudah ada di sini?"
"Iya mereka sengaja menunggu di luar, soalnya takut di tegur satpam kalau masuknya rombangan he he he" ucap Indah sambil tertawa
"Iya juga sih, nanti satpam mengira mereka mau demo he he he"
"Jadi sudah siap semua kan barang-barangnya? Sudah tidak ada yang kamu lupa Lis?" Tanya ibu
"Sudah Bu, sudah siap semua dan sudah tidak ada yang tertinggal", ucap ku penuh semangat
"Kalian duluan aja ke mobil ibu mau ambil resep obat nya dulu! Bibi mu sudah menunggu ibu di situ"
"Kok masih harus ambil obat bu? Bukankah saya sudah sembuh, kok masih harus minum obat?" Tanya ku
"Iya Lis, kata suster itu buat jaga-jaga dan sebagian hanya vitamin buat kamu", jawab ibu
"Ya sudah kami tunggu di mobil ya Bu!" Ucap ku lagi
***********
# Tiba di rumah Indah
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya kami sampai dengan selamat di rumah Indah.
"Alhamdulillah kita sudah sampai, mari semua kita masuk!" Ucap bibi ibunya Indah sambil membuka kunci pintu
"Iya mba dan mas lansung istirahat saja! kan capek bolak balik ke rumah sakit jenguk Lisa", ucap ibu kepada paman dan bibi
"Kami tidak lelah kok, justru yang harus istirahat itu kamu Lis! Kamu kan baru sembuh jadi harus banyak-banyak istirahat" kata bibi
"Iya tuh Lis, ayok kita ke kamar! Bersih-bersih lalu istirahat!" Ajak Indah
"Ya sudah kami ke kamar dulu ya" ucap ku sembari pamit pada mereka
"Oh ini, obatnya mba saya tadi lupa berikan pada Lisa!" Ucap bibi pada ibu
"Iya sini biar saya berikan sebentar kalau mereka sudah keluar" ucap ibu
"Syukur ya Lisa bisa cepat sembuh, dia itu anak yang kuat, saya salut sama dia yang berhasil melawan penyakit seperti ini", ucap paman
"Iya mas, Alhamdulillah. Itu juga berkat doa-doa dan perjuangan mas dan mba, yang selalu ada buat Lisa tanpa mengenal rasa lelah" ucap ibu
"Ya namanya juga kita satu keluarga mba, masa kami tinggal diam melihat kalian kesusahan, apalagi Lisa sakit di rumah kami, jadi itu sudah jadi tanggung jawab kami mengurusnya sampai sembuh" ucap bibi
"Iya sih mba, tapi mba tidak memikirkan diri mba sendiri, biar lelah tetap di paksakan buat pergi" ucap ibu lagi
"Lelah itu tidak jadi beban buat kami, asal bisa melihat Lisa kembali ke rumah ini, dengan keadaan yang baik dan sudah sembuh, itulah penghapus lelah kami" ucap bibi lagi
"Terima kasih ya! mas, mba, kalian sudah sangat banyak membantu kami, kami tidak tahu harus bagaimana jika tidak ada kalian, kami bersyukur Lisa tinggal sama kalian yang sangat menyayangi dia" ucap ibu
"Dia itu keponakan kami sama halnya dengan anak kami, yang harus kami sayangi dan jaga" ucap paman
"Ya sudah mba, mas sana istirahat dulu! sambil menunggu saya siapkan makanan, baru kita makan sama-sama" ucap bibi
"Saya batu masak ya mba" ucap ibu
"Ya kalau mba tidak merasa lelah dan capek?, Ya boleh! jangan merasa sungkan anggap saja rumah sendiri mba, mas" kata bibi
# Selesai memasak
"Bapak, mba, mas sini kita makan dulu! Makanan sudah siap ini di meja!" Ucap bibi kepada mereka yang sedang asyik menonton TV
"Iya"....... Ucap paman, bapak dan ibu serentak
"Saya panggil Indah dan Lisa dulu ya di kamar" ucap bibi
Tok..... Tok..... Tok.....
"Indah, Lisa, ayok sini kita makan sama-sama yuk"
"Ya, Bu, kami segera ke situ" ucap Indah
"Ya sudah ibu tunggu ya!"
"Ok, yuk Lis Kita makan dulu baru sebentar lanjut cerita lagi" ucap Indah
"Hmm, enak banget ni, siapa yang masak sih?" Tanya Indah
"Itu ibu sama bibi mu yang masak!, enek kan? Kalian harus makan yang banyak, terutama kamu Lis kan kamu tahap pemulihan!" Ucap paman
"Iya enak banget ini, kalau begini ceritanya Indah tidak jadi diet he he he" ucap Indah sambil tertawa
"Mau diet apa lagi Ind? Mau ngurusin yang mana lagi? itu badan kamu sudah kurus", ucap ku pada Indah
"Betul mau kurus gimana lagi? sekarang saja tinggal kulit dan tulang he he he" ucap bibi
"Ih, ibu, kok bilang gitu sih? Banyak tau Bu teman-teman yang mau punya bodi kayak saya ini" ucap Indah
"Ya sudah kamu dan Lisa makan yang banyak habis itu lalu lanjut istirahat dan Jagan lupa untuk shalat baru tidur!" Ucap paman
"Iya, pak," ucap Indah
"Oh iya mas anak kamu si Pandi itu kemana? kok selama kami di sini dia tidak pernah terlihat?" Tanya bapak pada paman
"Oh si Pandi? Dia itu lagi di kirim ke sebuah desa, kalau tidak salah namanya desa Parang Lompo, buat bantu para medis di sana dalam menangani penyebaran virus covid ini" ucap paman
"Pantas tidak pernah terlihat, ternyata dia lagi menyambangi tugas terhormat! Tapi komunikasi sama dia lancar kan?" Tanya bapak
"Tidak terlalu lancar mas di situ sinyal kurang, dan jelek jadi susah buat telponan, cuma satu-satu kali kami baku telpon" jelas paman
"Jadi yang kita datangi beberapa hari yang lalu itu temannya Pandi?"
"Iya mas, ada teman saya telepon bilang Pandi sakit dan tidak bisa di selamatkan, dan jenazah di kirim hari itu, makanya saya ajak kalian tanpa beritahu apa yang terjadi, buat cek apa benar itu Pandi, dan ya Alhamdulillah itu bukan dia", ucap paman
"Iya, intinya kita doakan saja, semoga dia selalu dalam lindungan Allah SWT, dan selalu di beri kesehatan biar terus bisa menolong orang lain".
"Iya mas saya juga sudah sangat bersyukur ,karena dia sudah bisa menolong sesama",
Selesai membereskan meja makan, dan mencuci peralatan yang digunakan untuk makan tadi, saya dan Indah pamit mau ke kamar.
Karena masih ada yang ingin kami bicarakan tentang hal-hal yang ku lewatkan selama berada di rumah sakit.
"Kami ke kamar dulu ya!" Ucap Indah pamit kepada mereka semua
"Lisa, juga ke kamar ya soalnya ada yang ingin kami kerjakan" ucap ku sambil mengikuti Indah ke kamar
"Saya tutup pintunya ya Lis?
"Iya Ind"....
"Ini Lis!" Ucap Indah sambil memberikan sebuah amplop
"Apa ini Ind?" Ucap ku sambil menerima amplop tersebut
"Itu uang kamu Lis! dari hasil jualan online kamu"
"Kok bisa Ind bukannya saya selama sakit stop dulu jualannya"?
"Loh lupa ya Lis waktu di rumah sakit, sebelum kamu ke ruang isolasi, kamu bilang banyak tugas kuliah dan banyak pesanan, jadi saya menawarkan buat bantu kamu, mengurus semua itu dan kamu setuju, dan memberikan password Id kamu"
"Masa sih Ind kok saya sangat lupa ya, saya minta maaf sudah membebani dan menyusahkan kamu",
"Tidak apa-apa Lis, itulah gunanya saudara, yang harus bersiap membantu, jika ada saudara yang terkena musibah!"
"Tapi kamu jadi susah dan repot Ind?"
"Tidak kok justru saya bersyukur bisa membantu kamu, biar jadi orang yang berguna gitu"
"Oh iya tugas kuliah kamu masih ada yang belum selesai Lis? Soalnya tugas saya juga banyak jadi harus kerjakan sedikit-sedikit, biar tugas kamu dan tugas saya sama-sama selesai"
"Tidak apa-apa Ind! nanti biar saya yang lanjut menyelesaikannya, sekali lagi terima kasih ya sepupu ku sayang" ucap ku sambil memeluk Indah
"Kamu tuh kayak orang lain saja dengan saya, tidak berhenti terima kasih, santai aja Lis, kita harus saling support biar nanti sama-sama sukses!"
"Ok deh Ind, pokoknya Setiap kamu butuh bantuan jangan sungkan bilang sama saya, insya Allah saya akan bantu sebisa saya"
"Ok, Lis! Tidur yuk sudah tengah malam ni, kamu kan harus banyak-banyak istirahat, jangan terlalu banyak begadang!"
"Siap Bu guru...!" Ucap ku
"Kok Bu guru sih?"..
"Pokoknya bagi saya kamu itu bu guru!, yang selalu mengajari, dan membimbing saya agar bisa lebih baik lagi!"
"Tidak sekalian dosen gitu?" Ucap Indah
"Boleh juga tu jadi saya ganti bukan Bu guru lagi tapi kamu itu dosen saya" he he he
"Terserah lu deh Lis, mau panggil saya apa! Yang penting sekarang kita tidur dulu ok!"
"Ok jangan lupa berdoa!"
********
Setelah sekitar 4 hari Lisa pulang dari rumah sakit, hari ini orang tuanya pamit buat kembali ke kampung,
Karena mereka melihat bahwa Lisa sekarang sudah benar-benar sembuh, jadi mereka sudah bisa meninggalkannya, kan lagian ada keluarga paman yang baik dan siap menjaga Lisa,
Di kampung juga banyak kerjaan, jadi mereka tidak bisa lama-lama tinggal di kota,
Walaupun kerjaan sekarang sedang susah di cari dan banyak yang di PHK,
Tapi bagi bapak pekerjaan di kebun, dan di sawah banyak jadi harus terus di kelola,
Karena itulah sumber, dan mata pencaharian satu-satunya bagi bapak,
"Kami pamit pulang ya mas, mba, Indah! Soalnya kami tidak bisa tinggal lama-lama, Lisa juga sudah sembuh, dan mata pencaharian kami ada di sana!" Ucap ibu
"Iya mas, sampaikan salam kami sama keluarga di sana!" Ucap bibi
"Iya pasti kami sampaikan, Lis dengar dan nurut ya pada paman dan bibi mu!"
"Iya Bu, nanti Lisa pulang kalau tugas Lisa sudah rampung semua",
"Iya kamu pamit assalamualaikum"..
"Hati-hati di jalan!" Ucap bibi
"Waalaikum salam"... Ucap kami serentak
# di kamar Indah
"Lis! Kamu harus banyak-banyak Setok barang yang banyak di minati orang pada saat kondisi seperti ini!"
"Iya, Ind, saya sudah memesan barang yang laris sekarang ini, mungkin besok barangnya sudah sampai"
"Ok Lis, semoga laris manis!"
"Amin... Oh iya kamu mau tidak kerja sama dengan saya?"
"Maksudnya kerja sama bagaimana Lis?"
"Kita kerja sama dalam penjualan produk ini dan nanti kita bagi hasil!"
"Tapi Lis saya tidak punya banyak modal buat bantu kamu setok produk nya!"
"Tidak usah kamu keluarkan uang! Kita pake uang ini saja, ini kan hasil penjualan kamu bulan ini, kita gunakan semua untuk modal!"
"Tapi Lis? ini kan uang kamu hasil dari usaha mu sendiri, bukan uang dari saya, masak kita bagi hasil tapi saya tidak bantu modal"
"Tidak usah Ind, kamu cukup bantu saya promosi, pengemasan dan pengiriman, kan kamu sudah faham caranya untuk memasarkan produk kita",
"Tapi....Lia?Ucap Indah
"Tapi apa,Ind? Pokoknya kamu ikut saja yang saya katakan, lagian teman kamu kan banyak, pasti banyak yang tertarik dengan produk kita! Jadi kamu pasti mudah untuk promosi,
"Iya sudah kalau begitu mau mu, nanti saya coba posting produk tersebut, semoga saja banyak yang tertarik" ucap Indah
"Pasti laris lah Indah, contohnya barang yang kemarin, yang kamu kelola habis terjual kan?"
"Iya sih tapi bagaimana dengan biaya kuliah kamu Lis? jika uang ini kamu jadikan modal?"
"Tenang saja Ind bulan ini kan sudah saya bayar SPP nya, jadi tinggal mikirin bulan selanjutnya, makanya saya ajak kamu kerja sama, biar jualan kita cepat habis terjual bulan ini, dan kita sisihkan deh buat bayar SPP bulan depan!"
"Iya juga ya Lis? Biar saya tidak minta sama ibu dan bapak biaya kuliah lagi, dan bisa sedikit meringankan beban mereka!"
"Iya Ind, kita juga bisa belajar mandiri, tanpa terus tergantung dengan orang tua, yang selama ini sudah banyak berkorban pada kita!"
"Ok Lis, kita mulai kerja sama kita! Semoga terus sukses ya? Amin..."
"Amin Ind, asal kita tekun pasti berhasil!"
"Oh iya, Lis kamu bilang ke paman mau pulang kalau dapat libur? Hmm..
Saya boleh ikut kan?"
"Boleh lah Ind! Masa saya larang kamu untuk datang ke rumah? Tapi itupun kalau kita bisa pulang? Sementara kondisi seperti ini, kita tidak boleh ke mana-mana hanya di rumah saja!"
"Iya sih Lis, padahal sudah 1 tahun loh kondisi seperti ini berjalan, entah kapan akan berakhir?"
"Kita cukup berdoa, berdoa, dan berdoa Ind semoga semua ini segera berakhir"
"Iya Lis, saya sudah bosan di rumah, ingin rasanya saya pergi berlibur buat menghilangkan stress, yang terjadi karena kondisi sekarang"
"Sama Ind, tapi apa boleh buat kita jalani saja! Kita tidak boleh melawan aturan pemerintah!"
"Betul juga ya Lis, kita jalani saja dulu!"
"Sebenarnya asyik juga sih Ind, kita tidak perlu capek-capek pulang balik kuliah, hanya di rumah saja kita di beri tugas, selesai itu kita bisa lebih banyak istirahat,"
"Bukan cuma banyak istirahat, tapi kita juga bisa lebih mengembangkan usaha kita?"
"Iya Ind makanya kita nikmati saja masa-masa sekarang ini, hemat ongkos juga he he he"
"Hmmm...... iya juga ya Lis!"
"Kehidupan yang sulit jangan terlalu di jadikan beban, biar kita tidak seperti sedang hidup di neraka, iya kan Ind?"
"iya Lis! kita harus pandai mengatur hidup kita, biar menjadi seseorang yang berguna!"
"Dalam hidup itu ada tujuan yang ingin kita capai, jadi di perlukan usaha agar bisa mewujudkan semua impian kita"
BERLANJUT.....
...MAAF MASIH BANYAK TYPO..JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments