"Betul Ind, kita harus perbaiki semua kesalahan yang sudah kita lakukan ini, dan memulainya kembali dengan bercermin ke arah yang lebih baik".
"Kita tidak boleh memandang enteng atau meremehkan semua hal yang ada".
"Kita tidak boleh terlalu sombong dan merasa bisa mengendalikan segalanya" ucap ku pada Indah
"Setuju Lis, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Indah
"Kita akan memulai kembali usaha ini dengan memperhatikan bentuk dan rasa, dengan bentuk yang unik maka orang akan tertarik untuk meliriknya.
Apalagi jika rasanya enak, dan pas buat mereka itu bisa menarik perhatian pembeli.
Kita juga harus lebih giat lagi untuk promosi- promosiin, menu-menu yang ada di kedai kita ini.
Kita juga harus minta bantuan sama teman-teman , keluarga dan tetangga untuk membantu kita sekedar untuk promosiin jualan.
Kita juga akan mengadakan Jum'at berkah, kita membagi makanan gratis setiap hari Jum'at.
Itu sebagai tanda syukur, dan sekalian mencari berkah, dan Rahmat Allah agar usaha kita semakin lancar.
Hal itu juga bisa menjadi teknik tersendiri dari kita untuk mencari pelanggan.
Walaupun tujuan utama kita bukan mencari pelanggan, tapi hanya ingin mendapat ridho dari Allah.
Tapi tidak apalah istilahnya * sekali mendayung dua pulau terlampaui*. jelas ku pada Indah
"Tapi Lis, jika usaha kuliner kita seperti ini! Dari mana kita dapat modal untuk berbagi setiap hari Jum'at?" tanya Indah
"Kan kita masih punya 1 bisnis Ind!, nah, dari situ lah kita menyisihkan sedikit penghasilan kita buat berbagi!"
"Tapi, Lis? bukannya modal jualan online kita harus di bagi untuk modal usaha kuliner ini?"
"Betul Ind, tapi kamu tenang saja setiap kita punya niat yang baik, maka kita juga di janjikan kebaikan".
# niat baik pasti di janjikan kebaikan pula
Niat adalah sesuatu yang penting dan harus ditanamkan dalam melakukan apapun.
Tanpa adanya niat yang baik dan tulus, maka apa yang kita lakukan tidak akan bernilai di sisi Allah.
Dan dengan niat yang baik, pahala amal saleh akan berlipat ganda.
Niat baik adalah modal utama dalam mewujudkan kebaikan.
Tak heran jika Allah telah menilai niat baik itu sebagai satu kebaikan.
Nabi bersabda, “Siapa berniat melakukan kebaikan maka Allah akan menuliskan untuknya kebaikan yang sempurna.” (Mutafaqunalaih).
Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain bergantung pada niatnya dan sesungguhnya tiap-tiap orang akan memperoleh balasan dari apa yang diniatkannya.
Barangsiapa berhijrah menuju keridhaan Allah dan rasulnya, maka hijrahnya itu ke arah keridhaan Allah dan rasul-Nya.
Dari ulasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa:
* berbuat baiklah maka kebaikan akan datang padamu*.
"Itu baru niat ya Lis? Apa lagi jika kita sudah melakukannya maka balasannya juga adalah kebaikan!"
"Itu kamu faham kan Ind?"
"Saya sudah faham Lis, dengan maksud kamu"
"Jadi bagaimana Ind?" tanya ku pada Indah
"Saya ikut saja yang kamu bilang Lis!, Saya percaya kamu pasti bisa membawa usaha kita sukses, dan mendapat ridho dari Allah SWT".
"Insya Allah saja Ind, yang pasti kita sudah berbuat baik, tapi kita jangan sampai berbuat baik kerena adanya meksud lain!"
"Maksudnya Lis?"
"Iya Ind, kita berbuat baik semata-mata hanya untuk mendapat ridho dari Allah, bukan segaja berbuat baik untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.
Misalnya, kita ingin usaha kita sukses, maka kita sengaja berbuat baik untuk mencari nama, dan setelah mendapatkan apa yang kita mau, kita sudah berhenti berbuat baik.
Itu bukanlah contoh yang baik buat kita tiru, jika kita berbuat baik harus tulus, dan tidak berharap apa selain dari ridho dari Allah.
Jika kita sudah tulus dalam hal tersebut, dan usaha kita lancar dan sukses, itu merupakan hadiah dari Allah SWT yang tidak kita duga, sebagai balasan ketulusan kita dalam berbuat kebaikan". ucap ku menjelaskan kepada Indah
"Betul juga ya Lis! jangan sampai kita memiliki sifat seperti itu! yang hanya baik jika ingin sesuatu".
"Semoga kita di jauhkan dari sifat itu Ind!"
"Oh iya, Lis? Apa perlu kita beritahukan kepada ibu dan bapak tentan Jum'at berkah tersebut?"
"Harus Ind, kan mereka yang akan membimbing kita!"
"iya Lis, sempat ibu dan bapak juga mau ikut memberi sedikit buat tambah-tambah jumlah makanan nya".
"Itu sih, dari beliau aja Ind! yang pastinya kita sangat butuh arahan dari mereka".
"Siap Lis, nanti kita cerita sama ibu dan bapak ya!"
"Terserah kamu aja Ind, mau nanti atau sekarang saya mah ikut aja!"
"Nanti aja Lis setelah makan malam, baru kita cari pendapat mereka!"
"Ok Ind, eh saya shalat duluan atau kamu dulu baru saya? soalnya sudah azan Maghrib ni!"
"Kamu duluan saja Lis! habis kamu shalat baru saya lagi".
"Ya sudah, saya tinggal shalat dulu ya Ind!"
"Ok Lis!"
*********
Setelah kami melaksanakan shalat Maghrib, kami pun langsung membereskan jualan kami.
Dan berniat untuk menutup kedai kami hari ini, dengan penuh harap semoga besok, ketika kami buka kedai lagi sudah banyak pembeli yang datang.
Begitulah harapan kami setiap hari jika ingin membuka kedai dan juga jika sudah menutupnya
Kami tidak lepas dari doa dan harapan agar usaha kami ini bisa terus berjalan.
Walaupun kami selalu kecewa dengan hasil akhirnya, setidaknya kami sudah berusaha.
Wajar juga sih, jika pembeli kita kurang, bagaimana karena mengingat kondisi sekarang ini.
Keuangan lagi tidak stabil, bahkan banyak yang memilih jalan salah atau pintas untuk mendapatkan uang.
Misalnya, mencuri dan merampok di mana-mana, itu semua di lakukan semata-mata untuk kepentingan pribadi dan untuk uang.
Karena semakin hari, semakin banyak orang yang di PHK, jadi semakin banyak orang yang pengangguran.
Terkadang kami miris melihat mereka, yang harus mengemis-ngemis demi mendapatkan makanan dan uang.
Di saat kondisi seperti ini saya merasa dunia sudah mau kiamat, tidak ada lagi kebebasan dan keadilan buat diri kita.
Kita harus bertekuk lutut dalam menjalani hidup ini, hak dan kewajiban kita pun di lupakan dan di rampas.
Kita tidak bebas mengeluarkan pendapat sama sekali, yang kita lakukan hanya berdiam diri di rumah, dan menerima semua aturan-aturan tersebut.
hal ini juga lah yang membuat usaha-usaha kita mati, apa lagi usaha baru seperti kami ini.
Sangat sulit berkembang karena perekonomian yang tidak mendukung,
Mungkin banyak yang minat untuk membeli, tapi keuangan mereka tidak memadai.
Dengan kondisi seperti ini, kita di wajibkan untuk mendahulukan kepentingan, yang benar-benar sangat penting bagi kita.
Misalnya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, banyak orang lebih memilih membeli beras dan kebutuhan pokok yang lain,
Daripada membeli cemilan atau makanan ringan, yang hanya merupakan pelengkap saja.
beda dengan beras dan laut pauk, yang menjadi makanan pokok kita sehari-hari, dan harus ada di dalam rumah.
Beginilah, sehingga para penjual makanan ringan seperti kami ini jadi sulit untuk bernafas, bahkan banyak yang gulung tikar.
Untung saja kami masih punya 1 usaha jualan online, itulah yang menopang kami sekarang.
Karena bisnis ini yang mampu bertahan di masa-masa sekarang.
Saya pribadi bingung, dan terus menerus bertanya, bertanya, dan bertanya???
Kapan kondisi ini bisa normal dan kembali seperti semula sebelum masuknya virus ini ke negara kita.
Kami sudah rindu kondisi, aman, nyaman, dan damai karena tidak tertekan seperti ini.
Namun, entah kapan pertanyaan saya itu bisa terjawab.
Apakah kondisi ini yang di namakan kiamat kecil?.
jawab sendiri ya para pembaca!
*********
Setelah selesai makan malam bersama, saya dan Indah pun menuju ke ruang tamu.
Tempat keluarga Indah untuk bersantai sambil menonton TV dan menyaksikan berita-berita menyedihkan.
Di situ sudah ada bibi dan paman, yang asyik menonton sambil mengunyah makanan ringan atau cemilan (seperti kerupuk) gitu.
"Bagaimana kondisi kalian sekarang?" ucap bibi memulai pembicaraan
"Baik Bu," ucap Indah
"Jadi bagaimana keputusan kalian?" tanya bibi lagi
"Lisa sudah memberi saran untuk mencari jalan keluar dari kondisi ini Bu!"
"Baguslah jika kalian sudah bersikap dewasa dalam menangani suatu masalah".
"iya Bu! tapi kami mau bertanya sesuatu, dan juga butuh pendapat dari ibu dan bapak!" ucap Indah
"Apa itu Ind?" ucap bibi
"Apakah ibu atau bapak bisa meluangkan waktu untuk kami setiap hari Jum'at?"
"Maksudnya gimana Ind?" tanya bibi lagi
"Kami mau mengadakan Jum'at berkah, dan membagikan makanan gratis kepada orang-orang sekitar, termasuk panti asuhan".
"Wah bagus itu nak!" ucap paman
"Iya itung-itung bersedekah dari hasil jualan online kami yang lancar, dan semoga juga usaha kuliner kami ikut lancar".
"Bapak sangat mendukung niat kalian, sambil kita membantu sedikit-sedikit orang yang lagi kesusahan dengan kondisi seperti sekarang ini".
"Jadi, bapak mau membantu kami?"
"Mau dong, apalagi niat kalian baik pasti bapak dukung!"
"Bukan cuma bapak saja, ibu juga siap membatu kalian" ucap bibi
"Nanti bapak tambahkan, biaya untuk menyiapkan makanan nya".
"Siap, Bu, pak?"
"Terima kasih atas dukungan dari kalian!" ucap ku dengan Indah serentak.
"Jadi Minggu ini kalian mau mulai Jum'at berkah nya atau nanti Minggu depan?" ucap ibu
"Kayaknya mulai Minggu depan Bu! Soalnya kalau Minggu ini sudah mepet banget waktunya, ini kan sudah malam Kamis!"
"Iya sih, sudah mepet" ucap ibu
"belum lagi kami mau buat spanduk dulu Bu! biar orang-orang pada tahu, jika kita berbagi makanan gratis setiap hari Jum'at"
"Apa tidak usah buat spanduk! kalau ada spanduk kesannya kayak bukan untuk berbagi, tapi kayak mau pamer bahwa kita berbagi?"
"Iya juga ya Bu! nanti orang-orang yang syirik dan sakit hati sama kita, mengira kita hanya cari nama"
"Padahal kan kita ikhlas dalam menjalankannya"
"Iya seperti itu lah maksud ibu, biar tidak ada yang berkobar-kobar di luar sana dengan membawa nama kita". ucap bibi
"Ha.... Ha..... Ha.... Ha...."
Kami pun tertawa bersama-sama dan mengakhiri percakapan kami malam ini.
*********
# Berita gembira menghilang nya jejak-jejak virus covid
Tidak terasa kami sudah menderita kurang lebih sekitar 2 tahun dalam cengkraman virus covid ini.
Yang membuat usaha kami jatuh bangun, bahkan hampir gulung tikar.
Bukan cuma kami saja sih yang mengalami musibah ini, sebagian besar masyarakat di negara ini, bahkan di negara lain pun juga mengalami hal seperti ini.
Tinggal pribadi sendiri yang mengatur bagaimana cara kita untuk bertahan hidup di zaman itu.
Zaman yang hampir memusnahkan sebagian orang-orang dari beberapa negara, termasuk negara kami ini.
Karena banyak nya yang menjadi korban, kehilangan pekerjaan, harta benda, usaha, dan sampai kehilangan nyawa.
Banyak sekali orang-orang yang meninggal dunia, akibat terjangkit virus covid ini, mungkin ratusan.
Penyebaran virus ini pun tidak main-main, hampir sebagian besar negara, di cengkramnya.
Yang terserang atau yang terjangkit pun tidak memandang usia.
Namun, yang meninggal kebanyakan usia dewasa, dan yang lanjut usia ( lansia ).
Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID.
Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.
Adapun penyebab kematian pasien Covid-19 adalah virus Covid-19 itu sendiri, sebab virus tersebut membuat fungsi organ menjadi rusak.
Salah satu contohnya, seseorang yang awalnya tidak memiliki masalah pernapasan.
Saat Covid-19 menyerang, jaringan tubuh tidak akan bisa mengikat oksigen.
Hal tersebut menyebabkan saturasi oksigen turun dan akhirnya berhenti bernapas atau meninggal.
Hal tersebut lah yang terus terbayang-bayang di pikiran kita, karena takut menjadi korban.
Terutama saya ini yang pernah menjadi salah satu pasien yang terjangkit virus covid ini, saya sangat berharap agar secepatnya virus ini menghilang.
Dan Alhamdulillah, setelah 2 tahun lebih kita menderita akibat kondisi seperti itu,
Sekarang kita sudah bisa bernafas lega, sebab pasien yang terjangkit virus covid ini pun angkanya semakin menurun,
Dan dari hari ke hari, berita tentang virus covid ini pun berangsur-angsur menghilang, di TV pun sudah mulai tidak ada tayangan tentang virus ini.
Apakah sekarang ini kita sudah bisa mengatakan bahwa, virus covid ini sudah hilang?
di jawab ya!
"Eh Lis, sudah lihat berita tidak?" tanya Indah
"Berita apa Ind?"
"Berita yang mengabarkan bahwa pasien yang terjangkit virus covid pun, semakin menurun angkanya".
"Masa sih Ind?" ucap ku seraya bertanya pada Indah, padahal saya sudah tahu hal ini melalui media sosial.
"Iya Lis, memang kamu benar-benar belum tahu ya? padahal kan sudah di beritakan di mana-mana, bahkan di media sosial pun sudah ramai berita tentang ini!" ucap Indah
"Hmmm..... Syukur lah Ind, jika virus ini berangsur-angsur hilang. Itu tandanya kondisi kehidupan kita akan secepatnya membaik, dan kembali seperti semula sebelum masuknya virus covid ini!"
"Iya Lis! Semoga saja semua ini sesuai dengan yang kita harapkan, karena kita semua sudah trauma dengan virus tersebut".
"Apalagi saya Ind! Saya sangat trauma dengan virus ini karena pernah menjadi korban, yang harus bertaruh antara hidup dan mati".
"Iya Lis, saya syukur banget karena tidak mengalami hal seperti yang kamu alami!"
"Iya kita harus banyak-banyak bersyukur Ind, biar pun saya pernah mengalami hal itu, tapi sekarang saya sangat bersyukur karena hal itu sudah mulai menghilang".
"hmmm... Sekarang kita mulai lagi dari awal, kembali menata jalan hidup kita Lis!"
...MAAF MASIH BANYAK TYPO, JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN YA!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments