"Hmmmm....." ucap Indah sekedar basa basi ke paman dan bibi
"Kenapa Ind? Kok kamu seperti terlihat sangat bingung? tanya bibi
"Gini, Bu, saya dan Lisa berencana untuk membuka bisnis baru! Kan bisnis jualan online Lisa sudah lancar, jadi dia mau membuka bisnis yang lain".
"Bisnis apa yang ingin kalian buka lagi?" tanya bibi
"Saya sih memberi Lisa saran, agar membuka bisnis kuliner, dan Lisa pun setuju, tapi Lisa bingung mencari lokasi, jadi saya bilang di sini saja kita buat kedai di depan rumah, jadi kami butuh persetujuan ibu dan bapak mengenai hal ini!" ucap Indah
"Apa kalian sudah fikirkan betul-betul semua ini? Apa bisnis ini tidak merepotkan kalian yang sudah menjalankan 1 bisnis?" tanya bibi
"Sudah Bu! Insya Allah kami bisa menjalankan usaha-usaha kami"....ucap Indah
"Bagaimana pak?" tanya bibi pada paman
"Bapak sih mendukung mereka Bu! Asal mereka bisa tekun dalam menjalankan usaha, agar tidak kandas di tengah jalan!" ucap paman
"Kalau bapak setuju, maka ibu juga setuju!, Dan soal lokasi tidak apa di depan rumah saja. Agar ibu mudah bantu-bantu kalian jika kewalahan menghadapi pesanan". Ucap bibi
"Jadi bapak dan ibu setuju? jadi mau kan buat kan kami kedainya?" ucap Indah
"Iya, nanti bapak buat kan!, tapi soal modal bagaimana? apa kalian punya atau bapak dan ibu perlu bantu buat modali?" Tanya paman
"Kalau soal modal kami punya pak, walaupun tidak banyak! tapi kami rasa itu cukup buat pemula seperti kami!" ucap Indah
"Iya sudah,! Bapak liat tanggal yang baik dulu sesuai ajaran agama kita, dan hari yang baik buat memulai sesuatu usaha, baru bapak buatkan kedainya!"
Dalam memulai sebuah usaha dagang atau jualan, ada orang yang percaya bahwa terdapat hari baik dan tanggal baik untuk memulainya.
Memilih hari baik dan tanggal baik untuk memulai usaha dagang atau jualan, adalah bertujuan agar ketika usaha tersebut resmi dijalankan nantinya dapat berjalan dengan lancar.
"Kami serahkan urusan ini kepada bapak! Biar bapak yang tentukan yang terbaik buat kami!" ucap Indah
"Ya, sudah! kalian tidur dulu, nanti bapak rancang model dan kumpulkan bahannya dulu, baru di bangun kedainya!" ucap paman
"Ok, pak! kalau begitu kami tidur dulu ya?" ucap Indah
"Iya, Jagan terlalu begadang!" ucap bibi
"Siap,Bu! yuk kita tidur Lis!" ucap Indah sambil melangkah menuju kamar tidur
**********
# Kedai jualan telah selesai
Alhamdulillah akhirnya setelah menunggu kurang lebih sekitar 15 hari, akhirnya kedai tersebut selesai di buat.
Walaupun dengan bantuk yang sederhana, namun cukup elastis bagi kami yang beru merilis usaha ini.
Saya dan Indah pun tidak buang-buang waktu, dan lansung menata peralatan yang dibutuhkan, dan yang akan digunakan dalam menjalankan usaha ini.
Tak lupa kami sudah membuatkan tanda nama kedai kami, seperti spanduk nama kedai kami, dan gambar menu yang tersedia di kedai ini.
Tujuannya agar pembeli mudah memilih menu yang mereka inginkan, dengan melihat gambar dari menu tersebut.
Saya dan Indah pun sudah sepakat memberi nama kedai ini dengan nama " Kedai Dua Putri".
"Akhirnya selesai juga kita menata peralatan di kedai kita Lis!" ucap Indah
"Iya Alhamdulillah Ind, ternyata pembuatan nya cepat ya, dari yang kita perkirakan!"
"Bagaimana menurut kamu Lis? Apa kamu suka dan puas dengan bentuk dan keadaan nya?"
"Saya suka dan puas banget Ind, dengan hasilnya!"
Di tengah perbincangan saya dan Indah, tiba-tiba terdengar ada suara yang berasal dari luar kedai.
"Jadi kapan kalian mau memulai membuka usaha ini?" tanya bibi
"Rencana 2 hari lagi Bu! karena besok kami baru siapkan bahan-bahan yang diperlukan, sekalian promosi-promosi pada teman-teman dan orang-orang yang ada di sekitar sini!" jawab Indah
"Ibu juga akan bantu kalian promosikan pada teman-teman ibu!" ucap bibi
"Siap, Bu! Tolong doakan biar usaha kami ini bisa berjalan lancar Bu!"
"Pasti, ibu tidak akan lupa untuk hal tersebut, karena setiap orang tua pasti ingin melihat anak-anak mereka berhasil!"
"Oh iya! kalian sudah menentukan harga jualnya belum?" tanya bibi
"Sudah Bu! Kami sesuaikan harga dengan kondisi sekarang ini, biar kesannya tidak kemahalan, dan pas di kantong".
Karena kondisi sekarang kan lagi kurang stabil banyak, di antara kita yang tidak lagi bekerja.
Jadi otomatis mereka akan menghemat pengeluaran, dan hanya membeli makanan yang harganya menurut mereka murah.
Itulah target penjualan kami, dengan harga yang murah seperti ini, dengan kualitas yang baik.
Semoga saja banyak yang tertarik, dan menjadi langganan kami.
"Kalau menurut ibu bagaimana dengan harga ini apa sudah sesuai atau tidak?" tanya Indah pada bibi
"Nanti ibu liat dulu contoh hasil makanan yang kalian buat, biar ibu bisa memberi tanggapan!"
"Ok deh Bu! pokoknya kami buatkan untuk ibu dulu, biar bisa mencicipi dan memberi masukan soal harga dan rasa!"
"Iya karena sebagian orang pasti memperhatikan soal rasa dari makanannya". ucap bibi
"Iya Bu! Kami akan terus mempertahankan cita rasa, biar pembeli puas!"
"ya sudah ibu masuk dulu ke dalam. kalian lanjutin kerjaan kalian lagi!"
"Siap Bu! ucap Indah
********
#. Memulai membuka kedai
"Jangan lupa berdoa sebelum membuka kedai kalian! Agar pembeli lancar!" kata bibi
"Siap Bu! Yuk Lis kita berdoa dulu biar usaha kita bisa lancar!" ucap Indah
Doa adalah bentuk permohonan yang dilakuan setiap waktu oleh manusia.
Dalam agama apapun, doa adalah inti dari ibadah.
Doa adalah bentuk komunikasi manusia dengan Tuhannya.
Dalam ajaran Islam, doa merupakan kegiatan memohon kepada Allah terhadap sesuatu hal.
Doa dalam Islam merupakan bagian paling mendasar dari ibadah.
Doa dipanjatkan oleh seorang muslim ketika mengalami kesusahan maupun diberi kemudahan dalam kehidupan di dunia.
Salah satu cara untuk membuat perasaan tenang dalam melakukan apa pun adalah dengan berdoa.
Kita bisa mengutarakan isi hati, menyampaikan rasa syukur, dan mengingat kuasa Allah SWT yang begitu luar biasa, adalah cara terbaik untuk mendapatkan kedamaian.
Berdoa sebelum membuka usaha tujuannya agar usaha di lancarkan dan di mudahkan agar rezeki kita lancar.
Allah SWT berfirman:
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)." (QS. Hud: 6)
Salah satu doa yang bisa kita panjatkan untuk memudahkan usaha kita adalah sebagai berikut:
Allahumma yaa ghaniyyu ya hamiid yaa mubdi'u yaa mu'iid yaa rahiimu yaa waduud, aghninii bi halaalika 'an haraamika wakfini bi fadhlika 'amman siwaaka wa shallallahu 'alaa muhammadin wa aalihi wa sallam.
Artinya:
"Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat yang mengembalikan, wahai Dzat yang mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat beliau.”
Jadi jika kita akan memulai sesuatu sebaiknya kita mulai dengan berdoa.
"Amin, bismillah...." ucap bibi sambil membuka pintu kedai
"Semoga hari pertama ini bisa berjalan lancar , dan begitupun hari-hari berikutnya" ucap Indah
"Amin, Ind!" ucap ku
Tidak terasa hari pun sudah mulai menjelang sore, dan Alhamdulillah sudah ada beberapa pembeli yang datang.
Walaupun stok makanan masih banyak, tapi kami maklumi lagian ini kan hari pertama kami buka.
Masih banyak yang belum tahu keberadaan kedai kami, jadi kami harus sabar, setidaknya sudah ada yang beli.
"Hmmm.... Sudah sore aja ni Ind! ucap ku
"Iya Lis, waktu tidak terasa cepat berlalu, tapi stok makanan masih banyak ni Lis?" ucap Indah
"Ya, namanya juga baru hari pertama buka Ind! pasti belum banyak yang tahu!"
"ya sudah nggak apa-apa kan Lis?"
"Kita berdoa saja semoga hari esok sudah banyak yang datang membeli Ind!"
"Semoga aja Lis!"
"Jangan sedih namanya juga baru, ya kita harus siap dengan segala sesuatunya, ini masih mumpung ada beberapa pembeli, biasanya yang ibu liat jika hari pertama nyaris tidak ada pembeli!" ucap bibi memberi semangat
"Iya Ind, apapun yang kita kerjakan dengan niat yang baik pasti akan menghasilkan yang baik pula". ucap ku
"Ibu sudah cicipi makanannya kan Bu?" tanya Indah
"Iya ibu sudah cicipi!"
"Jadi bagaimana menurut ibu soal rasa, dan apakan harganya sudah sesuai dengan produknya?" tanya Indah pada bibi
"Kalau soal harga ok, sudah pas! tapi soal rasanya masih ada kekurangan sedikit kalau menurut ibu".
"Apa yang kurang Bu? bisa kan ibu memberi contoh sama kamu biar rasanya pas!" ucap Indah
"Begini, biar ibu buatkan contoh dan takaran-takaran bumbunya biar rasanya pas, dan tidak berlebih karena di penuhi bumbu!" ucap bibi sambil membuat salah satu menu makanan kami
"Perhatikan takarannya agar kalian hafal, setelah ini kalian cicipi dan bandingkan dengan yang kalian buat tadi, biar tau perbedaan dan kekurangannya!" ucap bibi lagi
"Siap", ucap ku dan Indah serentak
"Nih sudah selesai silahkan kalian cicipi!" ucap bibi sambil menyodorkan makanan yang sudah jadi tersebut
"Hmmmm.... Enak nih beda dengan yang kita buat ya Ind" ucap ku
"Kayaknya kita memberikan bumbu yang berlebih ya Lis? jadi rasanya kayak absyur gitu, kita tidak takar!" ucap Indah
"Iya Ind, untung ada bibi yang memberi saran, agar rasanya bisa pas!"
"Iya jika membuat sesuatu kita harus takar atau perhitungkan banyak sedikitnya yang ingin kita masukkan, jadi tidak berlebihan yang akan membuat rasa khasnya hilang, agar mendapatkan hasil yang maksimal!" ucap bibi
"Apa lagi yang kita buat itu makanan, yang menyangkut dengan rasa enak atau tidak enak, tentu rasa enak hal yang paling utama yang membuat kita cocok, jika mereka cocok itulah yang membuat orang suka dengan makanan tersebut" ucap bibi lagi
"Siap Bu! kami akan ingat terus takaran-takaran yang ibu contohkan biar rasa tidak berlebih dan pas"
"Setiap apa-apa yang kita buat, jangan berlebih-lebihan karena itu tidak baik" ucap bibi
# Contoh dalam ajaran agama Islam agar tidak berlebih-lebihan dalam sesuatu hal:
Surat Al-A'raf Ayat 31: Allah SWT Tak Suka Orang yang Berlebih-lebihan.
Al Quran Surat Al-A'raf Ayat 31
" Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."
# Penjelasan lain tentang sikap berlebih-lebihan
Sikap ekstrem adalah sifat melampaui batas atau berlebih - lebihan.
Dalam agama, perilaku melampaui batas di sebut ghuluw ini adalah sikap yang tercela dan di larang oleh syariat.
Ghuluw sama sekali tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya; juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan.
Apalagi jika hal tersebut dalam urusan agama.
Allah berfirman :
قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوٓا۟ أَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا۟ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا۟ كَثِيرًا وَضَلُّوا۟ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ
Qul yā ahlal-kitābi lā taglụ fī dīnikum gairal-ḥaqqi wa lā tattabi'ū ahwā`a qauming qad ḍallụ ming qablu wa aḍallụ kaṡīraw wa ḍallụ 'an sawā`is-sabīl
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". (Qs Al Ma'dah :77)
Jadi, itulah pentingnya kita belajar agama, agar segala sesuatu yang kita lakukan tetap dalam ajaran agama.
"Aduh ibu, kok jadi ceramah sih Bu? ucap Indah
"Tidak apa kok Ind, justru saya suka dengan nasehat bibi!" ucap ku
"Saya juga suka sih Lis! tapi penjelasan ibu panjang kali lebar gitu, he he he....." ucap Indah sambil tertawa
"Kamu bisa aja sih Ind, awas nanti bibi marah sama kamu! saya tidak mau belain kamu"ucap ku
"ibu tidak akan bisa marah sama kita Lis! kita kan anak-anak kesayangan ibu!" ucap Indah
"Iyan kan Bu?"
"Bukan ceramah sih, ibu cuma mengingat kan agar kita saling mengawas diri, agar bisa mengontrol sifat kita yang suka berlebih-lebihan!" ucap bibi
"Cuma mengingat kan tapi kok penjelasan nya panjang banget sih Bu? sudah kayak ceramah atau berdakwah gitu!" ucap Indah
"Ya maaf, ibu ke asyik kan menjelaskannya, jadi lupa stop dan bawaan seperti lagi ceramah! he he he...." ucap bibi sambil tertawa
Kami pun tertawa bersama he he he he.....
Begitulah kami melewati hari pertama buka ini dengan sedikit rasa sedih dan juga rasa haru.
Sedih karena pembeli masih kurang, dan rasa haru karena kami mendapat sedikit pelajaran hidup dari bibi.
Yang sangat bermanfaat buat hidup kami, agar bisa bersikap yang sewajarnya dalam sesuatu hal.
Termasuk dalam menjalankan usaha kami ini.
...# Penasaran kan kelanjutan dari bisnis kami, tetap ikuti alur ceritanya ya dan jangan lupa memberi komentar#...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments