Setelah mereka semua bersalam-salaman, mereka pun langsung berangkat, kerena takut nanti kemalaman.
Saya dan bibi pun segera memberi mereka beberapa oleh-oleh untuk di bawa pulang dan juga bisa di bagikan ke tetangga jika sudah sampai.
Sedih rasanya saya melepas kepulangan orang tua dan keluarga saya ini.
Tapi, apa boleh buat mereka mata pencahariannya ada di kampung, jadi mereka harus tetap di sana.
Ingin rasanya saya membawa orang tua dan kakak saya tinggal di kota ini, tapi apa boleh buat saya belum punya rumah sendiri.
Ini pun saya masih menumpang di rumah Indah, dan masih tergantung dengan keluarga mereka.
Tapi saya harus lebih berusaha lagi agar bisa segera memiliki rumah.
******
# Berangkat ke tempat usaha
Setelah beberapa hari saya tidak aktif ke tempat usaha saya, hari ini pun saya memulai aktif kembali dan fokus ke sini lagi.
Karena kemarin-kemarin, saya sibuk dengan urusan kuliah dan wisuda, sehingga waktu saya pun tersita di urusan tersebut.
Hari ini seperti biasa ke 3 karyawan saya sudah datang lebih awal dari saya, dan mulai bersih-bersih dan merapikan beberapa barang.
Mereka pun antusias menyambut kedatangan saya, dan memberi selamat atas kelulusan saya.
Setelah basah basi kami selesai, kami pun fokus lagi untuk membenahi beberapa barang, dan mengemas pesanan orang.
Tidak lupa saya pun segera memeriksa pembukuan selama saya tidak ada.
Alhamdulillah, setelah saya cek pemasukan meningkat, semoga ke depannya akan terus seperti ini.
Hari ini pun tempat kami sangat sibuk, karena di padati pembeli, bahkan mereka sampai rela antri.
Saking sibuknya, saya pun tidak sempat mendengar panggilan dari Indah,
Setelah saya selesai membuat, dan mengemas beberapa pesanan dari para pembeli, saya pun sempatkan untuk berkirim pesan ke Indah,
Sebagai permohonan maaf kerena tidak sempat untuk mengangkat telepon darinya.
Selesai mengirim pesan saya pun kembali untuk membantu karyawan saya, yang masih sangat sibuk melayani pembeli.
Begitulah hari ini, berlalu dengan penuh kesibukan, sehingga makan pun saya sampai lupa, padahal hari sudah menjelang malam.
Hari ini, saya agak terlambat tutup karena ada pesanan yang harus di kirim malam ini juga.
Terpaksa kami pun lembur malam ini, agar dapat menyelesaikan pesanan para pelanggan kami.
"Assalamualaikum..."
Tiba-tiba di sela kesibukan kami ada yang datang dan mengucap salam, seperti saya tidak asing dengan suara tersebut.
Iya ternyata yang datang tersebut adalah Indah, mungkin dia memikirkan saya yang belum juga pulang.
"Kok belum tutup Lis?" ucap Indah
"Iya Ind, kami lagi sibuk banget ini, sampai-sampai kami harus lembur, soalnya ada pesanan yang harus di kirim malam ini juga!"
"Pantas aja, sampai di rumah, saya langsung mencari kamu tetapi ibu bilang kamu belum pulang,
Jadi saya pamit ke sini buat cari kamu, karena ibu bilang mungkin dia sangat sibuk jadi belum pulang sampai sekarang,
Dan ternyata memang benar kata ibu, kamu sangat sibuk sampai-sampai kamu harus lembur".
"iya alhamdulillah sih Ind, walaupun kami harus lembur tapi, kami sangat senang hari ini pembeli banyak banget sampai-sampai mereka antri".
"Alhamdulillah dong Lis, saya sangat senang mendengarnya!"
"Oh iya Ind! maaf saya tidak sempat angkat telepon kamu tadi!"
"Tidak apa-apa kok Lis! saya faham kamu lagi sibuk"
"Memang apa yang ingin kamu bilang Ind di telepon tadi?"
"Saya cuma mau ajak kamu untuk lihat-lihat sepeda motor, sempat ada yang kamu suka bisa kita beli! tapi ternyata kamu sangat sibuk"
"Ya sudah Ind! besok kalau kita sama-sama tidak sibuk, baru deh kita pergi lihat-lihat sepeda motor nya!"
"Oh iya, terima kasih ya Lis!"
"Terima kasih untuk apa nih Ind?"
"Kamu lupa ya? kan kamu sendiri yang menyuruh orang itu datang ke butik saya!"
"Hmmmm..... Orang, orang siapa ya Ind?"
"Aduh Lis, saking sibuknya sampai kamu lupa ya?
Tadi ada ibu-ibu yang datang ke butik, katanya di suruh sama kamu"
"Oh.... Iya saya ingat, ibu itu ya? tadi beliau ke sini dan mau pesan baju seragam untuk pesta pernikahan, jadi saya bilang
* Maaf Bu, saya tidak jual baju yang ibu bilang, yang saya jual hanya satu pasang saja, kalau mau pesan seragam yang banyak seperti yang ibu mau mending ibu ke butik sepupu saya!*
dan beliau pun mau, jadi saya tunjukan lokasi tempat butik kamu".
"Iya, ibunya juga bilang begitu sama saya Lis"
"Jadi ibu itu jadi pesan kan Ind?"
"Jadi Lis, saya perlihatkan contoh kain dan modelnya, dan ibu itu pun suka, dan beliau pesan untuk 20 orang gitu"
"Wah, banyak juga ya Ind, pesanan ibunya?"
"Alhamdulillah Lis, dan beliau akan ambil satu dua minggu lagi"
"Semoga kamu bisa menyelesaikan pesanan tersebut ya Ind! dan kalau kamu butuh bantuan bilang sama saya biar saya bantu, agar pesanan cepat selesai"
"Semoga saja saya bisa menyelesaikan pesanan ibu itu Lis! jujur saja ini baru pertama kali saya mendapat pesanan sebanyak itu".
"Pasti kamu bisa kok Ind!"
Setelah beberapa jam kemudian, semua pesanan pun selesai, dan kami segera mengirimnya.
Tak terasa jam pun sudah menunjukkan pukul 22.00 kami pun segera beres-beres dan bersiap untuk pulang,
Sebelum pulang kami memastikan semua keadaan sudah aman, untuk kami tinggal.
beberapa menit kemudian saya dan Indah pun sampai di rumah, dan di sambut oleh bibi yang sedari tadi sudah menunggu kami.
setelah duduk sebentar di kursi yang ada di ruang tamu, kami pun masuk ke kamar untuk bersih-bersih dan berganti baju.
Tidak lama kemudian bibi pun datang, dan mengajak kami makan malam, kerena beliau tahu jika kami belum makan malam lantaran sedang sibuk.
Kami pun segera keluar untuk makan malam, dan setelah selesai makan kami langsung beristirahat.
Bibi pun tidak banyak bertanya, karena beliau tahu kami sangat lelah hari ini.
********
Hari-hari pun berlalu terasa sangat cepat, sampai-sampai kami tidak sadar sudah 3 bulan berlalu setelah kelulusan kami.
Usaha saya dan Indah pun semakin terlihat sukses, saya pun sudah membeli sebuah sepeda motor yang sesuai dengan keinginan saya,
Saya sendiri pun punya target di bisnis saya ini, karena saya ingin segera memiliki rumah.
Sehingga saya harus bisa mencapai target tersebut, dan saya juga punya 1 rencana lagi untuk membuka usaha percetakan.
begitu pun dengan Indah, dia juga terlihat sangat fokus dengan usahanya itu, sehingga walaupun kami satu rumah kami sangat sulit untuk menghabiskan waktu bersama.
Terkadang saya yang terlambat pulang, terkadang juga Indah yang terlambat pulang, itu karena kami sibuk dan harus lembur.
jika kami pulang pun, kami langsung istirahat dan tidak sempat untuk bercerita-cerita, karena kami sangat lelah seharian sibuk di tempat usaha.
Jadi wajar, jika kami sekarang kurang bisa berkumpul-kumpul seperti dulu lagi, dan bahkan jika kami ada perlu atau mau curhat gitu, hanya melalui ponsel, Itu pun jika kami tidak terlalu sibuk.
Saking sibuknya, kami tidak mengenal tanggal merah atau hari libur.
Yang ada di otak kami asal pesanan bisa selesai tepat waktu, dan pelanggan pun puas dengan hasilnya.
Kami tidak mau membuat pelanggan kami kecewa, jadi harus selesai tepat waktu dan sesuai pesanan.
walaupun terkadang ada kesalahan yang kami buat, kan namanya juga manusia tidak ada yang sempurna.
Tapi kami berusaha untuk bisa memperbaikinya, dan bercermin dengan kesalahan itu agar tidak terulang lagi.
KRIIING..... KRIIING...... KRIIING......
Tiba-tiba terdengar suara dari ponsel saya yang saya letakkan di atas meja kasir.
Suara telepon ini sontak mengagetkan saya, yang sedang melamun tadi.
Saya pun segera meraih ponsel tersebut dan melirik siapa nama penelpon tersebut?
Di situ saya melihat panggilan dari ibu! jadi saya pun segera mengangkatnya.
"Assalamualaikum, Bu!" ucap ku memulai dulu pembicaraan
"Waalaikum salam. Apa ibu tidak menganggu?" ucap ibu yang ada di desa
"Tidak kok Bu! pembeli tidak terlalu banyak jadi cuma karyawan saya yang tangani, dan saya berjaga di meja kasir saja".
"Oh, ibu kira kamu lagi sibuk banget, karena ibu mau bilang mungkin besok atau lusa ibu dan bapak akan datang ke situ!"
"Oh, ibu dan bapak mau kesini? ya datang saja kok meski harus bilang dulu baru datang!"
"Ibu takutnya nanti kamu tidak ada waktu, karena kami ingin membahas sesuatu yang sangat penting".
"Bahas masalah apa tu Bu? kok ibu bilang sangat penting?"
"Nanti biar bapak sendiri yang bicara langsung sama kamu!"
"Apa sih Bu? Ibu jangan buat saya penasaran gitu dong!"
"Biar lah kamu penasaran! Ha.. Ha.... Ha..." ucap ibu yang terdengar sedang tertawa-tawa
"Hmmmm. Ibu tidak seru ah, main rahasia-rahasia segala!"
"Pokoknya biar bapak yang kasih tahu kamu! Ibu menelpon cuma mau bilang kami akan datang".
"Ya sudah! Terpaksa saya harus penasaran sampai ibu dan bapak datang dong?"
"Kalau begitu ibu sudahi dulu telponnya, nanti kamu terganggu! Assalamualaikum....." ucap ibu
"ok deh Bu! Waalaikum salam....." ucap ku sambil memutus telepon tersebut.
Ada apa sih sebenarnya? Kok ibu tidak mau bilang, Bikin saya penasaran aja! batin ku
# Ke datangan ibu dan bapak
Hari ini saya sengaja agak cepat pulang, karena saya ingin menyambut ibu dan bapak.
Mereka datang menjelang sore, dengan membawa beberapa oleh-oleh termasuk buah-buahan hasil dari kebun bapak.
Malam pun tiba setelah kami selesai makan malam dan sedang duduk bersantai di ruang tamu rumah Indah,
Ibu pun memulai pembicaraan, dan menyuruh bapak untuk melanjutkan perkataan ibu.
"Begini maksud kedatangan kami hari ini adalah, untuk membahas sesuatu hal yang penting".
"Soal apa itu mba?" ucap bibi
"Biar mas Basri saja yang lanjutkan pembicaraan ini!" ucap ibu
"Memangnya ada apa mas?" tanya bibi
"Oh begini, saya berniat menjodohkan Lisa dengan anak pak RT dari desa seberang desa kita itu, Karena kita memang masih ada hubungan keluarga dengan beliau"
"Oh anak pak Roni mas?" ucap paman
"Iya Rus! kalau tidak salah beliau sepupu dua kali sama kita kan?" ucap bapak
"Iya beliau sepupu dua kali kita, memang anak ke berapa beliau yang ingin mas jodohkan dengan Lis? kalau tidak salah beliau punya 3 anak kan?"
"Iya beliau punya 3 anak, jadi anak yang ke tiga itu yang bernama Muhammad Iqbal Maulana".
"Apa kerjanya mas, atau masih kuliah?" tanya paman
"Dia sekarang, kerja di salah satu perusahaan besar di kota ini mas, dan katanya sudah jadi manajer pemasaran dengan gaji lumayan tinggi".
"Oh sudah kerja ya mas, cepat banget ya padahal kayak baru kemarin kita dengar dia masih kuliah?"
"Iya Rus! tapi pantas sih soalnya dia kan sekitar lima tahun lebih tua dari Lisa! bagaimana pendapat kalian tentang hal ini?"
"Kalau kami sih setuju, saya dengar anaknya juga baik, sopan dan ramah. Tergantung dari Lisa sih gimana maunya!"
"Saya juga begitu Rus, beberapa hari yang lalu, pak Roni datang ke rumah, dan membahas soal ini,
Katanya dia tidak mau cari orang jauh jika masih ada keluarga yang dekat, biar hubungan kekeluargaan kita tambah erat,
Saya pun hanya berkata, nanti biar kami coba bicara dulu dengan Lisa dan keluarga".
"Tapi, apakah anak beliau juga setuju di jodohkan?"
"Saya sudah tanyakan soal itu, dan katanya anaknya sih nurut aja kata orang tua, yang penting orang tua suka dengan anak tersebut, maka dia setuju".
"Wah, nurut banget ya mas anak itu?"
"Begitu kata bapaknya, tapi bapak sih tidak memaksa Lisa!"
"Iya mas jangan memaksakan kehendak dengan anak, biar dia yang berfikir bagaimana keputusan terbaik buat dia!" ucap paman
"Begini saja mas! kan anak tersebut kerja di kota ini juga kan, jadi bagaimana jika kita biarkan dulu Dia dan Lisa saling kenal!" ucap bibi
"Iya mas! Jadi jika mereka sudah saling kenal dan sudah merasa cocok satu sama lain, baru deh kita usulkan rencana selanjutnya!"ucap paman
"Ya sudah terserah kalian saja!, tapi kata bapaknya ibunya sudah sakit-sakitan, jadi sebelum terjadi apa-apa dengan ibunya, beliau ingin melihat anaknya berkeluarga".ucap bapak
"Oh begitu ya mas?" ucap bibi
"Mas juga kan sudah agak tua, jadi sebelum terjadi apa-apa sama mas. Mas ingin melihat Lisa bersuami, biar ada yang menggantikan bapak untuk membimbing Lisa ke depannya!" ucap bapak
"Lah kok mas bicara seperti itu sih? Kita harus terus berdoa biar di beri umur yang panjang, agar bisa melihat cucu-cucu kita nanti! ucap bibi
"Kan cuma waspada saja dek!" ucap bapak
"Ya, sudah mas! nanti kita pertemukan mereka, biar bisa secepatnya saling akrap, dan bisa saling menilai satu sama lain!" ucap bibi
"Kan biar bagaimana pun mereka yang akan jalani, jadi mereka harus sama-sama cocok biar langgeng nantinya!" ucap paman
"Tapi kok pak Roni bisa kenal dengan Lisa ya mas?" ucap paman
BERLANJUT.....
...MAAF MASIH BANYAK TYPO. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN!!!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments