"Ind, kita singgah makan di situ dulu yuk!" ajak ku sambil menunjuk salah satu warung bakso
"Baik Lis!" ucap Indah
"Katanya rasa bakso di warung ini sangat enak, kata teman-teman yang pernah singgah makan di sini!" jelas ku pada Indah
"Ya sudah, kita coba aja biar tidak penasaran Lis!, lagian saya juga suka banget dengan yang namanya bakso"
"Ya sudah saya pesankan ya? pake mie atau tidak Ind?"
"Pake saja Lis!"
"Mba bakso dua porsi dan pake mie ya!" ucap ku kepada mba penjual bakso
"Siap neng makan di sini atau di bungkus?" tanya mba
"Makan di sini mba!"
"Baik silakan duduk!" ucap mba bakso sambil menunjuk ke arah tempat duduk yang ada di situ.
# Menunggu pesanan selesai
"Hmmmm.... Kira-kira paman dan bibi pasti kaget ya Lis, melihat kedatangan kita?". ucap Indah
"Pasti Ind, soalnya kita tidak memberi mereka kabar, bahwa kita akan pulang"
"Saya kira kamu, menelfon kemarin, apa kamu tidak bilang akan pulang Lis?"
"Tidak Ind, saya hanya bertanya kabar mereka semua di sana"
"Berarti kita memberi surprise dong?"
"Begitu lah Ind!"
"Ini pesanannya neng, silahkan di nikmati!" ucap mba bakso
"Terima kasih mba!" ucap saya dan Indah
Setelah selesai makan bakso, saya pun segera membayar bakso yang kami makan tadi.
Setelah membayar saya dan Indah pun lansung melanjutkan perjalanan kami.
Yang sudah tidak lama, sekitar setengah jam lagi kami sudah sampai di kampung.
"Santai aja Ind, berkendaranya! jangan terlalu laju pelan-pelan saja! kan kita sudah hampir sampai"
"Iya Lis, maaf kamu pasti takut ya jika laju motornya kencang?"
"Begitulah Ind, saya merasa jantung saya mau copot ini!"
"He he he he maaf ya Lis!"
"Oh iya, Ind, kalau kamu capek? biar saya saja yang berkendara kita gantian gitu!"
"Tidak usah Lis, saya tidak capek kok, lagian tangung sudah hampir sampai ini!"
"Ya sudah Ind!"
# Sampai di rumah
Akhirnya kami sampai di rumah, tapi keadaan rumah sangat sepi.
Di mana ibu ya? kalau bapak kan pasti di sawah kalau masih jam segini, tapi kalau ibu ke mana jam segini?
Tok...... Tok..... Tok.....
Saya pun mencoba mengetuk pintu semoga aja ibu ada di dalam,
Tok.... Tok.... Tok...
Assalamualaikum.....
saya ketuk pintu lagi sambil memberi salam, karena tadi tidak ada balasan.
Sudah beberapa kali saya ketuk pintu tapi tidak ada balasan, mungkin ibu memang tidak ada.
"Mungkin memang tidak ada orang Lis!" ucap Indah
"Sepertinya Ind, tapi ibu kemana , jam segini biasa ibu ada di rumah, tapi ini kok tidak ada?"
"Mungkin ke pasar atau ke rumah kakak kamu Lis!"
"Bisa jadi sih Ind!"
"Apa kamu tidak punya kunci cadangan gitu Lis, atau kamu tidak tahu di mana biasa kunci di simpan?"
"Saya tidak pernah bawa kunci cadangan Ind, dan ibu atau bapak juga tidak pernah simpan kunci jika mereka pergi".
"Oh, ya sudah kita tunggu saja!, atau kita ke rumah kakak kamu Lis?
"Tunggu saja Ind!" biar saya coba hubungi ibu dulu!"
"Oh iya kan beliau punya ponsel, kok kita tidak hubungi dari tadi ya Lis?"
"Iya Ind, saya benar-benar lupa, padahal kita sudah capek ketuk-ketuk pintu dan sudah lama menunggu lagi"
"Bukan cuma kamu yang lupa saya pun juga lupa Lis!"
"Ya sudah saya telepon dulu ya Ind?"
"Ok Lis!"
"Assalamualaikum Bu..." ucap saya dalam telepon
"Waalaikum salam Lis!" ucap ibu yang tidak tahu ada di mana
"Ibu lagi di mana sekarang?"
"Ibu lagi di rumah pak RT Lis!, kenapa kamu bertanya soal keberadaan ibu, memangnya kamu ada di rumah ya?"
"Iya Bu, saya ada di depan rumah sekarang dengan Indah!"
"Ya sudah kamu tunggu ibu ya! ibu juga sudah mau pulang ini, urusan dengan pak RT sudah selesai".
"Apa saya jemput ibu?"
"Tidak usah Lis ibu jalan saja!"
"Ok Bu!"
Setelah beberapa menit ibu pun sampai di rumah, dan segera membuka pintu, dan menyuruh kami masuk ke dalam.
Saya dan Indah pun langsung masuk dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu rumah kami ini.
Ibu pun langsung mengambil minuman dan juga cemilan buat kami.
"Ini, minum dulu, kalian pasti sangat lelah kan?" ucap ibu
"Tidak juga sih Bu!"
"Maaf kalian jadi tunggu ibu, di luar tadi!"
"Iya Bu! memangnya ada urusan apa tadi ibu ke rumah pak RT?" tanya ku pada ibu
"Itu, saudara pak RT mau acara, dan rencana mau membeli sapi, jadi pak RT telepon ibu suruh ke rumahnya mau bicara, sempat ibu dan bapak mau berniat jual sapi"
"Memangnya ibu dan bapak ada niat jual sapi?"
"Sebenarnya tidak sih Lis, tapi sapi kita kan sudah ada 6 ekor, jadi pak RT mengira kita mau jual salah satunya,
Pak RT juga bilang tertarik dengan sapi kita karena badannya gemuk-gemuk, di banding dengan sapi milik orang lain". jelas ibu
"Oh gitu ya Bu, jadi ibu bilang apa sama pak RT?"
"Ibu bilang nanti saya kabari, saya mau bicara sama suami dulu soal ini!"
"Tapi apakah bapak mau menjualnya?"
"Entah lah Lis! kita coba bicara dulu sama bapak, soal mau jual atau tidak itu urusan bapak!"
"Dari ibu saja lah!"
"ini ada oleh-oleh dari ibu, buat bibi dan paman!" ucap Indah sambil memberikan oleh-oleh tersebut ke ibu
"Terima kasih ya, kok ibu mu repot-repot banget suruh kamu bawa oleh-oleh segala?"
"Kata ibu di tidak sempat ke sini, karena banyak urusan, dan juga membantu kami mengawasi para karyawan di tempat usaha saya dan Lisa." ucap Indah
"Alhamdulillah ya, usaha kalian semakin lancar!" ucap ibu
"Iya Alhamdulillah, itu juga berkat doa-doa dari ibu dan bapak!"
"Ya, sudah kalian ganti pakaian dulu sana setelah itu kita makan!"
"Baik Bu"
Saya dan Indah pun masuk ke dalam kamar, berniat untuk cuci-cuci dan berganti baju.
Setelah badan terasa segar, kami pun melaksanakan shalat Maghrib, karena sudah datang waktunya.
Ibu dan bapak juga terdengar sudah ada di ruang tamu sambil berbincang-bincang.
Setelah selesai shalat, saya dan Indah pun keluar menemui ibu dan bapak.
"Kita makan dulu yuk!" ucap ibu
Setelah mendengar ajakan ibu, kami pun segera menuju ke meja makan.
Setelah selesai makan, kami bersantai di ruang tamu sambil menonton TV.
"Jadi bagaimana keputusan bapak, apakah bapak mau menjual salah satu sapi bapak?" tanya ku
memulai pembicaraan
"Bapak sih berfikir buat menjualnya, dan uangnya bisa buat kamu untuk modal usaha kamu!" ucap bapak
"Kok buat saya pak? kan saya sudah punya usaha".
"Begini Lisa, Indah! bukan apa-apa bapak hanya memikirkan kelangsungan usaha kalian, sampai kapan kalian akan bersama?
jika salah satu dari kalian sudah bersuami, maka kalian akan ikut kata suami kalian.
Jadi, bagaimana dengan usaha yang kalian bangun berdua? pasti sudah sulit kalian untuk tetap kompak mengerjakannya.
Kamu juga Lisa, tidak selamanya kamu akan tinggal di rumah Indah kan? Apalagi jika kamu sudah bersuami.
jadi, maksud bapak di sini, bapak ingin mendirikan usaha sendiri buat kamu Lis!"
Dan tempatnya juga milik kamu, masa kamu numpang terus dengan keluarga Indah?
bapak berbuat seperti itu, agar kalian sama-sama bisa mandiri, dalam menjalankan usaha kalian masing-masing.
bapak juga takut nanti kedepannya ada salah faham yang terjadi antara kalian, maka bisa membuat usaha kalian hancur.
walaupun terlihat aman-aman saja sampai sekarang, tapi yang namanya manusia itu tidak ada yang sempurna.
jadi, kita harus antisipasi sebelum terjadi hal-hal tersebut.
kalian pasti faham kan dengan semua ucapan bapak?" jelas bapak
"Tapi, jika paman buat kan Lisa usaha di tempat yang baru, bagaimana dengan usaha yang sekarang ini? lagian semua usaha ini adalah milik Lisa, modal juga dari Lisa" ucap Indah
"Begini, usaha yang sekarang kamu yang jalankan!dan jika kamu bersedia, kamu bisa membantu Lisa membangun usaha yang baru lagi!"
"Tapi, membangun sebuah usaha itu tidak mudah paman! ini saja kami mendapat banyak rintangan sampai bisa berjalan lancar sampai saat ini.
Lagian semua modalnya dari Lisa, masa saya seenaknya mengambil alih usaha tersebut?
Dan Lisa harus siksa berjuang dari nol lagi!" ucap Indah
"Jadi bagaimana yang terbaik menurut kalian?"
tanya bapak
"Begini, jika paman mau membeli tempat usaha buat Lisa, itu boleh dan nanti kalau tempatnya sudah jadi,
Kita pindahkan saja usaha yang sekarang ini ke situ!" ucap Indah
"Terus bagaiman dengan kamu Ind? bukannya kita sama-sama sehingga bisa berhasil sekarang?" ucap ku
"Tenang saja Ind, saya juga tidak bisa menjalankan bisnis seperti itu tampa kamu, karena itu bukan bidan saya".
"Terus bagaimana dengan, semua tenaga yang kamu curahkan buat bisnis kita? dan kamu mau kerja atau usaha apa, jika saya mengambil usaha ini?
"Sebenarnya ibu menyarankan saya buat usaha butik, karena ibu kan pandai menjahit dan merancang sebuah busana.
saya pun juga sebenarnya pengen banget buka butik, kamu tau sendiri kan saya selalu mengoleksi pakaian, seperti baju-baju khas daerah kita.
Bukannya saya juga pernah bilang sama kamu Lis? soal cita-cita terbesar saya!" ucap Indah
"Iya sih Ind, kamu pernah bilang pengen punya butik".
"Iya, tapi modalnya belum ada Ind, dan kebetulan kamu mau membuka usaha yang sekarang ini, ibu dan bapak pun setuju, agar kita punya kegiatan, sembari mengumpulkan modal buat buka butik"
"Pantas aja Ind! setiap kita bagi hasilnya kamu selalu bilang lansung mau simpan ke bank sebagian, Apa itu yang ingin kamu jadikan modal?"
"Iya Lis! saya sengaja simpan ke bank jika kamu kasih saya uang, itu untuk modal usaha butik saya nanti".
"Bapak sudah tau jalan keluar nya sekarang!" ucap bapak
"Jadi bagaimana pak?" ucap saya
"Begini, setelah bapak buat kan tempat usaha buat kamu Lis, dan memindahkan usaha yang sekarang ke tempat yang baru itu, kita pun membantu Indah membuat usaha butik di tempat yang sudah kosong itu" ucap bapak
"Tapi, uang saya belum cukup paman buat modal usaha butik?"
"Tenang saja nanti paman bantu kamu, untuk urusan modalnya!"
"Tapi, saya tidak mau merepotkan dan menyusahkan paman!"
"Kamu tidak menyusahkan paman kok, itung-itung sebagai tanda terima kasih kami kepada kamu dan keluargamu,
yang sudah mau membantu Lisa dari awal masuk kuliah sampai saat ini, sampai Lisa bisa punya sebuah usaha."
"Betul itu Ind!, itupun belum cukup untuk membalas semua kebaikan kalian selama ini sama saya!" ucap ku
"Ih kok kamu bilang begitu sih Lis? kita kan keluarga sudah seharusnya kita saling menyayangi dan saling bantu!" ucap Indah
"Makanya Ind!" kamu jangan tolak tawaran bapak ke kamu! kita kan keluarga jadi harus saling bantu".
"Kamu bisa saja Lis, selalu meniru ucapan saya"
"He he he he maaf Ind", ucap ku sambil tertawa
"Tapi pak tempat di kota itu mahal?, sedangkan kita hanya jual satu ekor sapi, mana cukup untuk membeli tempat?" ucap ibu
"Eh maaf Bu, bapak jadi lupa bilang ke ibu! ibu tahu kan bapak punya tempat di desa sebelah,
itu loh tempat pemberian nenek kamu Lis, kepada bapak sebelum beliau meninggal,
sebenarnya bapak kamu juga punya pembagian Ind, cuma dia sudah menjual tempat tersebut,
mungkin untuk membeli rumah yang kalian tempati sekarang di kota?" ucap bapak
"Iya ibu tahu, memang kenapa tempat itu pak, apa ada yang mau beli?"
"Iya Bu, ada yang minat, katanya mau di bikin tempat usaha taman bunga, kan sumber air di situ sangat dekat"
"Memang mereka mau beli berapa pak?"
"Bapak sih kasih harga 100 juta Bu!"
"Apa itu tidak terlalu murah pak? kan lokasinya juga bagus, tanah itu juga luas!"
"Itu sudah mahal Bu, karena harga tanah di sekitar situ masih rendah warga di situ patok harga cuma 70 lebih, cuma bapak yang berani patok harga segitu"
"Jadi bagaimana, apa mereka mau?"
"Mereka sih mau Bu, karena lokasinya sangat strategis buat usaha wisata gitu, mereka tinggal tunggu keputusan dari bapak".
"Jadi apa keputusan bapak?"
"Bapak butuh persetujuan dari kamu dan anak-anak, itulah sebabnya hari ini saya menyuruh anak-anak datang kemari, dan kebetulan Lisa juga pulang."
"Tapi, anak-anak kenapa belum datang ya pak?"
"Mereka bilang mau datang setelah selesai shalat isya"
Tidak lama setelah bapak selesai berbicara, suara azan untuk shalat isya pun berkumandang.
Kami pun segera pergi mengambil air wudhu untuk segera melaksanakan shalat.
Setelah selesai shalat, kami kembali lagi ke ruang tamu, untuk menunggu kedatangan dari kakak-kakak saya.
Tidak lama kemudian, mereka pun datang dan ikut berkumpul di ruang tamu.
Setelah semua ada di ruangan itu, bapak pun mulai berbicara dan menjelaskan kepada mereka, apa tujuan bapak menyuruh mereka ke sini.
Bapak menjelaskan seperti yang di ucap kan tadi sama kami sebelum kakak-kakak saya datang.
PENASARAN APA KELANJUTANNYA???
...MAKA IKUTI TERUS CERITA SAYA YA!!!!...
...MAAF YA MASIH BANYAK TYPO. JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN!!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments