Saya bernama Indah, saya merupakan sepupu dari Lisa (yang menjadi pemeran utama cerita ini),
Saya merupakan anak dari pak Rusdi, bapak saya adalah saudara atau adik dari paman Basri bapaknya Lisa.
Umur saya sama dengan umur Lisa, yaitu 18 tahun,
Saya dan keluarga saya pergi dari desa untuk merantau ke kota, dan kami memilih tinggal di sini .
Bapak saya bekerja di salah satu bank di kota ini, jadi di sini lah mata pencaharian keluarga saya.
Kami hanya sesekali pulang ke kampung, itupun tidak lama hanya sekitar 1 Minggu saja, karena kerjaan bapak juga sangat penting.
Saya dan Lisa memang sangat akrab, dibandingkan dengan sepupu saya yang lain,
Lisa juga orangnya baik dan suka di ajak bercanda , dia juga tidak suka memilih-milih teman.
Setiap saya mau liburan tetapi orang tua sibuk, jadi saya harus pergi sendiri, saya memilih ke rumah Lisa dan berlibur di situ bersamanya sampai waktu libur usai.
Seperti baru-baru ini pas libur setelah saya lulus sekolah SMA, saya pun menelpon Lisa.
Saya berniat untuk berlibur di rumahnya lagi seperti yang dulu-dulu setiap libur.
# Menelfon Lisa
"Assalamualaikum"..... ucap saya ketika telepon sudah di angkat oleh Lisa.
"Waalaikum salam...." balas Lisa
"Maaf ya Lis! jika saya menganggu kamu!"
"Kamu tidak menganggu saya kok Ind! oh iya kok tumben baru nelfon, hampir 2 bulan loh kita tidak berkabar?"
"Iya Lis! karena sibuk di sekolah masing-masing kan!"
"Iya, Ind! Alhamdulillah kita sama-sama sudah berhasil melewati rintangan yang ini, dan akhirnya lulus deh dari sekolah SMA".
"Oh iya Lis? kamu rencana mau liburan ke mana?"
"Tidak ada rencana saya untuk liburan Ind! Malas soalnya dan saya juga tidak tau mau liburan ke mana".
"Masa sih tidak ada rencana? misalnya ke sini atau ke mana gitu?"
"Pengen di rumah aja sih Ind! kalau kamu sendiri ada rencana tidak?" tanya Lisa
"Ada dong, kayak kamu tidak tau saya aja!"
"Rencana kamu mau kemana Ind?"
"Hmmm..... Di mana lagi Lis, kalau bukan di situ!"
"Ya sudah kamu kesini saja! nanti saya antar kamu jalan- jalan, ke tempat-tempat wisata yang baru di buat loh!"
"Memangnya banyak tempat wisata yang baru di desa kita Lis?"
"Banyak Ind, ada lagi beberapa tempat yang baru di bangun dan baru di resmikan, kamu pasti suka tempat tersebut?"
"Aduh saya jadi semangat dan tidak sabar pengen ke situ".
"Pokonya sangat indah dan bagus-bagus lokasinya juga strategis Ind!"
"kalau saya sudah sampai kamu janji bakal antar saya ke tempat-tempat tersebut kan Lis?"
"Saya janji bakal antar kamu sampai puas!"
"Ok Lis , tunggu kedatangan saya ya!"
"Ok Ind, di tunggu!"
"Oh iya Lis! kamu selanjutnya mau kuliah atau kerja?"
"Tidak tahu ni Ind, saya juga bingung, apa yang ingin saya lakukan sekarang"
"Mending kuliah aja Lis, nanti kan kita bisa kuliah bareng!"
"Sebenarnya mau sih Ind, tapi saya bingung mikirin soal biaya kuliah nantinya"
"Kok bingung, kita bisa kuliah bareng, tinggal bareng, dan soal biaya nanti saya bicara sama bapak, biar beliau bantu kamu".
"saya fikir-fikir dulu Ind! Soal saya juga merasa ingin kerja gitu!"
"Ya sudah Lis! kamu fikir-fikir dulu ya! Semoga kamu mau lanjut kuliah sama saya!"
"Oh iya Ind! kapan kamu datang ke sini?"
"Saya bicarakan dulu dengan bapak dan ibu Lis! jika di izinkan, mungkin saya berangkat besok lusa!"
"ya sudah! kamu bicara dulu ya! nanti kalau mau berangkat jangan lupa telepon saya!"
"Ok Lis! hmm... sudah dulu ya Lis! saya mau makan dulu, nanti kita telfonan lagi!"
"Siap Ind, saya tunggu kamu ya!"
"Assalamualaikum...."
"Waalaikum salam.." ucap Lisa
# Minta izin kepada ibu dan bapak
Saya melihat ibu dan bapak sedang asyik menonton TV berdua saja.
Ini kesempatan untuk saya memulai berbicara dan meminta izin kepada mereka, Mumpung mereka lagi santai.
"Ibu, pak! saya kan sudah lulus ni, dan sudah masuk waktu liburan gitu! apakah saya bisa pergi berlibur?"
"Mau liburan ke mana Ind?" tanya ibu
"Rencana saya mau ke rumah Lisa Bu!"
"Tapi, ibu tidak bisa Ind, soalnya lagi sibuk ada urusan dengan teman-teman ibu, kamu tahu sendiri kan bagaimana kegiatan ibu sehari-hari!"
"Bapak juga tidak bisa Ind, soalnya bos bapak belum beri cuti!"
"Tidak apa-apa kok Bu,pak,! nanti saya berangkat sendiri saja"
"Mau berangkat pakai kendaraan pribadi atau naik angkutan umum?" tanya ibu
"Rencana saya mau pakai kendaraan bermotor saja Bu! biar agak cepat sampai dan nanti di sana bisa bebas bepergian"
"Memangnya kamu mau pergi kemana setelah sampai di situ?
"Ya jalan-jalan dong Bu, ke tempat wisata yang baru, kata Lisa banyak wisata yang baru dan bagus banget".
"Memangnya kamu mau berangkat kapan Ind?"
"Kalau Indah di beri izin, rencana mau berangkat besok lusa Bu!"
"Kalau ibu sih izinkan, tidak tahu dengan bapak?
"Gimana pak? di izinkan atau tidak?"
"Bapak sih juga izinkan, tapi apa kamu serius ingin berkendara sendiri?"
"Saya serius pak!"
"Bapak merasa was-was aja Ind, memikirkan perjalanan kamu nanti yang memakan waktu kurang lebih 3 atau 4 jam gitu"
"Tenang pak! saya berkendara pelan kok biar lambat asal selamat,"
"Ya sudah Ind, bapak percaya sama kamu"
"Makasih ya Bu, pak, sudah memberi saya izin!"
Kurang lebih seperti itulah pembicaraan kami, dalam meminta izin buat liburan ke rumah Lisa.
# Hari keberangkatan ke rumah Lisa
Hari ini hari keberangkatan saya ke rumah Lisa di desa untuk berlibur.
saya bangun cukup cepat hari ini 1 jam sebelum shalat subuh.
Untuk membereskan kamar tidur, dan barang-barang yang ingin saya bawa.
Selesai mempersiapkan barang bawaan, saya pun langsung melaksanakan shalat subuh,
Selesai shalat saya sempatkan untuk sarapan dulu, sekalian pamit pada ibu dan bapak.
Karena habis sarapan saya pun mau lansung berangkat, sengaja berangkat pagi-pagi biar cuaca nyaman di perjalan dan tidak kena panas matahari.
"Ibu, pak saya berangkat ya?"
"Kok pagi-pagi sekali Ind?" tanya ibu
"Sengaja Bu, biar tidak kepanasan jadi bawa motornya juga bisa santai!"
"Iya sudah, kamu hati-hati di jalan ya!, jangan ngebut bawa motor, kalau sudah sampai jangan lupa telepon ibu atau bapak!"
"Siap Bu, Assalamualaikum..." ucap ku sambil melangkah menuju ke luar rumah
"Waalaikum salam..." Ucap ibu dan bapak
# Sampai di rumah Lisa
Setelah beberapa jam saya di perjalanan, akhirnya saya sampai di rumah Lisa.
Tok.. Tok.... Tok...
Suara pintu Lisa yang saya ketuk, karena saya merasa tidak ada orang.
Keadaan rumah sangat sepi, dan pintu pun tertutup rapat apa tidak ada orang?
Saya pun kembali mengetuk pintu lagi di barengi dengan ucapan
"Tok...Tok..... Tok.... Assalamualaikum....."
Tidak lama sudah ada suara terdengar dari dalam rumah
"Waalaikum salam...." ucapnya sambil membuka pintu.
Ternyata yang membuka pintu adalah Lisa, rumahnya memang sepi, karena orang tuanya juga sibuk.
Sibuk mencari nafkah seperti ibu dan bapak saya.
*********
# Memulai jalan-jalan
Seperti yang di janjikan Lisa sama saya, dia bersedia untuk menemani saya berjalan-jalan ke wisata yang ada di desa kami ini.
Tepat nya wisata yang baru, yang belum pernah saya datangi.
Lisa pun sangat antusias dan dia menepati janji nya pada saya.
Selama saya ada di rumah Lisa setiap hari kami keluar untuk jalan-jalan dan mencicipi wisata kuliner yang ada di sini.
Saya sangat bahagia dan rasanya tidak ingin cepat -cepat kembali ke kota.
Liburan kali ini sangat indah dan menyenangkan bagi saya.
Lisa dan keluarganya, terutama bibi dan paman sangat baik dan sayang sama saya.
Tapi liburan kali ini tidak lama, jadi saya cuma sebentar di sini kurang lebih sekitar 1 Minggu.
Karena saya harus pulang jika sudah mendapat penyampaian informasi untuk mendaftar kuliah.
Saya ingin lanjut kuliah, jadi itulah sebabnya saya mengajak Lisa untuk mendaftar kuliah juga.
Agar kami bisa sama-sama terus, Lisa itu sepupu tapi perhatiannya melebihi dari saudara kandung.
Tapi sifat Lisa yang lemah lembut itu yang membuat saya dan keluarganya sangat susah untuk membujuk dia lanjut kuliah.
Dia sangat takut menjadi beban bagi keluarganya, karena jika kita kuliah maka setiap bulan harus bayar SPP.
Itu yang dia fikir, dia bilang di mana kita harus dapat uang setiap bulan, kakak-kakak nya pun bersedia membantu semampu mereka.
Tapi itu lah Lisa, yang tidak mau jadi beban keluarga, tapi saya tidak mau kalah sama dia.
Saya memberikan saran kepada Lisa, bahwa dia bisa kerja sambil kuliah, agar tidak terlalu membebani keluarga perihal masalah uang.
Saya harap dia mau mendengarkan saya, dan mau mendaftar kuliah seperti yang saya harapkan.
# Pulang ke kota untuk daftar kuliah
Hari ini ketika saya dan keluarga Lisa sedang asyik menonton TV sambil berbincang-bincang,
Tiba-tiba ponsel saya bergetar tanda ada pesan masuk,
Dan benar saja setelah saya cek ternyata ada pesan dari sahabat saya di kota.
Dia memberitahu saya tentang hari dan tanggal pendaftaran masuk kuliah di salah satu universitas ternama di kota tempat saya tinggal itu.
Ya itu universitas yang saya incar, semoga saja saya bisa lolos dan Lisa juga kalau dia mau.
Setelah beberapa menit kami berbalas pesan, saya stop untuk membalasnya lagi.
Saya pun lansung jelaskan kepada Lisa isi pesan kami tadi, dan menyuruh Lisa untuk mempersiapkan segala berkas lamaran pendaftaran nya.
Dengan di semangati oleh paman dan bibi akhirnya Lisa pun setuju untuk lanjut mendaftar kuliah.
Selain dari bicara hal berkas pendaftaran, saya juga menyampaikan bahwa 2 hari lagi saya harus pulang beserta Lisa.
Untuk mempersiapkan berkas pendaftaran saya, dan mengajukan permohonan pendaftaran.
Keluarga Lisa pun memahami maksud saya, jadi mereka antusias membatu Lisa berkemas.
2 hari pun berlalu saat nya saya dan Lisa, kembali ke kota untuk memulai perjalanan hidup kami selanjutnya, yaitu daftar kuliah.
Kami pun pamit sama keluarga yang ada di situ, beserta beberapa warga yang juga ikut mendoakan agar apa yang kami inginkan bisa tercapai.
# Sampai di rumah saya
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya kami sampai di rumah, rumah kosong tidak ada 1 orang pun.
Iya karena ibu dan bapak, dan kakak saya pada sibuk bekerja, saya pun langsung membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu saya bawa.
Besoknya saya dan Lisa pergi mengisi formulir pendaftaran di kampus Incaran saya itu, semoga saja lolos amin.
Setelah menunggu pengumuman beberapa hari, akhirnya datanglah pengumuman tersebut, dan Alhamdulillah saya dan Lisa lolos.
Dengan di bantu dengan bapak dan teman bapak yang berprofesi sebagai dosen kami pun lolos.
Lisa sangat sadar diri, karena dia hanya anak seorang petani, jadi dia tidak mau menyusahkan orang tua dia.
Selama memasuki bangku kulia, Lisa tidak buang-buang waktu, dia terus mencari uang sambil kuliah.
Apa pun dia kerjakan yang penting menurut dia dan ajaran agama itu halal.
Salut saya sama dia yang tidak merasa lelah, dan pandai mengatur waktu buat kerja dan kuliah.
Sampai akhirnya virus covid pun datang menyerang di negara kita ini, yang membatasi segala aktifitas kita dan hanya bisa tetap di rumah.
Tapi walaupun begitu, nyali Lisa tidak akan ciut untuk tetap bekerja, dan saat ini pun dia sedang fokus dengan jualan online.
Hal itu juga yang membuat dia sampai harus di rawat di rumah sakit hampir 1 bulan, karena terjangkit virus ini.
Dia berjuang sendiri diri situ antara hidup dan mati, saya pun sempat berpikir bahwa dia tidak bisa sembuh.
Tapi saya ingat dia anak yang kuat dia pasti bisa bertahan dan melalui semua ini.
Iya betul dia akhirnya bisa sembuh, dan kembali lagi melanjutkan aktivitas yang tertunda sewaktu dia sakit
Aktivitasnya ya mencari uang sambil kuliah. Perjuangan dia pun tidak sia-sia kurang lebih 5 bulan dia jualan online.
Akhirnya dia bisa dibilang cukup sukses, dia pun meminta saya untuk bekerja sama mengurus bisnis online tersebut.
Dia menjanjikan saya untuk bagi hasil, walaupun saya awalnya menolak karena modal dia yang punya.
Tapi dengan sifat ramah, lemah lembut dan pandai membujuk, akhirnya saya menuruti keinginan dia.
Setelah beberapa bulan kemudian, selama kami bekerja sama bisnis jualan online kami pun semakin sukses.
Tapi itu tidak membuat Lisa puas, justru dia terpacu untuk menambah usaha baru dan mencoba bisnis baru, tentunya dengan tetap bekerja sama dengan saya.
Dan Ya, bisnis baru yang saya maksud itu adalah * Bisnis Kuliner*, yang sekarang kami geluti yang kami beri nama * Kedai Dua Putri *
Yang membuat kami agak sedih karena baru buka cuma beberapa orang yang datang membeli,
Yang menjadikan tanda tanya bagaimana kelanjutan bisnis kami ini, apa akan tutup atau terus maju walaupun banyak rintangan???.
Dan untungnya ibu selalu ada di sisi kami, dan selalu memberi semangat kepada saya dan Lisa, agar terus berusaha sebisa kami.
Kata ibu yang penting kita jangan lupa berdoa dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
BERLANJUT....
...MAAF MASIH BANYAK TYPO... JANGAN LUPA UNTUK BERKOMENTAR ATAU MEMBERI MASUKAN DAN SARAN !!!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments