KS. 10

MEMULAI

Setelah keluar dari rumahnya, Fathan berjalan menelusuri gang gang kecil, terlihat banyak orang tua yang sudah renta mereka duduk sambil termenung. kampung sukadarma yang hari lebaran sangat ramai, hidup dan mewah, sekarang bagaikan kampung yang mati tak berpenghuni. Fathan terus berjalan memindai seluruh area kampungnya yang sangat mengkhawatirkan. harusnya para tua Renta itu hidup bahagia bersama anak cucunya.

"Kapan pulang, kabarnya kamu mau dipindahkan ke Surabaya ya?" tanya orang tua yang sedang duduk di bangku samping rumah, ketika Fathan melewati jalan gang.

"Tadi pagi Pak, kalau ke Surabaya saya nggak jadi."

"Kenapa?"

"Nggak apa-apa! takut dimakan buayanya Pak!" jawab Fathan bercanda.

"Ah, kamu ada-ada aja, beneran gak jadi ke Surabaya?"

"Bener Pak! saya akan tinggal lama di sini."

"Mau apa lama-lama tinggal di kampung, Kalau di kampung itu susah cari duit." tanya orang yang duduk.

"Mau lebih dekat sama keluarga?"

"Ngomong-ngomong sepagi ini mau ke mana?"

"Mau lihat sawah bapak  yang ada di dekat Jalan?"

"Oh begitu, iya, kasihan sawahnya sebentar lagi mau panen, namun Kayaknya gagal lagi. soalnya terlihat padinya banyak yang merah."

Mendengar ucapan pria yang ada di depannya. Fathan hanya menarik nafas dalam, merasa kasihan sama orang tuanya. karena dia juga tahu bukan hanya sawah orang tuanya yang terkena hama, namun semua sawah warga terserang tanpa terkecuali.

"Ya sudah, saya pamit dulu ya pak! soalnya kalau kesiangan panasnya lumayan terik!" ujar Fathan meminta izin.

"Iya kamu hati-hati!"

Fathan melanjutkan kembali perjalanan yang hendak mengecek sawah milik orang tuanya. dia terus menyusuri Jalan hingga akhirnya dia tiba di sawah yang begitu luas, sejauh mata memandang maka sawahlah yang terlihat. padinya yang kuning tersinari oleh mentari pagi menjadikannya bak permadani yang dihamparkan. namun keindahan itu tak sebanding dengan kenyataan, karena kalau dilihat dari dekat padi-padi itu banyak yang Hampa, banyak yang kosong. sehingga tahun ini para warga akan mengalami kerugian seperti tahun-tahun sebelumnya.

Fathan terus berjalan menyusuri Jalan setapak yang ada di tengah-tengah sawah, sambil terus memperhatikan padi-padi yang menurutnya kurang perawatan, kurang penanganan, sehingga padi bisa gagal panen seperti sekarang.

Lama berjalan akhirnya dia sampai ke salah satu sawah yang lumayan agak luas, mungkin kalau diukur ada satu hektar, sawah itu adalah sawah milik orang tua Fathan. Keadaannya sama seperti sawah-sawah yang lain, yang Sekarang terserang hama merah. di ujung sawah ada jalan besar yang membentang membelah pesawahan, sebenarnya kalau mau ke sawah milik orang tua Fathan. dia bisa menggunakan kendaraan, namun dia lebih memilih untuk berjalan kaki sekaligus mengontrol sawah-sawah milik warga kampung sukadarma.

Fathan terus memindai seluruh area sawah milik orang tuanya, dia terus memperhatikan mencari bibit penyakit dari hama yang menimpa padi. Fathan mulai mengecek media tanam padinya melihat secara kasat mata apa yang dia bisa simpulkan. ternyata kalau menurut anjuran kelembaban serta air yang mengaliri sawah sudah sesuai, namun ia belum menyimpulkan, apakah penggunaan pupuk yang salah, atau kurang pupuk. sehingga menyebabkan penyakit hawar daun. Fathan memperhatikan area daun padi, kemudian memetik daun padi itu diperhatikannya dengan teliti, menimbang dan mengira-ngira apakah ini terjadi karena bakteri atau kesalahan perawatan.

"Kayaknya aku harus ke kota, aku harus mengecek semuanya di laboratorium biar ada kejelasan." gumam Fathan sambil mengambil handphonen, lalu menekan salah satu nomor untuk memanggil.

"Assalamualaikum!" sapa seseorang di ujung telepon.

"Waalaikumsalam, gimana kabarmu pak Seno?"

"Ah lu! biasa aja kali, jangan seperti itu! Alhamdulillah kabar saya baik, gimana kabar kamu?"

"Alhamdulillah saya juga baik, namun ada yang kurang?"

"Ada yang kurang, apa?"

"Kurang dukungan dari agronom, terkenal di kota kita."

"Hahaha. Apa hubungannya nih? oh ya, ngomong-ngomong sekarang lagi ada di mana."

"Saya lagi ada di kampung Sen, saya mau bertani seperti yang dulu pernah saya ceritakan. Kamu juga tahu kan kecintaan saya terhadap Tani melebihi apapun."

"Sudah siap dengan segala resikonya?" tanya Seno yang sudah paham dengan karakter sahabatnya.

"Insya Allah sudah! Boleh nggak saya main ke rumah, barangkali aja ada waktu untuk berbincang-bincang membeli pelajaran kepada petani pemula?"

"Hahaha. bisa aja kamu Tan! boleh kapan mau ke sini, pintu rumah saya akan selalu terbuka?"

"Kalau bisa secepatnya, Kapan ada waktu, kalau saya kan sekarang pengangguran."

"Boleh kalau nanti sore Bagaimana? sehabis saya pulang dari kantor.  sekalian kamu nginep, kangen nih Sudah lama kita nggak ngewadul."

"Waduh, terima kasih atas kebaikannya."

"Sama-sama, Tan! ini belum seberapa dibanding dengan kebaikan kamu yang dulu membantu saya, untuk melunasi tunggakan semester yang begitu banyak."

"Udah ah malu! ya sudah nanti saya habis zuhur, berangkat ke kota.

"Baik, saya tunggu!"

Akhirnya telepon itu terputus, Fathan pun kembali memasukkan handphone ke dalam saku celana. kemudian dia mengambil sampel tanah lalu dimasukkan ke dalam kantong yang sudah ia bawa, terus mengambil sampel air. Fathan terus bekerja mempersiapkan bahan untuk dijadikan diskusi dengan sahabatnya yang sangat ahli di bidang pertanian.

Setelah dirasa semua pekerjaan di sawah selesai, dia pun berjalan menuju ke arah kebun yang dimiliki oleh orang tuanya, melewati jalan besar yang aspalnya sudah terkelupas, menyisakan batu-batu besar yang berserakan bak sungai yang kekeringan.

Ketika diperjalanan Fathan bertemu dengan petani-petani lainnya yang sedang berada di sawah. mereka saling menyapa dan bertanya kabar, ada juga sebagian orang yang bertanya kenapa Fathan meninggalkan jabatan yang tinggi demi hanya untuk bertani.

10 menit berlalu akhirnya Fathan tiba di salah satu Kebun yang ditumbuhi ilalang, karena warga Kampung sukadarma mereka lebih memilih bertani dengan menanam padi, dibandingkan berkebun. Fathan yang pemikirannya sudah jauh, dia ingin mengubah pola pikir warganya. karena bertani padi hanya begitu-begitu saja, Penggunaan pupuk yang sangat banyak, tak sebanding dengan harga padi yang dijual. berbeda kalau dengan sayur, Penggunaan pupuk bisa diminimalisir, dengan penjualan yang cepat. perawatannya tidak terlalu extra.

Di kebun yang tidak terurus, dia pun melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan di sawah. Fathan mengambil sampel tanah dan sampel sampel lainnya. Setelah dirasa semuanya cukup, akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan bersiap-siap untuk pergi ke kota menemui sahabatnya.

Sesampainya di rumah orang tuanya yang masih belum menerima dengan keputusan yang Fathan ambil. ketika melihat Fathan datang mereka hanya melirik sebentar tanpa menyapanya meski anaknya itu mengucapkan salam. rasa kesal, benci, marah menjadi satu, masih memenuhi ubun-ubun mereka. namun Fathan tidak mempermasalahkan hal itu, karena dia tahu itu hanyalah sementara. dia yakin suatu saat orang tuanya akan menerima dia kembali seperti dulu.

Fathan pun langsung masuk ke kamar, untuk menyimpan sampel sampel yang baru diambil ke dalam kotak, kemudian dia mengambil handuk Hendak membersihkan tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat.

Setelah selesai mandi, dia mengganti pakaian dengan baju koko, lalu pergi ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah.

Sepulangnya dari masjid dengan segera Fathan mengganti baju, lalu memasukkan beberapa baju ganti untuk persiapan selama dia berada di kota, tak lupa sampel yang tadi dia ambil dia sawah, dia masukkan ke dalam tas. setelah dirasa semuanya rapi, dan tidak ada yang tertinggal dia pun menghampiri orang tuanya yang berada di dapur.

"Bu Fathan mau ke Sukabumi dulu! mungkin Fathan nginep di sana." ujar Fathan sama ibunya, namun ibunya Acuh tidak menjawab. Seolah ucapan anaknya itu hanya angin lalu

"Fathan pamit dulu, assalamualaikum!" ujarnya sambil mengulurkan tangan hendak mencium punggung tangan ibunya, namun Sri hanya diam seolah tak memperdulikan keberadaan anaknya.

"Mendapat perlakuan ibunya seperti itu, Fathan hanya tersenyum kemudian dia pergi bergegas menuju ke halaman rumah, di mana motornya terparkir.

"Mau ke mana Kak?" Tanya Sarah yang baru pulang dari sekolah, terlihat mukanya yang memerah karena kepanasan.

"Kakak mau ke kota dulu sebentar! mau dibawain oleh-oleh apa"

"Nggak Kak! Sarah nggak ingin apa-apa, hati-hati ya di jalan!" ujar adik terkecilnya, kemudian anak gadis Itu menyalami dan mencium punggung tangan kakaknya.

Setelah adiknya masuk ke dalam rumah, Fathan menghidupkan motor, lalu Keluar dari gang menuju jalan besar. dia terus mengendarai motor di tengah teriknya matahari. namun itu tidak membuatnya patah semangat, dia yang udah membulatkan tekad dari awal, rintangan seperti itu hanya rintangan kecil yang harus dia lewati.

Sebelum sampai ke Kota Sukabumi dia terlebih dahulu menyempatkan mampir ke warung makan, penolakan keluarga atas keputusan yang diambil, mengharuskan dia makan di warung nasi.

Setelah selesai mengisi perut, dia kembali melanjutkan perjalanan hingga pukul 14.00 dia sampai di kota. mengingat janjinya masih Nanti sore, dia pun menyempatkan berkunjung ke toko-toko pertanian untuk menambah wawasannya.

Setelah puas mengobrol dengan toko pertanian, dia pun mengunjungi toko alat-alat pertanian, agar dia tahu tentang perkembangan teknologi serta dapat menghitung biaya yang akan dia keluarkan. selesai mengecek toko alat-alat pertanian. akhirnya azan Ashar pun berkumandang. Fathan memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum bertemu dengan sahabatnya. sambil melaksanakan kewajibannya sebagai orang muslim.

Episodes
1 KS. 1
2 ks. 2
3 ks. 3
4 ks. 4
5 ks. 5
6 ks. 6
7 ks. 7
8 ks. 8
9 ks. 9
10 KS. 10
11 KS. 11
12 KS. 12
13 KERANJANG SAYUR 13
14 ks. 14
15 ks. 15
16 ks. 16
17 ks. 17
18 ks. 18
19 ks. 19
20 ks. 20
21 ks. 21
22 ks. 22
23 ks. 24
24 ks 25
25 KS. 26
26 ks. 27
27 ks 28
28 ks 29
29 ks 30
30 ks 31
31 ks 32
32 ks 34
33 Ks. 34
34 KS. 35
35 KS. 35 B
36 Ks. 36
37 KS. 37
38 KS. 38
39 KS. 39
40 KS. 40
41 KS. 41
42 KS 42
43 KS. 43
44 KS 44
45 KS. 45
46 KS. 46
47 KS. 47
48 KS. 48
49 KS. 49
50 KS. 50
51 KS. 51
52 KS. 52
53 ks 53
54 KS. 54
55 KS. 55
56 KS. 56
57 KS. 57
58 ks 58
59 KS. 59
60 ks 60
61 KS. 61
62 ks. 62
63 Ks. 63
64 KS. 64
65 ks. 65
66 Ks 66
67 Ks 66
68 KS 68
69 KS. 69
70 Ks. 70
71 ks. 71
72 KS 72
73 KS. 73
74 KS. 74
75 KS. 75
76 KS. 76
77 ks 77
78 Ks. 78
79 KS 79
80 KS. 80
81 Ks. 81
82 KS. 82
83 KS. 83
84 KS 84
85 KS. 85
86 ks. 86
87 KS. 87
88 KS. 88
89 ks. 89
90 KS. 90
91 ks. 91
92 KS. 92
93 KS. 93
94 ks. 94
95 KS. 95
96 KS. 96
97 ks 97
98 KS. 98
99 KS. 99
100 KS. 100
101 KS. 101
102 KS. 102
103 KS. 103
104 KS. 104
105 ks. 105
106 KS. 106
107 KS. 107
108 KS. 108
109 KS. 109
110 KS. 110
111 KS. 111
112 KS. 112
113 KS. 113
114 Ks. 114
115 KS 115 TAMAT
Episodes

Updated 115 Episodes

1
KS. 1
2
ks. 2
3
ks. 3
4
ks. 4
5
ks. 5
6
ks. 6
7
ks. 7
8
ks. 8
9
ks. 9
10
KS. 10
11
KS. 11
12
KS. 12
13
KERANJANG SAYUR 13
14
ks. 14
15
ks. 15
16
ks. 16
17
ks. 17
18
ks. 18
19
ks. 19
20
ks. 20
21
ks. 21
22
ks. 22
23
ks. 24
24
ks 25
25
KS. 26
26
ks. 27
27
ks 28
28
ks 29
29
ks 30
30
ks 31
31
ks 32
32
ks 34
33
Ks. 34
34
KS. 35
35
KS. 35 B
36
Ks. 36
37
KS. 37
38
KS. 38
39
KS. 39
40
KS. 40
41
KS. 41
42
KS 42
43
KS. 43
44
KS 44
45
KS. 45
46
KS. 46
47
KS. 47
48
KS. 48
49
KS. 49
50
KS. 50
51
KS. 51
52
KS. 52
53
ks 53
54
KS. 54
55
KS. 55
56
KS. 56
57
KS. 57
58
ks 58
59
KS. 59
60
ks 60
61
KS. 61
62
ks. 62
63
Ks. 63
64
KS. 64
65
ks. 65
66
Ks 66
67
Ks 66
68
KS 68
69
KS. 69
70
Ks. 70
71
ks. 71
72
KS 72
73
KS. 73
74
KS. 74
75
KS. 75
76
KS. 76
77
ks 77
78
Ks. 78
79
KS 79
80
KS. 80
81
Ks. 81
82
KS. 82
83
KS. 83
84
KS 84
85
KS. 85
86
ks. 86
87
KS. 87
88
KS. 88
89
ks. 89
90
KS. 90
91
ks. 91
92
KS. 92
93
KS. 93
94
ks. 94
95
KS. 95
96
KS. 96
97
ks 97
98
KS. 98
99
KS. 99
100
KS. 100
101
KS. 101
102
KS. 102
103
KS. 103
104
KS. 104
105
ks. 105
106
KS. 106
107
KS. 107
108
KS. 108
109
KS. 109
110
KS. 110
111
KS. 111
112
KS. 112
113
KS. 113
114
Ks. 114
115
KS 115 TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!