KS. 12

SELALU ADA

Setelah selesai berbelanja di toko mesin pertanian, Seno pun mengajak Fathan berkunjung ke toko rekomendasinya yang kemarin sudah diceritakan, untuk mengenalkannya kepada pemilik toko, agar sahabatnya mendapat harga yang miring dengan kualitas yang bagus. Mendengar ajakan sahabatnya Fathan pun setuju. hingga akhirnya mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan, sedangkan alat-alat yang sudah dibeli oleh Fathan, akan segera dikirimkan hari itu juga.

Tak lama di toko pertanian, Mereka hanya berbincang sebentar kemudian Fathan berjanji, ketika Hendak memulai pertaniannya, pasti dia akan datang kembali.

"Terima kasih banyak ya sen! semoga kebaikanmu dibalas oleh sang pencipta." Ujar Fathan sebelum mereka berpisah.

"Sama-sama! semoga usahamu sukses teman! karena masih banyak orang-orang yang harus kamu tolong." Jawab Seno sambil menepuk pundak sahabatnya.

"Ya sudah kalau seperti itu, Saya pulang dulu. nanti kalau sudah ada hasil dari pemeriksaan lab, Maaf merepotkan. tolong kabarin saya!"

"Pasti Tan! pasti!"

Akhirnya mereka pun bersalaman lalu berpelukan kembali. pelukan untuk perpisahan sementara waktu. setelah selesai membantu Fathan, Seno pun berpamitan untuk berangkat ke kantornya diantar oleh tatapan Fathan. yang terlihat tatapan itu mengembun dengan cairan kebahagiaan. karena walaupun orang lain menolak, ternyata ada orang yang mendukung.

Setelah mengusap cairan bening yang hendak tumpah dari kelopak matanya. Fathan pun mengambil telepon untuk menghubungi pandi.

"Halo Sudah sampai di mana?"

"Saya baru berangkat, Pak! mungkin 2 sampai 3 jam, baru sampai."

"Baik kalau seperti itu, hati-hati di jalan."

Setelah memutus telepon, Fathan mengambil helm yang di taruh di stang motornya. Kemudian dia meninggalkan toko pertanian untuk pulang ke kampungnya. di tengah jalan terlihat ada dua mobil truk beriringan, yang membawa alat-alat pertanian. Fathan memberikan klakson agar mobil itu mengikutinya. Dibales dengan klakson dari mobil truk itu.

Sejam berlalu. mereka tiba di perempatan Di mana para warga Kampung sukadarma biasa menjemput keluarganya. ketika ada yang pulang mudik dari kota, Fathan memberi kode untuk berhenti sebentar, kemudian Pandi pun menghampiri.

"Mobil kira-kira bisa masuk nggak Pan" tanya Fathan yang merasa khawatir dengan kondisi jalan yang menuju ke kampungnya, jalan aspal yang sebagian besar sudah terkelupas.

"Kayaknya bisa, kalau di jalan sampai lokasi semuanya seperti ini." Jelas Pandi sambil menatap arah jalan.

"Serius?"

"Insya Allah pak! nanti juga kalau nggak bisa pasti Mobilnya mogok." jawab Pandi sambil tersenyum, kemudian dia masuk kembali ke dalam mobil truk yang membawa peralatan.

Dengan perlahan Mereka pun mulai kembali melanjutkan perjalanan. melewati jalan aspal yang berlubang. Bahkan mereka sesekali berhenti, ketika ada kendaraan yang berlawanan arah. jalan yang begitu sempit serta muatan yang lumayan berat. tidak memungkinkan untuk berpapasan, mau tidak mau mobil itu harus berhenti untuk mengantri melewati jalan. selain untuk menjaga keseimbangan mobil agar tidak terpeleset atau masuk ke dalam parit.

Dengan perjuangan yang begitu berat, jarak dari Prapatan ke kampung sukadarma bisa ditempuh Dalam waktu 5 sampai 10 menit. mobil itu baru sampai di depan gang rumah Fathan membutuhkan waktu 45 menit.

Setelah sampai di depan gang, Fathan berjalan menuju rumah bibinya, ibunya Idan.

"Kapan kamu pulang?" tanya bibinya yang baru mengetahui kedatangan Fathan.

"Kemarin Bi! Emang Bibi ke mana aja Kok baru tahu saya pulang?"

"Ada di rumah! Tapi nggak ada kabar kepulangan kamu. Terus di mobil itu apa?"

"Peralatan pertanian Fathan, boleh nggak untuk sementara waktu, saya gunakan halaman rumah bibi untuk menyimpan alat-alat itu. soalnya saya belum memiliki tempat untuk menyimpannya."

"Boleh, simpan-simpan aja! Ngapain harus minta izin segala, kayak sama siapa aja!" jawab Bibi Fathan sambil keluar dari rumahnya. dia merasa penasaran dengan apa yang dibawa oleh keponakannya itu. Bahkan bukan hanya Sari, orang-orang yang melewati mobil truk pengangkut alat pertanian. mereka saling memberitahu bahwa ada alat aneh yang tiba di kampung mereka.

Setelah mendapat izin Patan pun kembali menghampiri Fandi, untuk memberitahu Di mana mereka harus menyimpan alat-alatnya.

"Di situ Pak?" Tanya Pandi setelah mendapat penjelasan dari Fathan.

"Iya! Saya sudah izin sama pemilik rumah."

Setelah mendapat penjelasan pandi pun membuka pintu truk, lalu dia naik ke atas. kemudian dia menurunkan alat-alat untuk menurunkan mesin. Setelah semua alat terpasang, Dia mulai naik ke mesin pemanen padi, lalu menurunkan mesin itu dengan sangat hati-hati. setelah aman mendarat di tanah, dia memarkirkan mesin pemanen padi itu di halaman rumah bibinya Fathan.

Setelah mesin pemanen padi terparkir dengan sempurna, Pandi pun kembali menurunkan alat-alat yang lainnya, namun ketika menurunkan alat terakhir fathan pun menghentikannya.

"Ini punya siapa Pak? perasaan saya tidak membeli ini."

"Culvator ini diberikan oleh Pak Seno, Bapak tidak harus membayar untuk ini. menurut keterangan beliau ini adalah bonus karena bapak sudah berbelanja banyak di tokonya."

"Ya Allah baik banget, terima kasih banyak Pan! dan tolong sampaikan terima kasih saya ke Pak Seno."

"Baik Pak!" ujar Pandi sambil memarkirkan culvator di halaman rumah Sari. Sehingga halaman rumah itu penuh dengan peralatan milik Pathan. mulai dari mesin pemanen padi, mesin traktor, mesin pemotong rumput, culvator dan beberapa mesin-mesin lainnya.

Setelah selesai menurunkan semua barang belanjaan Fathan, Pandi pun berpamitan. tak lupa Fathan memberikan sedikit uang untuk membeli rok0k di Jalan. Pandipun sangat berterima kasih atas kebaikan Fathan. Setelah semuanya dirasa selesai, Pandi pun kembali berpamitan mewakili rekan rekan kerjanya yang mengantar alat-alat pertanian.

"Dasar anak bod0h! Buat apa kamu membawa alat-alat beginian. Dapat uang dari mana kamu? Apa jangan-jangan kamu bukan resign, tapi kamu dipecat karena sudah korupsi mengambil uang perusahaan." Seloroh Farhan setelah kepergian mobil pengantar barang.

"Ini bukan hasil uang korupsi Pak! ini adalah sebagian uang pesangon yang saya Dapat. dan saya tidak membeli ini dengan uang, tapi dengan cara kredit."

"Apa kamu bilang, kredit? Jangan-jangan kamu gadaikan surat tanah saya!" bentak Farhan.

"Nggak! saya gak menggadaikan surat tanah Bapak. Lagian saya juga nggak tahu bapak menyimpan surat tanah itu di mana."

Orang-orang yang berada di situ hanya menonton pertunjukan antara anak dan bapak, tanpa ikut campur. Karena itu adalah masalah internal keluarga mereka.

"Bod0h! kamu emang benar-benar bod0h! buat apa membeli alat-alat yang tak berguna ini. apalagi harus kredit, Mau bayar pakai apa? sedangkan kamu saja tidak bisa menghasilkan uang."

Merasa tidak ada gunanya berdebat dengan orang tua, Fathanpun mengambil kunci-kunci mesin alat pertanian, kemudian dia bergegas menuju ke arah rumah untuk membersihkan badannya terlebih dahulu.

Selesai mandi, seperti biasa dia pergi ke masjid untuk melakukan ibadah sesuai agama yang ia anut. Setelah melaksanakan salat, dia pun kembali mengecek mesin-mesin yang terparkir rapih di rumah bibinya.

"Kamu sudah makan Tan?" tanya Sari yang menghampiri.

Fathan hanya tersenyum mendengar pertanyaan bibinya, karena dia memang belum makan, tadi pagi hanya sarapan roti di rumah Seno.

"Sudah! ayo makan dulu di rumah bibi. Saya tahu kok kamu tidak dikasih makan sama orang tua kamu." ajak Sari sambil menarik tangan Fathan masuk ke dalam rumahnya.

"Jangan Bi! Nanti saya beli."

"Sudah kamu jangan banyak nolak, Mumpung ada paman kamu yang lagi makan., Biar kamu nggak malu."

Fathan tak henti-hentinya bersyukur, karena ketika ada orang yang menolak, maka ada orang lain yang menerima. ketika ada orang yang jahat maka ada orang lain yang baik. akhirnya dengan haru dia pun ikut makan siang di rumah bibinya. Menemani Kamal suami Sari yang baru pulang dari ladang.

"

Di depan itu alat-alat apa Tan?" tanya Kamal di sela-sela kunyahannya.

"Itu alat pemanen padi, dan alat-alat pertanian yang lainnya."

"Guna nggak?" tanya Kamal seolah meragukan fungsi dari mesin itu.

"Kenapa? pasti berfungsi lah Mang, kan mereka yang membuat mesin bukan orang yang seperti kita." jawab Fathan sambil tersenyum

"Nggak! bukan begitu maksudnya, kalau guna Kita coba di sawah Mamang, kebetulan kan padi yang ada di sawah Mamang sudah siap panen."

"Boleh tuh, kapan?" tanya Fathan antusias karena dia mempunyai tempat untuk uji kegunaan.

"Sekarang aja! Mamang penasaran dengan alat seperti itu!"

"Wah! terima kasih banyak Mang atas kesempatannya dan kepercayaan untuk menguji mesin saya." Ujar Fathan terlihat raut wajahnya menunjukkan kebahagiaan.

"Jangan sekarang! habiskan makannya dulu." ujar Sari menengahi obrolan mereka.

"Iyalah Bu, nanti! Lagian Siapa juga yang mau berangkat sekarang." Dengus Kamal sambil mendelik sama istrinya.

Melihat perdebatan mereka, Fathan yang sudah tahu mereka sering berdebat seperti itu, dia  hanya tersenyum sambil kembali meneruskan menyuap nasi ke mulutnya. selesai makan siang, keponakan dan Paman sudah siap-siap untuk berangkat pergi ke sawah.

"Mau ke mana Kak?" Tanya Sarah yang melihat kakaknya menaiki mesin pemanen padi.

"Ayo naik! kita kan belum pernah jalan-jalan pakai mobil."

"Halah mobil apaan!" Dengus Sarah sambil mencebi.

"Dibilangin ngeyel! ini mobil loh! Lihat aja bannya ada 4. Ayo naik!" ujar Fathan sambil menarik tangan adiknya, untuk naik ke atas mesin pemanen padi. setelah adiknya berdiri dengan aman, dia pun mulai menyalakan mesin panen padi.

"Boleh ikut?" tanya kamal.

"Boleh kalau sendirian, Tapi kalau banyakan. kayaknya nggak bisa karena ini bukan mobil Mang!" Jawab Fathan yang merasa takut ketika dia mengiyakan nanti orang-orang yang menonton ingin ikut juga.

Episodes
1 KS. 1
2 ks. 2
3 ks. 3
4 ks. 4
5 ks. 5
6 ks. 6
7 ks. 7
8 ks. 8
9 ks. 9
10 KS. 10
11 KS. 11
12 KS. 12
13 KERANJANG SAYUR 13
14 ks. 14
15 ks. 15
16 ks. 16
17 ks. 17
18 ks. 18
19 ks. 19
20 ks. 20
21 ks. 21
22 ks. 22
23 ks. 24
24 ks 25
25 KS. 26
26 ks. 27
27 ks 28
28 ks 29
29 ks 30
30 ks 31
31 ks 32
32 ks 34
33 Ks. 34
34 KS. 35
35 KS. 35 B
36 Ks. 36
37 KS. 37
38 KS. 38
39 KS. 39
40 KS. 40
41 KS. 41
42 KS 42
43 KS. 43
44 KS 44
45 KS. 45
46 KS. 46
47 KS. 47
48 KS. 48
49 KS. 49
50 KS. 50
51 KS. 51
52 KS. 52
53 ks 53
54 KS. 54
55 KS. 55
56 KS. 56
57 KS. 57
58 ks 58
59 KS. 59
60 ks 60
61 KS. 61
62 ks. 62
63 Ks. 63
64 KS. 64
65 ks. 65
66 Ks 66
67 Ks 66
68 KS 68
69 KS. 69
70 Ks. 70
71 ks. 71
72 KS 72
73 KS. 73
74 KS. 74
75 KS. 75
76 KS. 76
77 ks 77
78 Ks. 78
79 KS 79
80 KS. 80
81 Ks. 81
82 KS. 82
83 KS. 83
84 KS 84
85 KS. 85
86 ks. 86
87 KS. 87
88 KS. 88
89 ks. 89
90 KS. 90
91 ks. 91
92 KS. 92
93 KS. 93
94 ks. 94
95 KS. 95
96 KS. 96
97 ks 97
98 KS. 98
99 KS. 99
100 KS. 100
101 KS. 101
102 KS. 102
103 KS. 103
104 KS. 104
105 ks. 105
106 KS. 106
107 KS. 107
108 KS. 108
109 KS. 109
110 KS. 110
111 KS. 111
112 KS. 112
113 KS. 113
114 Ks. 114
115 KS 115 TAMAT
Episodes

Updated 115 Episodes

1
KS. 1
2
ks. 2
3
ks. 3
4
ks. 4
5
ks. 5
6
ks. 6
7
ks. 7
8
ks. 8
9
ks. 9
10
KS. 10
11
KS. 11
12
KS. 12
13
KERANJANG SAYUR 13
14
ks. 14
15
ks. 15
16
ks. 16
17
ks. 17
18
ks. 18
19
ks. 19
20
ks. 20
21
ks. 21
22
ks. 22
23
ks. 24
24
ks 25
25
KS. 26
26
ks. 27
27
ks 28
28
ks 29
29
ks 30
30
ks 31
31
ks 32
32
ks 34
33
Ks. 34
34
KS. 35
35
KS. 35 B
36
Ks. 36
37
KS. 37
38
KS. 38
39
KS. 39
40
KS. 40
41
KS. 41
42
KS 42
43
KS. 43
44
KS 44
45
KS. 45
46
KS. 46
47
KS. 47
48
KS. 48
49
KS. 49
50
KS. 50
51
KS. 51
52
KS. 52
53
ks 53
54
KS. 54
55
KS. 55
56
KS. 56
57
KS. 57
58
ks 58
59
KS. 59
60
ks 60
61
KS. 61
62
ks. 62
63
Ks. 63
64
KS. 64
65
ks. 65
66
Ks 66
67
Ks 66
68
KS 68
69
KS. 69
70
Ks. 70
71
ks. 71
72
KS 72
73
KS. 73
74
KS. 74
75
KS. 75
76
KS. 76
77
ks 77
78
Ks. 78
79
KS 79
80
KS. 80
81
Ks. 81
82
KS. 82
83
KS. 83
84
KS 84
85
KS. 85
86
ks. 86
87
KS. 87
88
KS. 88
89
ks. 89
90
KS. 90
91
ks. 91
92
KS. 92
93
KS. 93
94
ks. 94
95
KS. 95
96
KS. 96
97
ks 97
98
KS. 98
99
KS. 99
100
KS. 100
101
KS. 101
102
KS. 102
103
KS. 103
104
KS. 104
105
ks. 105
106
KS. 106
107
KS. 107
108
KS. 108
109
KS. 109
110
KS. 110
111
KS. 111
112
KS. 112
113
KS. 113
114
Ks. 114
115
KS 115 TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!