ks. 7

Jabatan baru

"Kamu Beneran, nggak mau ikut pulang?" tanya Fathan ketika dia hendak berangkat kerja.

"Nggak, aku di rumah aja! masa, istri harus kerja." jawab Kirana yang terlihat manja.

"Ya sudah, kalau nggak mau ikut pulang, Kamu hati-hati di rumah!" ujar Fathan sambil melepaskan kunci apartemen, lalu memberikannya kepada Kirana. agar ketika Gadis itu mau pulang, dia tidak harus repot-repot mengantarkan kunci ke kantornya.

Pukul 10.00, setelah Kirana merapikan apartemen milik Fathan mulai dari menyapu, mengepel dan mencuci pakaian. dia pun merasa bosan, akhirnya gadis cantik itu memutuskan untuk kembali ke rumahnya terlebih dahulu. ingin mengganti bajunya walaupun sudah mandi, tapi kalau tidak mengganti baju rasanya tetap tidak nyaman.

Pukul 11.00, Kirana pun sudah pergi lagi dari rumahnya, untuk menuju ke kantor milik ayahnya. dia tidak Patah Arang, ketika melakukan pengejaran cinta, dia terus berusaha meyakinkan Fathan, bahwa dialah perempuan terbaik yang harus dimilikinya.

Rekan kerja Fathan yang sedang sama-sama menangani proyek pembuatan rumah sakit, mereka sangat senang Dengan hadirnya Kirana di tengah-tengah mereka. karena para karyawan itu tidak harus repot-repot memikirkan makan siang mereka, karena Kirana akan menyiapkan itu semua.

Namun orang yang diperhatikan oleh Kirana. dia tetap Acuh, Teguh dengan pendiriannya. sama sekali Dia tidak melirik perjuangan Kirana yang terus berjuang untuk mendapatkan perhatiannya.

Hari-hari berikutnya, Fathan disibukan dengan pekerjaan yang ditugaskan oleh Wira karna. mulai dari melakukan riset ke lapangan, menentukan bahan bangunan terbaik yang ramah bagi lingkungan, menyiapkan rancangan desain dan melakukan pekerjaan pekerjaan lainnya. yang berhubungan dengan proyek yang sedang ia tangani. ditemani oleh Kirana yang selalu hadir di setiap apapun yang Fathan kerjakan.

Dua minggu berlalu, akhirnya Fathan pun berkesempatan untuk menyampaikan gagasan di hadapan kliennya. mendapat penjelasan Fathan yang begitu menguasai pekerjaannya, membuat klien itu sangat puas dengan apa yang ia kerjakan. sehingga mereka tidak ragu untuk menyerahkan proyek pembangunan rumah sakit itu, kepada perusahaan milik Ayah Kirana.

Para karyawan merasa bangga dengan apa yang dikerjakan oleh rekan kerjanya. semua karyawan memberikan selamat tanpa terkecuali, sampai-sampai Pak Wira Karna memanggil Fathan keruangannya.

"Bapak memanggil saya?" tanya Fathan setelah berada di ruangan Manager kantor, sekaligus presiden perusahaan.

"Iya! silakan duduk!" seru Wira mempersilahkan.

"Maaf ada apa ya, Kok saya dipanggil ke sini, apa saya melakukan kesalahan?" tanya Fathan sambil menatap ke arah Wira.

"Nggak, Pak Fathan tidak melakukan kesalahan. namun maksud saya memanggil Pak Fathan ke sini, ada hal penting yang saya ingin sampaikan."

"Apa itu Pak?"

"Melihat hasil kinerja bapak yang sangat memuaskan Klien. saya bertujuan untuk menaikkan jabatan bapak menjadi direktur perusahaan cabang yang ada di Surabaya. Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Fathan, perusahaan itu akan berkembang dengan pesat. Apa bapak mau menerima kenaikan itu?" ujar Wira dengan penuh Wibawa.

Mendengar penuturan manajer perusahaannya, membuat raut wajah Fathan terlihat sangat bahagia, karena itu adalah jabatan tertinggi yang akan ia duduki.

"Baik Pak! saya siap." jawab Fathan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang menghampiri.

"Sudah! kalau Pak Fathan siap, nanti saya akan siapkan jadwal keberangkatan ke Surabaya!"

"Terima kasih banyak Pak, atas semua kepercayaan yang Bapak berikan, Semoga saya tidak mengecewakan bapak."

"Saya yakin, pak Fathan tidak akan mengecewakan siapapun, Saya sudah melihat hasil kinerja Pak Fathan yang begitu sangat luar biasa. kalau begitu silakan kembali melanjutkan pekerjaan." Ungkap Wira sambil berdiri kemudian mengulurkan tangan, untuk memberikan selamat kepada karyawannya.

Fathan pun mengangguk, kemudian dia mengikuti perintah manajer perusahaannya. dia kembali ke ruangan kerja untuk memberitahu semua rekan kerjanya, tentang berita bahagia dan membanggakan yang baru saja ia dapat.

Semua karyawan pun merasa senang, karena Fathan selain karyawan teladan, dia juga sangat respect terhadap semua temannya.

"Wah kalau jadi direktur, gajinya bisa 100 jutaan tuh, pak!" ujar Andi yang ikut merasa bahagia.

"Nggak, 125 juta sama bonus." jawab Fathan membenarkan, namun dia tetap tersenyum tanpa sedikitpun menunjukkan kesombongan. Dia membalas ucapan rekan kerjanya dengan bercanda.

"Wah kayaknya, kita akan pesta nih?"

"Siap! nanti kita akan makan-makan di restoran kaki lima."

"Yang mewahan dikit kali pak! 125 juta buat traktir makan, kayaknya nggak kerasa."

"Hahaha, kalian tentukan restoran Mana yang mau dijadikan tempat syukuran, tapi nanti ya setelah saya sudah mendapat jadwal keberangkatan. bisa rugi dong kalau saya udah nraktir kalian makan-makan, tapi saya gak jadi berangkat." jawab Fathan dengan senyum menghias bibirnya.

Akhirnya ruangan itupun riuh kembali dengan suara tawa bahagia, karena sahabat sekaligus rekan kerja mereka ada yang naik jabatan. namun itu tidak lama, para karyawan pun kembali ke pekerjaannya masing masing.

Malam hari ketika Fathan berada di apartemen, dia pun memecat tombol Panggil untuk menghubungi Sarah adiknya yang tinggal di kampung.

"Ada apa, Kak?" tanya Sarah.

"Bapak ada, nggak! kakak mau bicara sebentar."

"Pak! bapak! Kak Fathan nelepon nih." terdengar suara Sarah yang memanggil orang tuanya.

"Halo nak! Ada apa, Kok tumben-tumbenan malam-malam seperti ini telepon?" tanya Farhan setelah menempelkan telepon yang diberikan oleh Sarah ketelinganya.

"Nggak ada apa-apa, Pak Fathan cuma mau ngasih tahu, kalau Fathan akan kerja di luar kota."

"Kenapa, kamu melakukan kesalahan, sampai-sampai kamu harus dimutasi seperti itu?" tanya Farhan yang merasa khawatir dengan anaknya.

"Nggak Pak! saya dipindahkan ke luar kota, karena pemimpin perusahaan menunjuk saya sebagai direktur di perusahaan cabangnya."

"Serius kamu tidak sedang bercanda kan?"

"Alhamdulillah iya pak!"

"Wah hebat anak bapak, Bapak bangga memiliki anak sepintar kamu." puji Farhan yang merasa bangga dengan apa yang dicapai oleh anaknya.

"Alhamdulillah, mungkin ini adalah hasil dari Bapak dan semua keluarga, yang tak henti-hentinya mendoakan saya sehingga Fathan bisa Berada di posisi itu."

"Kalau direktur gajinya berapa, Tan?" tanya Farhan di sela-sela Obrolan.

"Menurut keterangan yang saya dapat, 125 juta Pak! namun saya nggak tahu jelasnya seperti apa."

"Per bulan apa per tahun."

"perbulan Pak! menurut keterangan Pak Wira, itu belum termasuk bonus Ketika saya mendapat proyek-proyek yang sangat besar."

"Waduh, itu uang kan, Bukan kertas HVS."

"Insya Allah Uang, Pak!"

"Alhamdulillah kalau itu benar, kamu bisa menjadi tulang punggung keluarga. kita tidak akan kesusahan lagi dalam masalah finansial.

"Insya Allah pak!"

Akhirnya obrolan Mereka pun terputus, setelah saling menanyakan keadaan kabar mereka. Farhan yang merasa bahagia dan bangga sama anaknya, dia berlari menuju arah dapur untuk memberitahu istrinya tentang apa yang baru saja ia dengar.

Setelah mendengar penuturan Farhan, Sri juga ikut bahagia. sehingga keluarga kecil itu bersuka cita menyambut jabatan baru anaknya. sampai-sampai orang-orang yang mendengar keriuhan dari rumah keluarga itu pada datang menghampiri.

"Ada apa Pak! kok malam-malam begini menangis berjamaah." tanya salah Seorang warga yang baru menghampiri.

"Anak saya! Anak saya! sekarang jabatannya sudah naik, Sekarang dia jadi direktur perusahaan di Surabaya." Jelas Farhan sambil menyusut cairan kebahagiaan yang mengalir di pipinya.

Mendengar anak dari tetangganya sukses. para warga pun ikut bahagia, sehingga mereka memberikan Selamat atas apa yang dicapai oleh anaknya.

Sedangkan yang dibicarakan, Setelah telepon itu terputus dia menarik napas pelan, sambil menatap gemerlap Kota Jakarta. entah apa yang sedang ia pikirkan, sehingga terlihat dia beberapa kali melakukan hal itu, seperti sedang menimbang keputusan terbaik dalam hidupnya.

Merasa tidak mendapat jawaban dari segala kerisauannya, dia pun memutuskan untuk memanggil salah satu nomor yang ada di kontaknya.

"Halo ada apa sayang! tumben-tumbenan kamu menelepon duluan?" tanya Kirana di ujung telepon.

"Nggak apa-apa, aku cuma mau ngobrol aja!" ujar Fathan

"Mau ngobrol apa? Oh iya selamat ya atas jabatan baru kamu."

"Terima kasih! aku mau main ke rumah untuk menemui kedua orang tuamu. kira-kira kapan aku bisa menemui mereka." ujar Fathan menyampaikan kerisauan hatinya.

"Penting?"

"Sangat!"

"Wah! mendengarnya saja aku sudah senang. Sebentar aku tanya sama mereka terlebih dahulu." ujar Kirana sambil bangkit dari tempat tidurnya, kemudian dia berlari menuju ke arah bawah, untuk menemui orang tuanya yang sedang menonton televisi sambil mengobrol ringan.

"Pak! Bu! Fathan mau datang ke rumah, kira-kira Kapan kalian ada waktu?"

Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba seperti itu membuat kedua orang tua Kirana saling menatap, merasa heran dengan sikap Fathan yang tiba-tiba.

"Mau apa?"

"Katanya ada hal penting yang mau dibicarakan dengan bapak Dan ibu."

Mereka pun kembali saling menatap, untuk mengambil keputusan. "Ya sudah, bilang sama Fathan, besok pagi-pagi sebelum berangkat ke kantor, dia boleh datang ke rumah."

Episodes
1 KS. 1
2 ks. 2
3 ks. 3
4 ks. 4
5 ks. 5
6 ks. 6
7 ks. 7
8 ks. 8
9 ks. 9
10 KS. 10
11 KS. 11
12 KS. 12
13 KERANJANG SAYUR 13
14 ks. 14
15 ks. 15
16 ks. 16
17 ks. 17
18 ks. 18
19 ks. 19
20 ks. 20
21 ks. 21
22 ks. 22
23 ks. 24
24 ks 25
25 KS. 26
26 ks. 27
27 ks 28
28 ks 29
29 ks 30
30 ks 31
31 ks 32
32 ks 34
33 Ks. 34
34 KS. 35
35 KS. 35 B
36 Ks. 36
37 KS. 37
38 KS. 38
39 KS. 39
40 KS. 40
41 KS. 41
42 KS 42
43 KS. 43
44 KS 44
45 KS. 45
46 KS. 46
47 KS. 47
48 KS. 48
49 KS. 49
50 KS. 50
51 KS. 51
52 KS. 52
53 ks 53
54 KS. 54
55 KS. 55
56 KS. 56
57 KS. 57
58 ks 58
59 KS. 59
60 ks 60
61 KS. 61
62 ks. 62
63 Ks. 63
64 KS. 64
65 ks. 65
66 Ks 66
67 Ks 66
68 KS 68
69 KS. 69
70 Ks. 70
71 ks. 71
72 KS 72
73 KS. 73
74 KS. 74
75 KS. 75
76 KS. 76
77 ks 77
78 Ks. 78
79 KS 79
80 KS. 80
81 Ks. 81
82 KS. 82
83 KS. 83
84 KS 84
85 KS. 85
86 ks. 86
87 KS. 87
88 KS. 88
89 ks. 89
90 KS. 90
91 ks. 91
92 KS. 92
93 KS. 93
94 ks. 94
95 KS. 95
96 KS. 96
97 ks 97
98 KS. 98
99 KS. 99
100 KS. 100
101 KS. 101
102 KS. 102
103 KS. 103
104 KS. 104
105 ks. 105
106 KS. 106
107 KS. 107
108 KS. 108
109 KS. 109
110 KS. 110
111 KS. 111
112 KS. 112
113 KS. 113
114 Ks. 114
115 KS 115 TAMAT
Episodes

Updated 115 Episodes

1
KS. 1
2
ks. 2
3
ks. 3
4
ks. 4
5
ks. 5
6
ks. 6
7
ks. 7
8
ks. 8
9
ks. 9
10
KS. 10
11
KS. 11
12
KS. 12
13
KERANJANG SAYUR 13
14
ks. 14
15
ks. 15
16
ks. 16
17
ks. 17
18
ks. 18
19
ks. 19
20
ks. 20
21
ks. 21
22
ks. 22
23
ks. 24
24
ks 25
25
KS. 26
26
ks. 27
27
ks 28
28
ks 29
29
ks 30
30
ks 31
31
ks 32
32
ks 34
33
Ks. 34
34
KS. 35
35
KS. 35 B
36
Ks. 36
37
KS. 37
38
KS. 38
39
KS. 39
40
KS. 40
41
KS. 41
42
KS 42
43
KS. 43
44
KS 44
45
KS. 45
46
KS. 46
47
KS. 47
48
KS. 48
49
KS. 49
50
KS. 50
51
KS. 51
52
KS. 52
53
ks 53
54
KS. 54
55
KS. 55
56
KS. 56
57
KS. 57
58
ks 58
59
KS. 59
60
ks 60
61
KS. 61
62
ks. 62
63
Ks. 63
64
KS. 64
65
ks. 65
66
Ks 66
67
Ks 66
68
KS 68
69
KS. 69
70
Ks. 70
71
ks. 71
72
KS 72
73
KS. 73
74
KS. 74
75
KS. 75
76
KS. 76
77
ks 77
78
Ks. 78
79
KS 79
80
KS. 80
81
Ks. 81
82
KS. 82
83
KS. 83
84
KS 84
85
KS. 85
86
ks. 86
87
KS. 87
88
KS. 88
89
ks. 89
90
KS. 90
91
ks. 91
92
KS. 92
93
KS. 93
94
ks. 94
95
KS. 95
96
KS. 96
97
ks 97
98
KS. 98
99
KS. 99
100
KS. 100
101
KS. 101
102
KS. 102
103
KS. 103
104
KS. 104
105
ks. 105
106
KS. 106
107
KS. 107
108
KS. 108
109
KS. 109
110
KS. 110
111
KS. 111
112
KS. 112
113
KS. 113
114
Ks. 114
115
KS 115 TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!