13. BAB 13 - DIKEPUNG TIGA COWOK

Dalam diskusi yang selesai dilakukan, Nara yang sebagai waketos masih tidak tahu siapa dan nama OSIS lainnya karena saat panggilan zoom, mereka tidak menunjukkan wajah dan hanya suara saja. Satu - satu dari mereka punya suara yang unik dan karakter yang berbeda. Serta masing - masing punya tugas rahasia.

"Daffa, aku merasa kalau osis lainnya kayak agen rahasia yang memata - matai siswa, hehe…"

Mendengar Nara, Daffa juga sama berpikir begitu. "Tapi karena ini, mereka aman dari pembullyan dan ancaman dari blackzak," ucap Daffa merapikan barang - barangnya.

"Blackzak? Apa itu?" tanya Nara baru tahu.

Daffa pun duduk bersila di depan Nara. Inilah waktu menjelaskan ke Nara soal tiga organisasi besar di sekolahnya. Termasuk blackzak yang tidak pernah bocor ke luar sekolah karena mereka takut membicarakannya.

"Blackzak adalah organisasi gelap, terdiri dari 12 geng rasi bintang dan beranggota 500 preman sekolah dari kelas satu sampai tiga."

Baru segitu saja, bulu kuduk Nara sudah merinding.

"Terus kenapa tidak dibubarkan saja?"

"Karena diketuai oleh cucu salah satu tiga pendiri sekolah ini," ucap Daffa seperti kata Garce soal Ezra yang juga anak pendiri sekolahnya.

"Siapa nama ketuanya?" tanya Nara.

"Vano Bastian, dia kelas tiga dan jarang masuk sekolah, bahkan tidak pernah pulang ke rumahnya tahun lalu sampai sekarang," jelas Daffa.

"Apa dia brokenhome?" tebak Nara.

"Bisa dibilang ya, bisa juga dibilang tidak," tutur Daffa ingin memperlihatkan wajah Vano tapi tidak punya gambarnya.

"Terus apa lagi?" Nara ingin tahu semua.

"Okeh, kedua itu Ozara Wz adalah organisasi pembela siswa." Tunjuk Daffa ke lencana Ozara yang ada di ponselnya.

"Organisasi pembela? Maksudnya?" tanya Nara baru dengar. Itulah bedanya ELIPSEAN II.

"Ya, Ozara itu sebaliknya dari blackzak, anggotanya adalah siswa yang mampu mengurus keluhan dan masalah yang dibuat oleh blackzak. Walau begitu anggotanya masih tegap diganggu juga oleh mereka, tapi tenang saja karena ada ketua yang selalu maju di garis depan," jelas Daffa begitu menikmati karena seperti sedang mengajari muridnya.

"Terus siapa nama ketua Ozara?"

"Ezra, dia ketua utama dari 12 geng rasi bintang di Ozara dan juga dia yang menjadi tiang kokoh bagi sekolah ini," jawab Daffa menunjuk foto Ezra di ponselnya. 

"Pantas saja di hari pertama dia bebas menghajar pencuri di sekolah, ternyata ketua Ozara dan anak pendiri," 

"Ya, itu dia," ucap Daffa menahan tawa melihat reaksi Nara yang lucu.

"Tapi kenapa Ezra tidak pakai lencana?" 

"Ah karena dia tidak mau terlihat mencolok di sekolah," jawab Daffa ke Nara.

"Kalau begitu, osis seperti kita apa gunanya?" tanya Nara merasa tidak berguna masuk osis.

"Kenapa tanya begitu?"

"Habisnya, osis kita seperti dihimpit di tengah - tengah oleh dua organisasi yang bermusuhan," jelas Nara seperti anak kecil bicara.

"Hahaha… justru kita berada di tengah bukan untuk dihimpit tapi menetralisikan dua pihak ini supaya sekolah tidak hancur."

"Oh aku tahu, ini seperti jadi polisi yang sedang melerai preman pasar dan preman tertib," ucap Nara membuat Daffa tertawa geli.

"Hahaha… ada - ada saja kamu, Nara." Saking gemesnya, Daffa mengacak - acak rambut Nara.

"Hehehe… terima kasih sudah jelaskan, Daffa." Nara diam - diam tersipu malu - malu merasakan tingkah Daffa yang lembut kepadanya. Namun sedetik berlalu mereka mulai canggung.

"Aku ke atas dulu mau lihat baby Alan." Nara menuju ke tangga, sedangkan Daffa ke toilet untuk membasuh mukanya yang kusut. 'Huft, Nara itu kasihan sekali, sudah yatim piatu dan sekarang diberi jabatan sulit ini. Tapi kalau saja musibahnya tidak terjadi, mungkin saja aku bisa satu kelas dengannya.' Daffa mulai memikirkan terus adik kelas cantiknya itu.

Cklk!

Nara membuka pintu di depannya, tetapi tidak ada baby Alan atau Mahendra.

"Eh aku pikir kamar ini punya Pak Mahendra tapi sepertinya kamar Daffa. Isinya rapih banget, sepertinya Daffa anak yang disiplin juga." Nara kagum dengan pribadi Daffa, ia pun pindah ke kamar sebelahnya. Setelah pintu terbuka, rasa kagum Nara hilang melihat isi kamar yang berantakannya luar biasa parah.

"Tidak perlu dipikir - pikir lagi, kamar ini milik Ezra. Ckckck…. dia itu numpang di rumah orang, tapi tidak bisa jaga kebersihan. Sepertinya aku tahu kenapa Daffa menawarkanku pekerjaan, karena yang mau dibereskan adalah kamar Ezra. Huft, dia itu sangat mengecewakan. Ganteng - ganteng tapi jorok." Karena hari ini adalah hari pertama kerjanya, Nara pun masuk sebentar, memungut pakaian Ezra yang berceceran di mana - mana, seperti kamar yang habis diterjang tsunami.

Wangi kamar Ezra juga sangat tidak enak, bau yang bisa membuatnya mabuk. Jadi Nara menjepit hidungnya sesekali supaya tidak pingsan dan terperdaya.

"Yosh, sekarang rapih semua." Nara berkacak pinggang di dekat pintu dan lega melihat kamar Ezra kinclong dan bersih. Untung saja ia pintar beres - beres rumah. Tiba - tiba Mahendra sudah ada di dekatnya.

"Apa yang kamu lakukan di sini, Nara?"

"Eh Pak Mahendra, maaf saya cuma sedikit beres - beres," ucap Nara menatap ke lantai. Takut dengan tatapan dinginnya. Mahendra menghembus nafas kasar kemudian menunjuk keluar. "Itu kamar saya, kamu ke sana kalau mau lihat adikmu dan jangan suka sembarangan masuk kamar orang." Tegas Mahendra.

"Baik, maaf Pak!" Nara berlari pergi ke kamar Mahendra, sedangkan pria dewasa itu melihat kamar Ezra sebentar kemudian menutupnya lalu turun ke bawah, membiarkan Nara di kamarnya. "Syukurlah, Pak Mahendra tidak main tuduh aku mau mencuri dan sepertinya dia juga suka anak - anak." Senyum Nara ke baby Alan yang dikelilingi mainan dan melihat ke luar jendela sudah mulai malam.

"Aku harus pulang nih sekarang." Nara mengambil baby Alan di ranjang lalu membawanya ke bawah. Sampai di bawah, Nara diam tertegun melihat Daffa dan Mahendra di dapur berdua sedang mau memasak dan juga berdebat. Bagai adik kakak yang sedang memperebutkan mainan. Tidak seperti murid dan guru lagi.

"Sudah kubilang, malam ini aku yang masak!" Mahendra menunjuk Daffa pakai teflon.

"Kemarin kan sudah, sekarang aku saja yang masak!" Protes Daffa pakai wajang di kepalanya.

"Masakmu kurang enak! Tidak cocok dilidah!" Mahendra menolak.

"Lidah - lidah kamu, bukan lidahku!" Ikut Daffa sebal juga.

"Kamu ini kok ngeyel banget sih, Daffa!" Gemes Mahendra.

"Ya itu karena kamu tidak mau ngalah sama yang muda, Pak!" Gemes Daffa juga. Sontak saja teflon Mahendra menampol kepala Daffa.

Tuanggg!

"Aduh, sakit, Pak!" Ringis Daffa meski sudah pakai wajang di kepalanya.

"Pak-pak-pak! Emang aku nih bapakmu?! Panggil Kakak! Kita bukan di sekolah, tidak usah formal di rumah. Lagian juga aku nih masih muda, belum tua - tuaan amat." Cemberut Mahendra.

Melihat Daffa dimarahi, Nara menahan tawa di dekat pintu dapur tetapi tersentak kaget pada Ezra yang tiba - tiba sudah ada di dekatnya dan memanggil Daffa dan wakepsenya itu.

"Woy, nih gue bawa makanan dari luar, nggak usah berantem deh! Bikin malu saja berdebat di depan bayi. Sudah besar tapi masih kek bocah."

Karena ditegur Ezra, Pak Mahendra dan Daffa kompak menatap sinis ke arahnya, tapi Ezra lebih sinis lagi. "Serah kalian dah, gue mau makan." Ezra jalan ke kursi. Cowok yang tidak suka repot itu duduk sendirian kemudian menoleh ke Nara.

"Woy, waketos! Dari pada bengong di situ, sini makan dulu sebelum lo pulang. Tapi habis makan, jangan ngarep gue pulangin lo."

Mau tidak mau, Nara terpaksa duduk di antara tiga cowok di satu meja. Sedangkan baby Alan digendong Mahendra. Nara pun terus - terusan menelan ludah tidak tahan dikepung tiga cowok tampan sekaligus, ditambah baby Alan yang terbangun suka tarik - tarik baju Mahendra.

'Ya Allah, suasana macam apa ini?'

'Kalau begini sih, aku tidak bisa makan.'

Nara terpaksa melahap meski perutnya berusaha menolak. Tapi demi asi Alan tetap lancar, Nara harus kuat makan.

...

Episodes
1 1. BAB 1 - DUA GARIS
2 2. BAB 2 - SUGAR DADDY
3 3. BAB 3 - ANGKUH
4 4. BAB 4 - PAMPERS
5 5. BAB 5 - MEMBERI ASI
6 6. BAB 6 - JALAN - JALAN
7 7. BAB 7 - KETAKUTAN
8 8. BAB 8 - MESUM
9 9. BAB 9 - ASINYA BOCOR
10 10. BAB 10 - PEKERJAAN
11 11. BAB 11 - BAYI SUNGGUHAN
12 12. BAB 12 - SATU IKATAN
13 13. BAB 13 - DIKEPUNG TIGA COWOK
14 14. BAB 14 - CURIGA
15 15. BAB 15 - ANAK KITA
16 16. BAB 16 - ANAKMU
17 17. BAB 17 - DIPELUK TIBA - TIBA
18 18. BAB 18 - KELUAR MALAM - MALAM
19 19. BAB 19 - TES DNA
20 20. BAB 20 - JADI SUAMI
21 21. BAB 21 - 30 JUTA SEMALAM
22 22. BAB 22 - HAK ASUH
23 23. BAB 23 - MELAYANI?
24 24. BAB 24 - ADIK IPAR
25 25. BAB 25 - MAU BOCOR
26 26. BAB 26 - BERCIUMAN
27 27. BAB 27 - TERANCAM
28 28. BAB 28 - TERANG SAN
29 29. BAB 29 - MAU TAPI MALU
30 30. BAB 30 - ANAK ITU
31 31. BAB 31 - BABU YA BABU
32 32. BAB 32 - BANGUN NARA!
33 33. BAB 33 - ISTRIMU
34 34. BAB 34 - MENCIUM
35 35. BAB 35 - KECIL - KECIL
36 36. BAB 36 - KEBOBOLAN?
37 37. BAB 37 - SEKSI
38 38. BAB 38 - TENGGELAM
39 39. BAB 39 - TIDAK MAU
40 40. BAB 40 - LAYANI AKU
41 41. BAB 41 - KEMBAR LIMA
42 42. BAB 42 - TUING TUING
43 43. BAB 43 - DIPEREBUTKAN
44 44. BAB 44 - BERAKHIR
45 45. BAB 45 - CUM BU - CUM BUAN
46 46. BAB 46 - PAK SUAMI
47 47. BAB 47 - TAKUT HAMIL LAGI
48 48. BAB 48 - SUDAH PINTAR BICARA?
49 49. BAB 49 - SERIBU GANGSTER
50 50. BAB 50 - SAYANGKU
51 51. BAB 51 - MENGINTAI
52 52. BAB 52 - BERPELUKAN
53 53. BAB 53 - ANAK DARI EZRA
54 55. BAB 54 - NIKMATNYA
55 55. BAB 55 - IBU HAMIL
56 56. BAB 56 - DIBUANG
57 57. BAB 57 - CEMBURU
58 58. BAB 58 - DIKELUARKAN
59 59. MHB BAB 59 - MAUNYA APA SIH?
60 60. MHB BAB 60 - BUKAN YANTI
61 61. MHB BAB 61 - NGIDAM?
62 62. MHB BAB 62 - TIDAK SETUJU!
63 63. MHB BAB 63 - HUWEEEE!
64 64. MHB BAB 64 - NENEK DATANG
65 65. MHB BAB 65 - MELISSA
66 66. MHB BAB 66 - MAMMA!
67 67. MHB BAB 67 - PANDANG BULU
68 68. MHB BAB 68 - POMPA ASINYA
69 69. MBH BAB 67 - GERAH DAN PANAS
70 70. BAB 70 - DISIKSA
71 71. BAB 71 - AHH ABANG!
72 72. BAB 72 - HARUS CERAI!
73 73. BAB 73 - HAMIL LAGI?
74 74. BAB 74 - KONGLOMERAT
75 75. BAB 75 - JAGA ANAKKU
76 76. BAB 76 - NARA MANA?
77 77. BAB 77 - DIBUANG
78 78. BAB 78 - MANTAN?
79 79. BAB 79 - KOK DI SINI?
80 80. BAB 80 - BAWA PULANG
81 81. BAB 81 - JEMPUT DIA
82 82. BAB 82 - WOY KENDRA!
83 83. BAB 83 - DIGUSUR?
84 84. BAB 84 - BU MAYANG
85 85. BAB 85 - SKY HOUSE
86 86. BAB 86 - MELAHIRKAN
87 87. BAB 87 - MELAHIRKAN (2)
88 88. BAB 88 - SEWA IBU SUSU?
89 89. BAB 89 - BUAT SEKARANG?
90 90. BAB 90 - BEDA JAUH
91 91. BAB 91 - BABY ALAN!
92 92. BAB 92 - ALAN SAYANG!
93 93. BAB 93 - TESPECK
94 94. BAB 94 - SIAPA NENEK ITU, PAPA?
95 95. BAB 95 - MAMA, PAPA PERGI KE MANA?
96 96. BAB 96 - HIDUNG ALAN BERDARAH
97 97. BAB 97 - ALAN ADA DI MANA?
98 98. BAB 98 - KAU PEMBOHONG BESAR!
99 99. BAB 99 - ALAN KE NEW YORK
100 100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
101 100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
102 101. EXTRAK PART (1) - KIANO
103 102. EXTRAK PART (2) - KIARA
104 103. EXTRAK PART (3) - DIA KIARA, PAPAH!
105 104. EXTRAK PART (4) - TETAP DI BELAKANG PAPAH!
106 105. EXTRAK PART (5) - MARKAS ZABERX
107 106. EXTRAK PART (6) - LITTLE TWILIGHT
108 107. EXTRAK PART (7) - FORMASI TWILIGHT
109 108. EXTRAK PART (8) - KETUA MAFIA
110 109. EXTRAK PART (9) - JANGAN PERGI
111 110. EXTRAK PART (10) - TAMBAH 100 ADIK
112 111. FLASHBACK (1) - EMPAT JUTA SEBULAN
113 112. TAMBAHAN (1) - PAPAH PUNYA MUSUH?
114 113. TAMBAHAN (2) - ITU BAHAYA!
115 114. TAMBAHAN (3) - CALON ISTRI
116 115. TAMBAHAN (4) - PACAR GELAP
117 116. TAMBAHAN (5) - BAHAN RITUAL
118 117. TAMBAHAN (6) - MERASA ANEH
119 118. TAMBAHAN (7) - DIJODOHKAN
120 119. TAMBAHAN (8) - AKHIR
121 120. Novel Baru Sekuel Si Kembar
Episodes

Updated 121 Episodes

1
1. BAB 1 - DUA GARIS
2
2. BAB 2 - SUGAR DADDY
3
3. BAB 3 - ANGKUH
4
4. BAB 4 - PAMPERS
5
5. BAB 5 - MEMBERI ASI
6
6. BAB 6 - JALAN - JALAN
7
7. BAB 7 - KETAKUTAN
8
8. BAB 8 - MESUM
9
9. BAB 9 - ASINYA BOCOR
10
10. BAB 10 - PEKERJAAN
11
11. BAB 11 - BAYI SUNGGUHAN
12
12. BAB 12 - SATU IKATAN
13
13. BAB 13 - DIKEPUNG TIGA COWOK
14
14. BAB 14 - CURIGA
15
15. BAB 15 - ANAK KITA
16
16. BAB 16 - ANAKMU
17
17. BAB 17 - DIPELUK TIBA - TIBA
18
18. BAB 18 - KELUAR MALAM - MALAM
19
19. BAB 19 - TES DNA
20
20. BAB 20 - JADI SUAMI
21
21. BAB 21 - 30 JUTA SEMALAM
22
22. BAB 22 - HAK ASUH
23
23. BAB 23 - MELAYANI?
24
24. BAB 24 - ADIK IPAR
25
25. BAB 25 - MAU BOCOR
26
26. BAB 26 - BERCIUMAN
27
27. BAB 27 - TERANCAM
28
28. BAB 28 - TERANG SAN
29
29. BAB 29 - MAU TAPI MALU
30
30. BAB 30 - ANAK ITU
31
31. BAB 31 - BABU YA BABU
32
32. BAB 32 - BANGUN NARA!
33
33. BAB 33 - ISTRIMU
34
34. BAB 34 - MENCIUM
35
35. BAB 35 - KECIL - KECIL
36
36. BAB 36 - KEBOBOLAN?
37
37. BAB 37 - SEKSI
38
38. BAB 38 - TENGGELAM
39
39. BAB 39 - TIDAK MAU
40
40. BAB 40 - LAYANI AKU
41
41. BAB 41 - KEMBAR LIMA
42
42. BAB 42 - TUING TUING
43
43. BAB 43 - DIPEREBUTKAN
44
44. BAB 44 - BERAKHIR
45
45. BAB 45 - CUM BU - CUM BUAN
46
46. BAB 46 - PAK SUAMI
47
47. BAB 47 - TAKUT HAMIL LAGI
48
48. BAB 48 - SUDAH PINTAR BICARA?
49
49. BAB 49 - SERIBU GANGSTER
50
50. BAB 50 - SAYANGKU
51
51. BAB 51 - MENGINTAI
52
52. BAB 52 - BERPELUKAN
53
53. BAB 53 - ANAK DARI EZRA
54
55. BAB 54 - NIKMATNYA
55
55. BAB 55 - IBU HAMIL
56
56. BAB 56 - DIBUANG
57
57. BAB 57 - CEMBURU
58
58. BAB 58 - DIKELUARKAN
59
59. MHB BAB 59 - MAUNYA APA SIH?
60
60. MHB BAB 60 - BUKAN YANTI
61
61. MHB BAB 61 - NGIDAM?
62
62. MHB BAB 62 - TIDAK SETUJU!
63
63. MHB BAB 63 - HUWEEEE!
64
64. MHB BAB 64 - NENEK DATANG
65
65. MHB BAB 65 - MELISSA
66
66. MHB BAB 66 - MAMMA!
67
67. MHB BAB 67 - PANDANG BULU
68
68. MHB BAB 68 - POMPA ASINYA
69
69. MBH BAB 67 - GERAH DAN PANAS
70
70. BAB 70 - DISIKSA
71
71. BAB 71 - AHH ABANG!
72
72. BAB 72 - HARUS CERAI!
73
73. BAB 73 - HAMIL LAGI?
74
74. BAB 74 - KONGLOMERAT
75
75. BAB 75 - JAGA ANAKKU
76
76. BAB 76 - NARA MANA?
77
77. BAB 77 - DIBUANG
78
78. BAB 78 - MANTAN?
79
79. BAB 79 - KOK DI SINI?
80
80. BAB 80 - BAWA PULANG
81
81. BAB 81 - JEMPUT DIA
82
82. BAB 82 - WOY KENDRA!
83
83. BAB 83 - DIGUSUR?
84
84. BAB 84 - BU MAYANG
85
85. BAB 85 - SKY HOUSE
86
86. BAB 86 - MELAHIRKAN
87
87. BAB 87 - MELAHIRKAN (2)
88
88. BAB 88 - SEWA IBU SUSU?
89
89. BAB 89 - BUAT SEKARANG?
90
90. BAB 90 - BEDA JAUH
91
91. BAB 91 - BABY ALAN!
92
92. BAB 92 - ALAN SAYANG!
93
93. BAB 93 - TESPECK
94
94. BAB 94 - SIAPA NENEK ITU, PAPA?
95
95. BAB 95 - MAMA, PAPA PERGI KE MANA?
96
96. BAB 96 - HIDUNG ALAN BERDARAH
97
97. BAB 97 - ALAN ADA DI MANA?
98
98. BAB 98 - KAU PEMBOHONG BESAR!
99
99. BAB 99 - ALAN KE NEW YORK
100
100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
101
100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
102
101. EXTRAK PART (1) - KIANO
103
102. EXTRAK PART (2) - KIARA
104
103. EXTRAK PART (3) - DIA KIARA, PAPAH!
105
104. EXTRAK PART (4) - TETAP DI BELAKANG PAPAH!
106
105. EXTRAK PART (5) - MARKAS ZABERX
107
106. EXTRAK PART (6) - LITTLE TWILIGHT
108
107. EXTRAK PART (7) - FORMASI TWILIGHT
109
108. EXTRAK PART (8) - KETUA MAFIA
110
109. EXTRAK PART (9) - JANGAN PERGI
111
110. EXTRAK PART (10) - TAMBAH 100 ADIK
112
111. FLASHBACK (1) - EMPAT JUTA SEBULAN
113
112. TAMBAHAN (1) - PAPAH PUNYA MUSUH?
114
113. TAMBAHAN (2) - ITU BAHAYA!
115
114. TAMBAHAN (3) - CALON ISTRI
116
115. TAMBAHAN (4) - PACAR GELAP
117
116. TAMBAHAN (5) - BAHAN RITUAL
118
117. TAMBAHAN (6) - MERASA ANEH
119
118. TAMBAHAN (7) - DIJODOHKAN
120
119. TAMBAHAN (8) - AKHIR
121
120. Novel Baru Sekuel Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!