Jam pulang sekolah.
"Ihhh sebel deh! Aku mau ikut kamu tapi hari ini harus cepat pulang ke rumah." Garce menggerutu dapat panggilan dari orang tuanya.
"Kenapa?" tanya Nara sangat lega sekali.
"Kamu tahu sendiri, anak seperti kami kalau hari pertama pasti orang tua merayakannya, padahal aku mau jalan - jalan berang kamu," jawab Garce cemberut.
"Tidak apa - apa, kamu pulang saja, orang tua mu pasti tidak sabar memeluk anaknya yang bersekolah di SMA ELIPSEAN II." Nara mengelus pundak Garce.
"Ya sudah deh, aku duluan ya! Kapan - kapan kita jalan bareng, dah Nara!" Garce berlari ke supir yang datang menjemputnya. Melihat temannya pulang dengan mobil mewah, Nara sedikit sedih karena dulu juga seperti itu tetapi sekarang dia cuma pulang jalan kaki.
"Kalau saja Pak Fahri pulangnya cepat, aku bisa nebeng, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah takdirku." Nara mengeluh lagi dan sejenak diam.
"Tidak! Aku jangan terus mengeluh! Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya!" Nara sadar diri setelah mengingat kelakuannya yang manja dulu ke orang tuanya dan sekarang dia harus belajar mandiri dan selalu bersyukur.
Baru juga keluar dari kawasan sekolah, tiba - tiba tiga cewek dengan seragam kurang rapih memanggilnya.
"Woy cewek! Sini lo!"
Nara menoleh ke belakang dan mundur sedikit dihampiri mereka yang memiliki lencana beda dari kelas sepuluh.
"Ada apa ya, Kak?" tanya Nara sopan.
"Kak? Kakak - kakak? Hahaha, nggak usah sok akrab deh lo!"
"Akhhh!" Nara didorong jatuh ke belakang oleh cewek yang pakai behel. Untung saja punggung Nara tidak terbentur pagar besi di belakangnya.
"Aduh, sorry banget, kita tidak sengaja nih, lo nggak apa - apa kan, waketos?" Seringai cewek behel mengulurkan tangan. Nara mendongak dan melihat tangan itu.
'Sepertinya mereka sengaja datang mau membully ku, padahal aku ini waketos, apa mereka tidak bisa menghargai kami sedikit?'
Itulah mengapa identitas OSIS lain dirahasiakan, karena anak - anak yang kurang ajar suka berbuat seenaknya ke OSIS. Walau sulit, Nara akan coba bicara baik - baik ke mereka. Tetapi saat Nara mau menerima uluran itu, salah satu dari mereka menuangkan teh botol dari atas.
PLAK!
Cewek behel menampar tangan Nara kemudian berdiri menertawai Nara yang diguyur sisa minuman teman - temannya.
"Huhuhu… kasian sekali waketos kita, hari pertama sekolah dapat suprise dari kami, maaf ya waketos. Kami cuma bisa memberi kejutan seperti ini, lain kali kami akan lebih,"
"Membuat lo menderita," bisik cewek behel itu menepuk - nepuk bahu Nara kemudian pergi terbahak - bahak dan teman - temannya tidak lupa menginjak - injak tas Nara.
"Besok - besok, kalau ke sekolah tuh bawa tas yang cantik, bukan yang jelek seperti ini, malu - maluin sekolah kita, dasar waketos jalur give away!" Kata mereka menghina tampak tidak terima posisi waketos dipegang Nara.
Karena dilihat oleh siswa - siswa lain, Nara yang duduk pun mengepal erat - erat jemarinya, mengambil tasnya kemudian berlari supaya mereka tidak mengenalinya. Ini terlalu buruk jika nama baik waketos ternodai di hari pertama.
Sampai di rumah, Nara langsung masuk dan berlari melewati Bu Mayang sehingga Ibu angkatnya itu terkejut mendapati Nara menangis dari pulang sekolah. Dia buru - buru naik ke kemar Nara sebelum mental anak majikannya itu hancur seperti dulu.
"Menyebalkan, aku cuma mau sekolah dengan damai, tapi kenapa mereka tiba - tiba datang membully ku, aku kan tidak tahu apa - apa," tangis Nara menekuk lutut di dekat meja belajarnya.
"Siapa mereka, Neng?" tanya Bu Mayang berjongkok di dekat Nara dan mengusap pelan buih tangisan yang jatuh.
"Aku juga tidak tahu, tapi mereka sepertinya anak orang kaya yang suka mengganggu OSIS, Bu," jawab Nara pun sedikit tenang.
"Mentang - mentang kaya, mereka merusak tasku, besok apa yang aku pakai, Bu?"
Bu Mayang melihat tali tas Nara yang putus dan kotor, sekalian sedih melihat seragam Nara basah.
"Nara, nanti Ibu yang jahit, sekarang kamu ganti baju, Ibu mau cuci seragam kamu, dan lagi kamu harus laporkan ini ke kepala sekolah, okeh?" Bu Mayang membelai kepala Nara. Kalau saja masih ada tabungan, pasti Nara bisa beli tas baru, tetapi semua tabungan sudah habis membiayai persalinan Nara.
"Tapi Ibu kan mau masuk kerja," ucap Nara berdiri.
"Tidak apa - apa, nanti Ibu bilang ke majikan hari ini absen, sekarang kamu pergi mandi dulu bersihkan dirimu."
'Baiklah, sekalian besok aku mau undurkan diri! Aku yakin, mereka melakukan ini pasti tidak mau aku jadi waketos! Maaf Pak Mahendra, jabatan ini tidak cocok sekali untukku.' Nara pun mengangguk. "Baik, Bu. Terima kasih."
🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙
Setelah Bu Mayang keluar membawa tas dan seragam Nara, sekarang Nara yang sudah mandi dan pakai baju mendekati ayunan anaknya. Dia dengan tatapan sayu melihat Alan yang sedang terlelap. Hanya bayi kecil tidak berdosa itu yang bisa membuat senyum Nara keluar.
"Alan, kamu tahu tidak? Waktu Bunda beli pampers, ada mainan bebek lucu di sana, Bunda pengen banget beli tapi uang saku Bunda tidak cukup, maaf ya tidak bisa bawa pulang." Nara memegang tangan kecil anaknya yang imut.
"Tapi nanti Bunda coba tabung supaya Alan punya temen bermain," tambah Nara mengecup kening anaknya yang masih berusia tiga bulan. Karena sentuhan lembut dari sang Bunda, Alan terbangun dan merengek.
"Hoeekk…hoeeekk…."
"Ehh aduh, maaf ya gara - gara Bunda, Alan bangun, cup….cup….jangan menangis ya, sayang." Nara segera menggendong Alan. Meletakkan di ranjang lalu tidur di sebelahnya. Nara menanggalkan bajunya kemudian memberi pucuk dadanya ke mulut mungil Alan.
Tangis pilu Alan pun berhenti dan menyedot rakus asi Ibunya. Sementara Nara diam, menatap kosong ke depan. Sejenak matanya terpejam dan perlahan menangis diam - diam tanpa suara. Membiarkan bening - bening tangisannya berlinang.
Harusnya gadis sepertinya keluar bergaul dengan anak - anak seumurannya, tetapi Nara tidak punya satu pun teman yang menghiburnya karena teman - temannya sudah meninggalkannya setelah Nara jatuh miskin. Nara sekarang hanya bisa merenungi nasib dan memikirkan apa yang perlu diberikan untuk Alan. Hanya asi saja, Nara merasa itu tidak cukup membahagiakan satu - satunya anggota keluarga yang Nara miliki sekarang.
🥀🥀🥀🥀🥀
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
misu
yaelah thor,,,buat karakter naranya itu strong ngga gampang dibully kaya gitu...inimah lemah bangetttt pake mewekk,,,
2022-10-28
7
kasian banget sama Nara semangat Thor
2022-10-26
3
BIBIT RIWAYATI
sedih thor🥲
2022-10-22
1