11. BAB 11 - BAYI SUNGGUHAN

"Ehh… kerja? Kamu tawarin aku pekerjaan?"

"Hmm… yah, tapi pekerjaannya kecil," 

"Apa itu?" tanya Nara deg - degan.

"Itu loh, pembantu di rumahku, tapi meski kerjaannya kecil, gajinya gede loh,"

"Hm… aku mau!" Setuju Nara sehingga Daffa sedikit terkejut.

"Serius nih kamu terima kerja itu?"

"Ya, itu pekerjaan yang mulia kok, bisa bantu - bantuin hehehe…" senyum Nara.

"Ya sudah, hari ini kamu diterima, selamat waketos!" balas Daffa mengulurkan tangannya.

"Baik, terima kasih, Pak Ketos!" Nara senyum sumringah membuat hati Daffa sedikit bergetar.

'Eh, debaran apa ini?' batin Daffa tidak sadar pipinya agak merona.

"Aku….aku pulang ya, dahh sampai jumpa besok!"

Nara garuk - garuk kepala merasa aneh melihat tingkah Daffa yang terburu - buru. Tetapi dengan hadirnya Daffa, banyak hal yang bisa Nara terima, cowok baik dan jiwa yang punya rasa tanggung jawab. "Kalau aku jujur, apa dia akan tetap di sampingku?" gumam Nara seolah ingin memiliki Daffa.

🥦🥦🥦🥦🥦🥦

Sementara di markas Taurus Blackzak, Ezra masih berhadapan dengan preman sekolah.

"Woy," ujar Ezra menunjuknya. Baru jalan sedikit, 100 Preman bergerak cepat menghalangi langkah Ezra.

'Sialan nih bocah, di luar ada puluhan orang berjaga - jaga, tapi dia bisa mengalahkan mereka tanpa menimbulkan suara? Bagaimana dia bisa melakukan itu?' pikir Bos Taurus merinding karena rumor itu benar - benar fakta kalau Ezra dengan sendirian saja sudah membubarkan 4 kelompok blackzak dan sekarang Taurus berada di ujung tanduk.

"Ezra Givandra, ngapain lo datang kemari?" tanya Bos Taurus.

"Bukan alasan gabut lagi, kan?" sambungnya dengan sombong.

"Nggak usah tanya - tanya, kita ke intinya saja, katakan di mana ketua kalian?!" Ezra datang bukan karena mereka tapi ketua besar blackzak.

"Hahaha…" Si Taurus itu meremehkan Ezra.

"Woy, babi! Gue nanya, bukan dengerin badut tertawa," caci Ezra tampak tidak takut.

"Hey sialan! Lo buta ya? Lambang kita ini kerbau! Bukan babi kecil sepertimu," balasnya tidak mau kalah.

"Kalian urus dia! Tunjukkan geng kita ini tidak mudah dia hancurkan!" perintahnya ke 100 preman kemudian berjalan ke sebuah pintu keluar.

Melihat ada banyak preman di depannya, Ezra pun mengambil besi di lantai, menggeserkan ujungnya sehingga menimbulkan bunyi keras. Tapi Taurus tetap berjalan dan berpikir Ezra dihajar brutal, tetapi suasana yang hening pun pecah seperti kembang api yang meledak - ledak menghancurkan apa saja.

Duak!

Plak!

Bugh!

Ahhh!

Sialan kau!

Duakh!

Brukh!

Klang!

Treng!

Trang!

ZRAAKH!

Dari suara yang membabi buta itu, Taurus pun berbalik badan dan seketika saja satu tinju menghantam wajahnya sehingga jatuh terjungkal kemudian terbelalak melihat besi yang dipenuhi darah mengayung ke atasnya.

DUAK!

Begitu keras hantamannya sampai Taurus pingsan beserta anak buahnya tergeletak di lantai gara - gara ulah Ezra. Dia pun melepas dan mengambil lencana Taurus. Jika kekerasan tidak bisa dihentikan dengan kelembutan, maka patut ditegaskan lebih keras lagi. Itu prinsip Ezra.

"Mulai sekarang, kalian hanya sampah di sekolah ini." Ezra yang selesai menumbangkannya pun keluar memberikan lencana itu ke satu siswa laki - laki yang tidak lain adalah ketua Taurus Ozara.

"Sekarang mereka tidak akan berbuat ulah lagi, aku titipkan ini dan berikan ke Pak Mahendra,"

"Terima kasih, Ezra." Siswa itu pergi meninggalkan Ezra. Selesai bersihkan seragamnya yang kotor di toilet, ketua Ozara itupun pulang ke rumah dan setelah membuka pintu rumah, seseorang bicara di kursi yang sudah menunggunya.

"Dari mana saja kamu, Ezra?" tanya Daffa.

"Sepertinya kamu datang sendiri lagi ke mereka." Daffa pun berdiri di depan Ezra yang cuek.

"Ezra, yang kamu lakukan ini sangat ceroboh, apa kamu tidak berpikir dulu? Kalau mereka mengadu, Vano sendiri yang akan mencarimu," ucap Daffa menunjuk. Tapi Ezra dengan sinis menekankannya.

"Justru itu yang gue inginkan, menghadapi si ular yang hanya bisa bersembunyi dibalik ketiak preman sekolah." Ezra pergi ke kamarnya meninggalkan Daffa yang kesal sendiri.

"Dia hanya bisa berbuat tanpa berpikir dulu." Daffa pun duduk kembali dan melihat ponselnya. Senyumnya mengembang karena dapat nomor Nara di rumah sakit tadi.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Esok harinya, di hari rabu.

Hari ini Nara bisa tenang belajar, tidak seperti kemarin - kemarin ada saja yang membully dan mengincarnya. Itu karena, mereka sedang diskors oleh kepala sekolah. Sekarang jam pulang tiba, Garce tidak bisa pulang bareng Nara karena harus ke teman ekskulnya untuk mengikuti les memasak.

"Semoga saja tidak ada siswa berandalan yang cegat aku di gerbang sekolah nanti," keluh Nara jalan sendirian di koridor sekolah. Tiba - tiba ada yang memanggilnya.

"Hay, Nara!" panggil Daffa datang mengampiri.

"Hari ini jadikan?" tanya Daffa.

"Oh jadi apa?" Nara sedikit lupa.

"Ya ampun, kerja di rumahku? Jadikan?"

"Astagfirullah, aku lupa!" Nara menepuk jidatnya. Bukan karena kaget kerjaannya, tapi lupa memompa susu untuk Alan.

"Sepertinya tidak jadi deh," tolak Nara.

"Loh kenapa?" tanya Daffa kecewa.

"Habisnya, baby Alan --" Putus Nara keceplosan.

"Oh Alan? Itu namanya?" tanya Daffa baru tahu.

"Hehe... ya begitulah," jawab Nara merasa lega Daffa tidak curiga atas panggilannya ke Alan.

"Terus kenapa sama adikmu?" tanya Daffa membuat Nara sedih mendengar kata -adik- itu.

"Kata Dokter, hari ini bisa dibawa pulang,"

"Berarti nanti cuma sendirian di rumah kan?" tanya Daffa lalu diberi anggukan.

"Kalau begitu, bawa saja ke rumahku," saran Daffa mengagetkan Nara.

"Ta...tapi kan...."

"Jangan malu, Nara. Aku tidak masalah sama tangisannya nanti, yang jelas kamu bisa kerja, nanti aku yang coba tenangin baby Alan," ucap Daffa ikut - ikutan panggil baby.

Karena Nara diam, Daffa pun berhenti jalan ke sebuah penjual pinggiran. Kemudian kembali ke Nara.

"Nih, kamu ambil satu." Beri Daffa es krim ke Nara.

"Buat aku?" Tunjuk Nara.

"Hm, buat patnerku," ucap Daffa tersenyum manis. Nara pun dengan malu - malu menerimanya. "Terima kasih." Daffa mengangguk saja.

"Oh ya, yuk aku antar ke rumah sakit dulu." Ajak Daffa menggandeng tangan Nara ke arah motornya terparkir. Nara pun tidak bisa menolak karena sikap Daffa yang baik padanya dan mau tidak mau Nara terpaksa membawa Alan ke rumah Daffa, seklian dia akan berdiskusi bersama OSIS yang lainnya. Sesampainya, Nara melongo karena rumah Daffa sangat besar.

"Kamu letakkan sini," ucap Daffa memberi kasur di lantai untuk baby Alan yang sedang terlelap.

"Daffa, apa kamu yakin? Aku takut nih nanti baby Alan nangis terus buat diskusi kita hancur, terus anak - anak OSIS bakal berpikir aneh - aneh tentang kita," ucap Nara ragu - ragu meletakkan baby Alan di sebelahnya.

"Tidak perlu takut, mereka orang yang baik - baik dan tidak akan berpikir buruk." Senyum Daffa. Karena didesak, Nara pun meletakkan baby Alan hati - hati sedangkan cowok itu membuka laptopnya, siap melakukan panggilan zoom dengan OSIS lain.

Tetapi baru juga Daffa mau menghubungi anggotanya, baby Alan tiba - tiba menangis. Nara cepat - cepat mengeluarkan botol susu Alan, tetapi baby Alan tidak mau membuatnya dan Daffa panik. Ketos panik karena tidak tahu mengurus bayi. Sedangkan Nara panik karena baby Alan mau menyusu langsung padanya.

Sibuk menenangkan baby Alan, tiba - tiba dari anak tangga Ezra sedang turun ke bawah. "Woy, Daffa! Gue lagi bobo siang, bisa nggak sih jangan berisik? Pakai suara bayi pula!" Marah Ezra pun berhenti karena melihat ada bayi sungguhan.

Deg

Tiga - tiganya sontak diam dan begitupula baby Alan diam melihat Ezra. Sedangkan Ezra pun menunjuk Nara dan baby Alan bergantian.

"Lah, ini apaan? Kenapa ada bayi sungguhan? Jangan - jangan kalian ini sudah itu - ituan?" Ezra memegang dadanya karena hampir jantungan. Tapi seketika suasana yang hening itu pecah gara - gara baby Alan tertawa melihat Ezra yang tidak suka berekspresi tapi sekarang raut wajahnya Ezra sangat lucu.

Terpopuler

Comments

Riyas Warman

Riyas Warman

Ezra bapaknya kali 🤔🤔

2022-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. BAB 1 - DUA GARIS
2 2. BAB 2 - SUGAR DADDY
3 3. BAB 3 - ANGKUH
4 4. BAB 4 - PAMPERS
5 5. BAB 5 - MEMBERI ASI
6 6. BAB 6 - JALAN - JALAN
7 7. BAB 7 - KETAKUTAN
8 8. BAB 8 - MESUM
9 9. BAB 9 - ASINYA BOCOR
10 10. BAB 10 - PEKERJAAN
11 11. BAB 11 - BAYI SUNGGUHAN
12 12. BAB 12 - SATU IKATAN
13 13. BAB 13 - DIKEPUNG TIGA COWOK
14 14. BAB 14 - CURIGA
15 15. BAB 15 - ANAK KITA
16 16. BAB 16 - ANAKMU
17 17. BAB 17 - DIPELUK TIBA - TIBA
18 18. BAB 18 - KELUAR MALAM - MALAM
19 19. BAB 19 - TES DNA
20 20. BAB 20 - JADI SUAMI
21 21. BAB 21 - 30 JUTA SEMALAM
22 22. BAB 22 - HAK ASUH
23 23. BAB 23 - MELAYANI?
24 24. BAB 24 - ADIK IPAR
25 25. BAB 25 - MAU BOCOR
26 26. BAB 26 - BERCIUMAN
27 27. BAB 27 - TERANCAM
28 28. BAB 28 - TERANG SAN
29 29. BAB 29 - MAU TAPI MALU
30 30. BAB 30 - ANAK ITU
31 31. BAB 31 - BABU YA BABU
32 32. BAB 32 - BANGUN NARA!
33 33. BAB 33 - ISTRIMU
34 34. BAB 34 - MENCIUM
35 35. BAB 35 - KECIL - KECIL
36 36. BAB 36 - KEBOBOLAN?
37 37. BAB 37 - SEKSI
38 38. BAB 38 - TENGGELAM
39 39. BAB 39 - TIDAK MAU
40 40. BAB 40 - LAYANI AKU
41 41. BAB 41 - KEMBAR LIMA
42 42. BAB 42 - TUING TUING
43 43. BAB 43 - DIPEREBUTKAN
44 44. BAB 44 - BERAKHIR
45 45. BAB 45 - CUM BU - CUM BUAN
46 46. BAB 46 - PAK SUAMI
47 47. BAB 47 - TAKUT HAMIL LAGI
48 48. BAB 48 - SUDAH PINTAR BICARA?
49 49. BAB 49 - SERIBU GANGSTER
50 50. BAB 50 - SAYANGKU
51 51. BAB 51 - MENGINTAI
52 52. BAB 52 - BERPELUKAN
53 53. BAB 53 - ANAK DARI EZRA
54 55. BAB 54 - NIKMATNYA
55 55. BAB 55 - IBU HAMIL
56 56. BAB 56 - DIBUANG
57 57. BAB 57 - CEMBURU
58 58. BAB 58 - DIKELUARKAN
59 59. MHB BAB 59 - MAUNYA APA SIH?
60 60. MHB BAB 60 - BUKAN YANTI
61 61. MHB BAB 61 - NGIDAM?
62 62. MHB BAB 62 - TIDAK SETUJU!
63 63. MHB BAB 63 - HUWEEEE!
64 64. MHB BAB 64 - NENEK DATANG
65 65. MHB BAB 65 - MELISSA
66 66. MHB BAB 66 - MAMMA!
67 67. MHB BAB 67 - PANDANG BULU
68 68. MHB BAB 68 - POMPA ASINYA
69 69. MBH BAB 67 - GERAH DAN PANAS
70 70. BAB 70 - DISIKSA
71 71. BAB 71 - AHH ABANG!
72 72. BAB 72 - HARUS CERAI!
73 73. BAB 73 - HAMIL LAGI?
74 74. BAB 74 - KONGLOMERAT
75 75. BAB 75 - JAGA ANAKKU
76 76. BAB 76 - NARA MANA?
77 77. BAB 77 - DIBUANG
78 78. BAB 78 - MANTAN?
79 79. BAB 79 - KOK DI SINI?
80 80. BAB 80 - BAWA PULANG
81 81. BAB 81 - JEMPUT DIA
82 82. BAB 82 - WOY KENDRA!
83 83. BAB 83 - DIGUSUR?
84 84. BAB 84 - BU MAYANG
85 85. BAB 85 - SKY HOUSE
86 86. BAB 86 - MELAHIRKAN
87 87. BAB 87 - MELAHIRKAN (2)
88 88. BAB 88 - SEWA IBU SUSU?
89 89. BAB 89 - BUAT SEKARANG?
90 90. BAB 90 - BEDA JAUH
91 91. BAB 91 - BABY ALAN!
92 92. BAB 92 - ALAN SAYANG!
93 93. BAB 93 - TESPECK
94 94. BAB 94 - SIAPA NENEK ITU, PAPA?
95 95. BAB 95 - MAMA, PAPA PERGI KE MANA?
96 96. BAB 96 - HIDUNG ALAN BERDARAH
97 97. BAB 97 - ALAN ADA DI MANA?
98 98. BAB 98 - KAU PEMBOHONG BESAR!
99 99. BAB 99 - ALAN KE NEW YORK
100 100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
101 100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
102 101. EXTRAK PART (1) - KIANO
103 102. EXTRAK PART (2) - KIARA
104 103. EXTRAK PART (3) - DIA KIARA, PAPAH!
105 104. EXTRAK PART (4) - TETAP DI BELAKANG PAPAH!
106 105. EXTRAK PART (5) - MARKAS ZABERX
107 106. EXTRAK PART (6) - LITTLE TWILIGHT
108 107. EXTRAK PART (7) - FORMASI TWILIGHT
109 108. EXTRAK PART (8) - KETUA MAFIA
110 109. EXTRAK PART (9) - JANGAN PERGI
111 110. EXTRAK PART (10) - TAMBAH 100 ADIK
112 111. FLASHBACK (1) - EMPAT JUTA SEBULAN
113 112. TAMBAHAN (1) - PAPAH PUNYA MUSUH?
114 113. TAMBAHAN (2) - ITU BAHAYA!
115 114. TAMBAHAN (3) - CALON ISTRI
116 115. TAMBAHAN (4) - PACAR GELAP
117 116. TAMBAHAN (5) - BAHAN RITUAL
118 117. TAMBAHAN (6) - MERASA ANEH
119 118. TAMBAHAN (7) - DIJODOHKAN
120 119. TAMBAHAN (8) - AKHIR
121 120. Novel Baru Sekuel Si Kembar
Episodes

Updated 121 Episodes

1
1. BAB 1 - DUA GARIS
2
2. BAB 2 - SUGAR DADDY
3
3. BAB 3 - ANGKUH
4
4. BAB 4 - PAMPERS
5
5. BAB 5 - MEMBERI ASI
6
6. BAB 6 - JALAN - JALAN
7
7. BAB 7 - KETAKUTAN
8
8. BAB 8 - MESUM
9
9. BAB 9 - ASINYA BOCOR
10
10. BAB 10 - PEKERJAAN
11
11. BAB 11 - BAYI SUNGGUHAN
12
12. BAB 12 - SATU IKATAN
13
13. BAB 13 - DIKEPUNG TIGA COWOK
14
14. BAB 14 - CURIGA
15
15. BAB 15 - ANAK KITA
16
16. BAB 16 - ANAKMU
17
17. BAB 17 - DIPELUK TIBA - TIBA
18
18. BAB 18 - KELUAR MALAM - MALAM
19
19. BAB 19 - TES DNA
20
20. BAB 20 - JADI SUAMI
21
21. BAB 21 - 30 JUTA SEMALAM
22
22. BAB 22 - HAK ASUH
23
23. BAB 23 - MELAYANI?
24
24. BAB 24 - ADIK IPAR
25
25. BAB 25 - MAU BOCOR
26
26. BAB 26 - BERCIUMAN
27
27. BAB 27 - TERANCAM
28
28. BAB 28 - TERANG SAN
29
29. BAB 29 - MAU TAPI MALU
30
30. BAB 30 - ANAK ITU
31
31. BAB 31 - BABU YA BABU
32
32. BAB 32 - BANGUN NARA!
33
33. BAB 33 - ISTRIMU
34
34. BAB 34 - MENCIUM
35
35. BAB 35 - KECIL - KECIL
36
36. BAB 36 - KEBOBOLAN?
37
37. BAB 37 - SEKSI
38
38. BAB 38 - TENGGELAM
39
39. BAB 39 - TIDAK MAU
40
40. BAB 40 - LAYANI AKU
41
41. BAB 41 - KEMBAR LIMA
42
42. BAB 42 - TUING TUING
43
43. BAB 43 - DIPEREBUTKAN
44
44. BAB 44 - BERAKHIR
45
45. BAB 45 - CUM BU - CUM BUAN
46
46. BAB 46 - PAK SUAMI
47
47. BAB 47 - TAKUT HAMIL LAGI
48
48. BAB 48 - SUDAH PINTAR BICARA?
49
49. BAB 49 - SERIBU GANGSTER
50
50. BAB 50 - SAYANGKU
51
51. BAB 51 - MENGINTAI
52
52. BAB 52 - BERPELUKAN
53
53. BAB 53 - ANAK DARI EZRA
54
55. BAB 54 - NIKMATNYA
55
55. BAB 55 - IBU HAMIL
56
56. BAB 56 - DIBUANG
57
57. BAB 57 - CEMBURU
58
58. BAB 58 - DIKELUARKAN
59
59. MHB BAB 59 - MAUNYA APA SIH?
60
60. MHB BAB 60 - BUKAN YANTI
61
61. MHB BAB 61 - NGIDAM?
62
62. MHB BAB 62 - TIDAK SETUJU!
63
63. MHB BAB 63 - HUWEEEE!
64
64. MHB BAB 64 - NENEK DATANG
65
65. MHB BAB 65 - MELISSA
66
66. MHB BAB 66 - MAMMA!
67
67. MHB BAB 67 - PANDANG BULU
68
68. MHB BAB 68 - POMPA ASINYA
69
69. MBH BAB 67 - GERAH DAN PANAS
70
70. BAB 70 - DISIKSA
71
71. BAB 71 - AHH ABANG!
72
72. BAB 72 - HARUS CERAI!
73
73. BAB 73 - HAMIL LAGI?
74
74. BAB 74 - KONGLOMERAT
75
75. BAB 75 - JAGA ANAKKU
76
76. BAB 76 - NARA MANA?
77
77. BAB 77 - DIBUANG
78
78. BAB 78 - MANTAN?
79
79. BAB 79 - KOK DI SINI?
80
80. BAB 80 - BAWA PULANG
81
81. BAB 81 - JEMPUT DIA
82
82. BAB 82 - WOY KENDRA!
83
83. BAB 83 - DIGUSUR?
84
84. BAB 84 - BU MAYANG
85
85. BAB 85 - SKY HOUSE
86
86. BAB 86 - MELAHIRKAN
87
87. BAB 87 - MELAHIRKAN (2)
88
88. BAB 88 - SEWA IBU SUSU?
89
89. BAB 89 - BUAT SEKARANG?
90
90. BAB 90 - BEDA JAUH
91
91. BAB 91 - BABY ALAN!
92
92. BAB 92 - ALAN SAYANG!
93
93. BAB 93 - TESPECK
94
94. BAB 94 - SIAPA NENEK ITU, PAPA?
95
95. BAB 95 - MAMA, PAPA PERGI KE MANA?
96
96. BAB 96 - HIDUNG ALAN BERDARAH
97
97. BAB 97 - ALAN ADA DI MANA?
98
98. BAB 98 - KAU PEMBOHONG BESAR!
99
99. BAB 99 - ALAN KE NEW YORK
100
100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
101
100. BAB 100 - ALAN ADA DUA (END)
102
101. EXTRAK PART (1) - KIANO
103
102. EXTRAK PART (2) - KIARA
104
103. EXTRAK PART (3) - DIA KIARA, PAPAH!
105
104. EXTRAK PART (4) - TETAP DI BELAKANG PAPAH!
106
105. EXTRAK PART (5) - MARKAS ZABERX
107
106. EXTRAK PART (6) - LITTLE TWILIGHT
108
107. EXTRAK PART (7) - FORMASI TWILIGHT
109
108. EXTRAK PART (8) - KETUA MAFIA
110
109. EXTRAK PART (9) - JANGAN PERGI
111
110. EXTRAK PART (10) - TAMBAH 100 ADIK
112
111. FLASHBACK (1) - EMPAT JUTA SEBULAN
113
112. TAMBAHAN (1) - PAPAH PUNYA MUSUH?
114
113. TAMBAHAN (2) - ITU BAHAYA!
115
114. TAMBAHAN (3) - CALON ISTRI
116
115. TAMBAHAN (4) - PACAR GELAP
117
116. TAMBAHAN (5) - BAHAN RITUAL
118
117. TAMBAHAN (6) - MERASA ANEH
119
118. TAMBAHAN (7) - DIJODOHKAN
120
119. TAMBAHAN (8) - AKHIR
121
120. Novel Baru Sekuel Si Kembar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!