Senin adalah hari yang menyebalkan. Sindrom i hate monday ini juga menyerang Ella hari ini. Setelah menikmati liburan dan jalan-jalannya ke pantai Papumi kemarin membuat Ella makin susah move on dari hari minggunya. Seakan waktu 24 jam dihari minggu terlalu cepat berlalu dan berganti dengan hari senin yang menyebalkan.
Kesialan hari senin ini dimulai dengan jadwal jaga sift pagi Ella. Kemarin setelah jalan-jalan mereka, Ardi baru mengantarkannya sampai ke kontrakan di sore hari. Mereka sudah berkemas dan meninggalkan cottage selepas duhur tetapi tetap saja memakan waktu karena perjalanan yang cukup jauh. Mereka juga sempat mampir untuk memulangkan Laras. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke kontrakan Ella hampir empat jam perjalanan.
Sesampai di kontrakannya Ella langsung mandi dan mendekam di kamarnya, tidur pulas di kasur kesayangannya sampai pagi.
Dan paginya dia sudah harus hadir di UGD jam 6.00 pagi untuk sift pagi. Memaksa Ella untuk bangun lebih pagi, mempersiapkan segalanya dan berangkat ke RSUD G sebelum jam enam pagi. Saat susana kota Genting bahkan masih sepi dari orang yang berlalu lalang.
Kesialan kedua dihari senin adalah jumlah pasien yang membeludak. Membuat Ella dan dua perawat UGD yang bertugas jaga sift pagi bersamanya kewalahan. Bagaimana tidak, disaat bed observasi masih terpakai untuk dua orang pasien dengan diagnosa gangren diabetikum. Datang lagi pasien kecelakaan beruntun yang dibawa ke UGD.
Tiga orang terluka sedang dan dua orang terluka ringan korban kecelakaan lalu lintas beruntun. Sebenarnya bukan masalah yang berat untuk menangani mereka. Tapi karena mereka datangnya bersamaan dan berjumlah banyak. Ditambah keluarga pasien yang panik, semakin memperkeruh suasana.
Akhirnya Ella, Yudi dan Lina yang kebetulan hari ini bertugas harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengatasi kekacauan manusia itu. Bahkan tak dapat dielakkan mereka pun sesekali bertengkar dengan keluarga pasien yang merasa keluarganya ditelantarkan.
Padahal dalam keadaan musibah dengan pasien banyak seperti itu telah dilakukan triase atau penilaian status pasien. Dimana pasien yang paling parah akan ditangani terlebih dahulu dan pasien yang paling ringan keadaanya belakangan.
Kehebohan dan kepanikan itu akhirnya berakhir tepat tengah hari. Ella merasa sangat lelah setelah semua yang terjadi. Ella yang harus menangani sendiri pasiennya tanpa diasisteni perawat, karena kedua perawatnya juga sedang sibuk merawat pasien lainnya. Ella juga masih harus memberikan instruksi tindakan, dan obat yang harus diberikan pada pasien yang ditangani oleh perawatnya.
Selain itu, Ella juga yang harus melakukan inform consern, menjelaskan tentang keadaan, tindakan serta berdebat dengan keluarga pasien. Bahkan Ella masih harus melayani beberapa petugas kepolisian lalu lintas yang datang untuk meminta rincian detail keadaan korban serta tindakan yang telah dilakukan terhadap korban.
"Huuuuft angin ribut akhirnya berlalu," celetuk Lina sambil membuang napas, menuliskan sesuatu pada buku register pasiennya.
"Mas Yudi gak mandi paling tadi pagi. Kok sial banget hari ini?" Goda Ella pada Yudi sambil tetap menulis dan mengisi lembaran rekam medis pasiennya.
"Wah pelanggaran dok. Masa ganteng gini dibilang belum mandi?" jawab Yudi Sewot dan dibalas dengan tawan oleh Ella dan Lina
"Waduh UGD kayak pasar malam aja ni ramenya!" Seorang pria tiba-tiba menghampiri meja dokter jaga beberapa puluh menit kemudian.
"Kalian pasti capek banget, ni buat kalian," pria itu meletakkan tiga kaleng minuman dingin rasa kopi susu.
Ella mendongakkan kepalanya yang dari tadi dia rebahkan ke punggung tangannya di meja. Didapatinya dokter Roni yang tersenyum memandanginya dengan cengar-cengir.
"Eh kamu udah datang Ron?" tanya Ella. Ella melirik jam tangan Alexander christy yang melingkar di lengannya. Masih jam 12.15, masih lama sebelum pergantian sift.
"Makasih lo dok Roni," Lina dan Yudi kompak menyerbu kopi kalengan itu, membuka kait penutupnya dan meminumnya.
"Capek banget ya, El?" Tanya Roni dengan nada khawatir. "Gantian yuk. Kamu pulang aja istirahat," dia menawarkan dirinya.
"Tapi masih lama Ron, kasian kamu donk kelamaan jaganya ntar," Ella merasa tak enak.
Memang Roni ini paling rajin datang kalau Sift jaganya tepat setelah Ella. Dan Roni juga sering memberi Ella bonus waktu untuk pulang lebih cepat. Tapi jika dia jaga setelah Sift dokter Intan dan dokter Jun, Roni datangnya standart aja, kadang tepat, kadang juga telat. Membuat Ella sedikit curiga kenapa dia baik hanya padanya saja?
"Udahlah gak pa-pa. Lagian aku udah disini juga. Daripada nganggur biar aku jagain," ujar Roni tak mau kalah. "Atau kamu ke kantin aja deh, istirahat, dan isi perut dulu."
"Beneran gak pa-pa ni? Yaudah aku tinggal dulu ya klo gitu." Ella masih merasa tidak enak. Tapi dia juga merasa badannya sudah sangat letih dan membutuhkan istirahat.
"Makasih ya Ron, buat ini juga," Ella mengambil satu kaleng kopi terakhir pemberian Roni dan meminumnya.
"Hehehe no problem. Operannya beres kan? Atau ada yang belum ditulis?" jawab Roni sambil mengeluarkan jas putihnya dari tas dan segera memakainya. Membuat penampilan pria itu tampak lebih ganteng beberapa derajat.
"Udah beres kok. Tapi jangan kaget ya kalau tulisannya kayak ceker ayam hehe," jawab Ella mengemasi barang-barang bawaannya di meja dan melepas jas putihnya. Kemudian dia memasukkan semua barangnya ke tote bag kesayangannya.
"Besok kamu jaga apa, Ron?" tanya Ella basa basi.
"Besok aku libur. Kenapa?" Roni menyelidik.
"Gak papa, mengabsen aja hehe," jawab Ella sekenanya. "Yuk aku duluan ya. Mbak Lina, mas Yudi tak tinggal dulu," pamit Ella meninggalkan meja dokter jaga UGD-nya.
"Ok dok," jawab Lina dan Yudi kompak. Sementara Roni hanya melambaikan tangannya dan tersenyum lebar untuk menjawab Ella.
Ella segera menuju kantin RSUD yang susananya sedang rame. Maklum lah lagi jamnya makan siang. Ella memesan nasi rawon dan es teh manis lalu mengambil tempat duduk di sudut kantin agar tidak terlalu terpengaruh oleh keributan disana.
Ella mengeluarkan ponselnya yang dari tadi belum sempat terpegang karena suasana kesibukannya di UGD. Dibukanya lockscreen dan didapatinya beberapa pesan di sana. Beberpaa pesan tidak penting dari grup chat hanya dibuka Ella tanpa dibaca. Dia hanya membaca beberapa pesan dari orang yang cukup penting baginya saja.
09.00 Intan
Ella, ntar kalau pulang dari RSUD tolong mampir beliin makan ya. Dibayar utang, thanx.
09.35 Lazuardi
Met pagi Ella sayang. Sorry telat ngucapinnya aku baru bangun tidur, hehe.
Ella tersenyum sendiri melihat pesan dari Ardi. Rupanya pria itu sudah berani untuk memanggilnya sayang setelah mereka berdua saling mengungkapkan perasaan kemarin. Ella tak mengira Ardi bisa juga bersikap sedikit romantis begini. Apa ini artinya mereka berdua sudah resmi pacaran? In realationship?
10.10 Mama
Ella, papa kemarin kakinya kejatuhan palu. Sekarang bengkak kalinya. Dikasih obat apa enaknya?
Ella kaget sekali demi mendapat pesan dari mamanya. Tanpa membalas pesan yang lainnya, Langsung saja dia menekan tombol call di ponselnya untuk menelpon mamanya, sangat khawatir akan keadaan papanya.
"Hallo, assalamualaikum mama? Papa kenapa ma?" tanya Ella khawatir.
"Ya Ella, Waalaikumsalam. Gak apa-apa si, cuma kemarin kan hari minggu, papa mainan palu mau bikin kandang ayam. Terus kakinya kejatuhan palunya, eh sekarang jadi bengkak besar," jawab mama Ella diseberang sana.
"Aduh papa ada-ada ulahnya," ujar Ella gemas sama papanya yang memang tidak bisa diam itu. "Kompres air es ma biar cepet kempes bengkaknya. Di sebelah mananya kaki yang kena? Kayak apa sekarang bentuknya? Ntar Ella tulisin resep, kasiin ke papa sehari tiga kali."
"Iya iya nanti mama belikan obatnya. Di punggung kakinya, ya namanya juga kejatuhan. Bentuknya ya merah gede gitu, sakit dan susah buat jalan."
"Yaudah sementara nanti dikasih obat dulu, abisin selama tiga hari. Kalau besok gak sembuh juga harus dibawa untuk periksa ke dokter," Ella dapat membayangkan kaki papanya yang sedang bengkak, pasti sedang terjadi abses disana.
"Oiya Ella kapan pulang? Udah sebulanan kan gak pulang?" tanya mamanya pindah topik.
"Minggu depan kalau gak ada kegiatan Ella sempetin pulang." Ella mengingat-ingat jika memang sudah sebulanan dia belum pulang kampung sama sekali, pulang kota lebih tepatnya.
Kesibukannya di UGD membuatnya lebih senang untuk menghabiskan waktu liburnya untuk beristirahat dari pada pulang kampung. Selain itu sekarang sudah ada Ardi yang membuatnya makin kerasan dengan kota Genting tempatnya mengabdi ini.
"Kok sekarang jarang pulang? Ella udah punya pacar ya disana?" celetuk mamanya tiba-tiba. Duh mamanya memang peka banget deh, bisa-bisanya menebak situasi dengan benar.
"Apaan si ma, kepo banget," Ella mencoba mengelak. Dia merasa belum waktunya untuk bercerita mengenai Ardi. Menceritakan hubungannya dengan pria itu.
"Yaudah El, cepetan kirim resepnya. Mama mau pergi ke apotik abis ini."
"Ok, ma. Udah dulu ya. Wassalamualaikum."
"Waalaikumsalam," mama Ella mematikan panggilan mereka.
Selepas menyelesaikan panggilannya, Ella segera menuliskan resep untuk papanya yang dia kirimkan melalui pesan ke mamanya. Agar tidak terjadi kesalahan pembelian.
Ella
Metronid*zole, Katafl*m, Mefin*l. Sehari 3x ma minumnya.
Mama
Ok, mama ke apotik dulu beli obat.
Pesan lain tiba-tiba masuk juga ke aplikasi chating Ella setelah dia selesai mengirim pesan ke mamanya. Kali ini dari Ardi yang mengirim pesan padanya.
Lazuardi
Ella? El? kok gak balas pesanku? centang dua biru doank?
Lazuardi
Aku telpon kok gak bisa ya? berada di panggilan lain? Telponan sama siapa?
Ella tertawa melihat pesan-pesan Ardi. Semakin timbul niat jahilnya untuk pura-pura cuek dan tak membalas pesan cowok itu. Ella memutuskan untuk menyantap rawonnya dulu sebelum membalas pesan Ardi.
Tetapi belum sampai setengah porsi dihabiskannya, ponselnya kembali berbunyi. Dan bisa ditebak Ardi lah yang menelponnya. Karena tak tega dan tak ingin membuat Ardi menunggu lagi, Ella pun segera mengangkat telponnya itu.
"Halo? Ella? Kok gak bisa ditelpon tadi?" tanya Ardi begitu panggilan tersambung.
"Iya halo mas. Lagi telponan tadi, maaf."
"Telponan? sama sapa?"
"Kasih tau gak ya?" Ella semakin jahil menggoda Ardi yang semakin penasaran.
"Kasih tau! Ellaaaa! Siapa El?"
"Mama kok hahahha." Ella tertawa renyah mendengar reaksi Ardi, lucunyaaaa.
"Oh ibu mertua. Bagaimana kabarnya ibu dan bapak mertua?" Ardi terdengar membuang napas lega diseberang sana.
"Ye, Ibu mertuanya apaan?" Protes Ella. "Mama baik kabarnya tapi papa kakinya bengkak katanya abis kejatuhan palu."
"Hah? Kejatuhan palu? Kok bisa?"
"Itulah kehebatan papa, hehe. Emang dasar gak bisa diem itu orang."
"Tapi gak apa-apa kan?"
"Kayaknya si abses. Tapi tadi aku udah ngasih resep ke mama buat beliin obat. Ya moga- moga aja lekas sembuh."
"Amin," Ardi mengamini. "Ella lagi apa? Udah makan siang belum?"
"Ini lagi makan rawon di kantin. Abis jaga sift pagi, mau pulang ke kontrakan abis ini."
"Pantesan bau rawonnya sampai sini, gak mau bagi-bagi si kamu."
"Kesini donk biar bisa dibagiin."
"Ok. Aku berangkat sekarang ya."
"Eh? Gak usah. Aku mau pulang abis ini."
"Hehehe yaudah ati-ati dijalan ya bawa motornya. Jangan ngebut."
"Siap laksanakan! Udah dulu ya mas daaah."
Ella menutup panggilannya, segera beranjak dari meja setelah menghabiskan makanannya, membayar makanannya ke kasir kantin. Kemudian Ella ke parkiran mengambil motornya yang sudah terparkir disana sejak sabtu pagi.
Karena Linggar yang menjemputnya tiba-tiba di hari sabtu untuk jalan-jalan. Ella melajukan motornya dengan kecepatan santai ke kontrakannya. Tak lupa dia mampir ke warung untuk membeli makanan pesanan Intan yang sudah menantinya di kontrakan.
~∆∆∆~
FYI (For Your Informations)
*Bengkak adalah salah satu tanda dari respon peradangan, peradangan sendiri merupakan sisem imun tubuh untuk melawan penyakit (jejas). Pembengkakan yang ringan dan tanpa disertai dengan infeksi dapat sembuh dengan sendirinya. Pengompresan dengan air dingin dapat memperkecil ukuran bengkak dan mengurangi rasa sakit.
*Untuk pembengkakan yang disertai infeksi dibutuhkan terapi antibiotik dan antiinflamasi, tapi penggunaan obat ini harus dengan resep dokter ya. Untuk pembengkakan yang lebih parah lagi seperti abses (pembengkakak yang berisi nanah) harus dikeluakan dulu nanah/cairan didalam jaringan, baru kemudian dibantu dengan obat. Jika tidak segera dilakukan pertolongan maka jaringan akan mati dan menjadi gangren.
🌼LIKE, AND KOMENTAR JANGAN LUPA YA😉🌼
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 260 Episodes
Comments
Maimai
wah roni kayak nya saingan nya ardi nih
2022-11-16
0
Maimai
gangren apaan ka arti nya?
2022-11-16
0
Faecha Uswatun
Baru kesempatan mampir sekarang di Dokter Ella Love Story-nya Thor... Authornya Emang berprofesi dokter ya? Keren ceritanya.
2022-05-31
1