Pagi-pagi sekali bahkan sebelum alarm untuk membangunkan Ella dari tidurnya berbunyi, hand phone nya sudah berbunyi duluan, menandakan ada pesan yang masuk.
'Aduh siapa sih, mengganggu saja pagi-pagi begini?' gerutu Ella dalam hati. Tapi tetap diambilnya juga hand phone itu untuk memeriksa siapa yang mengiriminya pesan.
Sebagai dokter UGD memang Ella harus selalu standby 24 jam untuk menerima panggilan oncall duty. Bisa saja sedang ada kasus gawat di UGD dan dokter yang sedang bertugas jaga kebetulan sedang sibuk menangani pasien lain atau malah berhalangan hadir.
Lazuardi
Selamat pagi Ella. Have a nice day.
Ella membuang napas lega mengetahui pesan yang diterimanya bukan dari crew UGD rumah sakit, bukan perkara pekerjaan. Kebahagiaannya semakin bertambah menyadari Ardi yang menyapanya sepagi itu. Memberikan ucapan selamat pagi yang manis.
Ella
Selamat pagi Mas Ardi. Have a nice day too.
Ella membalas pesan Ardi sebelum kemudian dia melanjutkan bobok cantiknya. Memang pekerjaan keseharian Ella kalau sedang off duty kebanyakan dipakainya untuk beristirahat. Mengembalikan stamina, emosi dan kewarasan sebelum harus stand by berjaga di UGD lagi malam harinya.
Hari ini Ella mendapat sift malam untuk jaga UGD. Yang artinya dia mempunyai banyak waktu luang sepanjang pagi, siang dan sore hari ini. Untuk apa? untuk tidur dan menikmati hidup, hehehe.
Siang harinya Ella terbangun karena perutnya yang keroncongan. Cacing-cacing di dalam perutnya seakan mengadakan protes, pemberontakan dan berdemo menuntut adanya makanan untuk digiling. Dengan langkah terseok-seok karena masih separuh nyawa yang terkumpul, Ella berlalu ke kamar mandinya. Membasuh seluruh tubuh dengan air shower yang dingin, untuk mengembalikan sebagian besar kesadarannya.
Setelah mandi dan berpakaian seragam rumahan (note: babby doll), Ella kembali mengambil Hp-nya. Membuka aplikasi gr*b food untuk memesan menu makan siangnya.
Hmmm, makan apa ya enaknya? Setelah cukup lama memilih akhirnya Ella memutuskan untuk memesan seblak super pedas. Lengkap dengan es campur dan kerupuknya sekalian.
Hahahaha, biarkan saja porsi jumbo toh ini juga makan siang yang digabungkan sekaligus dengan sarapan. Repelan makan.
Sambil menunggu pesanannya diantar, Ella membenamkan dirinya di sofa depan tv. Dinyalakannya tv itu meski tak tahu apa yang akan ditontonnya. Dipencet-pencetnya acak chanel tv mencari-cari tontonan yang sekiranya menarik.
Pilihan Ella tertuju pada salah satu program travel di salah satu stasiun tv swasta. Bukan karena ingin melihat destinasi wisata yang ditawarkan, melainkan karena background musik yang yang diputar untuk acara itu, paradise dari cold play.
'Aku pasti sudah gila!' Batin Ella saat menyadari tiba-tiba saja hatinya berbunga- bunga dan pikirannya melayang-layang membayangkan sosok Ardi.
Memori kencan pertamanya semalam kembali berkelebat di kepalanya. Saat Ardi menyapanya dan memperkenalkan diri, saat mereka semobil berdua, saat mereka makan soto ayam bersama. Aduh mati aku! aku keliatan rakus banget lagi kemarin. Serta saat Ardi mengantarnya kembali ke kontrakan. Semua begitu manis, like a dream comes true.
Dengan penuh harap Ella membuka Hp-nya, membuka aplikasi chatting-nya, berharap ada pesan dari Ardi. Tapi tak ada satupun pesan dari Ardi selain ucapan selamat pagi tadi. Membuat Ella sedikit kecewa dan dongkol.
Mungkin Ardi sedang sibuk kerja jadi tidak sempat memberi kabar padanya. Sebenarnya ingin sekali Ella mengawali menyapa, tapi harga dirinya sebagai seorang wanita menghalangi.
'Enak saja, pokoknya aku gak bakal nyapa sebelum dia nyapa duluan.' Ella membulatkan tekadnya.
Tak lama kemudian Hp-nya berbunyi, Ella mendapat sebuah pesan. Dari abang gr*b yang mengabarkan pesanannya telah sampai.
"Haduh kok dari abang gr*b!" Ella berlari menyambut makanannya dengan sedikit rasa dongkol karena yang mengirim pesan bukan orang yang diharapkan dan dinantikannya.
"Makasih ya pak." Ujar Ella sambil menerima bungkusan makan siangnya.
Kemudian Ella mendapat sebuah ide untuk menyapa Ardi tanpa terkesan ganjen. Ella menata makanan pesanannya di meja dengan rapi. Kemudian mengambil fotonya. Dan mengirimkan foto itu ke Ardi dengan sebuah pesan singkat, 'Selamat makan siang mas Ardi'.
'Aduh, apa aku terlalu berlebihan?' Entah mengapa Ella merasa malu dan sedikit menyesal telah mengirim pesan itu. Apa aku terlihat agresif? Apa aku seperti perempuan ganjen?
Aaarrrhhhh bagaimana ini? Ella benar-benar panik. Tapi kemudian Ella menyadari bahwa Ardi belum membaca pesan itu, tanda di aplikasi chatting masih menunjukkan centang satu. Tanda bahwa pesannya terkirim tapi belum sampai ke penerima.
Aroma wangi seblak semakin menggoda Ella untuk menyantapnya selagi masih hangat. Tanpa membuang waktu lagi Ella langsung menyantap menu makan siangnya sambil menonton drama koreya favoritnya dari HP. At least ada oppa ganteng koreya yang selalu setia menemaninya setiap saat, Ella menghibur dirinya sendiri.
~∆∆∆~
Sore harinya selepas magrib HP Ella kembali berbunyi, dan didapatinya pesan wa dari Ardi disana.
Lazuardi
Maaf El, HP-ku mati dari tadi siang. Enak ya seblaknya?
Ella
Oh pantesan.
Biasa saja seblaknya. Standard.
Lazuardi
El, aku sudah ada di depan kontrakan kamu sekarang.
Ella
Hah? Serius?
Ella kaget dan panik demi membaca pesan dari Ardi. Ella bahkan belum mandi sore karena keasikan nonton drama koreyanya.
'Haduh bagaimana ini? Penampilanku masih kucel begini karena seharian rebahan di atas kasur sambil nonton drama koreya. Heellllppp!'
Lazuardi
El, gak dibukain pintu buat aku? Tega ya kamu?
Dhiiiieeeeng. Ella semakin kalut dan panik melihat pesan terbaru Ardi. Buru-buru Ella menghampiri meja riasnya, menyemprotkan mist spray ke seluruh wajahnya agar terlihat lebih segar. Menyisir juga rambutnya yang acak-acakan karena kebanyakan rebahan.
Terakhir Ella memasang lip balm berwarna pink untuk sedikit menambah kecerahan wajahnya. Kemudian disambarnya kardigan hitam untuk menutupi bagian atas babydoll nya.
Setelah segala persiapan beres, Ella bergegas berlari ke luar rumah, membukakan pintu untuk menyambut tamunya.
"Selamat malam, Ella." Ardi menyapa dengan wajah sumringah saat Ella membukakan pintu untuknya.
"Malam," Ella tersenyum lebar menyambut kedatangan tamunya.
Didapatinya seorang pria tampan dengan setelan baju resmi ala-ala orang kantoran. Hari ini Ardi mengenakan kemeja berwarna biru muda, dia tidak memakai dasi seperti kemarin. Kali ini kancing bajunya terbuka dibagian atas, mungkin karena kegerahan.
Untuk beberapa detik Ardi tertegun sejenak setelah pintu terbuka. Diamatinya gadis di hadapannya yang sedang memakai baju khas rumahan. Entah mengapa Ardi merasa Ella smakin cute dengan gaya cuek dan santainya itu. Gadis ini selalu tampil apa adanya tanpa kepura-puraan.
"Aku kira kamu gak jadi kesini karena daritadi tidak ada kabar." Ujar Ella mempersilahkan tamunya masuk ke ruang tamu sekaligus ruang tvnya.
"Duduk dulu mas, mau minum dingin atau hangat?" lanjut Ella menawarkan suguhan.
"Wah bisa request ya? Kopi saja kalau begitu sebagai penawar ngantuk."
"Ngantuk? Jam segini?" tanya Ella keheranan.
"Soalnya hari ini agak sibuk. Capek sekali jadinya, karena itu bawaannya ngantuk terus."
Ella beranjak memasak air untuk membuat secangkir white coffe Ardy.
"Memang di kantor pekerjaan mas Ardi ngapain saja si?" tanya Ella penasaran sambil menyeduh kopi.
"Hari ini kebetulan ke site untuk meliat area yang akan dibangun perumahan baru. Lokasinya agak jauh diluar kota. Setelah itu ke depo bangunan dan kantor kontraktor untuk mengurus bahan dan pekerja yang akan digunakan dalam proyek."
"Pantesan capek. Padat begitu acaranya." Ella membawakan secangkir kopi yang barusan dibuatnya ditemani dengan sekaleng biskuit rasa keju.
"Diminum dulu mas, aku mandi sebentar siap-siap."
"Kamu belum mandi?" tanya Ardi dengan keheranan. "Kok udah cantik ya?" Lanjutnya sedikit menggoda Ella. Godaan receh yang mampu membuat wajah gadis itu bersemu merah malu-malu.
"Cantik tapi bau asem, hehehe." Jawab Ella bergegas meninggalkan pria itu ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian setelah menyelesaikan ritual mandinya Ella segera berganti pakaian dengan pakaian dinasnya. Kali ini Ella memilih sebuah kemeja bermotif garis-garis berwarna biru pink, dipadukan dengan celana jeans warna navy. Tidak lupa Ella melakukan sedikit touch up dengan wajah dan penampilannya.
Beberapa saat kemudian Ella sudah rapi dengan dandanan flawless kebanggaannya. Terakhir karena udara malam ini sedikit panas Ella mengikat rambutnya tinggi diatas kepalanya, model ekor kuda yang membuatnya terlihat lebih fresh dan sporty.
Setelah semua terlihat ok, Ella mengambil tote bag yang biasa dipakainya untuk dinas. Sekali lagi Ella mengaca memperhatikan penampilannya sebelum akhirnya keluar kamar menghampiri sang tamu yang telah lama ditinggalkannya.
Betapa kagetnya Ella saat kembali ke ruang tamu didapatinya Ardi telah tertidur dengan posisi masih duduk di sofa dan kepala tersandar ke sofa.
'Bisa-bisa nya dia ketiduran. Pasti benar-benar kecapekan,' batin Ella sambil terus mengamati pria itu.
Wajah Lazuardi semakin terlihat menarik dan menggemaskan saat tidur. Ella dapat melihat area mata pria itu sedikit menghitam, mungkin Ardi memang kecapekan dan kurang tidur. Membuat Ella tak tega untuk membangunkan pria itu.
Ella mengambil HP-nya dan dengan iseng mengambil foto Wajah tidur Ardi yang menurutnya sangat menggemaskan.
Kemudian Ella juga membuka aplikasi gr*b food untuk memesan beberapa makanan sebagai makan malam mereka. Sengaja dipilihnya soto ayu lagi sebagai pesanan. Karena Ella rasa Ardi sedang butuh yang hangat-hangat saat ini.
Tak sampai 15 menit soto pesanannya akhirnya datang. Ella bergegas mengambilnya dan segera menyajikannya di atas meja makan.
Beberapa saat kemudian Ardi terbangun dan sedikit bingung menyadari dirinya ada dimana. "Yaampun aku ketiduran. Maaf ya, El." ujar Ardi serba salah saat kesadarannya pulih.
"Hehe, nggak apa-apa kok santai saja. Ayo kesini makan malam dulu." Ajak Ella sambil menyiapkan dua gelas teh hangat di meja.
"Kamu masak apa?" tanya Ardi penasaran menghampiri meja makan.
"Masak soto ayu." jawab Ella menahan tawa.
"Yah, kirain masakan kamu." Ardi pura-pura kecewa, mengambil duduk di salah satu kursi meja makan di hadapan Ella.
"Bisa diare nanti kalau Mas Aldi makan masakanku" Ella tertawa ringan. "Yuk makan dulu, mas."
Keduanya makan dalam diam, dan tidak selahap kemarin. Bukan karena rasa sotonya tidak enak tapi suasana yang membuat mereka santai, menikmati setiap suapan, menikmati waktu kebersamaan mereka.
Setelah selesai makan malam, Ella mencuci peralatan makannya dengan ditemani Ardi yang tetap duduk di kursi makan sambil terus mengamati Ella. Ardi semakin tergila-gila dengan gadis itu, kedewasaannya, kepekaannya, dan kepiawaiannya mengurusi urusan dapur. Benar-benar tipe isteri idaman setiap pria ini.
"Aku ada paracetamol klo mas Ardi agak pusing." Ella menawarkan.
"Gak usah, aku masih harus menyetir mobil setelah ini." Ardi melirik jam tangan di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 19.30.
"Kamu sudah siap? Mau berangkat sekarang?"
"Aku berangkat naik ojek saja deh. Mas Ardi langsung pulang istirahat," tolak Ella.
"Sekalian saja, RSUD G itu sejalur dengan jalan pulang ke rumahku."
"Ya sudah, nanti aku ajak ngobrol biar nggak ngatuk nyetirnya." Jawab Ella akhirnya.
Ardi tersenyum gemas menyadari Ella yang sedikit mengkhawatirkan dirinya. Gadis ini benar-benar berbeda dari kebanyakan gadis yang pernah dikenal Ardi. Membuatnya semakin tergila-gila dan ingin mendapatkan hati Ella.
Segera saja mereka memasuki mobil dan meluncur ke arah RSUD tempat Ella bertugas.
~∆∆∆~
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, Makasih 😘🌼
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 260 Episodes
Comments
Maimai
jangan kaget ya ardi, kan ella bilang dia gak bisa masak
2022-11-13
1
Maimai
ternyata porsi makan ella super duper wahhh banget ya
2022-11-13
0
fa_zhra
enak dbca tulisan nya
2022-05-06
1