Cukup lama Ella dan Sari menunggu di teras rumah Ardi. Tetapi si empunya rumah seakan tak punya dosa, tetap saja tidak menampakkan batang hidungnya. Sama sekali tak ada niat untuk membukakan pintu untuk menyambut tamunya.
Kira-kira setengah jam kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah Ardi. Mobil honda jazz berwarna merah, mobil yang biasa dipakai oleh Ardi.
"Lha, orangnya lagi gak dirumah to?" Sari menggerutu demi melihat kedatangan mobil merah itu.
Tetapi ternyata dugaan Sari dan Ella salah. Yang keluar dari mobil itu bukanlah Ardi. Melainkan seorang wanita cantik berpakaian formal dengan kemeja kerja kekinian dan rok A line diatas lutut, serta sepatu ber-haq tinggi. Penampilan seperti layaknya dandanan seorang sekretaris kantoran. Wanita itu memasuki halaman rumah Ardi dan dengan sedikit heran menghampiri mereka berdua.
"Nona Sari? Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu menyapa Sari.
"Syukurlah ada kak Cindy. Bukain pintunya kak, mas Ardi gak mau bukain pintu daritadi." Sari menjawab tanpa menyembunyikan kekesalannya pada Ardi.
"Oiya kenalin ini temenku si RSUD Ella," Sari menunjuk kepada Ella.
"Ini kak Cindy sekretaris pribadi mas Ardi," Sari lanjut mengenalkan wanita tadi pada Ella.
Ella mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Cindy menyambut jabatan tangan Ella dengan tatapan sangat tajam dan menusuk. Seolah mengamati Ella dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pandangannya begitu tajam seolah dapat menembus tubuh Ella. Membuat Ella sedikit tidak nyaman dan salah tingkah.
Setelah perkenalan singkat tadi, Cindy mengambil sebuah kunci dari hand bag-nya dan membukakan pintu rumah Ardi untuk Ella dan Sari.
"Silahkan masuk nona-nona," Cindy mempersilahkan mereka masuk. Sementara dia sendiri kembali berjalan ke mobil lagi.
Sari langsung nyelonong begitu saja masuk ke dalam rumah dan Ella mengikutinya di belakang Sari. Sambil berjalan Ella terus mengamati segala penjuru isi rumah yang didominasi oleh warna putih dan sebagian kecil warna hitam.
Penataan rumah yang begitu apik dengan gaya minimalis modern. Rumah ini terlalu bersih untuk rumah seorang laki-laki bujangan yang tinggal sendirian.
Dari kejauhan Ella dapat melihat Cindy yang kembali masuk ke dalam rumah. Membawa map berkas dan beberapa pakaian formal pria yang sepertinya telah terpakai, pakaian Ardi kah? Ella sedikit merasa tidak nyaman mengetahui wanita secantik Cindy yang menjadi sekretaris pribadi Ardi.
Cindy bahkan diijinkan memakai mobil Ardi, mempunyai kunci rumah Ardi yang artinya dia bisa masuk kapan saja ke rumah ini. Dan lagi Cindy bahkan dapat mengurusi barang-barang pribadi Ardi seperti pakaiannya. Memikirkannya saja membuat Ella merasa sangat kesal.
Sari terus berjalan menaiki tangga di sudut ruang tengah. Sari kemudian mengetuk pintu salah satu ruangan di lantai dua, yang menurut Ella pastilah kamar Ardi. Tak ada jawaban.
Tanpa menyerah Sari mengetuk lagi pintu kamar dan tentu saja tetap tak ada jawaban. Dengan kesabarannya yang sudah habis Sari membuka pintu kamar itu tanpa ijin. Pintu yang ternyata tidak terkunci.
Sari langsung memasuki kamar itu dan Ella dengan sedikit ragu-ragu juga mengikuti dibelakang Sari. Yah bagaimanapun Ella belum pernah memasuki kamar seorang pria sebelumnya. Apalagi ini adalah kamar pria yang disukainya, membuat Ella semakin nervous saja.
Ella mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, tak ada apa pun yang spesial di ruangan ini. Cuma ada ranjang, almari, sofa dan seperangkat meja kerja lengkap dengan laptop, printer dan segala alat tulis diatasnya.
Segala isi ruangan ini juga didominasi oleh warna putih. Bahkan di seluruh dinding yang juga bercat putih tak ada foto, lukisan atau hiasan dinding apapun. Menurut Ella kamar Ardi ini terkesan sangat plain, tak berwarna dan kesepian.
Tak beberapa lama Cindy juga ikut memasuki kamar dan mengambil posisi berdiri di samping Ella sambil memegang map-nya.
Mereka mendapati Ardi yang tengah tertidur dengan sangat pulas di kasurnya. Bed cover tebal membungkus tubuhnya. Mungkin dia sedikit kedinginan dengan Air conditioner kamarnya yang terus menyala di suhu 20°C.
Sekali lagi Ella mengamati Ardi. Ardi sedang tertidur, dengan sangat pulas, bahkan dia mendengkur ringan dalam tidurnya. Benar- benar terlihat tanpa beban, seperti beruang kutub yang sedang hibernasi di musim dingin.
Kelegaan memenuhi hati Ella mengetahui Ardi baik-baik saja, bukan sakit atau pingsan seperti ketakutan yang terus berkelebat di benaknya.
Sari langsung menghambur mendekati Ardi, menempelkan punggung telapak tangannya di dahi Ardi yang masih tidur di ranjangnya.
"Agak panas tapi paling cuma sekitar tiga tujuh derajatan," ujar Sari setelah memeriksanya.
"Mas Ardi...Mas...Ooiii bangun!" Sari menarik selimut dan mengguncang-guncang tubuh Ardi dengan kasar untuk membangunkannya.
Sekali lagi desiran aneh mengusik hati Ella demi melihat kejadian itu. Apakah sedekat ini hubungan dua orang sepupu? Apakah sikap Sari pada Ardi tidak terlalu dekat? Sebagai sepupu kan seharusnya mereka sedikit menjaga jarak? Apalagi mereka adalah pria dan wanita yang sudah dewasa.
"Hhhmmmm...hoaaahmmm," Ardi perlahan membuka matanya dan menguap lebar. Dia menggeliatkan tubuhnya dan menggosok- gosokkan telapak tangannya ke matanya. Berusaha untuk mengembalikan kesadaran.
Ardi terlihat sangat kaget dan bingung begitu seluruh kesadarannya pulih. Bagaimana tidak, entah apa yang terjadi begitu bangun tidur dia mendapati tiga orang wanita cantik berdiri di depannya. Di dalam kamar tidurnya, di kediaman pribadinya.
"Sedang apa kalian disini?" tanyanya bingung.
"Huuuuuh! Mas Ardi itu ngilang dari kemarin gak ada kabar. Budhe Kartika memintaku kesini untuk mengecek keadaanmu." Sari menjawab dengan pura-pura marah.
"Mas Ardi kenapa?"
"Haaah? Aku kenapa? Aku cuma balas dendam tidur setelah beberapa hari ini aku bahkan tidak tidur." Ardi semakin kebingungan melihat kehebohan di depannya.
Ella tersenyum geli melihat ekspresi bangun tidur Ardi, ekspresi bingungnya itu tampak menggemaskan bagi Ella. Apalagi Ella tak pernah tahu dan melihat penampilan santai cowok itu.
Biasanya Ella selalu melihat Ardi yang selalu berpenampilan rapi dalam balutan baju kerja formalnya. Kini Ella dapat melihatnya dengan rambut acak-acakan, muka yang dipenuhi guratan bekas bantal serta pakaian rumahan tidak formalnya. Ardi memilih t-shirt oblong lengan pendek dan celana training panjang untuk busana kebesaran di rumahnya.
"Saya kesini untuk mengembalikan mobil, pakaian dan perlengkapan anda pak. Setelah tender selesai anda tak perlu lagi tidur di kantor." Cindy ikut menjawab dan mendekati Ardi di kasurnya.
"Ini ada beberapa dokumen yang harus ditanda tangani berkaitan dengan tender kemarin." Cindy menyodorkan setumpuk dokumen kepada Ardi.
"Taruh saja di meja. Nanti aku periksa," jawab Ardi beranjak bangkit dari ranjangnya.
"Kalau sudah gak ada keperluan lagi Cindy dan Sari pulang sana." Ardi dengan santainya melambaikan tangannya mengusir Cindy dan Sari.
"Mobilnya pakai saja dulu, Cin. Aku lagi males masukin ke garasi."
"Baik pak. Saya permisi kalau begitu." Cindy langsung menurut tanpa membantah perintah atasannya. Benar-benar sekretaris yang baik.
"Bilang sama mama aku gak papa. Pulang sana Sar, biar Ella disini dulu," Ardi juga mengusir Sari dengan semena-mena.
"Huuuuh bilang aja pengen berduaan sama Ella," Sari mengerutu sebal.
"Ini ada obat dan bubur ayam buat mas Ardi." Sari menyerahkan tas plastik bawaannya kepada Ardi sebelum pamit meninggalkan kamar Ardi.
Setelah semua pengganggu menghilang tinggalah Ella dan Ardi berduaan saja di dalam kamar. Entah mengapa keduanya tiba-tiba merasa canggung dan kikuk, tak tahu harus berkata apa. Hanya bisa diam membisu dengan pikiran masing-masing. Rasanya tidak nyaman menyadari mereka hanya berduaan di dalam kamar ini, di rumah ini.
Ardi menghampiri meja kerjanya, mengambil dan menghidupkan HP-nya.
"Wah aku beneran kayak anak ilang rupanya hehe." Ardi tertawa geli begitu membuka HP-nya dan didapatinya banyak sekali pesan dan missed call dari mamanya, Sari, dan Cindy. Sedikit kecewa juga mendapati hanya ada satu pesan dari Ella.
"Tapi kok cuma ada satu pesan ya dari Ella? Ella gak kangen ya sama aku?" Ardi menggoda sambil menghampiri Ella yang sudah tersipu malu dengan wajah memerah padam.
"Ih apaan si. Kan aku udah kirim pesan, ya nunggu dibalas dulu baru kirim lagi."
"Duh dingin banget ini cewekku." Ardi terkekeh dengan jawaban Ella.
"El, tungguin di bawah ya, aku mau mandi dulu. Gak enak kalau kita berduaan disini, takut aku khilaf kesambet setan." Ardi menyerahkan bungkusan plastik pemberian Sari pada Ella sebelum melangkah ke kamar mandi di kamarnya.
Dengan sangat amat malu dan canggung Ella pun berjalan keluar dari kamar Ardi. Menuruni tangga dan memandangi sekeliling rumah, mencari-cari dimana letak dapur. Dia segera ke arah belakang begitu melihat mini bar set disudut ruangan.
'Pasti dapur tak akan jauh dari sana', pikir Ella.
Dan benar saja didapatinya dapur super cozy disana dengan kitchen set berwarna hitam yang elegan. Diambilnya sebuah mangkuk dan sendok dari rak piring dan dituangkannya bubur ayam pemberian Sari ke mangkuk itu.
Kemudian Ella mengambil duduk di salah satu kursi minibar sambil menunggu Ardi selesai mandi. Sambil mengamati segala penjuru rumah Ardi yang mewah namun terkesan sepi ini. Barang-barang disana dipilih sesuai tema minimalis modern dengan nuansa hitam putih.
Di dinding minibar tergantung foto keluarga berukuran 20Rs yang terdiri dari lima orang. Seorang pria dan wanita paruh baya dengan gaya dan dandanan elegan terlihat duduk di sofa mewah mengapit seorang gadis cantik ditengah mereka. Ardi Berdiri di sebelah kanan sofa dan disebelah kiri sofa, seorang pria lain berdiri disana. Wajah dan perawakannya mirip dengan Ardi, hanya saja dia terlihat jauh lebih muda.
Foto keluarga ini terlihat sangat harmonis dan elegan dengan nuansa tradisional jawa. Nuansa yang terlihat dari pakaian yang mereka kenakan serta tema ruangan tempat mereka mengambil foto itu.
"Itu keluargaku," ujar Ardi tiba-tiba saja sudah berdiri di samping minibar menghampiri Ella.
Ardi terlihat lebih segar dan wangi setelah mandi. Pria itu menyisir rambutnya, wangi sabun dari tubuhnya juga semakin menambah pesona Ardi dimata Ella.
"Itu papa dan mamaku, Larasati adik keduaku dan Linggarjati adik ketigaku." Ardi mengambil duduk di sebelah Ella, menjelaskan anggota keluarganya.
"Laras, mahasiswi kedokteran di Universitas Jembar, udah koas. Sementara Linggar masih kelas dua SMA."
"Aku tinggal sendiri di rumah ini. Keluargaku di Banyu Harum kota. Ada beberapa maid yang mengurusi kebersihan rumah dan segala sesuatunya. Perusahaanku bergerak dibidang konstruksi dan aku bisa dibilang sebagai presiden direktur atau CEO disana." Ardi menjelaskan segala yang ingin diketahui Ella tentangnya.
"Makan dulu mas, pasti lapar kan?" Ella menyodorkan mangkuk bubur pada Ardi. Ella merasa penjelasan Ardi sudah cukup jelas.
"Terus kamu gak ingin nanya-nanya lagi? mumpung masih disini?" Ardi bertanya sambil mulai menyuap bubur ayamnya.
"Enak ya diurusin sekretaris cantik?" celetuk Ella tanpa bisa ditahannya.
"Hahahaha kirain kamu masih mau nanya soal keluargaku?" Ardi tertawa geli menyadari ada kecemburuan dari Ella padanya.
Ella makin menggemaskan aja pikir Ardi. Bisa-bisanya dia cemburu sama Cindy yang notabene sekretarisnya. Jelas-jelas tak ada hubungan apa-apa antara dia dengan Cindy kecuali hubungan profesional kerja.
"Ya abisnya, mobil dipinjemin, kunci rumah dikasiin, baju diurusin. Apalagi coba?"
"Ya hampir semuanya. Semua urusanku di kantor diurusin sama Cindy hehe." Ardi semakin menggoda Ella.
"Emang gak boleh? Emang Ella gak suka sama Cindy?"
"Biasa aja. Dia kan sekretaris pribadi mas Ardi. Yah wajar mengurusi bosnya." Ella berusaha menutupi rasa cemburunya.
"Ahahaha tenang- tenang, El. Cindy memang cantik tapi bagiku dia cuma sekretaris. Tidak lebih. Dan bagiku Ella tetap yang paling cantik nomer satu." Ucapan Ardi kali ini sukses membuat wajah Ella merah padam.
~∆∆∆~
🌼Tolong klik JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR, GIFTS dan VOTE. Makasih 😘🌼
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 260 Episodes
Comments
Icah Cahyani
mulai nih ela rada"cembukor😂
2024-06-15
0
Maimai
hahah, puas kan la sama jawaban nya ardi, udahan cemburu nya ya.
2022-11-15
0
𝒱𝒾𝓇𝑔𝑜 𝑔𝒾𝓇𝓁 ♍
Bagus Namany thorr,serba L
2022-03-25
0