Di hari Minggu seperti ini, banyak orang-orang yang akan menikmati hari libur dengan mengunjungi berbagai tempat wisata juga melakukan setiap hobi menikmati akhir pekan.
Akan tetapi, tidak bagi Bianca, jam sudah menunjukkan pukul 09:35 dan dia masih bergerumul dengan selimut tebalnya.
"Bia! Bia!" Alena menggedor-gedor pintu kamar Bianca lantaran anaknya itu tak kunjung keluar dari kamar. "Sarapan dulu! udah siang ini!"
Beberapa kali wanita paru baya itu menggedor-gedor pintu, akan tetapi tak mendapat sahutan dari sang anak, Beliau lantas membuka kamar Bianca yang tak terkunci.
"Astagas nih anak! kebo banget sih!" Alena menyingkap selimut Bianca dan menggoyang-goyangkan lengannya. "Bia bangun! ya Allah anak gadis jam segini belum bangun!"
Bukannya bangun, gadis itu malah semakin merapatkan pelukannya diguling.
Alena menghembuskan napas sabar dan saat pandangannya tak sengaja teralih kearah kamar mandi, tiba-tiba saja dia mempunyai ide cemerlang untuk membangunkan tidur anak gadisnya.
Beliau berjalan memasuki kamar mandi tersebut dan keluar dengan gayung berisi air ditangannya.
Dia mengguyurkan air tersebut kepada Bianca.
"Eh hujan!" Mimpi Bianca langsung buyar dan bangun terduduk lantaran terlonjak. Dia menoleh kapada Bundanya yang kini mengacungkan gayung kepadanya. "Mandi sana! udah jam segini masih tidur aja kamu ya!" Alena memasang raut wajah garang.
Bianca mendengus malas. "Ish Bunda!" Dia mendendang-nendangkan kakinya diudara karena kesal. "Kenapa pake siram segala sih!"
"Habisnya tadi, Bunda udah coba bangunin kamu secara baik-baik Bianca ku sayang! tapi kamu kebo banget! jadi, Bunda terpaksa pake cara gini."
"Tau ah!" Rajuk Bianca kembali menarik selimutnya. Namun Alena dengan cepat kembali menyingkap selimut itu.
"Cepat, mandi sana! habis sarapan kita ke butik."
"Ngapain ke butik sih Bun?"
"Udah, gak usah banyak nanya kamu, cepetan mandi sana."
Bianca memberengut dan dengan perasaan yang sangat terpaksa turun dari kasur dan berjalan gontai menuju kamar mandi. Sebenarnya, dihari minggu seperti ini dia hanya ingin bersantai dikamar dan menghabiskan hari liburnya menonton drakor. Akan tetapi ajakan dari Bundanya tak bisa ditolaknya.
Alena menggeleng-gelengkan kepala menatap punggung Bianca yang kini sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi. "Bia.. Bia.. memang ada benarnya ayah kamu bilang harus dijodohkan." gumamnya.
***
Langkah Agam turun menyusuri anak tangga dan berjalan menuju ruang keluarga.
Tampak Bastian dan Cantika tengah menonton tv di ruangan itu. Beliau mengalihkan pandangannya kepada Agam saat lelaki itu duduk di sofa tunggal sebelahnya. Sedangkan Cantika sedang memangku toples kacang sembari memakannya lahap
Untuk sementara tak ada percakapan, hanya suara siaran televisi yang terdengar diruangan tersebut.
"Pah, aku pengen ngomong sesuatu." Agam membuka suara dengan raut wajah serius.
"Kenapa Gam?" Bastian menyahut dengan tatapan ke depan.
Agam berpikir beberapa detik untuk mengutarakan apa yang akan dibicarakannya atau tidak. Hatinya merasa bimbang. Dia melirik papanya yang saat ini fokus menonton layar persegi panjang didepan sana.
Setelah menimang-nimang sesaat, barulah Agam menyuarakan yang akan dibicarakannya. "Bisa gak papa batalin perjodohan itu?"
Mendengar ucapan dari Agam membuat Bastian secara spontan mengalihkan pandangannya kearah anaknya."Emang kenapa?"
Agam menunduk. "Aku punya gadis yang aku suka pa." jawabnya jujur.
"Gak bisa Gam, Papa udah kabarin keteman papa, kalo malam ini kita bakal datengin rumahnya."
Agam mengangkat kepala. "Aku gak bisa pa, aku takut gak bisa buat gadis itu bahagia, karena aku tidak mencintainya." tuturnya.
"Gam, kamu yakin gadis yang kamu sukai itu selamanya akan tetap kamu sukai? bisa saja itu hanya kekaguman sementara karena kamu masih labil."
Langsung saja Agam menggeleng tak membenarkan ucapan dari Bastian barusan. "Enggak pa, selama ini Agam gak pernah tertarik sama perempuan. Baru kali ini. Dan aku yakin, itu bukan cuma kekaguman sementara."
"Tetap gak bisa Gam. Kali ini papa pengen kamu ngertiin papa. Jangan egois." Bastian terlihat kecewa dengan permintaan Agam kali ini. Pasalnya, kemarin malam anak lelakinya ini sudah menyetujui tentang perjodohan itu dan entah kenapa sekarang tiba-tiba berubah pikiran.
Agam menghela napas gusar dan berdiri dari duduknya dengan perasaan campur aduk. "Yaudah." pasrahnya berjalan lesu menaiki anak tangga. Tentu dia tak akan bisa jika meminta pembatalan perjodohan itu. Barusan, dia hanya mencoba saja.
Dan saat ini Agam hanya berpasrah saja kepada Tuhan. Dia berharap semoga saja ada keajaiban nantinya.
Cantika menatap punggung kakaknya yang sudah menaiki anak tangga tersebut kemudian menoleh kepada papanya. "Abang mau dijodohin?"
Bastian mengangguk sebagai tanggapan. "Kasian." gumam Cantika merasa iba dengan nasib kakaknya. Meskipun dia masih kecil, tetapi dia mengerti tentang yang seperti itu, know lah anak-anak zaman sekarang.
Dia tentu tahu jika Agam suka kepada Kakak yang pernah menolongnya.
Agam membuka pintu kamar dan berjalan masuk. Dia meraih ponselnya yang terletak diatas nakas kemudian menudukkan dirinya diatas ranjang.
Dia membuka aplikasi Instagram. Berbagai postingan muncul diberandanya. Akan tetapi, dia berpindah ke laman pencarian dan dengan gencar menulis dengan nama @BiancaDealova
Sebenarnya dia hanya menulis asal saja, akan tetapi kebetulan nama Instagram dari Bianca ternyata memang nama itu. Alhasil, Agam mengepoin akun gadis itu.
Dia menscroll kebawah, banyak foto yang di unggah gadis itu. Kedua sudut bibirnya terangkat melihat tiap foto yang tertera dilayar ponselnya. Matanya meneliti ditiap inci wajah gadis itu.
"Cantik." Pujinya tanpa sadar.
Pintu terbuka memunculkan Cantika dari balik pintu itu.
Dan Agam belum menyadari kedatangan Cantika saat ini. Gadis kecil itu berjalan pelan menghampiri Kakaknya. Dia mengintip layar ponsel milik Agam lantaran penasaran melihat kakaknya ini tersenyum-senyum sendiri. Langkah sekali melihat senyuman itu walaupun tak terlalu terbentuk saking tipisnya.
Senyum yang terpatri di bibir Agam, perlahan luntur saat dirinya melihat satu foto Bianca bersama lelaki. Posisi keduanya difoto itu, Bianca yang sedang tersenyum dengan pose peace dan lelaki itu merangkul mesra bahu Bianca. Hal itu, membuat Agam berdecih sinis.
"Kasian, udah dijodohin dengan perempuan yang belum dilihat wujudnya kaya gimana, cewek yang di sukai sudah ada yang punya lagi." celetuk Cantika meledek Agam. Dia duduk disebelah kakaknya itu.
Agam sedikit kaget dengan kedatangan adiknya yang tiba-tiba. Namun, lagi, lagi, sifat dominannya mampu menyembunyikan ekspresinya agar tetap terlihat tenang. Dia kemudian memutar bola matanya."Bocil, gak usah sok tahu." Ledeknya kembali.
Jempolnya bergerak memencet tepat ditempat bertuliskan 'ikuti' diakun ig Bianca.
Setelah itu, dia mengirimkan sebuah pesan disana.
@Agam_Ezekiel.Arbyshaka
Kawin lari sama gue, mau?
***
Disinilah Bianca berada, disebuah Butik.
Interior butik pakaian ditempat ini menggunakan bahan kombinasi bahan aluminium, lantai kayu, kaca frame, plafond dan lighting yang disempurnakan sehingga terlihat rapi dan minimalis.
Bianca masih merasa bingung dengan Bundanya yang tiba-tiba mengajaknya ke tempat ini.
"Bia, kamu suka yang mana?" Alena memperlihatkan sebuah dress berwarna hitam dan dress berwarna putih kepadanya.
Alis Bianca saling bertaut bingung, "Emang tuh dress buat apa sih Bund?" Dia menggaruk pipinya yang memang terasa gatal.
Alena tak manjawab pertanyaan dari Bianca, Dia membalikkan kembali dua dress itu dan matanya meneliti pakaian tersebut dan meletakkannya satu persatu didepan Bianca. "Hmm cocokkan yang hitam keknya."
Karena tak mandapat jawaban dari pertanyaannya, Bianca pun merasa kesal. "Ih Bund! itu dress buat apaan?!"
"Ini, kamu pakai buat malem ini, ada tamu spesial yang bakal dateng kerumah nanti malem." Tutur Alena masih dengan tatapan kearah dress yang dipegang kedua tangannya. "Hmm, yang hitam aja ya Bi, gak perlu dicoba, bagus banget ini." Imbuhya berjalan menuju kasir.
Bianca menggeleng-gelengkan kepala. "Itu dressnya buat gue atau dia sendiri sih?" gumamnya heran.
Sambil menunggu Bundanya yang saat ini berada di kasir sedang membayar barang tadi, Bianca duduk disalah satu bangku yang ada dibutik tersebut.
Dia membuka ponselnya untuk menghilangkan ke gabutan. Aplikasi yang pertama ia buka adalah WhatsApp.
Notif grup menjadi yang paling pertama muncul. Akan tetapi dia malah membuka obrolannya bersama Lucas yang sudah beberapa deretan chat tertera disana yang belum dibalasnya sedari beberapa hari yang lalu sampai sekarang.
Lucas🖤
Bi, bales..
Lagi apa Bi?
Udah makan belum?
Good night Bianya Lucas🙃
Happy weekend Bi, kapan-kapan kita jalan-jalan kalau weekend. Klu untuk sekarang, Bia pasti gak suka jalan sama Lucas:(
Bianca menghela napas. Sejujurnya dia kasian juga melihat notif yang terakhir dari Lucas. Dia sungguh rindu dengan kekasihnya itu. Walaupun dia sering melakukan kesalahan, akan tetapi, cinta Bianca untuknya tak luntur sama sekali. Yah, walaupun beberapa hari ini Bianca sempat lupa dengan dia lantaran saking kesalnya.
Dia memilih mengabaikan chat tersebut dan berpindah membuka aplikasi Instagram. Hal yang pertama dilihatnya adalah beberapa notif follow terbaru. Namun, ada satu yang mampu membuat atensinya terfokus.
"Agam?"
Merasa penasaran, akhirnya Bianca membuka profil akun tersebut untuk memastikan apakah itu Agam si ketos nyebelin itu atau tidak. Dan benar saja, ternyata memang ketua osis nyebelin itu.
Kemudian ia kembali ke beranda. Akan tetapi salah satu jarinya tak sengaja menyentuh icon message dan melihat permintaan pesan disana.
...Agam_Ezekiel.Arbyshaka...
...Instagram...
...476 pengikut . 0 postingan...
...Anda tidak saling mengikuti di instagram...
...Akun Instagram baru...
...Lihat profil...
Kawin lari sama gue, mau?
...Terima permintaan pesan dari Agam_Ezekiel.Arbyshaka?...
...Jika anda menerima, anggota juga akan bisa menelepon Anda dan melihat info seperti aktivitas dan kapan Anda membaca pesan....
...Blokir Hapus Terima...
Kerutan didahi Bianca nampak jelas saat membaca pesan tersebut. Karena merasa penasaran dengan apa yang dimaksud Agam, diapun menerima pesan tersebut dan mengetikkan balasan.
^^^BiancaDealova^^^
^^^Maksudnya?^^^
"Bi, pulang ayok."
Bianca mengalihkan pandangannya kearah Alena yang baru saja dari kasir. Ditangannya menenteng beberapa paper bag yang Bianca tak tahu apa semua isinya.
Dia lantas beranjak dari duduknya dan berjalan bersama bundanya keluar dari butik.
***
Bianca menjatuhkan pantatnya disofa dan menyandarkan punggungnya disandarkan sofa. Kemudian dia mengalihkan perhatiannya kepada Bundanya yang sedang meletakkan beberapa paper bag diatas meja. "Bund, emang tamu spesial yang dateng malam ini siapa sih?" tanyanya penasaran.
"Ada deh." Alena tak ingin memberitahukannya terlebih dahulu kepada Bianca. Takutnya anaknya ini akan kabur dari rumah saat tahu jika lelaki yang di jodohkan nya yang datang.
Bianca memberengut kesal. "Ish Bunda ih!"
Prang! plang!
Sepasang ibu dan anak itu saling pandang saat mendengar suara rusuh dari arah dapur.
"Itu apa mah?"
Alena mengedikkan bahu tak tahu. "Kucing kali." terkahnya. Kemudian berdiri dari duduknya. "Ntar, Bunda cek dulu."
Beliau berjalan menuju dapur dan saat sampai ditempat itu, dia melongo melihat kondisi dapur saat ini. Benar-benar berantakan!
Bahan-bahan sayuran berserakan diatas meja masak. Juga bumbu rempah tertata tak beraturan di rak.
Dan jangan lupakan juga, Rendra yang saat ini berkutat dengan alat-alat dapur untuk memasak.
"Astaga Rendra!" pekik Alena syok saat melihat masakan Rendra yang sudah gosong di wajang. Bukannya mengangkatnya, malah, suaminya itu masih sibuk mengaduknya. "Lo mau masak atau mau ancurin dapur?!"
Alena mematikan api kompor tersebut.
"Eh, Bund! itu ikannya belum mateng!" Rendra hendak kembali menghidupkan api kompor, tetapi istrinya segera menggeplak tangannya.
"Belum mateng, belum mateng gimana! itu udah gosong Rendra!"
"Ayah kan cuma mau bumbunya itu meresap sempurna di ikannya." Rendra mengerucutkan bibir.
Alena menghela napas sabar, "Udah, mending kamu duduk dimeja makan, biar aku yang buatin."
Senyum mengembang terbit dibibir Rendra. "Uhh punya istri idaman banget sih! tapi gak papa Bunda, Ayah Bisa kok buat sendiri."
"Bisa gimana! ini aja mukanya udah spek pantat balanga!" Alena melemparkan tatapan horor kepada sang suami.
Nyali Rendra mendadak ciut melihat wajah tatapan yang menurutnya menyeramkan itu. Satu hal yang harus dihindari Rendra, yaitu kemarahan sang istri. Jika berani membuat istrinya ini marah, maka harus siap tidur diluar selama seminggu.
Rendra bergidik ketika mengingat ia pernah melakukan kesalahan kecil dan tak diizinkan tidur bersama istrinya selama seminggu lebih. Jujur saja seminggu itu terasa setahun bagi Rendra jika ketika tidur tak memeluk guling hidup.
"Yaudah deh." pasrah Rendra berjalan kemeja makan.
Alena menggeleng-gelengkan kepala seraya memijat pelipisnya frustasi. "Punya suami, gini amat." gumamnya merasa tertekan.
Bianca yang mendengar suara kedua orang tuanya dari ruangan, terkikik merasa lucu. "Ayah, Ayah.." gumamnya. Dia kemudian kembali memusatkan pandangannya ke benda pipi ditangannya.
Saat ini dia sedang menonton YouTube, dan kalian tahu tentang apa yang dirinya nonton? biar author jawab. Tutorial makan.
Dia menonton hal yang tak berguna seperti itu lantaran merasa bosan.
Tutorial makan!
"Pertama-tama, sendok nasi menggunakan? menggunakan apa hayoo?"
"Loh kok nanya sama penonton sih?" dialog Bianca mengkomentari penyiar tersebut.
"Pakai sendok lah! Ya kali pakai gayung!"
"Oke, kita lanjut ya gaes ya. perlahan, masukkan nasi yang sudah kita sendok itu kedalam mulut. Kemudian, Kunyah kunyah kunyah kunyah hingga hancur lebur seperti hatiku ketika melihat mantan bahagia bersama pacarnya."
"Kok jadi curhat sih?" Bianca tertawa kecil.
Pikiran Bianca tiba-tiba teralih ke pesan Instagram Agam tadi, dia merasa penasaran dengan apa yang dimaksud lelaki itu. Jadi dia berpindah membuka Instagram dan membuka log message.
Agam_Ezekiel.Arbyshaka
in, klo bls dm lo hp gue kok ngelag y?
Dahi Bianca berkerut heran saat membacanya, lalu mengetikkan balasan.
^^^BiancaDealova^^^
^^^"Ngelag?"^^^
Agam_Ezekial.Arbyshaka
Hm, coba lewat wa aja ya? krm no wa lo.
Jelas sekali jika Agam itu modus. Namun, dengan kebodohan Bianca tentang permodusan tentu dia akan percaya.
^^^BiancaDealova^^^
^^^082335713682^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Erina Situmeang
tenang gam jangan lawan org tua mu karna wanita yg kau sukai sama orgnya dgn yg di jadohkan untuk mu🤗
2023-09-09
0
ani sumarni
mantap lgsg ajak kawin lari Agam... suka suka suka
2023-08-27
0
mak shila
org yg sama dong
2023-07-22
0