20

Typo Tandain!

...HAPPY READING!...

...***...

Tak berselang lama, muncul notifikasi whatsaap diatas layar ponsel Bianca.

0823Xxxxx

Sv Agm

^^^Bianca:v^^^

^^^Ok^^^

Panggilan suara dari Agam memenuhi layar ponsel Bianca. Kening gadis itu mengernyit dengan jarinya bergulir menggeser ke icon hijau.

"Hallo ada apa, Kak?"

Hening, tak sahutan dari seberang.

"Hallo? gak ada orang?"

Masih tak ada jawaban. Bianca kembali melihat panggilan itu, ternyata masih terhubung. "Orangnya mana sih?" monolognya.

Lalu menempelkan kembali benda pipi itu ketelinganya. "Kalo masih gak ada suara, gue matiin ya."

"Hm." hanya itu yang terdengar dari seberang sana.

"Kenapa nelepon Kak?"

"Hm."

"Hm hm terus! gagu ya?" Cebik Bianca merasa jengkel.

"Mau gak?"

Alis Bianca saling bertaut bingung dengan pertanyaan Agam. "Mau apa?"

"Kawin lari sama gue."

Bianca tertawa renyah mendengar penuturan dari Agam yang menurutnya hanya candaan semata. "Hahaha gila kali kawin lari sama lo, mending gue kawin lari sama-- sama-- teman lo itu siapa namanya?" Matanya mengerling keatas memikirkan nama tersebut. "Hmm nah Nathan! dari pada sama lo idihh!"

"Gue serius."

Tawa Bianca seketika mereda ketika mendengar Agam seperti orang yang serius. "Kakak apaan sih!"

"Intinya mau atau tidak?"

"Ya enggak lah! emang kakak siapa gue sampai ngajakin gue kawin lari?" tanyanya langsung.

Hati Agam tersentil mendengar ucapan Bianca barusan. Lelaki itu tentu sadar jika dirinya bukan apa-apa bagi Bianca, dia tak lain hanya ketos nyebelin dimatanya, akan tetapi, otak Agam berusaha menyanggah semua itu untuk menyenangkan hatinya.

Agam menghela napas kasar. "Lo, punya pacar?"

"He-em emang apa urusannya sama Kakak?"

Lagi, lagi, hati Agam terasa seperti ditusuk benda tajam tak kasat mata ketika mendengar itu. Dadanya terasa berdenyut nyeri. Perasaannya bercampur aduk. Sakit, emosi sekaligus sedih tercampur menjadi satu, tanpa sadar cengkramannya diponsel menguat hingga urat-urat tangannya mencuat.

"Mau ya?"

"Gak! kakak apa-apaan sih!"

Agam kembali menghela napas kasar. "Yaudah. tapi, lo ingat gak tentang kompensasi kemarin waktu di UKS?"

"Hmm," Bianca berpikir beberapa detik. "Oh, iya-iya gue ingat. Nanti gue ganti besok ya harga pembalut sama herbal nya. Oh iya, sama almama--."

"Kalo gue mau kompensasinya berbentuk tindakan, lo mau gak?" sela Agam memotong celotehan Bianca.

"Hm emang kakak mau gue ngapain?"

"Lo, pura-pura hamil anak gue."

Mata Bianca membulat mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Agam. "What--? gila kali lo! gak mau gue!"

"Ini perintah! gue gak butuh penolakan!"

"Ya terus fungsinya gue pura-pura hamil anak lo untuk apa?!" Bianca tiba-tiba merasa frustasi dengan Agam yang tak jelas akan segala tindakannya. Dia adalah cowok yang dingin, pandai bersosialisasi tetapi juga pendiam dan tertutup akan segala hal. Sulit sekali menebak isi pikiran dari seorang Agam Ezekiel Arbyshaka.

"Biar perjodohan gue sama cewek yang gak gue kenal bisa dibatalin papa."

Mulut Bianca terkatup, lidahnya mendadak keluh untuk menanggapi ucapan dari Agam barusan. Padahal tadinya, dia tak peduli atas alasan apa Agam menyuruhnya melakukan hal yang diluar nalar. Tetapi setelah mendengar ucapan Agam barusan, mendadak hatinya tergerak ingin membantu lelaki ini untuk membatalkan perjodohan itu. Mungkin karena dirinya dan Agam senasib.

"Kenapa lo gak terima aja?" Entah mengapa dia menjadi penasaran yang menjadi alasan lelaki ini tak mau menerima perjodohan itu.

"Ada orang yang gue suka."

"Hah? dengan yang lo dingin dan datar itu, punya orang yang disukai?!" Sungguh Bianca tidak menyangka, seorang the king SMA Garuda yang terkenal datar, dingin dan hati batu itu bisa mempunyai orang yang disukai. Bianca berdecih kagum. "Pasti tuh cewek cantik banget ya, bisa buat hati seorang Agam Ezekiel Arbyshaka luluh." lalu terkekeh.

"Itu lo, Bianca." Ingin sekali kalimat itu Agam sampaikan kepada Bianca, tetapi mulut lelaki itu tak mampu untuk menyampaikannya. Dia hanya mampu mengucapkannya dalam hati.

"Hmm, tapi kalo semisalnya gue pura-pura hamil anak lo, berarti gue dong yang bakal nikah sama lo."

"Itu urusan nanti, pokok utamanya adalah perjodohan itu harus batal sebelum malam ini."

"Berarti secepatnya dong?!" heboh Bianca langsung berdiri dari duduknya lantaran terkaget-kaget.

"He-em. Lo segera ke sini deh, soalnya malem ini papa gue udah ada rencana datengin rumah perempuan itu."

"Bianca! kamu gak mau cobain ikan tumis buatan Bunda?!" Itu suara Rendra dari arah dapur.

Bianca sedikit menjauhkan dan memiringkan ponselnya "Bentar Yah!" Lalu kembali menempelkan benda pipi itu di telinganya.

"Gue belum ada persiapan! setidaknya kasih kisi-kisinya dong!"

"Hmm, kamu dateng aja ke rumah gue untuk minta pertanggung jawaban. Urusan akting nya, itu biar aku bantu-bantu deh."

"T-tap-"

Panggilan terputus. Bianca menatap layar ponselnya dengan nanar kemudian mengacak rambutnya frustasi. "Dasar ketos ngerepotin!"

***

"O-om A-agamnya ad- ehm ehm."

Saat ini Bianca sudah berada tepat didepan pintu utama rumah Agam. Dirinya sedang melatih-latih dialog yang akan dia katakan kepada papa Agam.

"I-itu Om ak-aku mau minta pertangg-- Aduhh gimana ini?!" dia jadi tegang sendiri, bahkan tangannya sudah keringan dingin.

"Oke oke, sekali lagi!" Bianca mengambil napas dalam dan menghembuskannya. "Om, Kak Agam---"

Ceklek

Dialog dari Bianca terpotong oleh pintu terbuka memunculkan pria setenga baya dari dalam sana dengan membawa kantong kresek besar ditangannya.

Bastian sedikit kaget dengan keberadaan seorang gadis didepan pintu tersebut. "Siapa ya?" tanyanya Bingung.

Bianca kelimpungan, dia mendadak lupa akan dialog yang ia latih berkali-kali tadi. "A-anu Om.."

"Hm? kenapa?"

"K-kak Agam ada?"

"Agam? ada urusan apa kamu mencarinya?" tanya Bastian dengan sebelah alis terangkat.

"I-itu om, a-aku kesini mau minta pertanggung jawaban!" Mata Bianca tertutup kuat setelah mengatakan itu karena tegang hingga kedua tangannya sudah meremas pinggiran bajunya.

"Minta pertanggung jawaban?"

"Iya Om."

"Om gak tahu apa yang kamu maksud. Tapi, kalo kamu cari Agam, dia ada didalem. Kamu masuk aja dulu ya. Om mau buang sampah dulu." Bastian mengangkat kantong kresek itu diudara.

Bianca mengangguk. "Iya Om."

***

"Tujuan aku kesini untuk meminta pertanggung jawaban Om, karena Agam telah menghamili aku.." Entah mengapa akting Bianca saat ini sangat terlihat sempurna. Dia mengatakannya dengan lirihan juga seperti tengah menahan tangisan.

Hening..

Bastian masih mencoba untuk menerka dari ucapan Bianca barusan. "Maksudnya apa Gam?" Bastian melirik Agam yang saat ini duduk disamping gadis itu.

"Hm pa, sebenarnya, alasan aku gak mau nerima perjodohan itu karena aku udah melakukan kesalahan dengan menghamili gadis ini." Agam menunduk.

"Tunggu-tunggu, jadi, maksud kamu, gadis ini kamu perkosa?!" Bastian langsung berdiri saking emosi mendengar penuturan Agam barusan. Matanya menyorot tajam kearah Agam yang saat ini hanya menundukkan kepala.

"Hikss Om, aku takut.. karena perjodohan itu, Agam gak mau tanggung jawab dan anak didalam kandungan ini gak punya Ayah.." Air mata Bianca berderai dengan tangan mengusap perut datarnya.

Bastian duduk kembali dan memijat pelipisnya. "Agam.. Agam.. Papa gak pernah ajarin kamu berbuat seperti itu..", lirihnya merasa kecewa.

Agam mengangkat pandangannya menatap sang papa. "Pah, itu semua kecelakaan, saat itu aku melakukannya tanpa sadar karena sedang terpengaruh minuman alkohol."

Helaan napas panjang terdengar dari Bastian dan menoleh kearah Bianca yang saat ini tengah menangis lirih. "Baiklah Nak, kamu gak perlu menangis seperti itu. Anak aku akan bertanggung jawab dan perjodohan yang aku rencanakan akan dibatalkan. Aku akan segera menentukan tanggal pernikahan kalian."

Lalu menoleh kearah Agam. "Gam, kamu tetap harus ikut papa kerumah teman papa malam ini."

"Kenapa pa? bukannya perjodohan itu akan segera dibatalkan?" Agam sedikit melirik kepada Bianca yang juga kebetulan sedang meliriknya juga.

"Kamu yang harus jelasin semua tentang alasan pembatalan rencana perjodohan itu.."

Agam menegakkan duduknya. "Baik pa." tegasnya.

Bastian beralih menoleh kearah Bianca. "Nak, kamu kenal Agam dimana?"

"Hmm, kami satu sekolah om." Bianca mengatakannya dengan sisa-sisa tangisannya.

Bastian mengangguk-anggukkan kepala. "Nama kamu siapa?"

"Bianca, Om.

***

Terpopuler

Comments

Erina Situmeang

Erina Situmeang

bukannya dibatalin gam...malah langsung di nikahi dan terkabul deh ajakan kamu ke bia😂

2023-09-09

0

Thinkerlie 11

Thinkerlie 11

lancar banget ngibulnya 🤣

2023-07-27

0

She Jutex MImi

She Jutex MImi

hahahhaha bukanya batal auto tambah nyepetin

2023-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 Terlambat lagi
2 Perkelahian di toilet perempuan
3 Diinterogasi diruang osis
4 Keberingasan the king SMA Garuda
5 Kecewa yang kesekian kalinya
6 Laki-laki brengsek
7 Perjodohan yang tak diinginkan
8 Menjadi candu
9 Pembelaan The King SMA Garuda
10 Bertemu anak kecil
11 Karakter tsundere
12 Club night
13 Kisah the King SMA Garuda
14 Rendra marah
15 Perempuan berkacamata
16 Datang bulan
17 Kepedulian Agam
18 18
19 19
20 20
21 VISUAL!
22 Dan ternyata
23 22
24 23
25 Menyesakkan
26 25
27 Parkiran
28 Cari angin dimalam hari
29 Kejadian
30 Kecemasan Bianca
31 Terciduk
32 Rumah pohon
33 Hari H
34 Ungkapan Agam
35 Nama anak
36 Menidurkan bayi besar
37 Jam kosong
38 Dia, siapa?
39 Beres-beres barang
40 Rumah baru
41 Nasi goreng
42 Something
43 Queen nembak King
44 Penyembuh akan menjadi luka baru?
45 Sebuah kisah
46 Pilihan
47 Teror?
48 Pengumuman Camping
49 Dua garis?
50 Kesalahan
51 Dalam perjalanan
52 Terciduk
53 Gubuk
54 Air terjun
55 Tidak akan mengalah
56 Sisi lain
57 Obsesi
58 Nenangin diri
59 Siapa?
60 First night
61 Pagi hari
62 Pergi dari rumah
63 Ingin pulang ke orang tua
64 Teror lagi?
65 Pilihan Camella
66 Sus?
67 Manja
68 Hamidun?
69 Minta jatah
70 Kerinduan pasturi muda
71 Kehabisan stok
72 Sherly, strong!
73 Perempuan rendahan
74 Kecelakaan?
75 Bocil nya Agam sudah dewasa
76 Rawat bayi besar
77 Di usir
78 Pulang ke rumah
79 Sayang?
80 Adik, coming soon!
81 Bakso buaya
82 Suami Vs Pacar
83 Menantu durhaka
84 Uwuw depan umum
85 Di keluarkan
86 Rencana licik
87 Di culik?
88 Terbongkar
89 Memberi pelajaran
90 Akhir dari kisah double S
91 Anjing dan kucing
92 Masih dengan penyesalan
93 Ketemu Samuel
94 Kejujuran
95 Di culik lagi?
96 Pertemuan Ayah dan Anak
97 Adik?
98 Ikut Ayah?
99 Musibah
100 Kabar duka
101 Alena dan Rendra
102 Pewaris
103 London
104 Terjebak
105 Cantika sadar
106 Keputusan Zella
107 Ini adalah yang terbaik
108 Keberangkatan Gilbert (End)
109 Promosi!
110 Epilog!
111 Extra part 01
112 Extra part 02
113 Extra part 03
114 Extra part 04
115 Extra part 05
116 Extra part 06
117 Extra part 07
118 Extra part 08
119 Extra part 09
120 Extra part 10
121 Extra part 11
122 Extra part 12
123 Extra part 13
124 Extra part 14
125 Extra part 15
126 Extra part 16
127 Extra part 17
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Terlambat lagi
2
Perkelahian di toilet perempuan
3
Diinterogasi diruang osis
4
Keberingasan the king SMA Garuda
5
Kecewa yang kesekian kalinya
6
Laki-laki brengsek
7
Perjodohan yang tak diinginkan
8
Menjadi candu
9
Pembelaan The King SMA Garuda
10
Bertemu anak kecil
11
Karakter tsundere
12
Club night
13
Kisah the King SMA Garuda
14
Rendra marah
15
Perempuan berkacamata
16
Datang bulan
17
Kepedulian Agam
18
18
19
19
20
20
21
VISUAL!
22
Dan ternyata
23
22
24
23
25
Menyesakkan
26
25
27
Parkiran
28
Cari angin dimalam hari
29
Kejadian
30
Kecemasan Bianca
31
Terciduk
32
Rumah pohon
33
Hari H
34
Ungkapan Agam
35
Nama anak
36
Menidurkan bayi besar
37
Jam kosong
38
Dia, siapa?
39
Beres-beres barang
40
Rumah baru
41
Nasi goreng
42
Something
43
Queen nembak King
44
Penyembuh akan menjadi luka baru?
45
Sebuah kisah
46
Pilihan
47
Teror?
48
Pengumuman Camping
49
Dua garis?
50
Kesalahan
51
Dalam perjalanan
52
Terciduk
53
Gubuk
54
Air terjun
55
Tidak akan mengalah
56
Sisi lain
57
Obsesi
58
Nenangin diri
59
Siapa?
60
First night
61
Pagi hari
62
Pergi dari rumah
63
Ingin pulang ke orang tua
64
Teror lagi?
65
Pilihan Camella
66
Sus?
67
Manja
68
Hamidun?
69
Minta jatah
70
Kerinduan pasturi muda
71
Kehabisan stok
72
Sherly, strong!
73
Perempuan rendahan
74
Kecelakaan?
75
Bocil nya Agam sudah dewasa
76
Rawat bayi besar
77
Di usir
78
Pulang ke rumah
79
Sayang?
80
Adik, coming soon!
81
Bakso buaya
82
Suami Vs Pacar
83
Menantu durhaka
84
Uwuw depan umum
85
Di keluarkan
86
Rencana licik
87
Di culik?
88
Terbongkar
89
Memberi pelajaran
90
Akhir dari kisah double S
91
Anjing dan kucing
92
Masih dengan penyesalan
93
Ketemu Samuel
94
Kejujuran
95
Di culik lagi?
96
Pertemuan Ayah dan Anak
97
Adik?
98
Ikut Ayah?
99
Musibah
100
Kabar duka
101
Alena dan Rendra
102
Pewaris
103
London
104
Terjebak
105
Cantika sadar
106
Keputusan Zella
107
Ini adalah yang terbaik
108
Keberangkatan Gilbert (End)
109
Promosi!
110
Epilog!
111
Extra part 01
112
Extra part 02
113
Extra part 03
114
Extra part 04
115
Extra part 05
116
Extra part 06
117
Extra part 07
118
Extra part 08
119
Extra part 09
120
Extra part 10
121
Extra part 11
122
Extra part 12
123
Extra part 13
124
Extra part 14
125
Extra part 15
126
Extra part 16
127
Extra part 17

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!